SPO penyimpanan

download SPO  penyimpanan

of 119

  • date post

    07-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    283
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of SPO penyimpanan

Status DokumenIndukSalinanNo.Distribusi

RSUD CILACAPSTANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PEMILIHAN PERBEKALAN FARMASI

No Dokumen

001/IF/V/2015No Revisi

0Halaman

1/2

STANDAR PROSEDUR OPERASIONALTanggal Terbit

01/05/2015Ditetapkan Direkturdr. NONO RASINO,Sp.OG(K)

PENGERTIANMerupakan proses kegiatan sejak dari meninjau masalah kesehatan yang terjadi dirumah sakit, identifikasi pemilihan terapi, bentuk dan dosis, menentukan kriteria pemilihan dengan memprioritaskan obat esensial, standarisasi sampai menjaga dan memperbaharui standar obat.

TUJUANMendapatkan daftar usulan kebutuhan perbekalan farmasi.

INDIKATORKesesuaian item obat yang tersedia Formularium rumah sakit.

PROSEDUR

1. Dokter mengajukan usulan obat dengan mengisi form usulan obat ke Satuan Medis Fungsional (SMF)

2. SMF menyetujui usulan tersebut dengan menandatangani form usulan tersebut

3. Usulan tersebut diteruskan ke Tim Farmasi danTerapi (TFT)

4. TFT memilih obat berdasarkan seleksi ilmiah, medis, dan statistik yang memberikan efek terapi jauh lebih baik dibandingkan dengan risiko efek samping:

Jenis obat yang dipilih untuk menghindari duplikasi dan kesamaan jenis

Apabila jenis obat dengan indikasi sama dalam jumlah banyak, maka dipilih berdasarkan drugs of choice dari penyakit yang prevalensinya paling tinggi.

Jika ada obat baru, harus ada bukti yang spesifik untuk terapi yang lebih baik

Menghindari penggunaan obat kombinasi kecuali jika obat kombinasi tersebut mempunyai efek yang lebih baik disbanding obat tunggal

5. Kriteria pemilihan Obat untuk masuk Formularium Rumah Sakit:

a. Mengutamakan penggunaan Obat generik;

b. Memiliki rasio manfaat-risiko (benefit-riskratio) yang paling menguntungkan penderita;

c. Mutu terjamin, termasuk stabilitas dan bioavailabilitas;

d. Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan;

e. Praktis dalam penggunaan dan penyerahan;

f. Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh pasien;

g.Memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-costratio) yang tertinggi berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung;

RSUD CILACAPSTANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PEMILIHAN PERBEKALAN FARMASI

No Dokumen

001/IF/V/2015No Revisi

0Halaman

2/2

STANDAR PROSEDUR OPERASIONALTanggal Terbit

01/05/2015Ditetapkan Direkturdr. NONO RASINO,Sp.OG(K)

h. Obat lain yang terbukti paling efektif secara ilmiah dan aman (evidence based medicines) yang paling dibutuhkan untuk pelayanan dengan harga yang terjangkau.

6. Hasil seleksi dirapatkan / didiskusikan dengan dokter-dokter yang mengusulkan sampai diperoleh kesepakatan formularium7. Hasil seleksi berupa usulan spesifikasi perbekalan farmasi tersebut diusulkan tim terpadu perencanaan dan usulan pengadaan.

UNIT TERKAITDokter, SMF, TFT, Tim TerpaduPerencanaan

REFERENSI1. Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2009

2. Peraturan Menteri Kesehatan No.58 Tahun 2014

3. Peraturan Menteri Kesehatan No.63 TAHUN 2014

4. Manual Mutu RSUD Cilacap

Status DokumenIndukSalinanNo.Distribusi

RSUD CILACAPSTANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PERENCANAAN DAN USULAN PENGADAAN

PERBEKALAN FARMASI

No Dokumen

002/IF/V/2015No Revisi

0Halaman

1/2

STANDAR PROSEDUR OPERASIONALTanggal Terbit

01/05/2015Ditetapkan Direkturdr. NONO RASINO,Sp.OG(K)

PENGERTIANMerupakan proses kegiatan dalam pemilihan jenis, jumlah, dan harga perbekalan farmasi yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, untuk menghindari kekosongan obat dengan menggunakan metode yang dapat dipertanggung jawabkan dan dasar-dasar perencanaan yang telah ditentukanantara lain Konsumsi, Epidemiologi, Kombinasi metode konsumsi dan epidemiologi disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

TUJUANMenyusun kebutuhan perbekalan farmasi yang tepat dan sesuai dengan pola penyakit, kebutuhan pelayanan untuk mencegah terjadinya kekosongan, kekurangan atau kelebihan perbekalan farmasi dan meningkatkan penggunaan obat secara rasional

KEBIJAKAN

PROSEDUR1. Melakukan review terhadap: pola penyakit, kemampuan daya beli masyarakat, formularium RS, standar terapi RS, dan kebijakan RS, catatan medik, dan mempertimbangkan anggaran yang tersedia

2. Melakukan analisa untuk menetapkan prioritas dan jumlah sediaan yang akan diadakan.

3. Melakukan evaluasi distributor perbekalan farmasi untuk menjamin keabsahan distributor, ketersediaan barang, persyaratan mutu.

4. Mempertimbangkan distributor yang mampu memenuhi kebutuhan perbekalan farmasi sesuai kemampuan rumahsakit.

5. Kepala Instalasi Farmasi membuat rata rata penggunaan bulanan dan tahunan pengeluaran sediaan farmasi dan alat

6. Tim perencanaan terpadu memasukan data pemakaian ke dalam form perencanaan mengolah data perencanaan sediaan farmasi dan alat kesehatan selama sebulan dan setahun.

7. Menyusun prakiraan perencanaan kebutuhan perbekalan farmasi dan frekuensi pengadaan perbekalan farmasi.

8. Kepala Instalasi Farmasi menginformasikan kepada Kepala Instalasi Radiologi dan Kepala Instalasi Laboratorium untuk membuat perencanaan kebutuhan bulanan dan tahunan.

9. Pedoman perencanaan harus mempertimbangkan:

a. Anggaran yang tersedia;

b. Penetapan prioritas;

RSUD CILACAPSTANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PERENCANAAN DAN USULAN PENGADAAN

PERBEKALAN FARMASI

No Dokumen

002/IF/V/2015No Revisi

0Halaman

2/2

STANDAR PROSEDUR OPERASIONALTanggal Terbit

01/05/2015Ditetapkan Direkturdr. NONO RASINO,Sp.OG(K)

c. Sisa persediaan;

d. Data pemakaian periode yang lalu;

e. Waktu tunggu pemesanan;

f. Rencana pengembangan10. Pembahasan anggaran pengadaan perbekalan farmasi dengan bagian keuangan dan pejabat pembuat komitmen, Kepala Instalasi Farmasi.

11. Tim perencanaan terpadu mengajukan usulan rencana pengadaan perbekalan farmasi12. Tim perencanaan terpadu menyerahkan dan mengusulkan perencanaan bulanan (setiap tanggal 25) dan tahunan kepada Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna Anggaran.

13. Pengguna Anggaran menetapkan rencana pengadaan perbekalan farmasi dan menyerahkan perencanaaan bulanan dan tahunan kepada Pejabat Pembuat Komitmen dan KepalaInstalasiFarmasi.

14. Jumlah pengadaan sesuai dengan kebutuhan dengan Safety Stock 30%.

UNIT TERKAITTim Farmasi dan Terapi, PPK, Kepala Instalasi Farmasi, Bagian Keuangan / Anggaran, Pengguna Anggaran / Kuasa pengguna anggaran.

REFERENSI1. Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2009

2. Peraturan Menteri Kesehatan No.58 Tahun 2014

3. Peraturan Menteri Kesehatan No.63 TAHUN 2014

4. Manual Mutu RSUD Cilacap

Status DokumenIndukSalinanNo.Distribusi

RSUD CILACAPSTANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PERENCANAAN OBAT ANTI TUBERCULOSIS

KATEGORI SUMBANGAN, HIBAH, DROPING

No Dokumen

003/IF/V/2015No Revisi

0Halaman

1/1

STANDAR PROSEDUR OPERASIONALTanggal Terbit

01/05/2015Ditetapkan Direkturdr. NONO RASINO,Sp.OG(K)

PENGERTIANPerencanaan kebutuhan obat anti tuberculosis kategori droping / hibah merupakan kegiatan untuk menentukan jumlah dan periode pengadaan untuk menjamin terpenuhinya kriteria tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu dan efisien. sehingga Obat Anti Tuberculosis kategori sumbangan, hibah, droping dapat sesuai dengan kebutuhan.

TUJUAN1. Menyusun kebutuhan perbekalan farmasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan untuk mencegah terjadinya kekurangan atau kelebihan perperbekalan farmasi dan meningkatkan penggunaan obat secara rasional.

2. Mensukseskan program DOTS nasional

INDIKATORPenyimpangan perencanaan (jumlah item obat dalam perencanaan dibandingkan jumlah item obat kenyataan yang dipakai) maksimal 20-30%.

PROSEDUR

1. Melakukan review terhadap jumlah pasien yang dilayani dengan bulan lalu / sebelumnya dan sisa stok obat.

2. Melakukan analisa untuk menetapkan jumlah dan jenis paket FDC / obat anti tuberculosis lain yang akan diadakan.

3. Menyusun prakiraan perencanaan kebutuhan perbekalan farmasi dan frekuensi pengadaan perbekalan farmasi berdasarkan jumlah sisa stock obat (minimal stock 10%).

4. Rencana pengadaan dibuat untuk tiga bulan sekali atau apabila minimal stock obat tinggal 10%.

5. Menetapkan usulan rencana pengadaan perbekalan farmasi oleh Kepala Instalasi Farmasi.

UNIT TERKAITLogistik Farmasi, Kepala Instalasi Farmasi, Direktur atau bagian umum, Dinas Kesehatan Kabupaten

REFERENSI1. Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2009

2. Peraturan Menteri Kesehatan No.58 Tahun 2014

3. Peraturan Menteri Kesehatan No.13 TAHUN 2013

4. Manual Mutu RSUD Cilacap

Status DokumenIndukSalinanNo.Distribusi

RSUD CILACAPSTANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PERENCANAAN OBAT ANTI RETROVIRAL (ARV) KATEGORI DROPING/ HIBAH

No Dokumen

004/IF/V/2015No Revisi

0Halaman

1/1

STANDAR PROSEDUR OPERASIONALTanggal Terbit

01/05/2015Ditetapkan Direkturdr. NONO RASINO,Sp.OG(K)

PENGERTIANPerencanaan kebutuhan obat anti retroviral (ARV) kategori droping/ hibah merupakan kegiatan untuk menentukan jumlah dan periode pengadaan untuk menjamin terpenuhinya criteria tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu dan efisien sehingga obat anti retroviral kategori sumbangan, hibah, droping dapat sesuai dengan kebutuhan.

TUJUAN1. Menyusun kebutuhan perbekalan farmasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan untuk mencegah terjadinya kekurangan atau kelebihan obat anti retroviral dan meningkatkan pe