STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF GOJEK DALAM MENARIK …etheses.iainponorogo.ac.id/9109/1/Thesis ISNA...

of 77/77
STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF GOJEK DALAM MENARIK MINAT PELANGGAN (Studi Kasus Gojek di Wilayah Ponorogo) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos.) Oleh : ISNA AYU ARISTA SULISTYASTUTI NIM. 211016038 JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO 2020
  • date post

    16-Nov-2020
  • Category

    Documents

  • view

    4
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF GOJEK DALAM MENARIK …etheses.iainponorogo.ac.id/9109/1/Thesis ISNA...

  • STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF GOJEK DALAM MENARIK

    MINAT PELANGGAN

    (Studi Kasus Gojek di Wilayah Ponorogo)

    SKRIPSI

    Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh

    Gelar Sarjana Sosial (S.Sos.)

    Oleh :

    ISNA AYU ARISTA SULISTYASTUTI

    NIM. 211016038

    JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM

    FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

    (IAIN) PONOROGO

    2020

  • xi

    ABSTRAK

    Sulistyastuti, Isna Ayu Arista. 2020. Strategi Komunikasi Persuasif Gojek

    dalam Menarik Minat Pelanggan (studi kasus Gojek di wilayah

    Ponorogo). Skripsi. Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas

    Ushuluddin Adab, dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.

    Pembimbing Dr. H. Ahmad Munir, M.Ag.

    Kata Kunci : Komunikasi Persuasif, Minat Pelanggan Gojek.

    Salah satu usaha untuk meyakinkan orang lain agar publiknya berbuat dan

    bertingkah laku seperti yang diharapkan komunikator adalah komunikasi

    persuasif. Seperti halnya komunikasi persuasif yang terjadi pada pengemudi

    Gojek dengan pelanggan ditunjukkan dengan adanya tindakan yang membuat

    nyaman dan perlakuan ramah pengemudi Gojek kepada pelanggannya. Dari

    komunikasi persuasif yang terjadi akan menimbulkan ketertarikan minat

    pelanggan untuk menggunakan jasa layanan Gojek.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi

    persuasif pengemudi, adapun rumusan masalah yang digunakan adalah bagaimana

    strategi komunikasi persuasif Gojek dalam menarik minat pelanggan dan apa saja

    faktor pendorong dan penghambat Gojek bagi masyarakat di wilayah Ponorogo.

    Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif,

    yakni dengan menggambarkan bagaimana komunikasi persuasif pengemudi Gojek

    untuk menarik minat pelanggan. Peneliti mendapatkan data dari hasil observasi,

    wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teori yang digunakan dalam penelitian

    ini adalah teori komunikasi persuasif dan teori transportasi online (Gojek).

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi persuasif yang terjadi

    antara pengemudi Gojek dengan pelanggan terbentuk adanya suatu tindakan.

    Secara nyata ditunjukkan dengan tindakan pengemudi Gojek yang ramah, sopan

    dan tidak mengecewakan pelanggan. Faktor-faktor pendorong pelanggan untuk

    menggunakan Gojek di wilayah Ponorogo antara lain adalah sangat mudah

    diakses dan sangat membantu pelanggan dalam hal pemesanan makanan maupun

    dalam hal berpergian, serta tarif yang ditawarkan lumayan murah. Sedangkan

    faktor penghambat bagi pelanggan Gojek adalah pembatasan wilayah yang tidak

    dapat diakses oleh Gojek dan terkadang pengemudi Gojek tergesa-gesa dalam

    berkendara.

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan

    manusia. Mulai dari berinteraksi terhadap kegiatan sehari-hari, hingga dalam

    mempelajari ilmu di berbagai bidang tentunya membutuhkan aktifitas

    komunikasi. Dalam istilah yang sederhana, komunikasi adalah proses

    penyampaian pengertian antar individu, yang dimaksud disini seperti

    menyampaikan maksud, hasrat, perasaan, pengetahuan dan pengalaman dari

    satu individu kepada individu yang lainnya. Pada intinya, komunikasi adalah

    pusat minat dari situasi perilaku dimana suatu sumber menyampaikan suatu

    pesan kepada seorang penerima dengan tujuan mempengaruhi perilaku si

    penerima.1

    Di dalam kehidupan, manusia tidak akan pernah lepas dari kegiatan

    berkomunikasi. Komunikasi adalah suatu aktifitas yang melekat dalam

    kehidupan manusia baik sebagai individu maupun hubungannya dengan

    manusia lain. Dikatakan aktifitas yang melekat dalam kehidupan manusia

    karena komunikasi menjadi alat yang digunakan dalam berinteraksi satu sama

    lain dalam suatu kehidupan masyarakat. Dalam lingkungan sehari-hari pun

    komunikasi juga merupakan suatu hal yang sangat penting, komunikasi sebagai

    alat atau sebagai media penjembatan dalam hubungan antar sesama manusia.

    1 Frazier Moore, Humas Membangun Citra dengan Komunikasi, (Bandung: PT. Remaja

    Rosdakarya, 2004), 86 .

  • 2

    Buruknya kualitas komunikasi akan mempengaruhi buruknya sikap seseorang

    terhadap orang lain.2

    Komunikasi adalah suatu hal yang esensial dalam kehidupan kita.

    Semua berinteraksi pada sesama dengan cara melakukan komunikasi.

    Komunikasi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana sampai cara yang

    kompleks, namun sekarang ini perkembangan teknologi telah merubah cara

    kita komunikasi secara drastis.

    Komunikasi tidak terbatas pada kata-kata yang terucap belaka,

    melainkan bentuk dari apa saja interaksi, senyuman, anggukan kepala yang

    membenarkan hati, sikap badan, ungkapan minat, seperhatian yang mendukung

    diterimanya pengertian, sikap dan perasaan yang sama. Diterimanya pengertian

    yang sama adalah merupakan kunci dalam komunikasi. Tahap penerimaan

    sesuatu dengan pengertian yang sama, maka yang terjadi adalah “dialog antara

    orang satu.”3

    Komunikasi yang efektif terjadi apabila individu mencapai pemahaman

    bersama, merangsang pihak lain melakukan tindakan, dan mendorong orang

    untuk berfikir dengan cara baru. Kemampuan untuk berkomunikasi secara

    efektif akan menambah produktifitas, baik individu yang bersangkutan maupun

    organisasinya, sehingga dapat mengantisipasi masalah, membuat keputusan

    secara efektif, mengkoordinasikan arus kerja, mensupervisi orang lain,

    2 Zulkarnain Nasution, Sosiologi Komunikasi Massa, (Jakarta: Universitas Terbuka,

    1993), 2. 3 Nurul Hisyam, Pola Komunikasi Kepemimpinan IPNU Ancab Purwodadi Dalam

    Membangun Kohesifitas Anggota. Skripsi.

  • 3

    mengembangkan hubungan serta dapat mempromosikan program kerja dan

    jasa organisasi.

    Kemampuan berkomunikasi secara efektif pada dasarnya akan

    menentukan keberhasilan seseorang dimana pun ia berada, bukan hanya dalam

    dunia organisasi. Salah satunya memiliki tujuan untuk mempengaruhi sikap

    seseorang. Upaya yang mempengaruhi sikap seseorang disebut komunikasi

    persuasif. Komunikasi persuasif merupakan salah satu kajian komunikasi yang

    sering digunakan untuk mempengaruhi orang lain dalam berbagai hal terhadap

    apa yang akan ditawarkan. Persuasif sebagai teknik komunikasi merupakan hal

    yang sangat penting, karena tujuan dari komunikasi ialah untuk merubah sikap

    dan perilaku baik individu maupun kelompok. Sedangkan tujuan dari persuasif

    adalah untuk merubah atau mempengaruhi kepercayaan, sikap dan perilaku

    seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh

    komunikator.4

    Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang dilakukan seseorang

    (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya dengan lambang bahasa)

    untuk mempengaruhi perilaku orang lain (komunikan).5 Sementara itu Yosep

    Ilardo yang dikutip oleh M. Nasor mengartikan komunikasi persuasif

    hakikatnya adalah penyampaian pesan dengan tujuan untuk mengubah

    kepercayaan, sikap dan perilaku melalui aspek-aspek psikologis.6

    4 Werner J Severin, Teori Komunikasi, (Jakarta: Kencana, 2008), 177. 5 M. Nasor, Studi Ilmu Komunikasi, Iain Raden Intan Lampung, Bandar Lampung, 2009.

    Skripsi. 6 M. Nasor, Komunikasi Persuasif Nabi Dalam Pembangunan Masyarakat Madani,

    (Pustakamas, 2011), 23.

  • 4

    Komunikasi persuasif pada prinsipnya sama dengan komunikasi pada

    umumnya. Bedanya, terletak pada maksud dan tujuan komunikatornya.

    Komunikasi persuasif bertujuan mempengaruhi sikap, bahkan perilaku

    komunikan. Persuasif sendiri didefinisikan sebagai perubahan sikap akibat

    paparan infromasi dari orang lain.7

    Seiring berkembangnya zaman, perkembangan teknologi pun semakin

    maju. Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin berkembang dan

    semakin canggih yang terjadi pada semua kehidupan juga berdampak pada

    adanya keinginan mendapatkan jasa transportasi secara tepat dan mudah.

    Semua yang dibutuhkan pun akan dengan mudah didapatkan melalui internet

    yang membuat masyarakat melakukan transaksi online.

    Jasa transportasi memiliki peranan yang sangat penting dalam

    kehidupan manusia, dimana transportasi digunakan setiap orang untuk dapat

    memperlancar aktifitasnya sehari-hari. Saat ini, usaha dalam bidang

    transportasi umum menjadi salah satu prospek usaha yang menguntungkan

    terutama pada kota-kota besar.8

    Komunikasi ini berkaitan dengan kegiatan komunikasi yang ditujukan

    untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan. Transportasi merupakan kebutuhan

    sehari-hari bagi masyarakat untuk memperlancar aktifitas dalam sehari-hari,

    karena dengan adanya transportasi dapat mengefektifkan pekerjaan dan

    membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketergantungan

    7 Iswahyudi Syahputra, Komunikasi Profetik, (Bandung, Simbiosa Rekatama Media,

    2007), 211. 8 Adam Pramayuda, Strategi Komparatif Komunikasi Persuasif Antara Grab dan Gojek

    Dalam Menarik Minat Penumpang, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, 2018.

    Skripsi.

  • 5

    masyarakat terhadap transportasi sangat tinggi, dengan alasan untuk

    mempersingkat waktu perjalanan. Adanya alasan tersebut maka hadir inovasi-

    inovasi terbaru di bidang transportasi, salah satu contohnya yaitu hadirnya

    perusahaan yang menyediakan Transportasi Online berbasis aplikasi.

    Transportasi Online yang saat ini sedang ramai sekali diminati oleh

    masyarakat salah satunya adalah Gojek. Gojek merupakan sebuah perusahaan

    teknologi berjiwa sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan

    pekerja di berbagai sektor informal di Indonesia. Gojek bermitra dengan sekitar

    200.000 pengendara ojek yang berpengalaman dan terpercaya di Indonesia,

    untuk menyediakan berbagai macam layanan, termasuk transportasi dan pesan

    antar makanan. Kegiatan Gojek bertumpu pada tiga nilai pokok yaitu

    kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Saat ini Gojek telah resmi beroperasi di

    25 kota besar di Indonesia, termasuk Ponorogo.

    Sebagai salah satu Transporatasi Online berbasis aplikasi, aplikasi

    Gojek dapat diunduh di App Store dan Google Play. Dengan menggunakan

    aplikasi Gojek, pelanggan dapat memesan Gojek pengemudi untuk mengakses

    semua layanan yang ada. Gojek memiliki keunggulan yang diantaranya adalah

    layanan transportasi, gaya hidup dan logistik di dalam satu aplikasi, transaksi

    mudah dan cashless dengan Go-Pay, penyimpanan alamat tujuan dan GPS

    yang akurat untuk proses order yang lebih cepat, harga yang transparan

    sebelum konfirmasi pemesanan, memantau pengemudi dengan foto dan

    informasi kontak, serta sistem rating jasa untuk peningkatan layanan

    berkelanjutan. Gojek merupakan fenomena baru didasari dengan Gojek yang

  • 6

    beroperasi di awal tahun 2015. Gojek adalah perusahaan yang didirikan oleh

    anak bangsa yang bernama Nadiem Makarim bersama temannya

    Michaelangelo Moran pada tahun 2011, yang bertujuan untuk mengurangi

    pengangguran di Indonesia dan menjadi solusi kemacetan.

    Cara kerja Gojek yaitu menggunakan aplikasi yang terhubung dengan

    internet. Para pelanggan tidak perlu menunggu dipinggir jalan atau mendatangi

    ke pangkalan ojek, pemesanan melalui aplikasi. Permasalahan yang melatar

    belakangi penelitian ini adalah komunikasi yang baik merupakan syarat

    penting dalam sebuah komunikasi antar pribadi. Harrison (2006) menemukan

    bahwa sikap kerja secara keseluruhan sangat penting untuk memahami perilaku

    hasil.9

    Gojek merupakan jasa angkutan roda dua yang banyak diminati oleh

    masyarakat saat ini, karena dapat memperlancar kegiatan perjalanan mereka

    saat terkena macet. Dalam hal ini peneliti ingin menganalisis (Gojek) dalam

    menarik minat penumpang terhadap strategi yang dilakukan. Oleh sebab itu

    peneliti ingin melakukan penelitian yang berjudul “Strategi Komunikasi

    Persuasif GOJEK Dalam Menarik Minat Pelanggan (studi kasus GOJEK

    di wilayah Ponorogo)”.

    9 Hayatun Nufus, Pola Komunikasi Pengemudi Gojek Pada Customer di Kota Bandar

    Lampung, Universitas Lampung, 2018. Skripsi.

  • 7

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti mencoba

    merumuskan permasalahan-permasalahan yang berguna sebagai pijakan

    penyusun skripsi. Jika diajukan dalam bentuk pertanyaan masalah dalam

    penelitian ini dapat dirumuskan :

    1. Bagaimana strategi komunikasi persuasif Gojek dalam menarik minat

    pelanggan di wilayah Ponorogo?

    2. Apa sajakah faktor-faktor pendorong dan penghambat Gojek bagi

    masyarakat di wilayah Ponorogo?

    C. Tujuan Penelitian

    Berdasarkan permasalahan yang penulis rumuskan, maka tujuan yang

    ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

    1. Untuk mengetahui strategi komunikasi persuasif yang dilakukan Gojek

    dalam menarik minat pelanggan di wilayah Ponorogo.

    2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penghambat

    Gojek bagi masyarakat di wilayah Ponorogo.

    D. Manfaat Penelitian

    Dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat

    baik teoritis maupun praktis. Adapun manfaat dari hasil penelitian ini adalah:

    1. Manfaat Teoritis

  • 8

    Secara teoritis peneliti berharap dapat memberikan informasi

    mengenai pengembangan keilmuan dalam bidang komunikasi. Khususnya

    memberi informasi mengenai strategi komunikasi persuasif Gojek (studi

    kasus Gojek di wilayah Ponorogo).

    2. Manfaat Praktis

    Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi

    penulis dan mampu menjadi literatur kepustakaan. Khususnya untuk jenis

    penelitian kualitatif yang berkaitan dengan strategi komunikasi persuasif

    Gojek dalam menarik minat pelanggan.

    E. Telaah Pustaka

    Telah terdapat beberapa penelitian terdahulu yang membahas tentang

    penelitian yang serupa:

    Pertama, Skripsi M. Nur Romadhon, Fakultas Dakwah dan Komunikasi

    Universitas Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2018. Dengan judul “Dampak

    Ojek Online Terhadap Kesejahteraan Sosial”. Skripsi tersebut menggunakan

    metode deskriptif dalam jenis kualitatif. Skripsi diatas menjelaskan tentang

    dampak Ojek Online, khusunya Gojek terhadap kesejahteraan sosial pada

    komunitas independent Gojek. Akan tetapi lebih difokuskan pada dampak

    adanya Ojek Online terhadap kesejahteraan sosial. Sedangkan hasil penelitian

    diatas menunjukkan bahwa: Dampak Ojek Online terhadap kesejahteraan sosial

    pada komunitas independent Gojek yaitu menjadi pengemudi Gojek lebih

    bermanfaat karena pendapatan yang diterima oleh pengemudi lebih besar

  • 9

    daripada pendapatan pada pekerjaan sebelumnya ataupun menganggur. Hal

    itulah yang menjadi penyebab terjadinya mobilitas tenaga kerja dan

    memebrikan dampak peningkatan kesejahteraan sosial para pengemudi Gojek

    pada komunitas independent Gojek.

    Dapat diartikan bahwa penelitian diatas difokuskan kepada dampak

    adanya Gojek bagi masyarakat yang berada di daerah Yogyakarta. Namun

    yang membedakan penelitian penulis membahas tentang Namun yang

    membedakan penelitian penulis membahas tentang Strategi Komunikasi

    Persuasif Gojek Dalam Menarik Minat Pelanggan. Sedangkan skripsi ini

    membahas tentang Dampak Ojek Online Terhadap Kesejahteraan Sosial.10

    Kedua, Skripsi Syaifudin Ma’mun, Fakultas Dakwah dan Komunikasi

    Institut Agama Islam Negeri Antasari Banjarmasin, 2017. Dengan judul

    “Keberagamaan Tukang Ojek Online di Kota Banjarmasin”. Skripsi tersebut

    menggunakan metode penelitian deskriptif dalam jenis kualitatif dengan

    mewawancarai beberapa tukang Ojek Online untuk menggali data yang

    dibutuhkan. Penelitian diatas dilatar belakangi oleh pemikiran, bahwa para

    tukang Ojek Online di Kota Banjarmasin mayoritas beragama islam, sebagian

    kecil beragama kisten dan sebagai umat islam mereka diwajibkan untuk

    mengamalkan ibadah seperti shalat 5 waktu, puasa, zakat dan haji dan beriman

    sesuai aqidah. Disamping itu juga akhlaq sesama tukang ojek dan konsumen

    sangat diutamakan. Tujuan yang lain dari penelitian diatas adalah untuk

    10 M. Nur Romadhon, Dampak Ojek Online Terhadap Kesejahteraan Sosial, Universitas

    Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2018. Skripsi.

  • 10

    mengetahui faktor-faktor keberagamaan dan kegiatan keagamaan dalam

    kehidupan beragama mereka.

    Dapat diartikan bahwa penelitian diatas difokuskan pada tingkah

    pengemudi Ojek Online dalam menjalankan kewajiban beragamanya dan

    bagaimana hubungan antara pengemudi Ojek online yang berbeda agama.

    Namun yang membedakan penelitian penulis membahas tentang Strategi

    Komunikasi Persuasif Gojek Dalam Menarik Minat Pelanggan. Sedangkan

    skripsi ini membahas tentang Keberagamaan Tukang Ojek Online di Kota

    Banjarmasin.11

    Ketiga, Skripsi Firly Aviliani, Fakultas Dakwah dan Komunikasi

    Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2018. Dengan judul

    “Strategi Komunikasi Pemasaran PT. Ojek Syari”. Skripsi tersebut

    menggunakan metode penelitian kualitatif. Skripsi diatas menjelaskan tentang

    mengungkap fakta dan data mengenai strategi komunikasi pemasaran PT.

    Ojek Syari dengan menggunakan pendekatan managemen pemasaran. PT. Ojek

    Syari hadir karena banyaknya pelecehan seksual yang terjadi di transportasi

    umum terhadap perempuan, namun berdasarkan survei Kompas.com dan

    Inside.id tahun 2015, 70% penumpang transportasi umum adalah wanita,

    namun pada realitanya ada masalah keamanan yang dihadapi wanita dimana

    berdasarkan data Komisi Nasional HAM wanita sejak tahun 1998-2011 terjadi

    22.284 kasus pelecehan seksual di ruang publik dan transportasi umum di

    11 Syaifudin Ma’mun, Keberagamaan Tukang Ojek Online di Kota Banjarmasin. Institut

    Agama Islam Negeri Antasari, Banjarmasin, 2017. Skripsi.

  • 11

    Indonesia, atau dengan kata lain setiap harinya terdapat empat wanita yang

    menjadi korban pelecehan seksual di transportasi umum dan ruang publik.

    Dapat diartikan bahwa penelitian ini di fokuskan pada pengemudi PT.

    Ojek Syari yang mengutamakan aspek islami, seperti cara mereka berpakaian

    yang sangat tertutup (syar’i), cara mereka berkendara yang syar’i. Tetapi tidak

    hanya hal itu, PT. Ojek Online Syari ini juga menggunakan pendekatan

    managemen pemasaran. Namun yang membedakan penelitian penulis

    membahas tentang Strategi Komunikasi Persuasif Gojek Dalam Menarik Minat

    Pelanggan. Sedangkan skripsi ini membahas tentang Strategi Komunikasi

    Pemasaran PT. Ojek Syari.12

    F. Metode Penelitian

    1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

    Adapun metode pendekatan yang digunakan oleh penulis disini adalah

    metode penelitian kualitatif. Karena metode ini dapat digunakan untuk

    menemukan dan dan memahami apa yang tersembunyi dibalik fenomena

    yang kadang kala merupakan sesuatu yang sulit untuk dipahami secara

    memuaskan.13 Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk

    memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian

    misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll.14

    12 Firly Aviliani, Strategi Komunikasi Pemasaran PT. Ojek Syari. Institut Agama Islam

    Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2018. Skripsi. 13 Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kualitatif (Jakarta: Salemba Haumanika,

    2010), 9. 14 Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008),

    22-23.

  • 12

    Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu merupakan

    metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan

    objek sesuai dengan apa adanya. Penelitian deskriptif pada umumnya

    dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan secara sistematis

    fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat.15

    Penelitian deskriptif bertujuan membuat deskripsi secara sistematis,

    factual dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau objek

    yang diteliti.16

    Dalam hal ini penulis ingin mengungkapkan sesuai yang terjadi

    dilapangan, untuk dapat memberikan penjelasan dan jawaban terhadap

    pokok permasalahan yang sedang diteliti. Seperti mendeskripsikan

    penerapan strategi komunikasi persuasif Gojek dalam menarik minat

    penumpang di wilayah Ponorogo.

    2. Lokasi Penelitian

    Penelitian ini dilakukan di pangkalan Gojek di wilayah Ponorogo.

    Adapun alasan memilih lokasi penelitian tersebut karena adanya faktor

    kedekatan geografis maupun kepentingan bagi penulis. Oleh karena itu,

    dengan melihat dan mengamati seberapa banyak pelanggan di wilayah

    Ponorogo dalam menggunakan transportasi online Gojek.

    15 Jalaluddin Rakhmat, Metode Penelitian Komunikasi, (Bandung: PT Remaja

    Rosdakarya, 2004), 22. 16 Rachmat Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi, (Jakarta: Kencana

    Prenadamedia Group, 2006), cet-1, 47.

  • 13

    3. Data dan Sumber Data

    a. Data

    Data didapatkan dari pandangan masyarakat di wilayah Ponorogo dalam

    komunikasi yang dilakukan oleh pengemudi Gojek kepada pelanggan.

    b. Sumber Data

    Berdasarkan sumbernya, data dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

    1) Data Primer

    Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek

    yang akan diteliti dapat berupa observasi atau wawancara.17 Dalam hal

    ini yang menjadi subjek penelitian oleh penulis adalah pengemudi Gojek

    dan Pelanggan yang ada di wilayah Ponorogo.

    2) Data Sekunder

    Data sekunder adalah data yang memberikan keterangan secara

    langsung. Berupa buku-buku, arsip-arsip, artikel ilmiah.18 dan

    dokumentasi yang berhubungan dengan komunikasi persuasif Gojek pada

    penumpang (pelanggan).

    4. Teknik Pengumpulan Data

    Dalam proses pengumpulan data penelitian ini dilakukan beberapa

    metode pengumpulan data sebagai berikut, yaitu:

    a. Observasi adalah pengumpulan data dengan melakukan penelitian secara

    langsung ke objek penelitian.

    17 Syafizal Helmi Situmorang, Analisis Data untuk Riset Manajemen dan Bisnis, (Medan:

    USU Press, 2010), 2. 18 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif (Jakarta: Kencana Prenada Media

    Group, 2003), 67.

  • 14

    Peneliti melakukan observasi di lapangan yaitu dengan cara

    mengamati dan mencatat semua aktifitas yang tampak pada objek

    Pengemudi Gojek terhadap subjek pelanggan di wilayah Ponorogo.

    Peneliti disini fokus pada observasi nonpartisipan karena peneliti tidak

    ikut serta dalam kehidupan objek yang akan diteliti dan hanya sebagai

    pengamat saja.

    b. Wawancara adalah proses memeperoleh keterangan untuk tujuan

    penelitian dengan cara tanya jawab secara langsung antara pewawancara

    dengan narasumber.

    Melakukan teknik komunikasi atau mewawancarai narasumber

    dengan mengumpulkan data penelitian melalui kontak atau hubungan

    langsung antara peneliti dengan sumber data. Peneliti menggunakan

    teknik komunikasi langsung dengan melakukan interview untuk

    pengumpulan data.

    c. Dokumentasi adalah pengumpulan data dengan cara meminta data yang

    telah ada sebelumnya.19

    Dalam penelitian ini penulis mendokumentasikan subjek

    narasumber maupun hasil observasi dengan objek pengemudi Gojek

    dalam berkomunikasi dengan pelanggan.

    5. Teknik Pengolahan Data

    Dalam penelitian ini, setelah data data terkumpul peneliti

    melakukan proses pengolahan data, yaitu menjabarkan makna terhadap

    19 Husaini Usman Poernomo, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara,

    1996). 138.

  • 15

    data-data yang diperoleh selama terjun langsung dilapangan. Baik transkip

    wawancara dengan narasumber, observasi selama dilapangan, dokumen-

    dokumen dilapangan dan opini peneliti.

    6. Teknik Analisis Data

    Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis

    data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi

    dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke

    unit-unit, melakukan sinytesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana

    yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga

    mudah dipahami.20

    Peneliti menganalisa data dengan cara mengumpulkan data-data

    terlebih dahulu sebelum diinterpretasikan. Hal ini supaya dapat

    mengklarifikasikan secara efisien dan efektif mengenai data-data yang

    terkumpul. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

    teknik analisis Miles dan Hubermen. Adapun tiga unsur dalam kegiatan

    proses analisa data, sebagai berikut:

    a. Reduksi data yaitu bagian dari proses analisa untuk mempertegas,

    memperpendek, membuat fokus, membuang hal yang tidak penting dan

    mengatur data sehingga dapat disimpulkan.

    b. Penyajian data yaitu susunan informasi yang memungkinkan diraiknya

    kesimpulan, sehingga mempermudah untuk memahami apa yang terjadi.

    20 Sugiyono, Memahami Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2008),

    89.

  • 16

    c. Penarikan Kesimpulan yaitu suatu kesimpulan yang diverifikasi dengan

    cara melihat dan mempertanyakan kembali, dengan meninjau kembali

    secara sepintas pada catatan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang

    lebih cepat.21

    7. Pengecekan Keabsahan Data

    Demi kepentingan keabsahan data dan hasil temuan tersebut

    merupakan kondisi sebenarnya dan disetujui oleh subjek penelitian, maka

    diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan

    atas sejumlah kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu

    derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability),

    kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Untuk

    kriteria kredibilitas atau derajat kepercayaan, dapat menggunakan teknik

    perpanjangan keikutsertaan peneliti sampai kejenuhan pengumpulan data

    tercapai, letekunan pengamatan, trigulasi, yaitu pengecekan keabsahan data

    yang memanfaatkan sesuatu yang lain dan pengecekan anggota. Untuk

    kriteria kepastian dapat menggunakan cara uraian rinci, kriteria

    kebergantungan dapat menggunakan cara audit kebergantungan, sedangkan

    kriteria kepastian dapat menggunakan cara audit kepastian.22

    21 Sugeng Puji Leksono, Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif, (Malang: Kelompok

    Intrans Publising, 2016), 152. 22 Moleong J Lexy, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Rosdakarya, 2005),

    324.

  • 17

    G. Sistematika Pembahasan

    Dalam sistematika pembahasan, peneliti akan menggambarkan alur

    bahasan yang relevan mengenai penenlitian yang akan ditulis. Pembahasan

    dalam penelian ini akan menjadi lima bab.

    Pada bagian awal sebelum bab pertama, peneliti akan mencantumkan

    cover atau halaman judul, lembar persetujuan pembimbing, halaman

    pengesahan, motto, abstrak, kata pengantar, dan daftar isi pada bagian

    akhirnya.

    BAB I : Pendahuluan. Dalam bab ini penulis memaparkan tentang pendahaluan

    sebagai pengantar skripsi yang akan dibahas, mulai dari latar belakang,

    rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, telaah pustaka, metode

    pelitian dan sistematika penulisan.

    BAB II : Kajian Teori. Dalam bab ini membahas mengenai pengertian

    komunikasi, komunikasi persuasif dan Transportasi Online Gojek.

    BAB III : Profil umum Transportasi Online Gojek.

    BAB IV : Merupakan analisis data yang berisi strategi komunikasi persuasif

    Gojek dalam menarik minat pelanggan dan faktor-faktor pendorong dan

    penghambat Gojek bagi masyarakat di wilayah Ponorogo.

    BAB V : Penutup. Bab ini membahas tentang kesimpulan penelitian dan

    disertai dengan saran yang berdasarkan temuan penelitian, pembahasan dan

    kesimpulan penelitian.

  • 18

    BAB II

    KOMUNIKASI PERSUASIF DAN TRANSPORTASI ONLINE (GOJEK)

    A. Komunikasi

    1. Pengertian Komunikasi

    Komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti

    membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang

    atau lebih. Akar kata communis adalah communico, yang artinya berbagi.

    Komunikasi merupakan suatu aktifitas penyampaian informasi,

    baik itu pesan, ide dan gagasan, dari satu pihak ke pihak yang lainnya.

    Biasanya aktifitas komunikasi ini dilakukan secara verbal atau lisan

    sehingga memudahkan kedua belah pihak untuk saling mengerti.

    Secara harfiah definisi komunikasi adalah interaksi antara dua

    orang atau lebih untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi.

    Komunikasi secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan

    kepada orang lain. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dapat

    dimengerti dan diterima oleh orang lain. Selain dengan cara verbal,

    komunikasi juga dapat dilakukan dengan bahasa tubuh atau menggunakan

    gesture untuk tujuan tertentu.1

    1 Nurani Soyomukti, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012),

    55-56.

  • 19

    2. Pengertian Komunikasi Persuasif

    Komunikasi persuasif berasal dari istilah persuation (Inggris).

    Sedangkan istilah persuasion itu sendiri diturunkan dari bahasa Latin

    persuasio. Kata kerjanya adalah to persuade yang dapat diartikan sebagai

    membujuk, merayu, meyakinkan dsb.2

    Komunikasi persuasif sebagai suatu proses, yakni proses

    mempengaruhi sikap, pendapat dan perilaku orang lain, baik secara verbal

    maupun nonverbal. Proses itu sendiri adalah setiap gejala atau fenomena

    yang menunjukkan suatu perubahan yang terus menerus dalam konteks

    waktu, setiap pelaksanaan atau perlakuan secara terus-menerus.

    Komunikasi persuasif merupakan suatu usaha untuk meyakinkan

    orang lain agar publiknya berbuat dan bertingkah laku seperti yang

    diharapkan komunikator dengan membujuk tanpa memaksanya atau tanpa

    kekerasan.3

    Komunikasi persuasif juga dapat merubah atau mempengaruhi

    kepercayaan, sikap dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai apa

    yang diharapkan komunikator. Persuasif bukan sekedar membujuk,

    merayu saja, tetapi persuasif merupakan suatu teknik mempengaruhi dan

    mempergunakan serta memanfaatkan data dan fakta psikologi, sosiologi

    dari orang-orang yang kita pengaruhi.4

    2 Soleh Soemirat, dkk, Komunikasi Pesrsuasif, (Jakarta, Universitas Terbuka, 2007), 15-

    23. 3 Ibid, 67. 4 H.A.W. Widjaja, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, (Jakarta: Bumi Aksara,

    2002), 6.

  • 20

    Namun pada intinya, komunikasi persuasif memiliki tiga tujuan,

    yaitu: Membentuk tanggapan, memperkuat tanggapan, dan mengubah

    tanggapan. Langkah-langkah dalam perumusan strategi komunikasi

    persuasif antara lain: (1) Pengumpulan dan analisis data, (2) Analisis dan

    evaluasi fakta, (3) Identifikasi masalah, (4) Pemilihan masalah yang akan

    disampaikan dan dipecahkan, (5) Perumusan tujuan, (6) Perumusan

    alternatif pemecahan masalah, (7) Penetapan cara mencapai tujuan, (8)

    Evaluasi hasil kegiatan, (9) Rekonsiderasi.

    Pada umumnya sikap-sikap individu atau kelompok yang hendak

    dipengaruhi ini terdiri dari tiga komponen:

    a. Kognitif, yaitu perilaku dimana individu mencapai tingkat “tahu” pada

    objek yang diperkenalkan. Hal ini menyangkut apa yang diketahui

    mengenai suatu objek, bagaimana pengalaman seseorang, dan

    bagaimana pendapat atau pandangan tentang objek ini. Aspek kognitif

    ini berkaitan dengan kepercayaan dan persepsi relatif seseorang

    terhadap objek tertentu.

    b. Afektif, yaitu perilaku dimana individu mempunyai kecenderungan

    untuk suka atau tidak suka pada objek. Lebih jelasnya menyangkut apa

    yang dirasakaan seseorang mengenai suatu objek. Komponen ini

    berbicara tentang emosi. Afeksi menunjukkan perasaan, respek, atau

    perhatian terhadap objek tertentu, seperti ketakutan, kesukaan atau

    kemarahan.

  • 21

    c. Konatif, yaitu perilaku yang sudah sampai tahap hingga individu

    melakukan suatu tindakan terhadap objek. Maksudnya adalah

    predisposisi untuk bertindak terhadap objek. Aspek ini menyangkut

    kecenderungan untuk bertindak (memutuskan) terhadap objek atau

    mengimplementasikan perilaku sebagai tujuan terhadap objek.

    Kepercayaan atau pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya

    dapat mempengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya mempengaruhi

    perilaku dan tindakan mereka terhadap sesuatu. Mengubah pengetahuan

    seseorang akan sesuatu dipercaya dapat mengubah perilaku mereka.

    Walaupun ada kaitan antara kognitif, afektif dan konatif. Keterkaitan ini

    tidak selalu berlaku lurus atau langsung.5

    Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi persuasif agar

    berhasil:

    a. Sumber pesan atau komunikator yang mempunyai kredibilitas tinggi

    b. Pesan itu sendiri (apakah masuk akal atau tidak)

    c. Pengaruh lingkungan

    d. Pengertian dan kesinambungan suatu pesan (apakah pesan tersebut

    diulang-ulang)

    Namun faktor-faktor ini tidak berjalan secara bertahap, pada

    banyak kasus faktor-faktor ini saling tumpang tindih.6

    5 Dedy Jamalludin, dkk, Komunikasi Persuasif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,

    1997), 243. 6 https://id.Wikipedia.org/wiki/komunikasi_persuasif, Diakses pada 10 Desember 2019,

    Pukul 12.45 WIB.

    https://id.wikipedia.org/wiki/komunikasi_persuasif

  • 22

    3. Elemen Komunikasi Persuasif

    Menurut K. Andeerson yang dikutip oleh Deddy Mulyana,

    komunikasi persuasif didefinisikan sebagai perilaku komunikasi yang

    mempunyai tujuan mengubah keyakinan, sikap atau perilaku individu

    atau kelompok lain melalui transmisi beberapa pesan. Yang

    dikehendaki dalam komunikasi persuasif adalah perubahan perilaku,

    keyakinan, dan sikap yang lebih mantap seolah-olah perubahan tersebut

    bukan atas kehendak komunikator akan tetapi justru atas kehendak

    komunikan sendiri.7

    Pembicaraan persuasif ini sifatnya memperkuat, memberikan

    ilustrasi, dan menyodorkan informasi kepada khalayak. Akan tetapi

    tujuan pokoknya adalah menguatkan atau mengubah sikap dan

    perilaku, sehingga penggunaan fakta, pendapat, dan himbauan

    motivasional harus bersifat memperkuat tujuan persuasif. Untuk

    melakukan persuasi, seseorang harus memiliki penalaran dan bukti,

    daya tarik memotivasi, dan daya tarik kredibilitas.8

    Komunikasi persuasif menggunakan informasi tentang situasi

    psikologis dan sosiologis serta kebudayaan dari komunikan untuk

    mempengaruhinya dan mencapai perwujudan dari yang diinginkan oleh

    message. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar komunikasi

    kita menjadi persuasif atau biasa mempengaruhi orang lain, yaitu:

    7 Deddy Mulyana, Suatu pengantar Ilmu Komunikasi, (Bandung: Remaja Rosdakarya,

    2011), 79. 8 Joseph A. Devito, Komunikasi Antarmanusia, (Jakarta: Karisma Publishing Grup,

    2011), 499.

  • 23

    a. Komunikator, agar komunikasi yang dilakukan oleh komunikator

    menjadi persuasif, maka komunikator harus mempunyai kredibilitas

    yang tinggi. Yang dimaksud dengan kredibilitas disini adalah

    komunikator yang mempunyai pengetahuan, terutama tentang apa

    yang disampaikannya.

    b. Pesan, merupakan hal-hal yang disampaikan oleh pengirim kepada

    penerima, yang bertujuan agar komunikan melakukan hal-hal yang

    disampaikan dalam pesan tersebut.

    c. Saluran, media atau sarana yang digunakan supaya pesan dapat

    disampaikan oleh komunikator kepada komunikan. Supaya

    komunikasi bisa persuasif, maka media atau saluran yang digunakan

    harus tepat. Saluran atau media harus dipertimbangkan karakteristik

    kelompok sasaran, baik budaya, bahasa, kebiasaan, maupun tingkat

    pendidikan, dan lain-lain.

    d. Penerima yaitu orang-orang yang menerima pesan dari komunikator,

    yang biasa disebut dengan komunikan. Dalam berkomunikasi,

    khalayak sasaran komunikan juga perlu menjadi perhatian.

    Bagaimana karakteristik kelompok sasaran, baik budaya, bahasa,

    kebiasaan, maupun tingkat pendidikan, dan lain-lain, sangat

    dibutuhkan dalam menformulasikan pesan yang akan disampaikan.9

    Berdasarkan pemaparan di atas, komunikasi persuasif memiliki

    elemen yang sama dengan komunikasi lainnya yang biasa dilakukan

    9 Deddy Mulyana, Suatu pengantar Ilmu Komunikasi, 80.

  • 24

    Pembicara

    Pesan

    Pendengar

    dalam kehidupan sehari, hanya saja sesuai dengan pengertian

    komunikasi persuasif sendiri ada tiga alat utama yang biasa digunakan

    untuk melakukan komunikasi persuasif yaitu: sikap (attitudes),

    kepercayaan (beliefs), dan perilaku (behaviors). yang memiliki tujuan

    untuk memberikan pengaruh kepada komunikan dari komunikator

    terhadap kepercayaan sikap hingga perilaku komunikan. Dimana

    komunikasi ini akan memberikan dampak yang membuat komunikan

    ini bertindak sesuai dengan pesan yang diberikan oleh komunikator.

    4. Model Komunikasi Persuasif

    Setiap komunikasi yang dilakukan oleh manusia memiliki

    model tersendiri, termasuk komunikasi persuasif. Model-model dalam

    komunikasi merupakan suatu penggambaran dari struktur atau proses

    komunikasi secara sederhana. Komunikasi persuasif memiliki beberapa

    model, antara lain:

    a. Model Komunikasi Persuasif Komunikasi Aristoteles

    Model ini menggambarkan bahwa proses komunikasi harus

    terdapat tiga unsur penting. Ketiga unsur tersebut adalah pembicara

    yang memiliki kredibilitas untuk mempengaruhi pendengarnya, isi

    pesan yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh si pembicara, dan

  • 25

    pendengar yang akan dipersuasif oleh pembicaranya.10

    b. Model Komunikasi Persuasif Menurut Mc. Guire

    Model persuasif dua faktor yang mengkombinasikan

    perhatian dan pemahaman kedalam satu faktor penerimaan. Model

    ini didasarkan atas pendekatan Yale yang menyatakan bahwa

    perhatian dan pemahaman menentukan apa yang akan dipelajari

    oleh penerima pesan dengan menekankan pada isi pesan

    komunikator. Proses lainnya yang melibatkan perubahan dalam

    motivasi, diasumsikan untuk menentukan apakah penerima pesan

    akan menerima atau mengadopsi apa yang ia pelajari. Karenanya

    efek komunikasi bergantung pada dua faktor yaitu mempelajari isi

    pesan dan menerima apa yang telah dipelajari. Model dua faktor Mc.

    Guire berpendapat bahwa proses persuasif melibatkan dua tahap

    yaitu penerimaan pesan dan meghasilkan apa yang dipahami.

    c. Model Komunikasi Persuasif Menurut Hovland

    Dalam model ini, perubahan sikap dikenal dengan sebutan

    pendekatan perubahan sikap Yale yaitu suatu studi tentang kondisi

    dimana orang cenderung mengubah sikap mereka sebagai bentuk

    respon mereka terhadap pesan persuasif. Model dasar pendekatan ini

    dapat digambarkan sebagai “siapa – mengatakan apa – kepada

    siapa”. Menurut model ini terdapat faktor-faktor yang

    mempengaruhi setiap komponen komunikasi persuasif, diantaranya

    10 M Nasor, Komunikasi Persuasif Nabi Dalam Membangun Masyarakat Madani, 30.

  • 26

    adalah kredibilitas dan daya tarik komunikator, kualitas dan

    ketulusan pesan, perhatian, kecerdasan dan usia penerima pesan.11

    d. Model Komunikasi Persuasif SMCR

    Model yang pernah dianjurkan oleh Claudio Shannon dan

    Weren Weaver ini terdiri dari empat unsur utama, yaitu sumber (s)

    yaitu siapa yang mengirim (encode) pesan. Kode biasa verbal, non

    verbal, visual, musikal atau lainya. Pesan (m) yaitu segala sesuatu

    yang dikirim oleh sumber melalui berbagai kode. Saluran (c) yang

    membawa pesan-pesan dan mungkin mempunyai gangguan yang

    terbawa. Penerima (r) yaitu siapa saja yang menerima pesan yang

    mencoba yang membebankan saluran dan yang menambahkan

    interpretasi pribadinya.12

    e. Model Komunikasi Persuasif dari Rank

    Menurut Hugh Rank, mengusulkan sebuah model persuasif

    yang membantu mengajarkan kita agar menjadi penerima pesan

    yang kritis. Rank biasa menyebutnya dengan istilah

    intensify/downplay schema atau skema atau mengintensifkan atau

    mengecilkan aspek-aspek tertentu. Gagasan dasar model persuasif

    11https://pakarkomunikasi-com.cdn.ampproject.org/v/s/pakarkomunikasi.com/model-

    komunikasi-

    persuasif/amp?amp_js_v=a3&amp_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=1586879713

    8266&csi=1&referrer=https%3A%2F%www.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshar

    e=https%3A%2F%2Fpakarkomunikasi.com%2Fmodel-komunikasi-persuasif, Diakses pada 14

    April 2020, Pukul 23.13 WIB. 12 John Fiske, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012),

    40.

    https://pakarkomunikasi-com.cdn.ampproject.org/v/s/pakarkomunikasi.com/model-komunikasi-persuasif/amp?amp_js_v=a3&amp_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=15868797138266&csi=1&referrer=https%3A%2F%www.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fpakarkomunikasi.com%2Fmodel-komunikasi-persuasifhttps://pakarkomunikasi-com.cdn.ampproject.org/v/s/pakarkomunikasi.com/model-komunikasi-persuasif/amp?amp_js_v=a3&amp_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=15868797138266&csi=1&referrer=https%3A%2F%www.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fpakarkomunikasi.com%2Fmodel-komunikasi-persuasifhttps://pakarkomunikasi-com.cdn.ampproject.org/v/s/pakarkomunikasi.com/model-komunikasi-persuasif/amp?amp_js_v=a3&amp_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=15868797138266&csi=1&referrer=https%3A%2F%www.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fpakarkomunikasi.com%2Fmodel-komunikasi-persuasifhttps://pakarkomunikasi-com.cdn.ampproject.org/v/s/pakarkomunikasi.com/model-komunikasi-persuasif/amp?amp_js_v=a3&amp_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=15868797138266&csi=1&referrer=https%3A%2F%www.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fpakarkomunikasi.com%2Fmodel-komunikasi-persuasifhttps://pakarkomunikasi-com.cdn.ampproject.org/v/s/pakarkomunikasi.com/model-komunikasi-persuasif/amp?amp_js_v=a3&amp_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=15868797138266&csi=1&referrer=https%3A%2F%www.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fpakarkomunikasi.com%2Fmodel-komunikasi-persuasif

  • 27

    ini adalah pada umunya persuader menggunakan dua macam taktik

    untuk mencapai tujuannya yaitu mengintensifkan atau mengecilkan

    aspek-aspek tertentu atau keduanya.13

    5. Tahapan-Tahapan Komunikasi Persuasif

    Berhasilnya komunikasi persuasif perlu dilaksanakan secara

    sistematis. Dalam komunikasi ada sebuah formula yang dapat dijadikan

    landasan pelaksanaan yang disebut AIDDA yaitu :

    a. Perhatian (attention) yang dimaksud disini adalah khalayak dapat

    memperhatikan pesan yang disampaikan komunikator secara

    sengaja, karena ia berkeinginan untuk mendengarkannya.

    b. Minat (inters) pada tahap ini kita berusaha agar khalayak menyetujui

    gagasan yang kita kemukakan atau memahami pokok yang kita

    sampaikan.

    c. Hasrat (desire) pada tahap ini dalam diri khalayak timbul keinginan

    untuk melakukan perubahan dan berusaha untuk merealisasikannya.

    d. Keputusan (decition) pada tahap ini khalayak dapat menentukan

    tindakan yang diambilnya.

    e. Kegiatan (action) ialah merumuskan tahapan visualisasi dalam bentuk

    sikap dan keyakinan tertentu, atau tindakan yang nyata.14

    Dengan demikian, dapat dipahami bahwa tahapan-tahapan

    komunikasi persuasif mulai dari perhatian hingga tindakan, harus

    13https://vikanovalinda.blogspot.com/2018/05/tugas-2-softskill-komunikasi-

    bisnis.html?m=1, Diakses pada 15 April 2020, Pukul 00.01 WIB. 14 Jalaluddin Rachmat, Pendekatan Praktis, (Bandung: Rosdakarya, 2008), 37.

    https://vikanovalinda.blogspot.com/2018/05/tugas-2-softskill-komunikasi-bisnis.html?m=1https://vikanovalinda.blogspot.com/2018/05/tugas-2-softskill-komunikasi-bisnis.html?m=1

  • 28

    dilaksanakan secara sistematis atau terencana agar komunikasi

    persuasif yang diampaikan sesuai dengan keinginan komunikator

    sehingga komunikasi persuasif dapat dikatakan berhasil.

    B. Transportasi Online

    1. Pengertian Transportasi Online

    Sebelum menjelaskan definisi Transportasi Online, sedikit penulis

    sampaikan pengertian tentang ojek. Pengertian ojek adalah “sepeda motor

    yang dibuat menjadi kendaraan umum untuk memboncengi penumpang

    ketempat tujuannya.” Sedangkan ojek online merupakan ojek atau jasa

    antar jemput penumpang yang sistem pemesanan jasanya berbasis aplikasi

    smartphone. Sistem pembayarannya bisa melalui cash atau digital

    payment. Dalam aplikasi tersebut dapat diketahui jarak, lama pemesanan,

    harga, identitas Gojek online yang menjemput, serta perusahaan

    pengelolanya.

    Pada dasarnya keberadaan ojek sepeda motor sebagai kendaraan

    bermotor roda dua meiliki keunggulan dan keunikan tersendiri mengingat

    ojek bisa memberi layanan dari rumah kerumah, dapat menjangkau lokasi

    sulit seperti lorong-lorong dan jalan sempit, atau mampu melewati

    kemacetan.15

    Pengertian ojek menurut J.S. Badudu dan Sutan Muhammad Zain

    dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah “sepeda motor yang dibuat

    15 Raharjo Adisasmita, Dasar-Dasar Ekonomi Transportasi, (Yogyakarta: Graha Ilmu,

    2010), 38.

  • 29

    menjadi kendaraan umum untuk memboncengi penumpang ke tempat

    tujuannya.16 Peter Salim dan Yenny Salim menyebutkan bahwa ojek

    adalah “sepeda atau sepeda motor yang disewakan dengan cara

    memboncengkan penyewanya”.17

    2. Tentang GOJEK

    GOJEK lahir dari ide sang CEO (chief executive officer) dan

    Managing Director Nadiem Makarim yang mengaku seorang pengguna

    ojek. Ojek yang merupakan kendaran motor roda dua ini memang

    transportasi yang sangat efektif untuk mobilitas di kemacetan kota.

    Dengan pengalamannya saat naik ojek di jalanan yang macet inilah ia

    kemudian menciptakan Gojek, sebuah layanan antar jemput dengan ojek

    modern berbasis pesanan. PT Gojek Indonesia yang sudah melewati

    perjalanannya sejak tahun 2011.

    Gojek adalah Karya Anak Bangsa yang kali pertama lahir dengan

    niat baik untuk memberikan solusi memudahkan kehidupan sehari- hari di

    tengah kemacetan perkotaan. Kala itu pemikirannya, bagaimana

    masyarakat bisa mendapatkan layanan yang mudah, aman, nyaman, dan

    tepercaya dengan tarif jelas, sementara mitra bisa menjadi lebih mudah

    dalam mendapatkan pelanggan dan meningkatkan penghasilan. Layanan

    Gojek yang tertata ternyata cukup disukai oleh masyarakat dan mitra,

    walaupun jumlahnya masih sangat kecil dibandingkan sekarang.

    16 J.S. Badudu dan Sutan Muhammad Zain, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: PT

    Integraphic, 1994), 48. 17 Peter Salim dan Yenny Salim, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: PT Integraphic, 1994),

    Edisi I, 38.

  • 30

    Saat itu, layanan yang ditawarkan Gojek meliputi transportasi,

    kurir, dan berbelanja. Tujuan PT. Gojek saat itu adalah meningkatkan

    kinerja para pengemudi ojek. Di 2015 PT. Gojek memutuskan untuk

    menyediakan layanan Gojek dalam bentuk aplikasi. Sehingga Gojek

    menjadi sebuah solusi berbasis teknologi yang memudahkan segala

    kebutuhan kehidupan sehari-hari masyarakat. Di sinilah pertumbuhan

    Gojek menjadi sangat signifikan. Ketika aplikasi Gojek diluncurkan pada

    tahun 2015, ada tiga layanan yang ditawarkan yaitu transport, instant

    courier, dan shopping.

    Gojek memiliki fitur yang berupa jasa transportasi yang dapat

    dipesan secara online, dengan menggunakan Gojek APP (aplikasi) yang

    dapat diunduh melalui smartphone atau dengan gadget yang lain,

    konsumen dapat memesan Gojek untuk mengakses semua layanan ini,

    dengan cara memasukan alamat seseorang tersebut untuk mengetahui

    biaya penggunaan layanan, lalu menggunakan layanan use my location

    untuk mengarahkan driver ke tempat seseorang tersebut berada.18

    Gojek menawarkan 13 fitur jasa layanan yang bisa dimanfaatkan

    oleh para pelanggannya yaitu Go-Send (jasa pengantaran barang), Go-Ride

    (jasa transportasi motor), Go-Car (jasa transportasi mobil), Go-Food (jasa

    pesan makanan), Go-Mart (jasa belanja), Go-Glam (jasa kecantikan), Go-

    Massage (jasa layanan refleksi), Go-Box (jasa angkutan barang besar), Go-

    Clean (jasa pelayanan kebersihan), Go-Auto (jasa layanan montir), Go-

    18 http://www.Gojek.com/faq.html, Diakses pada tanggal 29 Januari 2020 Pukul 21.22 WIB.

    http://www.go-jek.com/faq.html,

  • 31

    Med (jasa kolaborasi antara GOJEK – Halodoc), Go-Tix (jasa layanan

    tiket), Go-Pulsa (jasa layanan isi pulsa).

    Gojek merupakan perusahaan dalam status hukum sebagai

    penyedia jasa. Gojek juga bekerja sama dengan beberapa mitra usaha

    sebagai pendukung dalam mengoperasikan Gojek itu sendiri, karena

    perusahaan Gojek menerapkan sistem merekrut mitra usaha agar dapat

    menambah lapangan kerja bagi pengemudi ojek yang sebelumnya belum

    terikat dengan perusahaan manapun.

    Berdirinya perusahaan Gojek adalah berdasarkan Undang- Undang

    Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, sebagai dasar hukum

    berdirinya perusahaan Gojek dan menjadi perusahaan yang telah berbadan

    hukum. Dalam praktiknya, PT. Gojek Indonesia terdaftar di

    Kemenkumham sebagai perusahaan penyedia jasa aplikasi. Perusahaan ini

    sebagai penghubung antara penumpang (konsumen) dengan pengemudi

    ojek (pelaku usaha) secara mudah.

    Sebagai perusahaan teknologi, Gojek memiliki Surat Izin Usaha

    Perdagangan (SIUP), Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Surat Keterangan

    Domisili Perusahaan (SKDP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Nomor

    Pokok Wajib Pajak (NPWP).

    Minat konsumen merupakan salah satu aspek psikologis yang

    mempunyai pengaruh cukup besar terhadap perilaku, begitupun dengan

    minat juga merupakan sumber motivasi yang akan mengarahkan seseorang

    dalam apa yang akan mereka lakukan. Minat penumpang untuk

  • 32

    menggunakan jasa Ojek Online merupakan sikap penumpang untuk

    memilih dalam penggunaan jasa ojek tersebut.19

    19 About GOJEK, Diakses melalui laman https://www.Gojek.com/about/ pada 10

    Desember 2019 pukul 13.00 WIB.

    https://www.go-jek.com/about/

  • 33

    BAB III

    STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF GOJEK DALAM MENARIK

    MINAT PELANGGAN

    A. Profil GOJEK

    1. Pengertian GOJEK

    GOJEK sebelumnya ditulis GO-JEK merupakan sebuah

    perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa

    ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem

    Makarim. Saat ini GOJEK telah tersedia di 50 di wilayah di Indonesia,

    salah satunya adalah di Ponorogo. Hingga bulan Juni 2016, aplikasi

    GOJEK sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali di Google Play pada

    sistem aplikasi Android dan telah tersedia di App Store. GOJEK juga

    mempunyai layanan pembayaran digital yang bernama Gopay. Layanan

    GOJEK kini telah tersedia di Thailand, Vietnam, dan Singapura.1

    2. Sejarah GOJEK

    GOJEK didirikan oleh Nadiem Makarim warga negara Indonesia

    lulusan Master of Business Administration dan Harvard Business School.

    Ide mendirikan GOJEK muncul dari pengalaman pribadi Nadiem Makarim

    menggunakan transportasi ojek hampir setiap hari ke tempat kerjanya

    untuk menembus kemacetan di Jakarta. Saat itu, Nadiem masih bekerja

    1 https:id//.m.wikipedia.org/wiki/Gojek, Diakses pada tanggal 6 Februari 2020 Pukul

    11.47 WIB.

  • 34

    sebagai Co-Founder dan Managing Editor Zalora Indonesia dan Chief

    Innovation Officer Kartuku.

    Sebagai seorang yang sering menggunakan transportasi ojek,

    Nadiem melihat ternyata sebagian besar waktu yang dihabiskan oleh

    pengemudi ojek hanyalah sekedar mangkal menunggu penumpang,

    padahal pengemudi ojek akan mendapatkan penghasilan yang lumayan

    banyak bila banyak penumpang. Selain itu ia melihat ketersediaan jenis

    transportasi ini tidak sebanyak transportasi lainnya sehingga sering kali

    cukup sulit untuk dicari. Ia menginginkan ojek yang bisa ada setiap saat

    dibutuhkan. Dari pengalamannya tersebut, Nadiem Makarim melihat

    adanya peluang untuk membuat sebuah layanan yang dapat

    menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek.

    Pada tanggal 13 Oktober 2010, GOJEK resmi berdiri dengan 20

    orang pengemudi. Pada saat itu GOJEK masih mengendalikan call center

    untuk menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek. Pada

    pertengahan 2014, berkat popularitas Uber kala itu, Nadiem Makarim

    mulai mendapatkan tawaran investasi. Pada tanggal 7 Januari 2015,

    GOJEK akhirnya meluncurkan aplikasi berbasis Andoid dan IOS untuk

    menggantikan sitem pemesanan menggunakan call center.2

    3. Visi dan Misi GOJEK

    Adapun visi dan misi GOJEK adalah sebagai berikut:

    a. Visi

    2 Dikutip dari Aplikasi, “Info Gojek Panduan”, Diakses pada tanggal 6 Februari 2020

    Pukul 11.51 WIB.

  • 35

    Visi dari PT GOJEK Indonesia adalah dapat membantu memperbaiki

    struktur transportasi di Indonesia, memberikan kemudahan bagi

    masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan atau kegiatan sehari-hari

    seperti pengiriman dokumen, belanja harian dengan menggunakan

    layanan fasilitas kurir, serta turut mensejahterakan kehidupan tukang

    ojek di Indonesia.

    b. Misi

    1) Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola struktur

    transportasi roda dua yang baik dengan menggunakan kemajuan

    teknologi.

    2) Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah

    kepada pelanggan.

    3) Membuka lapangan kerja selebar-lebarnya bagi masyarakat

    Indonesia. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab

    terhadap lingkungan dan sosial.3

    4. Logo GOJEK

    Pada tanggal 22 Juli 2019, GOJEK meluncurkan logo baru dan

    cara penulisan corporasi baru. Ikon barunya yang dijuluki “Solv”

    melambangkan transformasi GOJEK dari layanan naik wahana menjadi

    aplikasi super yang menyediakan berbagai cara cerdas untuk

    menghilangkan kerepotan. Sedangkan brand GOJEK yang semula ditulis

    GO-JEK diganti dengan GOJEK saja tanpa tanda penghubung.

    3 https://gelegakzaki.wordpress.com/2016/10/17pt-go-jek-visi-misi-struktur-organisasi-

    dan-sop/, Diakses pada tanggal 6 Februari 2020 Pukul 12.01 WIB.

    https://gelegakzaki.wordpress.com/2016/10/17pt-go-jek-visi-misi-struktur-organisasi-dan-sop/https://gelegakzaki.wordpress.com/2016/10/17pt-go-jek-visi-misi-struktur-organisasi-dan-sop/

  • 36

    Logo lama Logo baru

    5. Ketentuan dan Persyaratan Calon Pengemudi GOJEK

    Calon pengemudi yang ingin menjadi anggota pengemudi GOJEK

    yang saat ini sangat diminati oleh masyarakat bahkan dari berbagai

    kalangan. Dalam hal ini ada ketentuan syarat yang harus dilakukan oleh

    calon pengemudi yang ingin menjadi pengemudi GOJEK, yaitu sebagai

    berikut:

    a. Fotocopy KTP, SIM C, STNK, KK.

    b. Surat keterangan domisili apabila KTP & tempat tinggal berbeda.

    c. Jaminan asli BPKB / Ijazah terakhir / KK / Akta Lahir / Buku Nikah.

    d. Usia maksimal 55 tahun.

    e. Pendidikan minimal SMP.

    f. Wajib menghadirkan motor saat seleksi.

    Namun sebelum menyerahkan dokumen yang harus dilampirkan,

    pihak PT GOJEK Indonesia terlebih dahulu melakukan pengecekan

    terhadap kelengkapan fisik motor. Para calon pengemudi yang lolos atau

    berhasil melakukan tahap selanjutnya yaitu wawancara yang dilakukan

    bersama interview dengan menyerahkan salah satu jaminan yang akan

    diberikan PT GOJEK Indonesia seperti yang disebutkan diatas.

  • 37

    Proses selanjutnya adalah pelatihan menggunakan ponsel andorid

    oleh masing-masing pengemudi. Pelatihan berikutnya adalah cara

    menggunakan rekening ponsel yang bekerja sama dengan CIMB NIAGA

    untuk menarik dana deposit saldo hasil kerja setiap harinya. Pengemudi

    GOJEK juga dibekali dengan bagaimana mengendarai sepeda motor yang

    baik dan benar ketika dijalan raya. Dalam hal tersebut PT GOJEK

    Indonesia memberikan pelatihan safety riding yang terdiri dari:

    1) Cara mengemudikan sepeda motor dan berinteraksi dengan customer.

    2) Cara mengerem sepeda motor yang aman.

    3) Cara melewati jalan yang melingkar-lingkar.

    4) Cara melewati jalan yang sempit, yang penuh dengan gundukan kayu

    atau tanah yang semuanya harus berhasil dan kaki tidak boleh terjatuh

    dari pijakan motor.

    6. Cara Unduh dan Registrasi GOJEK

    Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menginstal

    aplikasi GOJEK adalah sebagai berikut:

    a. Buka PlayStore, tulis “GOJEK” maka akan muncul aplikasinya,

    selanjutnya klik tombol instal.

    b. Setelah selesai menginstal, lalu buka aplikasi GOJEK.

    c. Masukkan nama, nomor telepon dan email anda. Setelah itu klik

    tombol register. Tunggu sampai kiriman SMS verifikasi GOJEK

    datang.

  • 38

    d. Setelah ada sms GOJEK, masukkan 4 digit kode verifikasi ke aplikasi

    GOJEK lalu klik Submit.

    e. Dan aplikasi sudah bisa dipakai.4

    Setelah aplikasi GOJEK sudah terunduh, akan ada beberapa fitur dan

    layanan yang terdapat didalam aplikasi GOJEK tersebut, diantaranya adalah:

    Go-Send, Go-Ride, Go-Car, Go-Food, Go-Box, Go-Clean, Go-Glam, Go-

    Massage, Go-Tix, Go-Auto, Go-Med, Go-Pulsa, Go-Shop, Go-Bills, Go-Pay,

    Go-Deals, Go-Mart, Go-Bluebird.5

    B. Komunikasi Persuasif GOJEK Dalam Menarik Minat Pelanggan

    Komunikasi persuasif merupakan suatu teknik komunikasi yang

    dilakukan agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan

    melakukan suatu perbuatan atau kegiatan yang disampaikan oleh

    komunikator. Komunikasi persuasif juga memiliki tujuan, diantaranya:

    Perubahan sikap, perubahan pendapat, perubahan perilaku dan perubahan

    sosial.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi persuasif agar berhasil

    yaitu:

    1. Sumber pesan atau komunikator yang mempunyai kredibilitas tinggi

    merupakan seorang komunikator yang mempunyai pengetahuan tentang

    4 http://www.cindenian.com/cara-memasang-aplikasi-go-jek-android/, Diakses pada

    tanggal 6 Februari 2020 Pukul 14.26 WIB. 5 https://www.Gojek.com/blog/Gojek/cari-tahu-semua-tentang-aplikasi-go-jek-di-fitur-

    bantuan/, Diakses pada tanggal 7 Februari 2010 Pukul 10.00 WIB.

    http://www.cindenian.com/cara-memasang-aplikasi-go-jek-android/https://www.gojek.com/blog/gojek/cari-tahu-semua-tentang-aplikasi-go-jek-di-fitur-bantuan/https://www.gojek.com/blog/gojek/cari-tahu-semua-tentang-aplikasi-go-jek-di-fitur-bantuan/

  • 39

    apa yang disampaikannya. Sehingga pesan akan tersampaikan secara jelas

    dan teratur.

    Disini disampaikan secara singkat oleh pak Agus Cahyono salah

    satu pengemudi Gojek asal Desa Tempursari. Beliau mengatakan telah

    bergabung menjadi pengemudi Gojek sejak bulan Juli 2017 dan Gojek

    dijadikan sebagai pekerjaan tetap oleh pak Agus Cahyono. Alasan beliau

    berminat untuk ikut bergabung menjadi pengemudi Gojek karena dulu

    beliau pernah jatuh sakit, tidak bisa untuk melakukan aktifitas yang dapat

    menguras tenaga secara berlebih dan bekerja yang terlalu berat. Kemudian

    setelah di bukanya Gojek pada tahun 2017, beliau ikut bergabung menjadi

    mitra Gojek dan ternyata bisa untuk mencari nafkah dan memenuhi

    kebutuhan keluarganya.6

    Sama seperti slogan yang dimiliki oleh Gojek wilayah Ponorogo

    yaitu “melayani dengan setulus hati” dengan tujuan agar konsumen tidak

    meninggalkan jasa Gojek dikerenakan pelayanan nya kurang bagus. Hal

    ini dijelaskan oleh pak Dwi, beliau mengatakan:

    “Kita melayani dengan setulus hati, ramah, melayani dengan

    semaksimal mungkin. Agar pelanggan kembali ke kita (GOJEK)

    lagi.”7

    Hal yang sama juga disampaikan oleh pengemudi Gojek Reog City

    yang lain yaitu pak Rustam, beliau mengatakan bahwa:

    “Kita berusaha menjadi pelayan yang baik, jadi kalau konsumen

    order Go-Food maka makanan yang kita antar itu harus sesuai

    dengan keinginan konsumen. contohnya seperti ini kebanyakan

    6 Observasi 8 Februari 2020 di Jl. Ir. Juanda (depan PCC), Pukul 16.45 WIB. 7 Lihat transkip wawancara 02/W-I/II/2020

  • 40

    pengemudi Gojek dalam membawa makanan selalu menggunakan

    tangan satu. Karena pertama menjaga rating, kedua menjaga

    kualitas makanan, ketiga keselamatan juga. Kalau kondisi sudah

    seperti itu, otomatis konsentrasi dalam menyetir menjadi terpecah.

    Satu fokus pada makanan yang dibawa, kedua fokus pada jalan.”8

    2. Pesan haruslah masuk akal agar dapat diterima oleh seorang komunikan

    yang sebenarnya belum dipahami sama sekali olehnya.

    Gojek yang ada saat ini mungkin tidak pernah terbesit difikiran

    masyarakat bahwa akan ada alat transportasi yang dapat memberikan

    kemudahan bagi kehidupan sehari-hari. Hadirnya Gojek juga mengubah

    beberapa nilai-nilai kebiasaan ketika hendak akan menggunakan dan

    menunggu transportasi. Dengan hadirnya Gojek, masyarakat mulai

    memperoleh pilihan untuk mendapatkan transportasi yang ideal dan sesuai

    dengan kebutuhan untuk melakukan aktifitas sehari-hari tanpa harus

    terkena macet.9

    Pada beberapa bulan yang lalu pernah terjadi satu kasus oleh salah

    seorang pengemudi Gojek yang mengalami kejadian mendapat orderan

    untuk mengantar konsumen ke sebuah warung makan namun si konsumen

    lama tidak keluar dari tempat penjemputan, padahal pada saat itu

    pengemudi Gojek sudah menunggu di depan rumahnya. Dalam

    menanggapi kejadian seperti ini pengemudi Gojek tetap dituntut untuk

    bersabar. Hal ini dijelaskan pak Dwi, beliau mengatakan:

    “Kemarin ada salah satu pengemudi Go-Ride yang menjemput

    pelanggan untuk diantar ke tempat (warung makan) memesan

    makanan, ternyata disitu pelanggan dengan enaknya makan di

    8 Lihat transkip wawancara 03/W-I/II/2020 9 Observasi 7 Februari 2020 di Jenangan (sekitar kampus 2 IAIN Ponorogo), Pukul 07.30

    WIB.

  • 41

    dalam warung makan tersebut sedangkan pengemudi menunggu

    diluar kepanasan. Hal seperti itulah yang terkadang membuat

    kecewa kita sebagai anggota Gojek. Tapi kita tetap harus sabar.

    Semoga saja hal seperti itu tidak terulang lagi untuk pelanggan

    yang lain. Saling menghargai intinya.”10

    Kejadian yang tidak diinginkan memang sering dialami pengemudi

    Gojek, seperti dimarahi oleh konsumen hingga komplain karena tidak puas

    dengan pelayanan pengemudi. Biasanya konsumen tidak sabar menunggu

    orderan bahkan tidak mau tahu penyebab telatnya orderan itu datang ke

    konsumen. Yang lebih parah sampai konsumen menyampaikan complain

    dengan cara emosi. Tetapi seorang pengemudi Gojek harus tetap bersabar

    dalam menghadapinya, dalam hal ini pak Rustam berkata:

    “Kita tetap sabar dan tidak terbawa emosi, soalnya kita tetap

    menjaga sopan santun kita sebagai pengemudi dan harus ramah,

    caranya kita member pengertian misalnya orderan Go-Food ya kita

    jelaskan mulai dari konsumen pesan ke pengemudi sampai pesanan

    itu sampai di konsumen kan ada prosedurnya kadang juga antrian

    di warungnya juga lama, intinya kita jangan sampai ikut emosi.”11

    3. Pengaruh lingkungan juga dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya

    kegiatan komunikasi persuasif ini. Karena, pengaruh lingkungan akan

    memberikan dampak yang dapat mempengaruhi pola pikir seseorang, yaitu

    seorang komunikan.

    Gojek di wilayah Ponorogo atau yang biasa disebut dengan Gojek

    Reog City Pada saat ini merupakan salah satu mata pencaharian paling

    apik yang diinginkan seluruh kalangan baik tua maupun muda di

    Ponorogo. Karena bisa menjadi tambahan penghasilan dan dikerjakan

    10 Lihat transkip wawancara 02/W-I/II/2020 11 Lihat transkip wawancara 03/W-I/II/2020

  • 42

    dengan waktu sesuka hati membuat masyarakat di Ponorogo semakin

    terpikat untuk mendaftar sebagai mitra Gojek.12

    Dalam beberapa penjelasan diatas ada berbagai macam pendapat

    dari masing-masing pengemudi Gojek. Menurut sebagian pengemudi

    Gojek berkata apabila pelayanannya ramah maka konsumen akan selalu

    kembali pada Gojek. Namun dalam hal lain juga ada sebagian pendapat

    dari pengemudi Gojek mengatakan apabila Gojek itu tidak dapat atau

    istilahnya menarik minat konsumen secara manual, melainkan otomatis

    dengan sendirinya karena layanan yang diberikan oleh Gojek pada

    konsumen merupakan suatu kebutuhan yang dapat memperlancar kegiatan

    masyarakat tanpa harus keluar rumah.

    Salah satu pengemudi Gojek ini tidak menjelaskan tentang

    keharusan pengemudi Gojek bersikap ramah dalam melayani konsumen,

    melainkan pengemudi Gojek hanya menunggu orderan saja untuk mencari

    konsumen karena di dalam aplikasi pengemudi telah ada pembagian

    orderan yang masuk. Pendapat berbeda disampaikan Pak Hidayat, beliau

    berkata:

    “Kalau Gojek kan kita tidak bisa cari kan, sesuai orderan yang

    masuk aja dan mungkin selain armada nya banyak, juga

    pelayanannya yang baik dan ramah sama konsumen”.13

    Hal yang sama juga disampaikan oleh pengemudi Gojek yaitu Pak

    Didi, beliau berkata bahwa:

    12 Observasi 8 Februari 2020 di Jl. Ir. Juanda (depan PCC), Pukul 16.45 WIB. 13 Lihat transkip wawancara 05/W-I/II/2020

  • 43

    “Kalau menurut saya itu yaa istilahnya ngga usah ditarik dengan

    sendirinya otomatis itu udah jadi kebutuhan masyarakat yaa.

    Karena dengan adanya Gojek kalo yang dibilang customer ke saya

    itu kalau dengan adanya Gojek terbantulah, intinya gitu.”14

    Dalam hal ini dengan adanya Gojek, kebutuhan konsumen untuk

    terhindar dari kemacetan dan tidak perlu keluar rumah adalah keinginan

    semua konsumen. Karena layanan yang disediakan oleh Gojek merupakan

    satu paket lengkap untuk memenuhi kebutuhan konsumen tanpa harus

    berkendara sendiri. Mayoritas pelanggan Gojek lebih ke Go-Food dari

    pada layanan yang lainnya. Karena anak remaja sekarang lebih suka

    praktisnya saja tanpa harus ribet dan keluar rumah dan panas-panas an,

    apalagi jika toko makanan yang dituju ramai dan antri lama untuk

    menunggu, akhirnya dengan adanya Gojek konsumen sudah tidak lagi

    harus keluar rumah untuk membeli makanan sendiri, karena lebih efisien

    menggunakan layanan Gojek. Tentang hal ini disampaikan oleh pelanggan

    Gojek yaitu Jihan berkata bahwa:

    “Saya lebih sering pakai Go-Food nya sih, karena lebih efektif dan

    efisien aja, ngga perlu antri-antri lagi. Kalau lagi males keluar, atau

    hujan, kalau ngga gitu tempat makannya bener-bener antri panjang

    saya order Go-Food.”15

    Layanan yang diberikan Gojek sangat memudahkan masyarakat

    dalam hal apapun, termasuk memesan makanan. Apabila konsumen

    sedang ada acara atau tidak ada kendaraan sendiri, konsumen dapat

    memesan Gojek dan konsumen hanya tinggal menunggu pesanan yang

    14 Lihat transkip wawancara 09/W-I/III/2020 15 Lihat transkip wawancara 12/W-II/III/2020

  • 44

    diantar oleh pengemudi Gojek. Sama seperti yang disampaikan oleh

    pelanggan Gojek yaitu Arum berkata:

    “Yaaa, karena di Gojek itu kita bisa lebih mudah buat keperluan

    apa-apa. Misalkan kita mau kemanaa gitu jadi lebih mudah. Trus

    kita mau pesen makanan atau apa kaya gitu lebih mudah juga gitu

    lo. Jadi ngga perlu ribet-ribet gitu.”16

    Hal yang sama juga disampaikan oleh pelanggan Gojek yaitu Riza,

    mengatakan:

    “Emmm, kalau aku kan sering pesen makanan Go-Food itu, terus

    kan mager mau keluar jadi aku pakai jasa Gojek. Karena

    praktis.”17

    4. Pengertian dan kesinambungan suatu pesan. Itu sebabnya pesan harus

    masuk akal atau logika yang benar.

    Pendapatan mitra Gojek di Ponorogo memang lumayan, untuk

    meraih pemasukan dalam sehari dan bonus saja bisa melampaui pekerjaan

    kantoran, tergantung dari penumpang yang diperoleh. Sebagai perusahaan

    yang meningkat begitu cepat, mungkin fasilitas atau layanan yang terdapat

    didalam aplikasi Gojek di Ponorogo seperti Go-Food, Go-Go-Send, Go-

    Ride, Go-Box dan Go-Car akan terus bertambah seiring berjalannya

    waktu. Dengan adanya berbagai layanan yang begitu banyak dalam

    aplikasi Gojek, membuat minat masyarakat untuk menggunakan jasa

    Gojek sangat tinggi.18

    Seiring berkembangnya zaman dan canggihnya alat komunikasi,

    akhirnya Gojek menambah beberapa fitur dan aplikasi yang terdapat

    16 Lihat transkip wawancara 07/W-II/III/2020 17 Lihat transkip wawancara 08/W-II/III/2020 18 Observasi 9 Februari 2020 di Jl. Panglima Sudirman Ponorogo, Pukul 15.30 WIB.

  • 45

    didalam Gojek. Hanya cukup dengan kuota dan handphone android Gojek

    pun sudah dapat diakses. Tidak hanya mengandalkan banyaknya pilihan

    layanan dalam aplikasi, untuk memberi pelayanan yang baik kepada

    pelanggan, pengemudi Gojek selalu melayani pelanggan dengan ramah

    dan menggunakan bahasa yang santun saat berkomunikasi dengan

    pelanggan, dalam hal ini pak Agus mengatakan:

    “Kalau pengemudi sebisa mungkin melayani dengan baik, ramah

    ke pelanggan. Tidak sampai membuat jengkel ke pelanggan,

    intinya kita melayani sebaik mungkin ke para pelanggan.”19

    Disisi lain tentang pelayanan pengemudi Gojek kepada konsumen

    telah tertulis di dalam SOP yang mengatur bahwasanya pengemudi Gojek

    harus berperilaku sopan dan ramah kepada semua konsumen dengan

    tujuan agar para konsumen Gojek senang terhadap jasa ojek online ini. Hal

    ini dijelaskan pak Arif, beliau mengatakan:

    ”Gini mbak, kalau Gojek kan ada SOP nya juga, jadi pelayanan

    kita ramah. Otomatis kan orang seneng kan dengan pelayanannya

    Gojek, akhirnya tertarik dengan Ojek Online ini.”20

    Hal ini sesuai dengan pendapat pengemudi Gojek yang lain yaitu

    pak Agusta, beliau berkata:

    “Yaaa memang ada aturannya, seperti pakai seragam itu, engga

    boleh merokok, bicara dengan konsumen harus sopan santun. Yaaa

    seperti itu saja.”21

    Selain dengan bersikap ramah dan sopan santun kepada konsumen,

    pengemudi Gojek juga menjelaskan bahwa aplikasi Gojek sendiri juga

    sering mengadakan promo atau potongan harga, agar konsumen semakin

    19 Lihat transkip wawancara 01/W-I/II/2020 20 Lihat transkip wawancara 04/W-I/II/2020 21 Lihat transkip wawancara 06/W-I/II/2020

  • 46

    banyak yang menggunakan jasa layanan Gojek. Hal ini disampaikan oleh

    Pak Budi, beliau berkata:

    “Banyak vouchernya, diambil dari Go-Pay. Disamping itu kan dari

    Ojol yang lain harganya relatif murah.”22

    Gojek memang mengutamakan kenyaman bagi konsumen. Seperti

    pada visi dan misi yang ada didalam Gojek sendiri, memberi pelayanan

    yang dapat memuaskan konsumen merupakan salah satu tujuan dari

    Gojek, karena Gojek juga memiliki peraturan yang harus ditaati setiap

    pengemudi dan harus diterapkan pada para konsumen Gojek. Sikap yang

    ramah juga sangat diunggulkan dalam melayani konsumen. Hal ini

    dibuktikan dengan penjelasan oleh pelanggan Gojek yaitu Ibu Sulis,

    mengatakan:

    “Yaaa, karena pelayanannya itu ramah, mudah dipesan dan

    pengemudinya itu juga menyenangkan, baik lah intinya. Dan

    selama saya order Gojek itu ngga pernah ditolak, yaa setiap dipesan

    itu beberapa menit kemudian udah dateng pengemudinya.

    Senengnya itu disitu.”23

    Alasan konsumen untuk menggunakan Gojek pun lebih

    mengedepankan keuntungan yang didapat. Keuntungan yang didapat tak

    hanya dari faktor ekonomi dimana tarif Gojek lebih murah jika

    dibandingkan dengan transportasi online yang lain. Selain dari faktor

    ekonomi, keuntungan menggunakan Gojek pun juga dapat dilihat dari

    faktor ke-efektifannya dimana Gojek dapat membantu pengguna yang

    22 Lihat transkip wawancara 10/W-I/III/2020 23 Lihat transkip wawancara 11/W-II/III/2020

  • 47

    memiliki usaha pribadi untuk mengantarkan pesanan pada pelanggannya

    tanpa meninggalkan pekerjaannya.

    Keuntungan lain menggunakan Gojek juga dapat dilihat dari segi

    kecepatan, konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi dan tidak

    dapat mengendarai sendiri dapat menggunakan Gojek dalam keadaan yang

    terdesak sekalipun dan Gojek datang lebih cepat dan terhindar dari

    kemacetan. Selain keuntungan yang didapat, konsumen menggunakan

    Gojek karena adanya kepercayaan mereka sendiri terhadap Gojek dimana

    kepercayaan itu muncul karena adanya identitas pengemudi yang dapat

    dilihat melalui GPS, sistem pembayaran yang sudah pasti berdasarkan

    jarak lokasi penjemputan dan tujuan. Jika menggunakan Go-Pay tidak

    perlu melakukan tawar menawar dan tidak akan terkena tipu harga.

    C. Faktor Pendorong Dan Penghambat GOJEK Dalam Menarik

    Minat Pelanggan

    Sering mendapat orderan Gojek merupakan hal yang sangat

    diinginkan bagi setiap pengemudi Gojek. Semakin sering mendapat orderan

    masuk, berarti penghasilan akan cepat terkumpul dan insentif harian pun bisa

    didapatkan. Karena dengan hal ini, jam kerja nge-Gojek pun juga akan

    berkurang.24

    Dengan perubahan algoritma sistem Gojek yang baru, yaitu dengan

    pemberian orderan secara acak dengan pertimbangan keaktifan dan performa

    24 Observasi 20 Februari 2020 di Jl. Jendral Sudirman, Pukul 12.30 WIB.

  • 48

    pengemudi Gojek. Dengan adanya sitem tersebut, dikalangan pengemudi

    Gojek menyebut ada 2 akun, yaitu akun Gagu dan akun Gacor. Akun Gacor

    adalah akun yang sering mendapat orderan, sedangkan akun yang sulit

    mendapat orderan disebut akun Gagu. Setiap akun bisa saja menjadi akun

    Gagu maupun akun Gacor dalam satu hari. Tentu bukan tanpa sebab bisa

    menjadi akun Gagu atau akun Gacor, banyak faktor yang bisa mempengaruhi

    akun Gojek di sistem terbaru ini.

    1. Faktor Pendorong

    Cara menggunakan aplikasi Gojek tidaklah sulit oleh para

    pengguna android pada masa kini. Dikarenakan hampir setiap orang dapat

    mengoperasikan android dengan baik, maka dari itu untuk menggunakan

    jasa Gojek yang pemesananya melalui handphone androidpun bukan

    menjadi hal yang sulit bagi kebannyakan orang. Disamping hal itu Gojek

    menjadi layanan jasa transportasi yang efisien bagi masyarakat

    dikarenakan dalam penentuan harganya sudah jelas tanpa harus terjadi

    tawar-menawar antara pengemudi dengan pelanggan. Hal ini disampaikan

    oleh Pak Agus, ia mengatakan:

    “Yang jelas lebih mudah di akses melalui aplikasi, paling tidak

    semua orang sudah memakai android, jadi sudah bisa di akses

    secara cepat, tidak perlu ribet tawar-menawar karena sudah ada

    harganya langsung.”25

    Sama halnya dengan dengan penjelasan di atas, Pak Dwi

    mengatakan:

    25 Lihat transkip wawancara 01/W-I/II/2020

  • 49

    “Pendorongnya simpel. Pelanggan duduk dirumah, ingin pesan

    makanan, menjemput anaknya kesekolah, tidak perlu keluar rumah.

    Jika ingin pesan makanan hanya tinggal menunggu pengemudi

    mengantar pesanan pelanggan.”26

    Jumlah orderan pelanggan yang masuk ke aplikasi pengemudi

    jumlahnya lumayan dalam sehari, hal ini dapat diartikan bahwa

    kesejahteraan para pengemudi Gojek sudah begitu tercukupi. Apabila

    pengemudi Gojek mengaktifkan aplikasinya selama pagi sampai sore saja

    hasilnya sudah dapat untuk kebutuhan keluarga. Meskipun sistem pada

    Gojek berubah, akan tetapi tidak mempengaruhi soal kesejahteraan para

    pengemudinya. Hal ini disampaikan oleh Pak Agus, ia mengatakan:

    “Sekarang ini sistem nya berubah-ubah. Jadi kembali ke tingkat

    orderannya. Kalau banyak pelanggan yang order, otomatis para

    pengemudi juga penghasilan semakin meningkat. Dan itu bisa

    mensejahterakan para pengemudi Gojek untuk menambah

    penghasilan.”27

    Apalagi di Ponorogo merupakan wilayah yang ramai dan

    merupakan salah satu pusatnya, jadi dalam satu hari seorang pengemudi

    Gojek bisa mendapat orderan 15-20 orderan, disamping hal ini cuaca yang

    sering hujan seperti ini membuat meningkatnya pelanggan Gojek, biasanya

    untuk order Go-Food. Hal ini disampaikan Pak Agus bahwa:

    “Rata-rata sekitar 15-20 kalau full atau ramai. Itu tidak bisa

    dijadikan patokan untuk semua, jadi setiap pengemudi mendapat

    order beda-beda, ada yang lancar dan juga ada yang sepi. Seperti

    orang berdagang lah intinya, kalau waktu hujan selepas maghrib

    orderan lumayan banyak. Karena hujan dan pelanggan mau keluar

    malas, jadi lebih banyak pelanggan yang order.”28

    26 Lihat transkip wawancara 02/W-I/II/2020 27 Lihat transkip wawancara 01/W-I/II/2020 28 Lihat transkip wawancara 01/W-I/II/2020

  • 50

    Hal yang sama juga disampaikan oleh pak Rustam, beliau berkata:

    “Ya ngga mesti, tapi kalau diambil rata-rata sekitar 10-15 orderan

    yang saya antar setiap harinya.”29

    Namun secara keseluruhan orderan yang masuk kepada pengemudi

    Gojek di wilayah Ponorogo sekitar 500-700 orderan setiap harinya, terkait

    hal ini Pak Dwi menjelaskan:

    “Secara keseluruhan kurang lebih setiap harinya jumlahnya ada

    sekitar 500-700 orderan.”30

    Di samping pelayanan pengemudi Gojek yang baik dan ramah

    dalam setiap melayani pelanggan, Gojek juga mengadakan promo yang

    diberikan Gojek kepada pelanggan, maka orderan yang dilakukan oleh

    pelanggan sangatlah banyak. Dan hal ini tidak merugikan pengemudi

    Gojek, karena pengemudi Gojek orderannya juga meningkat, hal ini

    dijelaskan Pak Agus bahwa:

    “Kalau untuk promosi positifnya untuk pengemudi itu otomatis

    pelanggan semakin banyak yang order. Kalau untuk pengemudi

    sebenarnya sama saja, misalnya mendapat promo itu pengemudinya

    yang penerimaan sama, seperti tidak ada promo. Jadi lebih ke

    pelanggan kalau untuk promosi itu, jadi pelanggan untuk daya tarik

    atau faktor penambah orderan.”31

    Dengan adanya Gojek di wilayah Ponorogo ini menjadikan

    kemudahan bagi masyarakat dalam beraktifitas seperti adanya layanan Go-

    Ride dan Go-Food yang memudahkan konsumen untuk memesan makanan

    atau untuk berpergian dengan diantar pengemudi Gojek. Disisi lain Gojek

    Reog City juga diterima dengan baik oleh masyarakat Ponorogo,

    29 Lihat transkip wawancara 03/W-I/II/2020 30 Lihat transkip wawancara 02/W-I/II/2020 31 Lihat transkip wawancara 01/W-I/II/2020

  • 51

    dibuktikan dengan semakin meningkatnya konsumen yang menggunakan

    layanan Gojek khususnya pada layanan Go-Food sangat banyak sekali

    peminatnya. Hal ini dijelaskan pak Rustam, beliau mengatakan:

    “Antusiasnya ya lumayan bagus, soalnya Gojek di Ponorogo itu

    banyak konsumen nya dan semakin hari semakin banyak yang

    menggunakan jasa kita. Kalau di Ponorogo sini kebanyakan pesan

    makan atau layanan Go-Food. Karena kan di Ponorogo itu banyak

    mahasiswa banyak pelajar juga yang kos di kota-kota itu, jadi kalau

    waktu jam makan siang apa maghrib itu banyak orderan Go-

    Food.”32

    Faktor pendorong lainnya yang membuat Gojek diminati oleh

    konsumen adalah pelayananya yang baik serta cara yang mengaksesnya

    lumayan mudah dan ditambah harga ongkirnya murah, tentang hal ini Pak

    Arif mengatakan:

    “Yaaa, pelayanan nya itu mbak. Sering pegang hp daripada

    nongkrong. Ya otomatis dimudahkan kaya pesanan Go-Food kaya

    gini. Kan pelanggan dirumah tinggal pesen, ongkirnya juga murah,

    kan harga udah pasti. Jadi tinggal pesen, nunggu pesenan dateng,

    ongkirnya juga murah, otomatis kan orang pesen yang orderan itu.

    Daripada dia keluar rumah sendiri.”33

    Keterangan yang sama juga disampaikan oleh pengemudi Gojek

    Pak Budi beliau berkata:

    “Yaaa, dari segi harga lebih murah dan banyak vouchernya juga

    terutama Go-Food. Mungkin juga dengan kendaraan banyak yang

    baru. Terutama kalau anak sekolah itu sukanya yang motor matic,

    kalau yang pakai motor bebek biasa itu ngga mau.”34

    Sama hal nya dengan apa yang disampaikan oleh pak Agusta,

    bahwa pendorong konsumen untuk menggunakan jasa Gojek adalah

    kemudahan dalam mengakses dan juga dikarenakan kecanggihan teknologi

    32 Lihat transkip wawancara 03/W-I/II/2020 33 Lihat transkip wawancara 04/W-I/II/2020 34 Lihat transkip wawancara 10/W-I/III/2020

  • 52

    pada zaman sekarang. Jadi konsumen tidak harus repot atau kesulitan

    dalam membeli makanan misalnya, tinggal menggunakan layanan pesan

    makanan yang tersedia diaplikasi Gojek yaitu Go-Food. Apabila

    konsumen ingin bepergian juga tidak harus ke pangkalan ojek untuk

    mencari ojek, melainkan konsumen hanya tinggal melakukan order dan

    menunggu kedatangan pengemudi Gojek yang menjemput. Tentang hal ini

    Pak Agusta berkata:

    “Yaaa, kalau dulu kan perkembangan teknologi belum ada kaya

    gini yaa. Order makanan, order penumpang lewat aplikasi kan dulu

    belum ada kan, jadi memang perkembangan jaman jadi sesuatu

    yang baru kan yaa dan lebih praktis. Mau jemput penumpang kalau

    dulu kan ojek pangkalan kan harus pergi ke pos pangkalan nya,

    sekarang tinggal dirumah tinggal pesen kan udah dateng sekarang.

    Jadi dari segi kepraktisan aja sekarang. Kalau pesen makanan juga

    gitu kan, ngga usah repot-repot pergi ke warung apalagi musim

    hujan. Jadi tinggal nunggu dirumah pakai aplikasi makanan udah

    dateng sendiri kan. Jadi yaa memang lebih praktis lah, daya

    tariknya kan disitu.”35

    Disisi lain, menggunakan layanan Gojek juga sangat membantu

    konsumen untuk terhindar dari macet dan lebih menghemat waktu. Bagi

    konsumen hal seperti ini sangat membantu sekali dalam kegiatan sehari-

    hari para konsumen. Dalam hal ini disampaikan sedikit oleh pengemudi

    Gojek Pak Didi, beliau berkata:

    “Kemungkinan kalau pakai transportasi Gojek menurut saya

    dengan customer yang saya tanya itu bilang kalau lebih efisien,

    lebih cepat, itu aja sih.”36

    Situasi, kondisi dan cuaca juga dapat mempengaruhi orderan pada

    layanan Gojek. Apalagi pada saat musim hujan, konsumen lebih suka

    35 Lihat transkip wawancara 06/W-I/II/2020 36 Lihat transkip wawancara 09/W-I/III/2020

  • 53

    memesan Gojek untuk layanan Go-Food. Seperti yang dikatakan oleh

    pelanggan Gojek yaitu Arum bahwa:

    “Yaaa, karena situasi mungkin. Kadang waktu hujan atau apa kaya

    gitu kita pengennya order Gojek aja daripada keluar rumah kaya

    gitu.”37

    Selain menghemat waktu dan lebih mudah, para konsumen juga