Studi Kelayakan Proyek Gedung Olahraga

download Studi Kelayakan Proyek Gedung Olahraga

of 32

  • date post

    18-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    2.889
  • download

    294

Embed Size (px)

Transcript of Studi Kelayakan Proyek Gedung Olahraga

STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN GEDUNG OLAHRAGAKABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARADRAFT

KATA PENGANTAR

Studi Kelayakan Pembangunan Gedung Olahraga Kabupaten Bolaang Mongondow Utara ini disusun sebagai masukan dan bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang akan melaksanakan proyek

pembangunan Gedung Olahraga. Studi Kelayakan ini mencakup; Studi kelayakan ditinjau dari aspek teknis Studi kelayakan ditinjau dari aspek lingkungan Studi kelayakan ditinjau dari aspek sosial Studi kelayakan ditinjau dari aspek budaya Studi kelayakan ditinjau dari aspek ekonomi

Diucapkan terima kasih Kepada Konsultan Pelaksana CV......... yang telah bekerjasama dengan baik dalam perencanaan dan penyusunan Dokumen ini. Demikian Dokumen ini disusun, semoga dapat menjadi acuan bagi pihak terkait.

KEPALA BAPPEDA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA

LEMBAR PENGESAHAN

STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN GEDUNG OLAHRAGA KABUPATEN

KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA PROPINSI SULAWESI UTARA

Boroko,

April 2012

Disahkan Oleh Bupati Bolaang Mongondow Utara

Disusun Oleh BAPPEDA Kab. Bolaang Mongondow Utara KEPALA BADAN

Drs Hamdan Datunsolang MM

...................................... Nip. ..............................

DAFTAS ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR GAMBAR

I.1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN

Keberadaan Gedung Olahraga (GOR) berawal dari didirikannya stadion (colloseum) untuk memenuhi kebutuhan fasilitas keagamaan dan social pada jaman Yunani. Pada masa itu, stadion biasanya berbentuk segi empat dan tidak beratap atau hanya beratap sebagian yaitu di atas tempat duduk penonton. Pada jaman Romawi dikenal adanya Amphitheater yang dapat dikatakan sebagai pengembangan bangunan stadion dan merupakan penggabungan antara teater dan fasilitas pertandingan. Berarti telah ada pemikiran penggunaan gedung olah raga untuk keiatan olah raga dan hiburan. Seiring dengan kemajuan teknologi, sekitar abad 20 dapat dibuat gedung besar yang seluruhnya beratap yaitu Astrodome, Houston, Texas. Pemanfaatan gedung olah raga juga berkembang menjadi bangunan serba guna, dengan menyediakan berbagai macam fasilitas penunjang. Gedung olah raga dimasa mendatang terutama yang berada di pusat kota mempunyai kecenderungan untuk berperan sebagai wadah kegiatan multi fungsi mengingat pertimbangan pengoptimalan penggunaan lahan dan ruang yang terbatas. Sementara itu, dalam hal berolahraga merupakan salah satu kebutuhan dalam kehidupan manusia untuk memelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Setiap orang melakukan kegiatan olahraga tidak hanya karena alasan kesehatan. Alasan lain yang mendorong sesorang untuk berolahraga yaitu karena olahraga merupakan kegiatan yang menghibur dan menyenangkan di tengah kesibukannya. Prestasi melalui kegiatan olahraga pun menjadi suatu alasan sesorang menekuni olahraga. Pemerintah bahkan menjadikan olahraga sebagai pendukung terwujudnya manusia Indonesia yang sehat dengan menempatkan olahraga sebagai salah satu arah kebijakan pembangunan yang dituangkan dalam Tap MPR No.IV/MPR/1999 (GBHN) yaitu menumbuhkan budaya olahraga guna meningkatkan kualitas manusia Indonesia sehingga memiliki tingkat kesehatan dan kebugaran yang cukup. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Utara yang memiliki potensi yang cukup baik dalam bidang olahraga. Dalam

perkembangannya,

minat

masyarakat

di

Kabupaten Bolaang Mongondow

Utara terhadap perkembangan dunia keolahragaan cenderung meningkat. Melalui prestasi yang diraih dalam bidang olahraga, sebuah kota memiliki kebanggaan tersendiri. Dukungan dari pemerintah akan sangat mempengaruhi prestasi yang akan dicapai oleh atletnya. Tersedianya sarana dan prasarana olahraga yang baik tentunya akan meningkatkan prestasi para atlet daerah. Peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga ini sendiri tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas maupun kuantitas fasilitas olahraga di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Bahkan terjadi kecenderungan menurunnya kualitas fasilitas olahraga karena kurangnya perawatan. Minimnya fasilitas olahraga menjadikan kelompok-kelompok olahraga tidak tertampung kegiatannya. Mereka berlatih atau berolahraga dengan fasilitas yang seadanya atau berlatih di tempat-tempat yang kurang representatif. Hal tersebut tentunya akan sangat menghambat perkembangan olahraga di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Para atlet, klub maupun penggemar olahraga pasti memerlukan wadah atau tempat yang representatif dimana mereka dapat melakukan aktivitas-aktivitas berolahraga seperti berlatih untuk meningkatkan prestasi, meningkatkan kebugaran fisik sekaligus berekreasi. Karenanya muncul sebuah ide untuk menyediakan sebuah fasilitas yang mampu mewadahi kegiatan-kegiatan tersebut dalam satu lokasi yang terpadu dalam bentuk sebuah kompleks gedung olahraga. Dari uraian di atas, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memerlukan sebuah wadah baru untuk menampung kegiatan-kegiatan olahraga masyarakatnya. Dengan adanya pembangunan gedung olahraga baru yang lebih terpadu dan memenuhi standar nasional, masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara diharapkan akan meningkatkan Bolaang Mongondow Utara. prestasi, meningkatkan kebugaran fisik sekaligus berekreasi serta sebagai upaya pemberdayaan kawasan Kabupaten

1.2. Perumusan MasalahSebagai sarana public, GOR mewadahi kegiatan masyarakat dalam melakukan kegiatan olah raga maupun kegiatan hiburan sekalipun karena tidak jarang gedung-gedung olah raga di jadikan sarana hiburan baik itu konser musik, pameran, resepsi pernikahan, try out tes, ataupun kegiatan lainnya yang sama sekali tidak berhubungan dengan kebutuhan olahraga. Berdasarkan kondisi tersebut maka permasalahan pokok dalam studi ini adalah: Apakah pendirian Gedung Olahraga (GOR) tersebut layak untuk dilaksanakan dengan mempertimbangkan kelayakan finansial, teknis dan manajemen serta lingkungan?

1.3. Maksud dan TujuanMaksud dari studi ini adalah untuk memperoleh data dan informasi akurat dalam rangka merencanakan pendirian GOR di Boroko Kabupaten

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Propinsi Sulawesi Utara. Sedangkan tujuan kegiatan adalah menyusun studi kelayakan pendirian GOR tersebut.

1.4. Sasaran dan Manfaat KegiatanTersusunnya suatu gambaran komprehensif tentang kelayakan pendirian Gedung Olahraga (GOR) di Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Hasil studi ini merupakan dokumen yang diharapkan dapat bermanfaat bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dalam mengambil kebijakan pembangunan GOR. Kajian ini diharapkan

menghasilkan suatu naskah komprehensif mengenai rencana pendirian GOR yang dapat dij adikan sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dalam menyusun strategi dalam bidang olahraga khususnya pada pemgembangan bakat dan peningkatan prestasi atlet

1.5. Ruang Lingkup KegiatanSecara substansial kegiatan ini menganalisis mengenai kelayakan pendirian GOR ditinjau dari aspek ekonomi. finansial, teknis dan lingkungan. Lokasi studi ini adalah wilayah Kota Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Propinsi Sulawesi Utara, sebagai salah satu lokasi alternatif pendirian GOR. Penyusunan studi kelayakan ini dilaksanakan dalam waku tiga bulan, sedangkan periode pengamatan khususnya untuk aspek pasar/ekonomi diupayakan sedapat mungkin minimal lima tahun terakhir.

II.2.1. Kerangka Pikir

METODE KAJIAN

Kajian ini menggunakan metode survei guna menjaring data dan informasi langsung dari masyarakat, di samping metode desk research. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ekonomi, lingkungan, dan pendekatan sosial. Pendekatan ekonomi digunakan untuk menilai kelayakan pendirian GOR ditinjau dari aspek finansial, pasar serta manajemen. Adapun pendekatan lingkungan dimanfaatkan untuk menganalisis sejauh mana

keberadaan GOR akan berdampak pada lingkungan sekitarnya dan bagaimana cara mengantisipasi atau meminimalkan kondisi negatif yang akan muncul. Sedangkan pendekatan sosial digunakan untuk mencermati sejauhmana kehidupan sosial kemasyarakatan terpengaruh oleh adanya GOR tersebut. Dalam studi ini unit analisisnya adalah GOR itu sendiri. Adapun alur pikir

kegiatan yang menjadi landasan prosedur kegiatan ini disajikan dalam diagram alir sebagaimana terlihat pada gambar 1.Latar Belakang Pendirian GOR Tujuan Pendirian GOR

Identifikasi Lokasi GOR : Kondisi Fisik dan Lingkungan Kondisi Fisik Prasarana pendukung

Analis Kelayakan : Analisis Kelayakan Teknis Analisis Kelayakan Finansial Analisis Kelayakan Lingkungan

LAYAK / TIDAK LAYAK

Gambar. 1 Alur Pikir Kegiatan

2.2. Variabel dan IndikatorVariabel dan indikator yang digunakan dalam studi ini dikelompokkan berdasarkan jenis analisis kelayakan yang digunakan, yaitu : 1. Analisis kelayakan teknis, yang meliputi variabel lokasi (topografi dan geografis), teknologi yang digunakan, bahan baku, kapasitas/daya

tampung penonton dan atlit, kebutuhan tenaga kerja, fasilitas air, fasilitas listrik, transportasi, dan lain-lain. 2. Analisis kelayakan finansial, dengan variabel jumlah/kebutuhan investasi untuk tanah dan bangunan, mesin, peralatan dan biaya pemasangannya, perawatan serta biaya-biaya lainnya, biaya tetap, biaya tidak tetap, dan sumber pembiayaan. 3. Analisis kelayakan lingkungan meliputi aspek-aspek kedekatan dengan pemukiman penduduk, jalur transportasi, dan tempat pembuangan limbah.

2.3. Kebutuhan Dan Sumber DataData yang dibutuhkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari nara sumber yang antara terdiri dari atas : 1. Pejabat Pemerintah terkait (Bupati, BAPPEDA, Institusi pemerintah dan swasta yang membidangi olahra