Status OMSK

download Status OMSK

of 21

  • date post

    08-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    34
  • download

    2

Embed Size (px)

description

status OMSK

Transcript of Status OMSK

LAPORAN KASUS

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK AD AKTIF TIPE AMAN

Oleh :

SAIFUL BAHRI( H1A 005 045 )

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA

BAGIAN / SMF ILMU PENYAKIT THT

RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NTB

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

2010BAB I

LAPORAN KASUS

I. Identitas Pasien

Nama

: Anak A

Umur

: 6 tahun

Jenis Kelamin: PerempuanAgama

: IslamAlamat

: Sakra, Lombok TimurII. Anamnesa

Keluhan utama : Os dikeluhkan keluar cairan melalui telinga kananRiwayat Penyakit Sekarang :

Pasien seorang anak berumur 6 tahun, perempuan dikeluhkan oleh orang tuanya keluar cairan melalui telinga kanan sejak lebih kurang 1minggu yang lalu. Cairan tersebut berbau, bewarna kuning kehijauan, agak kental dan bersifat hilang timbul. Menurut orang tua os cairan tersebut dikeluhkan keluar jika menderita pilek atau batuk. Menurut pengakuan orang tua os rasa nyeri (-), demam (-), rewel (-), riwayat berenang di kali (+) 1 minggu yang lalu. Keluhan pendengaran menurun tidak ada, gejala di hidung dan di tenggorok disangkal.Riwayat Penyakit Dahulu : Orang tua os mengaku pernah menderita keluhan serupa pada ke dua telinga os lebih kurang 1 tahun yang lalu.Riwayat Penyakit Keluarga : Menurut pasien tidak ada keluarga yang mempunyai keluhan yang serupa dengan pasien.Riwayat Pengobatan : Orang tua pasien membawa os ke dokter 4 hari yang lalu dan diberikan obat (pasien lupa dengan nama obatnya). Riwayat Alergi : Riwayat alergi disangkal oleh pasien.III. Pemeriksaan Fisik

KU : Baik

Kesadaran : CM

Nadi : 98x/m

Suhu : 36,1C

R : 20x/mStatus LokalisBagian TelingaTelinga KananTelinga Kiri

Aurikula :

Deformitas

Hiperemis

Edema(-)

(-)

(-)(-)

(-)

(-)

Daerah preaurikula :

Hiperemis

Edema

Fistula

Nyeri tekan(-)

(-)

(-)

(-)(-)

(-)

(-)

(-)

Daerah retroaurikula :

Hiperemis

Edema

Fistula

Nyeri tekan(-)

(-)

(-)

(-)(-)

(-)

(-)

(-)

MAE :

Serumen

Edema

Hiperemis

Furunkel

Otore

(-)

(-)

(-)

(-)

(+) kuning kehijauan

(+)

(-)

(-)

(-)

(-)

Membran timpani :

Intak

Cone of light(-)

(-)(+)

(-)

Gambar :

Rinoskopi AnteriorKavum Nasi DekstraKavum Nasi Sinistra

Mukosa Edema (-), hiperemi (-)

Edema (-), hiperemi (-)

Septum :

Deviasi

Deformitas

Hematoma(-)

(-)

(-)(-)

(-)

(-)

Konka media & inferior :

Hipertrofi

Hiperemis(-)

(-)(-)

(-)

Meatus media & inferior Sekret serous Polip(-)

(-)(-)(-)

Gambar :

BagianKeterangan

Mukosa bukalWarna mukosa merah muda, hiperemis (-), massa (-)

Mukosa GigiWarna mukosa merah muda, hiperemis (-), karies (-)

Palatum durum & palatum moleHiperemis (-), massa (-)

Mukosa FaringHiperemis (-), edema (-),massa (-), granul (-), ulkus (-)

TonsilHiperemis (-), ukuran (T1-T1), dedritus (-)

Gambar :

Pembesaran kelenjar getah bening (-)IV. DiagnosisOtitis media supuratif kronik AD aktif tipe amanV. Diagnosis Banding : Otitis media akut ADVI. Usulan Pemeriksaan

Kultur ( uji sensitivitas

Foto rontgen mastoidVII. Penatalaksanaan Antibiotik

Cuci telinga dengan H2O2 KIE

BAB IITINJAUAN PUSTAKA3.1. Pendahuluan

Otitis media supuratif kronik ialah infeksi kronik di telinga tengah lebih dari 2 bulan dengan adanya perforasi membran timpani, sekret yang keluar dari telinga tengah dapat terus menerus atau hilang timbul. Sekret bisa encer atau kental, bening atau berupa nanah. Otitis media supuratif kronik (OMSK) didalam masyarakat Indonesia dikenal dengan istilah congek, teleran atau telinga berair. Kebanyakan penderita OMSK menganggap penyakit ini merupakan penyakit yang biasa yang nantinya akan sembuh sendiri. Penyakit ini pada umumnya tidak memberikan rasa sakit kecuali apabila sudah terjadi komplikasi. Biasanya komplikasi didapatkan pada penderita OMSK tipe maligna seperti labirinitis, meningitis, abses otak yang dapat menyebabkan kematian. Kadangkala suatu eksaserbasi akut oleh kuman yang virulen pada OMSK tipe bening pun dapat menyebabkan suatu komplikasi.1

Di seluruh dunia prevalensi OMSK 65330 juta jiwa, 60% (39200 juta jiwa) mengalami gangguan pendengaran yang sangat klinis bermakna. Diperkirakan 28000 mengalami kematian dan < 2juta mengalami kecacatan; 94% terdapat di negara berkembang. Prevalensi OMSK di Indonesia secara umum adalah 3,8%.12 Pasien OMSK merupakan 25% dari pasien-pasien yang berobat di poliklinik THT RS Dr Sardjito Yogyakarta tahun 2004.2Pada dasarnya keberhasilan pengobatan penyakit infeksi bakteri dengan antibiotik merupakan hasil akhir dari 3 komponen, yaitu penderita, bakteri dan antibiotika. Hal ini disebabkan karena penyakit infeksi bakteri adalah manifestasi klinik dari interaksi antara penderita dan bakteri. Adapun untuk pengobatan infeksi dibutuhkan antibiotika yang tepat dan daya tahan tubuh penderita itu sendiri. Memilih antibiotika yang tepat dapat dilakukan berdasarkan sekurang-kurangnya mengetahui jenis bakteri penyebab penyakit dan akan lebih baik lagi apabila disertai dengan adanya hasil uji kepekaan pemeriksaan mikrobiologi. Ketidak patuhan penderita dalam perawatan, kuman yang resisten, bentuk anatomi telinga, adanyakomplikasi, menyebabkan kesulitan dalam hal pengobatan dan perawatan penderita OMSK.3

3.2. Anatomi Telinga TengahTelinga tengah berbentuk kubus dengan batas-batasnya adalah sebagai berikut4: Batas luar: membrane timpani Batas depan: tuba eustachius Batas bawah: vena jugularis (bulbus jugularis) Batas belakang: aditus ad antrum, kanalis facialis pars vertikalis Batas atas: tegmen timpani (meningen/otak) Batas dalam: berturut-turut dari atas ke bawah kanalis semisirkularis horizontal, kanalis facialis, tingkap lonjong (oval window), tingkap bundar (round window) dan promontorium.Telinga terngah terdiri dari suatu ruang yang terletak antara membrane timpani dan kapsul telinga dalam, tulang-tulang dan otot yang terdapat didalamnya beserta penunjangnya, tuba eustachius dan system sel-sel udara mastoid. Bagian ini dipisahkan dari dunia luar oleh suatu membrane timpani dengan diameter kurang lebig setengah inci.5Membrane timpani berbentuk bundar dan cekung bila dilihat dari arah liang telinga dan terlihat oblik terhadap sumbu liang telinnga. Bagian atas disebut pars flaksida (membrane shrapnel), sedangkan bagian bawah pars tensa (membrane propria). Pars flaksida hanya berlapis dua, yaitu bagian luar adalah lanjutan epitel kulit liang telinga dan bagian dalam dilapisi olehsel kubus bersilia, seperti sel epitel saluran napas. Pars tensa mempunyai satu lapis lagi di tengah yaitu lapisan yang terdiri dari serat kolagendan sedikit serat elastin yang berjalan secara radier dibagian luar dan sirkuler pada bagian dalam.Bayangan penonjolan bagian bawah maleus pada membrane timpani disebut sebagai umbo. Dari umbo bermula suatu reflek cahaya (cone of light) kearah bawah yaitu pukul 7 untuk membrane timpani kiri dan pukul 5 untuk membrane timpani kanan. Membrane timpani dibagi dalam 4 kuadran, dengan menarik garis searah dengan prosesus longus maleus dan garis yang tegak lurus pada garis itu di umbo, sehingga didapatkan bagian atas-depan, atas-belakang, bawah-depan serta bawah-belakang, untuk menyatakan letak perforasi membrane timpani.

Didalam telinga tengah terdapat tulang-tulang pendengaran yang tersusun dari luar kedalam yaitu, maleus, inkus dan stapes. Tulang pendengaran didalam telinga tengah saling berhubungan. Prosesus longus melekat pada membrane timpani, maleus melekat pada inkus, dan inkus melakt pada stapes. Stapes terletak pada tingkap lonjong yang berhubungan dengan koklea. Hibungan antara tulang-tulang pendengaran merupakan persendian. Tuba eustachius termasuk dalam telinga tengah yang menghubungkan daerah nasifaring dengan telinga tengah.4

Gambar 1. Anatomi Telinga3.3. DefinisiYang disebut dengan otitis media supuratif kronik adalah infeksi kronis ditelinga tengah dengan perfirasi membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang timbul. Sekret yang keluar mungkin encer atau kental, bening atau berupa nanah. Otitis media akut dengan perforasi membran timpani dapat menjadi otitis media supuratif kronis bila prosesnya sudah lebih dari 2 bulan. Bila proses infeksi kurang dari 2 bulan, disebut sebagai otitis media supuratif subakut.13.4. Etiologi

Terjadi OMSK hampir selalu dimulai dengan otitis media berulang pada anak, jarang dimulai setelah dewasa. Faktor infeksi biasanya berasal dari nasofaring (adenoiditis, tonsilitis, rinitis, sinusitis), mencapai telinga tengah melalui tuba Eustachius. Fungsi tuba Eustachius yang abnormal merupakan faktor predisposisi yang dijumpai pada anak dengan cleft palate dan Downs syndrom. Adanya tuba patulous, menyebabkan refluk isi nasofaring yang merupakan faktor insiden OMSK yang tinggi di Amerika Serikat. Faktor Host yang berkaitan dengan insiden OMSK yang relatif tinggi adalah defisiensi immun sistemik. Kelainan humoral (seperti hipogammaglobulinemia) dan cell- mediated ( seperti infeksi HIV, sindrom kemalasan leukosit) dapat manifest sebagai sekresi telinga kronis.3Penyebab OMSK antara lain3:

1. Lingkungan

Hubungan penderita OMSK dan faktor sosial ekonomi belum jelas, tetapi mempunyai hubungan erat antara penderita dengan OMSK dan sosioekonomi, dimana kelompok sosioekonomi rendah memiliki insid