Spondilitis Tb Moges

Click here to load reader

  • date post

    04-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    51
  • download

    6

Embed Size (px)

description

lapkaaaas

Transcript of Spondilitis Tb Moges

SPONDILITIS TB

SPONDILITIS TBL/O/G/ODisusun Oleh:MAULIDA

Pembimbing:Dr.dr. Imran, M.Kes,Sp.S

BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT SYARAFFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS SYIAH KUALARSUD Dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH2015

Laporan kasus Ruangan

BAB IPENDAHULUANKeterlibatan tulang dan sendi terjadi pada kurang lebih 10% kasus. Tulang yang mempunyai fungsi untuk menahan beban (weight bearing) dan mempunyai pergerakan yang cukup besar (mobile) lebih sering terkena dibandingkan dengan bagian yang lain.Spondilitis tuberkulosa merupakan sumber morbiditas dan mortalitas utama pada negara yang belum dan sedang berkembang, terutama di Asia.Terhitung kurang lebih 3 juta kematian terjadi setiap tahunnya dikarenakan penyakit iniBAB IILAPORAN KASUS1. Identitas PasienNama: Ny. AlawiyahUsia: 41 tahunJenis Kelamin : Perempuan Agama : IslamStatus Perkawinan: MenikahAlamat : PidieSuku: AcehPekerjaan : PetaniNo RM : 1-06-32-05Tanggal Periksa: 22 September 2015

2. Anamnesis2. AnamnesisRiwayat Perjalanan PenyakitPasien datang dengan keluhan nyeri pinggang yang dirasakan sejak 1 tahun yang lalu dan memberat dalam 1 bulan SMRS. Nyeri dirasakan hilang timbul dan ketika nyeri timbul biasanya sekitar 3 jam sehingga pasien tidak dapat melakukan aktivitas apapun dan berkurang dengan meminum obat anti nyeri. Nyeri dirasakan terasa panas dan terasa seperti mengikat. Selang tiga bulan nyeri dirasakan, pasien mengeluhkan kelemahan pada anggota gerak bawahnya, kelemahan ini juga disertai dengan keluhan kurang rasa pada kedua tungkai bawah dimulai tungkai kanan diikuti tungkai kiri berselang 1,5 bulan. Pasien juga mengeluhkan kedua kaki terasa kebas-kebas. Riwayat mual muntah tidak ada. Pasien juga tidak mengeluhkan kesulitan saat BAB tetapi BAK seperti tertahan sejak 2 minggu terakhir. Riwayat demam sejak 2 bulan ini, demam terutama pada malam hari dan turun dengan pemberian obat penurun panas. Pasien mengaku tidak ada riwayat batuk-batuk lama, batuk darah tidak ada, maupun keringat malam. Riwayat penurunan berat badan dialami pasien sejak 2 bulan terakhir. Kejang tidak ada dan nyeri kepala juga tidak dirasakan pasien serta riwayat trauma tidak ada.

Riwayat Penggunaan Obat-obatanPasien pernah mengkonsumsi obat antinyeri namun pasien lupa nama obatnya. Dan sebelum dirujuk ke RSUDZA di rawat di RSUD Sigli diberikan Injeksi Metilprednisolon 125 mg/8 jam, Injeksi Ranitidin 1 gr/12 jam. Riwayat Penyakit DahuluSakit yang sama sebelumnya disangkal, hipertensi, diabetes melitus, asma dan alergi disangkal. Pasien juga tidak pernah menderita batuk lama dan minum OAT.

Riwayat Penyakit KeluargaTidak ada keluarga yang menderita sakit yang sama. Hipertensi, diabetes melitus, asma dan alergi tidak ada. Keluarga pasien juga tidak ada yang menderita batuk lama dan riwayat minum OAT.Riwayat Pekerjaan dan Kebiasaan SosialPasien adalah seorang ibu rumah tangga dan sehari-hari bekerja sebagai petani ke ladang.

3. Status InternusKeadaan Umum: Sakit sedangTekanan Darah: 110/70 mmHgNadi: 87 kali/ menitPernafasan: 20 kali/menitSuhu: 36,80CKeadaan Gizi: Gizi NormalBerat Badan: 48 KgTinggi Badan: 162 cm

PEMERIKSAAN FISIKPEMERIKSAAN FISIK134. Status NeurologisGCS: E4 M6 V5 = 15Pupil : isokor, bulat, ukuran 3 mm/3mmReflek Cahaya : Langsung (+/+), Tidak langsung (+/+)Tanda Rangsang Meningeal (TRM) : NegatifNervus Cranialis: Kaku kuduk:(-)Laseque :(-)Kernig :(-)Babinski :(-/-)Brudzinski I:(-)Brudzinski II:(-)

Nervus III (otonom)1. Ukuran Pupil3 mm3 mm2. Bentuk PupilIsokorIsokor

3. RCL/RCTL+/++/+4. Nistagmus/ Stabismus-/--/-5.Eksolftalmus-6. Melihat kembar--5. Pemeriksaan PenunjangNervus III, IV, VIPergerakan bola mata1. LateralDalam batas normalDBN2.AtasDBNDBN3. BawahDBNDBN4. MedialDBNDBN

5.DiplopiaDBNDBN15Nervus V ( Fungsi motorik)1. Membuka MulutDalam batas normal2. Mengigit dan MengunyahDBN Nervus VII (fungsi Motorik) Kanan Kiri4. Mengerutkan dahiDalam batas normal5.Menutup mataDBNDBN6. Menggembungkan pipiDBNDBN7. Memperlihatkan gigiDBNDBN8. Sudut bibirDBNDBN Nervus IX dan X (fungsi Motorik)1. BicaraDBNDBN2. MenelanDBNDBN

Kelompok Motorik16Nervus XII (Fungsi Motorik1. Mengangkat bahuDalam batas normalDBN2. Memutra kepalaDBNBNM Nervus XII (fungsi Motorik) Kanan Kiri4. Artikulasi LingualisDalam batas normal5.Menjulurkan lidahDBNDBNKelompok Sensoris1. Nervus IDBNDBN2. Nervus VDBNDBN3. Nerrvus VII (Fungsi Pengecapan) DBN DBN4. Nervus VIII ( Fungsi PendengaranDBNDBN

Kelompok Motorik & Sensoris17MotorikGerakan Respirasiabdomino torakalVertebralissimetrisBentuk Columna Vertebraliskesan simetrisSensibilitasRasa Suhu: normalnormalRasa nyeri: normalnormalRasa Raba: normalnormalPEMERIKSAAN NEUROLOGISBadanPEMERIKSAAN NEUROLOGISAnggota Gerak AtasMotorikKananKiriPergerakanKuatKuatKekuatan55555555TonuspositifpositifRefleksKananKiriBiscepspositifpositifTriscepspositifpositif

PEMERIKSAAN NEUROLOGISAnggota Gerak BawahMotorikKananKiriPergerakanlemahlemahKekuatan2222222TonuspositifpositifPatellapositifpositifAchillespositifpositifBabinskinegatifnegatifChaddoknegatifnegatifGordonnegatifnegatifOppenheimnegatifnegatifKlonus pada kakinegatifnegatifPEMERIKSAAN NEUROLOGISSensibilitasRasa Suhu: Dalam batas normalRasa nyeri: Dalam batas normalRasa Raba: Dalam batas normalFungsi Autonom

BAB LancarBAK Tertahan HEMATOLOGINILAIHEMATOLOGINILAIHb10,26 g/dlGDS166 mg/dLHt34 %Ureum27 mg/dLLeukosit8,0.103/mm3Kreatinin0,41 mg/dLTrombosit275.103U/LEos/Bas/NS/NB/Lim/Mon2/0/74/1/7/12/115. Pemeriksaan Penunjang22Kesimpulan : Chest X-ray normal

MRI Medula Spinalis : Pendesakan medulla spinalis setinggi thoracalis 10-11 dan canalis spinalis setinggi thoracalis 9-12MRI Vertebra Thorakalis : Spondilitis TB setinggi vertebrata thoracalis 10-11 dengan paravertebratal massa disetinggi vertebra thoracalis 9-12MRI Vertebra Lumbosacralis : dalam batas normal.

6. DiagnosisDiagnosis Klinis: Low Back Pain + PararplegiaDiagnosis Etiologi : Mycobacterium TuberculosisDiagnosa Topis: Spondilitis TB Setinggi Thorakal 10- 11 + massa paravertebral Thorakalis 9-12

7. TerapiTerapi Farmakologis :IUFD NacL 0,9% 20 gtt/iRifampisin 10-20 mg/kgBBIsonoazid 5-15 mg/kgBBPirazinamid 15-40 mg/kgBBEtambutol 15-25 mg/kgBBIV Metilprednisolon 125 mg/ 8 jamIV Ranitidin 25 mg(1 Ampul) /12 jamInjeksi Ketorolac 1 amp / 8 jamMecobalamin tablet 3x500 mg

PlanningOperatif : Stabilisasi Posterior

PrognosisQou ad vitam: dubia ad bonamQuo ad functionam: dubia ad malamQuo ad sanactionam: dubia ad malam

Follow UP Pasien.Follow up sebelum LaminectomyTgl 03/09/2015Tgl 12/09/2015S : Nyeri pinggang (+), kebas (+)O : Kes : E4M6V5 TD : 110/80 mmHg HR : 72 x/menit RR : 19 x/menit T : 36,9 CA : 1. Susp HNP L5-S1P: Therapy IVFD nacl 0,9% 20 gtt/iIv ranitidine 1 amp/12 jIv metilprednisolon 125 mg/ 8 jamGabapentin 2 x 100 mgAmitriptilin 2 x 25 mgMecobalamin 3 x 500 mgPlanning:1.Foto MRI Thorakolumbal2. Foto Rontgen ThoraksS : Nyeri pinggang(+), kebas kedua kaki (+)O : Kes : E4M6V5 TD : 100/60mmHg HR : 90 x/menit RR : 20 x/menit T : 36,7CA : 1. Spondilitis TB setinggi Vertebra thorakalis X-XIDengan paravertebral masa setinggi VT 9-12P : Therapy IVFD nacl 0,9% 25 gtt/iIv metilprednisolon 125 mg/ 8 jamIv ranitidine 1 amp/12 jIv Ketorolac 1 amp/8 jGabapentin 2 x 100 mgAmlodipine 2 x 25 mgMecobalamin 3 x 500 mgClobazam 1 x 10 mgRimstar 1x 4 tabInjeksi Streptomisin 750 mg/hariPlanning:Konsul Bedah ortopedi untuk tindakan ortopediMantoux TestTgl 17/09/2015Tgl 22/09/2015S : nyeri pinggang, kebas pada kedua kakiO : Kes : CM TD : 120/80mmHg HR : 80x/menit RR : 20x/menit T : 36,5CA : 1. Spondilitis TBP : Rencana operasi dari bedah ortopedi, Gabapentin 2 x 100 mgMecobalamin 3 x 500 mgAmitriptilin tab 1x25 mgTerapi Rimstar 1 x 4 tabNyeri pinggang, kebas pada kedua kaki (+)O : Kes : CM TD : 110/70mmHg HR : 80x/menit RR : 19/menit T : 36,7CA : 1. Spondilitis TBP : Bed Rest Menolak operasi Therapy Gabapentin 2 x 100 mgMecobalamin 3 x 500 mAmitriptilin tab 1x25 mgTerapi Rimstar 1x4 tabPlanning PBJBAB IIIANALISA KASUSKasusTeoriPada Kasus ini wanita, 41 tahun dengan diagnosa Spondilitis TB.Spondilitis TB merupakan penyakit kronik dan lambat berkembang dengan gejala yang telah berlangsung lama. Usia rata-rata yang terkena spondilitis TB ini adalah 40-50 tahun, namun juga bisa mengenai usia anak-anak yang berkisar antara 1-20 tahun. Prevalensi spondilitis TB pada pria dan wanita, umumnya lebih sering terjadi pada laki-laki dengan perbandingan laki-laki dan wanita 1,5-2:1.KasusTeoriPasien datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri pinggang yang dirasakan sejak 1 tahun dan memberat sejak 1 bulan SMRS. Nyeri dirasakan pasien hilang timbul dan berkurang dengan berbaring dan meminum obat anti nyeri. Berdasarkan literatur, nyeri pinggang merupakan keluhan yang pertama kali muncul pada pasien dengan spondilitis Tb. Nyeri pinggang dapat dirasakan terlokalisir di sekitar lesi atau berupa nyeri menjalar sesuai saraf yang terangsang. Lesi tersebut terjadi akibat fraktur kompresi radiks saraf akibat proses destruksi corpus vertebrata. Karakteristik infeksi TB ditandai adanya destruksi tulang vertebrata yang progresifitasnya berjalan lambat. Destruksi timbul dibagian anterior korpus vertebra disertai osteoporosis regional. Nyeri dirasakan pasien hilang timbul dan berkurang dengan posisi berbaring dan meminum obat anti nyeri. Hal ini dikarenakan, spasme otot-otot punggung yang timbul sebagai suatu mekanisme pertahanan menghindari pergerakan pada vertebrata. Saat istirahat, spasme otot menghilang.

KasusTeoriBerdasarkan anamnesis, Pasien ada mengeluhkan kelemahan pada kedua tungkai sejak 3 bulan SMRSBerdasarkan literature paraplegia y