Spektrum Frekuensi Radio

download Spektrum Frekuensi Radio

of 29

  • date post

    24-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    112
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Spektrum Frekuensi Radio. A. Pengertian Spektrum frekuensi radio adalah: “ susunan pita frekuensi radio yang mempunyai frekuensi lebih kecil dari 3000 GHz sebagai satuan getaran gelombang elektromagnetik, merambat dan terdapat di dalam dirgantara (ruang udara dan antariksa )” - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of Spektrum Frekuensi Radio

  • Spektrum Frekuensi RadioA. Pengertian

    Spektrum frekuensi radio adalah:susunan pita frekuensi radio yang mempunyai frekuensi lebih kecil dari 3000 GHz sebagai satuan getaran gelombang elektromagnetik, merambat dan terdapat di dalam dirgantara (ruang udara dan antariksa)

    Frekuensi adalah banyaknya gelombang per detik dengan satuan hertz (Hz).1 Hz = 1 gelombang per detik, 5 Hz = 5 gelombang per detik

  • (Sumber: ninastd.ngeblogs.com)

  • Berdasarkan ITU Radio Regulation, frekuensi yang digunakan untuk komunikasi radio adalah sebagai berikut:

    Tabel 1. Klasifikasi Spektrum Frekuensi

    Nomor BandKlasifikasiAkronimFrekuensi4very low frequencyVLF3 kHz - 30 kHz5low frequencyLF30 kHz - 300 kHz6medium frequencyMF300 kHz - 3000 kHz7high frequencyHF3 MHz - 30 MHz8very high frequencyVHF30 MHz - 300 MHz9ultra high frequencyUHF300 MHz - 3000 MHz10super high frequencySHF3 GHz - 30 GHz11extra high frequencyEHF30 GHz - 300 GHz12...300 GHz - 3000 GHz

  • (Sumber: www.edskywalker.co.cc)

  • (Sumber: cmsz.wordpress.com )

  • Karakteristik beberapa jenis frekuensi:

    Frekuensi tinggi (HF)Gelombang dapat dipantulkan sempurna oleh lapisan ionosfer atmosfer bumi dan juga oleh tanah sehingga jarak propagasi menjadi sangat jauh (ribuan km).Aplikasi: siaran radio VOA, NHK Jepang, ABC Australia, dapat diterima di Indonesia lewat penerima SW (short wave).

    Frekuensi menengah (MF)Gelombang tidak terlalu sempurna dipantulkan oleh ionosfer dan tanah serta menimbulkan derau. Jarak jangkauan terbatas beberapa ratus kilometer.

  • Frekuensi sangat tinggi (VHF)Perambatannya seperti cahaya, namun tidak dipantulkan oleh ionosfer. Jarak yang dicapai tidak terlalu jauh.

    Semakin tinggi frekuensi maka akan semakin sulit dipantulkan oleh ionosfer. Maka dalam komunikasi gelombang mikro (microwave) disyaratkan Line of Sight (LOS), yakni antena pemancar dan penerima harus bisa saling melihat tanpa terhalang lengkung bumi.

    Di lapisan ionosfer, terjadi beberapa lapisan udara yang terionisir karena pengaruh sinar ultraviolet matahari dengan cirinya sebagai berikut:

  • 1.Lapisan D (lapisan paling dekat dari permukaan bumi)- hanya timbul di siang hari, dengan tinggi 60-90 km, ketebalan rata-rata = 10 km- meredam frekuensi menengah (MF) dan sebagian frekuensi tinggi (HF)

    2. Lapisan E - tinggi 90-130 km, ketebalan rata-rata = 25 km- memiliki frekuensi kritis sekitar 4 MHz- range maksimum untuk gelombang mengalami sekali pantul (single hop) sekitar 2350 km.

    3. Lapisan F1- hanya ada pada siang hari dengan tinggi sekitar 170-230 km, ketebalan rata-rata siang hari 20 km- memiliki range maksimum untuk single hop = 3000 km

  • 4. Lapisan F2- tinggi sekitar 250-400 km pada siang hari, dan sekitar 300 km pada malam hari, tebal bisa mencapai > 200 km- memiliki frekuensi kritis sekitar 8 MHz pada siang hari, dan sekitar 6 MHz pada malam hari- range maksimum untuk single hop sekitar 3840 km pada siang hari, dan 4200 km pada malam hari

    Catatan:pada malam hari lapisan F1 dan F2 bergabung menjadi satu dan disebut lapisan F saja (tempat terjadinya pantulan utama)Frekuensi kritis adalah frekuensi maksimum di mana gelombang radio masih dapat dipantulkan

  • Khusus bagi komunikasi satelit, pembagian kelas frekuensi kerjanya pun telah diatur seperti pada tabel berikut:

    Sheet1

    Tabel 2. Kelas Frekuensi Satelit Komunikasi

    BandUplink (GHz)Downlink (GHz)

    C5,925 - 6,4253,70 - 4,20

    Ku14,00 - 14,5011,70 - 12,20

    Ka27,50 - 31,0017,70 - 21,20

    Sheet2

    Sheet3

  • Prinsip kerja satelit komunikasi sebenarnya hampir sama atau merupakan stasiun relay/repeater/ dari gelombang mikro. Transponder yang ada di satelit berfungsi untuk menguatkan sinyal dan mengubah frekuensinya. Oleh transponder, sinyal tersebut akan dikirimkan kembali ke stasiun bumi penerima dengan menggunakan frekuensi kerja yang dinamakan downlink

    Dalam Radio Regulation, ITU pun telah membagi spektrum frekuensi ke dalam suatu Tabel Alokasi Frekuensi yang menunjukkan jenis dinas yang diperuntukkan. Berikut adalah salah satu contoh tabel alokasi frekuensi dalam Radio Regulation tersebut:

  • Sheet1

    Tabel 3. Contoh Tabel Alokasi Frekuensi

    MHz

    410 - 470

    Alokasi Untuk Dinas

    Region 1Region 2Region 3

    410 - 420TETAP

    BERGERAK kecuali bergerak penerbangan

    Radiolokasi

    S5.269 S5.270 S5.271

    455 - 456455 - 456455 - 456

    TETAPTETAPTETAP

    BERGERAKBERGERAKBERGERAK

    BERGERAK-SATELIT

    (Bumi ke Angkasa)

    S5.209 S5.271 S5.286AS5.209 S5.271 S5.286AS5.209 S5.271 S5.286A

    S5.286B S5.286C S5.286ES5.286B S5.286CS5.286B S5.286C S5.286E

    Sheet2

    Sheet3

  • Keterangan tabel 3:1. Tabel 3 mengatur alokasi pita frekuensi 410 470 MHz

    2. Region 1, 2, 3 adalah wilayah negara berdasarkan pembagian ITU

    3. Angka 410-420, 420-430, dst hingga 460-470 adalah alokasi pita frekuensi. Pita ini oleh negara dibagi dalam bentuk kanal frekuensi (channel frequency) yang dapat dimohonkan oleh penyelenggara telekomunikasi untuk dipergunakan sesuai dinasnya.

    4. Kata bergerak (mobile), radiolokasi (radio-location), tetap (fixed), bergerak-satelit (mobile-satellite), atau amatir adalah jenis-jenis dinas telekomunikasi yang dapat menggunakan frekuensi yang ditunjuk (kanal).

    5. Pengkodean S 5.269 atau S 5.270, dst sampai dengan S 5.290 adalah nomor catatan kaki dalam Radio Regulation. Isi catatan kaki ini adalah keterangan tambahan, seperti aturan pada

  • negara tertentu, atau klasifikasi dinas yang terbagi atas primer, sekunder, dan seizin (permitted). Sebagai contoh, untuk kode S 5.288 catatan kaki tersebut berbunyi, In the territorial waters of the United States and the Philippines, the preferred frequencies for use by on board communication stations shall be 457.525 MHz, 457.550 MHz, 457.575 MHz, and 457.600 MHz paired, respectively, with 467.750 MHz, 467.775 MHz, 467.800 MHz, and 467.825 MHz. The characteristics of the equipment used shall conform to those specified in Recommendation ITU-R M.1174.

    6. Jika nama dinas dalam tabel ditulis dengan huruf kapital seluruhnya (contoh: BERGERAK), ini adalah Dinas Primer. Jika ditulis dengan huruf biasa (contoh: Amatir) ini adalah Dinas Sekunder. Apabila ditulis dengan menggunakan garis miring (contoh: /Radiolokasi/), ini adalah Dinas Seizin.

  • 7. Dinas Primer dan Dinas Seizin memiliki hak-hak yang sama kecuali dalam tahap perencanaan frekuensi, di mana Dinas Primer memiliki hak memilih frekuensi lebih dulu dari Dinas Seizin. Sementara itu, bagi stasiun dari Dinas Sekunder ditetapkan bahwa Dinas Sekunder:

    a. tidak boleh menyebabkan harmful interference kepada stasiun Dinas Primer atau Dinas Seizin yang frekuensinya telah ditetapkan atau frekuensi tersebut akan ditetapkan di kemudian hari.b. tidak dapat mengajukan perlindungan terhadap harmful interference dari stasiun dinas primer atau dinas seizin yang frekuensinya telah ditetapkan atau akan ditetapkan di kemudian hari.c. dapat mengajukan perlindungan terhadap harmful interference dari stasiun sejenis atau dinas sekunder lainnya yang frekuensi-frekuensinya akan ditetapkan di kemudian hari.

  • 8. Tabel 3 tersebut menunjukkan antara lain bahwa pada pita frekuensi 410-470 MHz :

    a. frekuensi 410-420 MHz dialokasikan untuk Dinas Tetap dengan status Primer, Dinas Bergerak dengan penunjukan Primer kecuali Bergerak Penerbangan dengan status Sekunder, dan Dinas Penelitian Ruang Angkasa dengan status Primer untuk ketiga Regionb. frekuensi 430-440 MHz dialokasikan untuk Dinas Amatir dan Dinas Radiolokasi dengan status Primer di Region 1, sedangkan pada Region 2 dan 3 Dinas Amatir berstatus Sekunder

    Dalam penataan spektrum frekuensi, ITU Radio Regulation mengenal beberapa istilah khusus, yakni allocation (alokasi), allotment (penjatahan), dan assignment (penunjukan).

  • Allocation (of a frequency band) adalah:entry in the Table of Frequency Allocation of a given frequency band for the purpose of its use by one or more terrestrial or space radio communication services or the radio astronomy service under specified conditions. This term shall also be applied to the frequency band concerned.

    Allotment (of a radio or radio frequency channel) adalah:entry of a designated frequency channel in an agreed plan, adopted by a competent conference, for use by one or more administrations for a terrestrial or space radio communication service in one or more identified countries or geographical areas and under specified conditions. Assignment (of a radio or radio frequency channel) adalah:authorization given by administration for a radio station to use a radio frequency or radio frequency channel under specified conditions.

  • Dari definisi tersebut, terlihat bahwa Alokasi (Allocation) adalah penunjukan alokasi frekuensi dalam Tabel Alokasi Frekuensi (Tabel 3) untuk suatu jenis Dinas Radio. Sedangkan Penjatahan (Allotment) adalah penetapan suatu kanal frekuensi untuk suatu Dinas Radio dalam suatu negara atau daerah.

    Adapun Penunjukan (Assignment) adalah penggunaan spektrum frekuensi atau kanal frekuensi radio yang diberikan oleh administrasi negara kepada suatu stasiun.

  • B. Frekuensi: Sumber Daya Terbatas

    Spektrum frekuensi adalah res communes, yaitu merupakan milik bersama umat manusia (milkiyah ammah / milik umum).

    Dalam berbagai literatur dan regulasi, baik nasional maupun internasional, sering dikatakan bahwa frekuensi adalah sumber daya alam yang terbatas. Namun keterbatasan tersebut berbeda dengan pengertian keterbatasan sumber daya alam lain seperti minyak, yang apabila dipakai terus-menerus cadangannya akan habis.

    Sekalipun frekuensi adalah milik umum, namun karena keterbatasann