Stemi Inferior

download Stemi Inferior

of 46

  • date post

    08-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    15
  • download

    0

Embed Size (px)

description

case

Transcript of Stemi Inferior

  • Disusun oleh :

    Mirad adityaPRESENTASI KASUSStemi InferiorKepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit DalamFakultas Kedokteran Universitas TrisaktiRumah Sakit Umum Daerah BekasiPembimbing : dr. Bambang Purtjahyo, Sp. JP

  • IDENTITASNo RM : 09696038Nama : Ny. STTL : Jakarta, 16/07/1957Umur : 59 tahunStatus : MenikahAlamat : Jl.Arjuna , Bekasi TimurPendidikan : Tamat SLTAPekerjaan : Ibu rumah tanggaJaminan: JKN ITanggal masuk : 14 April 2016

  • RIWAYAT PENYAKIT SEKARANGPasien merasa nyeri dada sebelah kiri sejak 1 hari SMRSnyeri dada terasa tertusuk, dan menjalar ke punggungsakit tidak di pengaruhi oleh aktifitasdurasi nyeri dadanya 30 menit Os mengeluh sesak nafas sejak 1 hari smrs, dirasakan terus menerusdada terasa berat (-), tertekan (-), terbakar (-)mual muntah (-)keringat dingin (-)Riwayat minum alkohol di sangkalRiwayat minum obat neuralginRiwayat memiliki maag

  • RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

    keluhan seperti ini sebelumnya disangkalPenyakit DM (+)Penyakit Asma (-)Penyakit jantung (-)Hipertensi (-)

    Keluarga tidak ada yang mengalami hal yang samaRiwayat DM, hipertensi, asma, dan penyakit jantung dalam keluarga disangkal.RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

  • PEMERIKSAAN FISIKKeadaan umum: Tampak sakit sedangKesadaran : Compos MentisBerat badan : 70 kgTinggi badan : 160 cmTekanan Darah: 120/80 mmHgNadi: 86 x/ menit, regular, isi cukupPernafasan: 23 x/ menit, regularSuhu: 36,5 C (axilla)

  • PEMERIKSAAN FISIK (2)

    Kepala : Normochepal , rambut hitam tersebar merata, sukar dicabutMata: Konjunctiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-), refleks cahaya langsung & tak langsung (+), pupil bulat isokor 3 mmTelinga: Normotia, nyeri tekan tragus (-), sekret (-), liang telinga lapang, membran timpani intak Hidung: Septum deviasi (-), napas cuping hidung (-), mukosa hiperemis (-), sekret (-)Mulut : Oral higien baik, mukosa lembab, atrofi papil (-), faring hiperemis (-), tonsil T1/T1Leher : JVP 5 - 2 cmH2O, KGB & tiroid tidak teraba membesar

  • PEMERIKSAAN FISIK (3)ParuInspeksi : Bentuk simetris statis dan dinamis, gerak nafas simetris, tipe torako-abdominal, retraksi sela iga (-), dilatasi vena (-), spider nevi (-)Palpasi: Vocal fremitus simetris, massa (-)Perkusi: SonorAuskultasi: Suara nafas vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/- JantungInspeksi: iktus cordis tidak terlihatPalpasi: iktus cordis teraba pada ICS V linea midclavicularis kiriPerkusi: batas jantung kanan setinggi ics III-IV-V linea sternalis kananbatas jantung kiri setinggi ics V linea midklavikularis kiribatas jantung atas setinggi ics III linea sternalis kiriAuskultasi: bunyi jantung I dan II regular, Murmur (-), Gallop (-)

  • PEMERIKSAAN FISIK (4)AbdomenInspeksi: datar, lemas, dilatasi vena (-), spider nevi (-) Auskultasi : bising usus (+) normal, bruit (-) Palpasi: defens muscular (-), massa (-), nyeri tekan epigastrium (-), hepar & lien tidak teraba Perkusi: timpani, shifting dullness (-), nyeri ketuk (-)EkstremitasAkral hangat,oedem (-), , palmar eritem (-/-)

  • PEMERIKSAAN LABORATORIUMHasil Lab di RSUD Bekasi (14 April 2016)

    Pemeriksaan HasilNilai RujukanHemoglobin 13,911.7 15.5 g/dlHematokrit 41,933 45 %Leukosit 10,35 10 ribu/ULTrombosit 186150 440 ribu/ULUreum2120-40 mg/dLKreatin0,640.5 - 1.5 mg/dLGDS27960 - 110 mg/dL

  • PEMERIKSAAN LABORATORIUM

    Hasil Lab di RSUD Bekasi (14 April 2016)

    Pemeriksaan Hasil Nilai RujukanNatrium 135135 147 mmol/LKalium 4.23.10 5.10 mmol/LKlorida9895 108 mmol/LSGOT99

  • EKG

  • INTERPRETASI EKGfrekuensi : 300/4 = irama sinus : sinus ritme St elevasi pada lead III

  • RESUMEWanita, 59 tahun, datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri sejak 1 hari smrs. nyeri dada dirasakan selama 30 menit, seperti tertusuk dan menjalar ke punggung. nyeri dada tidak dipengaruhi oleh aktivitas. pasien juga mengeluh sesak napas sejak 1 hari smrs, dirasakan terus menerus.

  • RESUME (2)

    Pemeriksaan Fisik -Pemeriksaan penunjangHb menurun, Ht menurun, Leukosit meningkat, dan Ureum meningkat

  • DAFTAR MASALAH

    Stemi inferiorDM tipe 2RENCANA PEMERIKSAAN

    Troponin, CKMB, Foto RO

  • TATALAKSANATIRAH BARINGHIDRASI ADEKUATCairan yang dibutuhkan :1500 + (70 20) x 201500 + 1000 = 2500 ml / hari TERAPI SIMPTOMATIKISDN 3 x 1 mgAspirin 1 x 1mgClopidogrel 1x1Atorvastatin 1 x 40mgLovenox 2 x 0,6O2

  • PROGNOSIS

    Ad vitam: ad bonamAd fungsionam: ad bonamAd sanationam: ad bonam

  • FOLLOW UP LABORATORIUM

    Pemeriksaan 15/0421.5718/0407.4219/0417.42Nilai RujukanGDS-19821460 - 110 mg/dl GD2PP26860 - 110 mg/L

  • FOLLOW UP 15april 2016

    SubyektifSesak (+)Objektif Sakit sedang, kompos mentis TD : 100/60mmHg, FN : 80x/m, RR : 20x/m, T : 36,50CMata : konjunctiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-)Leher : JVP 5 2 cm H2O, pmebesaran KGB (-)Paru : Vesikuler, ronki (-/-), wheezing (-/-)Jantung : BJ I/II reguler, murmur (-), gallop (-)Abdomen : datar, supel, nyeri tekan epigastrium (-), bising usus (+) normal, hepar lien tidak terabaEsktremitas : akral hangat, edema (-/-)AssesmentStemi inferiorDM tipe 2Planning Rdx/Cek DPL serialCek RO thoraxRtx/ ISDN 3 x 1 mgAspilet 1 x 1mgClopidogrel 1x1Atorvastatin 1 x 40mgLovenox 2 x 0,6

  • FOLLOW UP 16 DESEMBER 2013

    SubyektifTAKObjektif Sakit sedang, kompos mentis TD : 100/70mmHg, FN : 100x/m, RR : 20x/m, T : 36,70CMata : konjunctiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-)Leher : JVP 5 2 cm H2O, pmebesaran KGB (-)Paru : Vesikuler, ronki (-/-), wheezing (-/-)Jantung : BJ I/II reguler, murmur (-), gallop (-)Abdomen : datar, supel, nyeri tekan epigastrium (-), bising usus (+) normal, hepar lien tidak terabaEsktremitas : akral hangat, edema (-/-)AssesmentStemi inferiorDM tipe 2Planning Rdx/Cek DPL serialCek endoskopiRtx/ ISDN 3 x 1 mgAspilet 1 x 1mgClopidogrel 1x1Atorvastatin 1 x 40mgLovenox 2 x 0,6

  • Analisis Kasus

  • Acute Coronary Syndrome(ACS)

  • DefinisiAcute Coronary Syndrome (ACS)/Sindrom Koroner Akut merupakan suatu keadaan gawat darurat jantung dimana terjadi pengurangan mendadak aliran darah ke jantung. Pada keadaan ini akan timbul gejala klinis berupa perasaan tidak enak di dada atau timbulnya gejala lain sebagai akibat iskemia miokard.

  • EtiologiKomplikasi dari penumpukan plak di arteri (aterosklerosis koroner)Arteri menjadi sempit sehingga aliran darah sulit mengalirTerjadi penumpukan plak dan bekuan darah sehingga membatasi jumlah darah yang mengalir ke otot jantungJantung tidak dapat memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuhNyeri dada atau serangan jantung

  • Faktor ResikoUsia paruh baya (pria>45 tahun, wanita > 55 tahun)Tekanan darah tinggiKolesterol tinggiMerokokKurang aktivitas fisikDiabetes tipe 2Riwayat keluarga yang mempunyai riwayat nyeri dada, penyakit jantung, stroke

  • Klasifikasi ACS

  • DIAGNOSIS

  • Anamnesis STEMINSTEMIUnstable Angina

  • EKG

  • Laboratorium

  • Pemeriksaan Marker Jantung

  • Pemeriksaan PenunjangEKGFoto rontgen thoraksLaboratorium (darah rutin, CK, CKMB, Toponin T)Profil lipid, gula darah, ureum, kreatininEkokardiografiTreadmillAngiografi

  • Diagnosis Banding

  • Resume

    Unstable AnginaMyocardial infarctionNSTMISTEMITipe GejalaCresendo, istirahat, atau onset baru Rasa tertekan yang lama dan nyeri dada Serum BiomarkerTidak Iya Iya EGC ST depresi atau gelombang T invasiST depresi atau gelombang T invasiST-elevasi (gelombang Q later)

  • PenatalaksanaanNEW ACLS - ACS ALGORITHM ACC / AHA Update 2007

  • Diagnosa cepat oleh Emergency Departemen Penatalaksanaan umum cepat oleh E.D( 90%- Anamnese singkat, terarah, pemeriksaan fisik - Nitroglycerin SL atau spray atau IV- Periksa awal level cardiac marker, elektrolit - Aspirin 160 samapai 325 mg (jika tidak Dan faal hemostatis diberikan oleh EMS)- Periksa Rontgen dada (

  • Ulang pemeriksaan ECG 12 leadST Elevasi atau LBBB baru atau diasumsikan baru; dicurigai kuat ST-Elevasi MI (STEMI)ST depresi atau T inverted; dicurigai kuat suatu ischemiaResiko tinggi unstable angina / Non ST Elevation MI (AU/NSTEMI) Normal atau tidak ada perubahan segmen ST atau gelombang TResiko rendah atau sedang untuk unstable anginaMulai terapi tambahan sesuai indikasi. Jangan menunda reperfusi-Clopidogrel--adrenergic reseptor blockers-Heparin (UFH or LMWH)

    Mulai terapi tambahan sesuai indikasi-Clopidogrel-Nitroglycerin--adrenergic reseptor blockers-Heparin (UFH or LMWH)-Glycoprotein IIb/IIIa inhibitorBerlanjut memenuhi kriteria sedang atau tinggi (tabel 3,4)atau troponin positive?Onset gejala < 12 jamOpname di ruangan dgn monitoring bedTentukan status resikoPertimbangkan opname di ED chest paint unit atau monitored bed di EDLanjutkan dengan :Serial cardiac marker (termasuk troponin)Ulang ECG, monitor segmen STPertimbangan stress testStrategi reperfusi:Terapi ditetapkan berdasarkan keadaan pasien dan center criteriaMenyadari tujuan terapi reperfusi:Door-to-balloon inflation (PCI) = 90 mntDoor-to-needle (fibrinolysis) = 30 mntLanjutkan dengan terapi:ACE inhibitor/angiotensi receptor blocker (ARB) 24 jam dari onsetHMG CoA reductase inhibitor (statin therapy)Pasien High-risk:Refractory ischemic chest painRecurrent/persistent ST deviationVentricular tachycardiaHemodynamic tachycardiaSigns of pump failureStrategi invasive awal termasuk kateterisasi & revaskularisasi penderita IMA dgn syok dlm 48 jamLanjutkan pemberian ASA, heparin & terapi lain sesuai indikasi:ACE