Spesifikasi Teknis Jalan

download Spesifikasi Teknis Jalan

of 22

  • date post

    15-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    911
  • download

    287

Embed Size (px)

description

spesifikasi teknis

Transcript of Spesifikasi Teknis Jalan

  • SPESIFIKASI TEKNIS JALAN

    Pasal 1PEKERJAAN YANG DILAKSANAKAN

    Item pekerjaan yang dilaksanakan disesuaikan dengan yang tercantum dalam RAB,diantaranya meliputi pekerjaan:

    1 Pekerjaan Telford234567891011

    Pekerjaan LPA Klas B atau CPekerjaan Beton (Pelebaran)Pekerjaan Lapis Perekat / Resap PengikatPekerjaan Lapis BurtuPekerjaan Lapis BurdaPekerjaan Latasir ManualPekerjaan Lataston Lapis Aus (HRS WC) atau Laston (AC-Base)Lapis Pondasi Atas Bersemen (Cement Treated Base) (CTB)Pekerjaan PasanganPekerjaan Plesteran/Acian

    Pasal 2LOKASI PEKERJAAN

    Lokasi Pekerjaan ( disesuaikan dengan yang tercantum dalam RAB )

    Pasal 3UKURAN / KETENTUAN POKOK

    1. Semua yang dikerjakan harus sesuai dengan isi acara kerja ini berikut gambar-gambarkerja/lampiran dan penjelasan serta petunjuk direksi/pengawas.

    2. Selama inti dan maksud yang terkandung tidak bertentangan dengan acara kerja ini, makayang berlaku dan mengikat adalah ketentuan-ketentuan dalam :a. Rencana kerja dan syarat-syarat pekerjaan ini.b. Gambar rencana dan gambar detail serta gambar yang diusulkan kemudian oleh

    direksi.c. Berita acara penjelasan pekerjaan (Risalah Aanwijzing).d. Penjelasan/petunjuk dan perintah direksi pada waktu pekerjaan sedang dilaksanakan.

    3. Ukuran pokok yang belum tercantum dalam gambar rencana dapat ditanyakan kepadapengawas lapangan.

    4. Pemborong wajib mencocokkaan ukuran dalam gambar, jika terdapat selisih/perbedaanagar segera memberitahukan kepada pengawas lapangan.

    Pasal 4PENYIAPAN BADAN JALAN

    Penyiapan Badan Jalana. Pekerjaan ini mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan tanah dasar

    atau permukaan jalan kerikil lama, untuk penghamparan Lapis Pondasi Agregat, LapisPondasi Jalan Tanpa Penutup Aspal, Lapis Pondasi Beraspal di daerah jalur lalu lintas .

  • SPESIFIKASI TEKNIS FLEXIBLE PAVEMENT

    DPU KAB. PEKALONGAN TAHUN 2015 2

    b. Untuk jalan kerikil, pekerjaan dapat juga mencakup perataan berat dengan motor graderuntuk perbaikan bentuk dengan atau tanpa penggaruan dan tanpa penambahan bahan baru.

    c. Pekerjaan ini meliputi galian minor atau penggaruan serta pekerjaan timbunan minor yangdiikuti dengan pembentukan, pemadatan, pengujian tanah atau bahan berbutir, danpemeliharaan permukaan yang disiapkan sampai bahan perkerasan ditempatkan diatasnya,yang semuanya sesuai dengan Gambar dan Spesifikasi ini atau sebagaimana yangdiperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.

    Pasal 5PEKERJAAN LAPIS PONDASI ATAS DAN BAWAH

    1. URAIANPekerjaan ini meliputi pemasokan, pemprosesan, pengangkutan, penghamparan,pembasahan dan pemadatan agregat bergradasi di atas permukaan yang telah disiapkandan telah diterima sesuai dengan detil yang ditunjukkan dalam Gambar dan memeliharalapis pondasi agegrat yang sesuai.

    Pekerjaan Telford merupakan pekerjaan lapis pondasi bawah dimana meliputi pasir urug,batu belah dan batu pecah, biasanya dikerjakan pada jalan baru dan jalan dengankerusakan sangat berat.

    2. BAHANa. Permukaan lapis akhir harus sesuai dengan Gambar, dengan toleransi di bawah ini :

    Bahan dan lapis Pondasi Agregat Toleransi TinggiPermukaan

    Lapis pondasi Agregat Klas A, B, & C digunakansebagai lapis Pondasi Bawah ( hanya sebagaipermukaan atas dari lapis Pondasi bawah )

    + 0 cm- 2 cm ( Klas B )- 1 cm ( Klas A )

    b. Pada permukaan semua Lapis Pondasi Agregat tidak boleh terdapat ketidakrataanyang dapat menampung air dan semua punggung (camber) permukaan itu harus sesuaidengan yang ditunjukkan dalam Gambar.

    c. Tebal total minimum Lapis Pondasi Agregat Kelas A dan Kelas B tidak boleh kurangsatu sentimeter dari tebal yang disyaratkan.

    d. Bahan Lapis Pondasi Agregat harus dipilih dari sumber yang disetujui.e. Kelas Lapis Pondasi Agregat Terdapat dua kelas yang berbeda dari Lapis Pondasi

    Agregat yaitu Kelas A dan Kelas B. Pada umumnya Lapis Pondasi Agregat Kelas Aadalah mutu Lapis Pondasi Atas untuk suatu lapisan di bawah lapisan beraspal, danLapis Pondasi Agregat Kelas B adalah untuk Lapis Pondasi Bawah. Lapis PondasiAgregat Kelas B boleh digunakan untuk bahu jalan tanpa penutup aspal denganpermukaan akhir yang telah dipadatkan tidak boleh berbeda lebih dari 1,5 cm darielevasi rancangan.

    f. Sifat-sifat Bahan Yang Disyaratkan Seluruh Lapis Pondasi Agregat harus bebas daribahan organik dan gumpalan lempung atau bahan-bahan lain yang tidak dikehendakidan setelah dipadatkan harus memenuhi ketentuan gradasi

    g. Pencampuran Bahan Untuk Lapis Pondasi Agregat, untuk memenuhi ketentuan yangdisyaratkan harus dikerjakan di lokasi instalasi pemecah batu atau pencampur yang

  • SPESIFIKASI TEKNIS FLEXIBLE PAVEMENT

    DPU KAB. PEKALONGAN TAHUN 2015 3

    disetujui, dengan menggunakan pemasok mekanis yang telah dikalibrasi untukmemperoleh aliran yang menerus dari komponen-komponen campuran denganproporsi yang benar. Dalam keadaan apapun tidak dibenarkan melakukanpencampuran di lapangan.

    3. PELAKSANAAN PEKERJAAN :a. Lapis Pondasi Agregat tidak boleh ditempatkan, dihampar, atau dipadatkan sewaktu

    turun hujan, dan pemadatan tidak boleh dilakukan setelah hujan.b. Bilamana Lapis Pondasi Agregat akan dihampar pada suatu lapisan perkerasan lama

    atau tanah dasar baru yang disiapkan atau lapis pondasi yang disiapkan, maka lapisanini harus diselesaikan sepenuhnya, sesuai sesuai pada lokasi dan jenis lapisan yangterdahulu.

    c. Lapis Pondasi Agregat harus dibawa ke badan jalan sebagai campuran yang meratadan harus dihampar .Kadar air dalam bahan harus tersebar secara merata. Setiap lapisharus dihampar pada suatu operasi dengan takaran yang merata agar menghasilkantebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan. Bilamana akandihampar lebih dari satu lapis, maka lapisan lapisan tersebut harus diusahakan samatebalnya.

    d. Pondasi Agregat harus dihampar dan dibentuk dengan salah satu metode yangdisetujui yang tidak meyebabkan segregasi pada partikel agregat kasar dan halus.Bahan yang bersegregasi harus diperbaiki atau dibuang dan diganti dengan bahanyang bergradasi baik.

    e. Tebal padat minimum untuk pelaksanaan setiap lapisan harus dua kali ukuran terbesaragregat lapis pondasi.

    f. Segera setelah pencampuran dan pembentukan akhir, setiap lapis harus dipadatkanmenyeluruh dengan alat pemadat yang cocok dan memadai dan disetujui oleh DireksiPekerjaan, hingga kepadatan paling sedikit 100 % dari kepadatan kering maksimummodifikasi.

    g. Operasi penggilasan harus dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demisedikit ke arah sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yangbersuperelevasi, penggilasan harus dimulai dari bagian yang rendah dan bergeraksedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi. Operasi penggilasan harus dilanjutkansampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapis tersebut terpadatkan secaramerata.

    4. PENGENDALIAN MUTUa. Jumlah data pendukung pengujian bahan yang diperlukan untuk persetujuan awal

    harus seperti yang diperintahkan Direksi Pekerjaan, namun harus mencakup seluruhjenis pengujian yang disyaratkan minimum pada tiga contoh yang mewakili sumberbahan yang diusulkan, yang dipilih untuk mewakili rentang mutu bahan yang mungkinterdapat pada sumber bahan tersebut.

    b. Setelah persetujuan mutu bahan Lapis Pondasi Agregat yang diusulkan, seluruh jenispengujian bahan akan diulangi lagi, bila menurut pendapat Direksi Pekerjaan, terdapatperubahan mutu bahan atau metode produksinya.

    c. Suatu program pengujian rutin pengendalian mutu bahan harus dilaksanakan untukmengendalikan ketidakseragaman bahan yang dibawa ke lokasi pekerjaan. Pengujianlebih lanjut harus seperti yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan tetapi untuk setiap1000 meter kubik bahan.

    d. Kepadatan dan kadar air bahan yang dipadatkan harus secara rutin diperiksa,mengunakan SNI 03-2827-1992. Pengujian harus dilakukan sampai seluruh

  • SPESIFIKASI TEKNIS FLEXIBLE PAVEMENT

    DPU KAB. PEKALONGAN TAHUN 2015 4

    kedalaman lapis tersebut pada lokasi yang ditetapkan oleh Direksi Pekerjaan tetapitidak boleh berselang lebih dari 200 m.

    e. Pengendalian LapanganPengujian-pengujian lapangan berikut ini harus dilakukan untuk memenuhipersyaratan Spesifikasi. Membuat lubang uji dan pengisian kembali dengan bahanlapis pondasi atas dipadatkan dengan baik, harus dilaksanakan oleh Kontraktor dibawah pengawasan Direksi Teknik

    Pesyaratan Pengendalian Lapangan

    TEST PENGENDALIAN PROSEDURa. Ketebalan dan keseragaman lapis

    pondasi atas

    b. Test pemadatan lapis pondasi atas(dengan cara kerucut pasir)AASHTO T 191 PB 0403 76

    Pemerikasaan Visual setiap hari &pengukuran ketebalan harus dilakukanuntuk setiap 200 m panjang lapis pondasiyang terpasang

    Test kepadatan di tempatDilaksanakan untuk setiap 200 m panjangjalan.

    5. DASAR PEMBAYARANDasar pembayaran yang digunakan adalah per meter kubik sesuai dengan pelaksanaanlapangan

    Pasal 6PEKERJAAN BETON

    1. URAIANa. Pekerjaan yang disyaratkan dalam Seksi ini harus mencakup pelaksanaan seluruh

    struktur beton, termasuk tulangan, struktur pracetak dan komposit, sesuai denganSpesifikasi dan sesuai dengan garis, elevasi, kelandaian dan dimensi yang ditunjukkandalam Gambar, dan sebagaimana yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan.

    b. Pekerjaan ini harus meliputi pula penyiapan tempat kerja untuk pengecoran beton,pemeliharaan pondasi, pengadaan lantai kerja, pemompaan atau tindakan lain untukmempertahankan agar pondasi tetap kering.

    c. Mutu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian dari pekerjaan dalamKontrak haruslah seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau Seksi lain yangberhubungan dengan Spesifikasi ini, atau sebagaimana diperintahkan oleh DireksiPekerjaan.

    d. Khusus untuk pelaksanaan beton dengan mutu sesuai RAB (pelebaran)diharuskan menggunakan pencampuran off-site/ready mix deng