Spektrum Edisi Maret

download Spektrum Edisi Maret

of 28

  • date post

    22-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    241
  • download

    12

Embed Size (px)

description

 

Transcript of Spektrum Edisi Maret

  • PROFESIONALISME DOKTERAkankah Hanya Menjadi Pertanyaan?

    SUSUNAN PENGURUS HARIANBPN ISMKI 2013-2014

    Direktur UtamaFatonah Agung Wahyu

    Direktur Utama TerpilihMaria Megilda BosriSekretaris Umum

    Ida Ayu Kemala Wasita ManuabaBendahara Umum

    Tri Umi Maslakhatud DiniyahKa.Div SpektrumShafrizal Razali

    Staff Divisi:Emirza Nur Wicaksono

    Ida Ayu Putri Widya LestariRezita Oktiana Rahmawati

    Maghfirah MahmuddinKenny Cantika

    M. Arif Budi PrakosoUtami Ningsih

    Paulus Pradatama Raga ComeOng Reaya SanyBoma BhaswaraKa.Div Interna

    Gita Eka AyuningtyasKa.Div Eksterna

    Rizka KhairizaKa.Div LitbangArief KurniawamKa.Div DanusDita Septiani

    REDAKSI SPEKTRUM EDISI MARET 2014

    Pimpinan RedaksiIntan Chairrany (FK UNSRI)

    EditorIntan Chairrany (FK UNSRI)

    Emirza Nur W (FK UNISSULA)Desain dan Layout

    Kartika Rahmawati (FK UB)Emirza Nur W (FK UNISSULA)

    Dessy Dwi Zahrina (FK UNSOED)Ida Bagus Ari Sudewa (FK UNUD)

    Indira Khairuna Nasution (FK UISU)Staff Redaksi

    Intan Chairrany (FK UNSRI)Romel Ciptoadi Wijaya (FK UNISMA)

    Dessy Dwi Zahrina (FK UNSOED)Indira Khairuna Nasution (FK UISU)Putri Shafirra Rakita (FK UNSOED)Ida Bagus Ari Sudewa (FK UNUD)Anggi Maulida Hanum (FK UISU)Safitri Nindya Kirana S (FK UB)

    Kartika Rahmawati (FK UB)R.A Endah Jona Sari (FK UNSRI)

    EDITORIAL SPEKTRUM

    KONTENEditorial Spektrum 1

    Apa Kata Mereka? 2

    Dokter Yang Profesional itu Seperti Apa? 3

    Malpraktik Akibat Tindakan Dokter yang Tidak Profesional 7

    Khasiat Akar Licorise bagi Kesehatan 10

    Musim Hujan, Cuaca Ekstrim, Banjir Dimana-mana. Waspadai Leptospira 12

    Dr. dr. H. Yuwono, M.Biomed: Nikmati Momentum, Kunci Membagi Waktu 14

    Ketika Kami Bicara 16

    Musykerwil ISMKI wilayah 3 18

    Muskerwil ISMKI Wilayah 4 20

    ISMKI Peduli Sinabung 21

    Build Your Future Now 22

    Surat (Elektronik) dari Marti 24

    Maret 2014

    Salam Pers Mahasiswa!Semangat pagi para pemuda penerus bangsa! Calon-calon dokter masa depan

    yang sedang menuntut ilmu di seluruh penjuru Nusantara. Indonesia membutuhkan kita, dunia menanti kita, maka persiapkan yang terbaik demi masa depan Indonesia.

    Profesi dokter sekarang sedang dirundung banyak masalah, seperti kriminalisasi dokter, isu malapraktik, dan lain sebagainya. Hal ini membuat profesionalitas dokter semakin menjadi tanda tanya besar di benak masyarakat. Pertanyaan "Seperti apa sebenarnya dokter yang baik?"yang sering diutarakan itu sampai kapan pun tak akan pernah terjawab. Karena "baik" adalah hal yang bersifat relatif dan tidak memiliki ukuran pasti. Yang seharusnya dijadikan pertanyaan adalah "Seperti apa dokter yang profesional?". Dokter adalah profesi yang diakui dan telah terstandar dengan patokan kode etik serta beragam undang-undang yang telah diberlakukan. Seorang dokter yang profesional haruslah memahami kode etik dan undang-undang, serta menguasai keterampilan praktis dan teoritis.

    Teruslah merasa, teruslah berpikir. Koordinasi hati dan otak yang baik tentunya akan menghasilkan dokter-dokter masa depan yang ideal. Majalah SPEKTRUM kali ini akan menghadirkan bahasan dengan tema "Profesionalisme Dokter, Akankah Hanya Menjadi Pertanyaan?"Selamat menikmati!

    Pimpinan Redaksi

    Intan ChairranyFK UNSRI 2012

    Follow Us@Pers_ISMKI

    1 Majalah Spektrum

  • ??

    APA KATA MEREKA?

    DOKTER YANG PROFESIONAL ATAU PRODUKTIF?LALU

    DOKTER PROFESIONAL MENURUTMU SEPERTI APA?

    FARAH SONYA ANASTASYAFakultas Kedokteran UMJ 2010

    Dokter yang profesional, Karena kalau dokter yang profesional lama-lama pasti jadi produktif. Lalu, dokter profesional itu adalah dokter yang selalu menerapkan 4 kaidah dasar kedokteran. Apa saja? Beneficence, Nonmalficence, Autonomy,dan Justice.

    Dokter yang profesional, Karena dengan kerja kita yang profesional secara otomatis dia menghasilkan dan produktif, lalu dokter yang profesional adalah dokter yang menerapkan 5 stars doctor yaitu care provider, community leader, decision maker, manager, dan comunicator

    Dokter yang profesional, Karena kalau dokter yang profesional mungkin nantinya bisa jadi produktif. Lalu, dokter profesional itu adalah dokter yang bekerja sesuai standar kemampuan dan kompetensi yang dimiliki oleh dokter itu

    ANNA R FADHILLAHFakultas Kedokteran UII 2011

    MEGA FITRIAN DEWIFakultas Kedokteran UWKS 2013

    Majalah Spektrum2

    Maret 2014

  • Dokter adalah profesi yang dipandang ada kemungkinan kita terpengaruh keinginan mulia oleh sebagian besar orang. Dokter masyarakat banyak. Namun, keinginan merupakan tenaga kesehatan baris pertama yang masyarakat sangat beragam dan dapat berinteraksi dengan pasien baik secara fisik berfluktuasi. Terlalu mengikuti apa kata maupun emosi serta memberikan opsi-opsi masyarakat justru bisa membuat diri kita bingung penyembuhan atas keluhan-keluhan yang dan profesi kita berjalan tidak tentu arah. Hal ini diajukan oleh pasien. Namun, jika mengingat didukung oleh Atya Shabrina, National kembali berita-berita yang ditayangkan di TV, Coordinator of Medical Education and Profession profesi dokter sempat terguncang oleh terjadinya ISMKI. Jika ingin menjadi dokter yang sesuai peristiwa kriminalisasi dokter Ayu dkk beberapa dengan apa yang diharapkan masyarakat, sampai bulan lalu. Ditambah lagi dengan kembali akhir hayat harapan itu tidak akan tercapai. People diungkapnya beberapa dokter yang disinyalir will keep judge you whether you are right or melakukan malapraktik. wrong, ucap Atya. Perlu diingat pula bahwa Peristiwa-peristiwa tidak mengenakkan dokter seharusnya memegang asas evidence-yang menimpa para dokter memiliki beragam based medicine, bukan menuruti apa kata faktor pemicu. Berbagai kasus kematian pasien masyarakat yang notabene tidak semua paham diduga disebabkan oleh kesalahan diagnosa, dunia kedokteran. Oleh karena itu, adalah kesalahan prosedur, alergi obat, dan lain-lain bijaksana jika kita menggunakan istilah 'dokter selain penyakit itu sendiri. Pada kasus yang profesional' ketimbang 'dokter yang baik'. kriminalisasi dokter Ayu dkk, meski awalnya Apa itu profesional? Profesional berarti orang dianggap sebagai akibat kesalahan prosedur yang termasuk dalam suatu kelompok profesi, operasi sang dokter, belakangan justru lebih memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan d ipandang sebaga i ak iba t t e r jad inya khusus yang diperoleh dari studi jangka panjang miskomunikasi antara dokter dan pasien serta dan mendalam serta digunakan untuk memberi keluarganya. Kendati demikian, terjadinya kebaikan pada anggota masyarakat lainnya. kasus-kasus yang menimpa dunia kedokteran Pengetahuan, sikap, dan keterampilan khusus sedikit banyak telah menurunkan kepercayaan yang diterapkan itulah yang menunjukkan ciri masyarakat terhadap para dokter. Masyarakat khas dari seorang dokter profesional. D o k t e r menjadi ragu untuk memeriksakan diri ke dokter yang profesional harus memiki kompetensi dasar dan lebih memilih memeriksakan diri ke baik dalam teori maupun praktik. Selain itu, ada penyedia layanan pengobatan alternatif. Mereka standar, aturan, dan prosedur yang harus dijadikan juga was-was, apakah mereka akan ditangani pegangan selama menjalani profesinya. Kesemua dengan baik atau justru akan terjadi hal-hal yang ini dimaksudkan agar dokter tidak melenceng dari tidak diinginkan juga pada mereka. Berbagai jalur profesinya serta untuk menjaga legalitas kasus ini membuat publik bertanya-tanya, setiap tindakan dokter. Sejatinya, apabila seorang sesungguhnya dokter yang baik itu seperti apa? dokter telah melakukan suatu tindakan sesuai Istilah 'dokter yang baik' mungkin bisa prosedur dan kompetensinya serta mematuhi dikatakan memberi kesan yang ambigu dan aturan yang berlaku, dokter tersebut sudah dapat relatif. Sesuatu yang baik menurut seseorang bisa disebut profesional dan terlindungi secara hukum. saja merupakan hal yang buruk di mata orang \Apabila pada suatu ketika seorang dokter sudah lain. Jika kita berpacu menjadi dokter yang baik, melaksanakan kewajiban sesuai prosedur namun-

    SEPERTI APAKAH DOKTER YANG PROFESIONAL ITU?Ida Bagus Ari Sudewa (Fakultas Kedokteran Universitas Udayana)

    3 Majalah Spektrum

    Maret 2014 LAPORAN UTAMA

  • gagal menyelamatkan pasien, dokter tersebut sudah memiliki KODEKI yang mengatur tentang tidak diberi sanksi karena tidak melakukan pelayanan, standar, sampai menyangkut kesalahan apa-apa. Jika hal ini masih juga dibawa malapraktik. KODEKI merupakan kumpulan ke ranah hukum maka kemungkinan besar peraturan etika profesi yang akan digunakan penyebabnya adalah kekecewaan keluarga pasien sebagai tolak ukur perilaku ideal/optimal dan semata. Hal ini dipengaruhi paradigma penahan godaan penyimpangan profesi masyarakat bahwa dokter harus bisa perorangan dokter yang merupakan pengabdi menyembuhkan pasien, disamping adanya profesi di Indonesia. KODEKI disusun dengan Undang-Undang yang mengatur kebebasan harapan dapat menjadi pedoman sikap, tindak, warga negara. Paradigma ini memang belum bisa dan perilaku dokter Indonesia, menjadi tonggak dihindari, karena bagaimanapun masyarakat kebenaran etis praktek kedokteran, dan menjadi menaruh harapan yang tinggi dari seorang dokter. penuntun dalam penyelesaian konflik etikolegal. Ketika nasib seorang pasien sedang diujung Jika keseluruhan ini KODEKI itu dirangkum, tanduk, dokterlah yang menjadi tumpuan secara garis besar akan didapat bahwa etik itu keluarga untuk menyelamatkan pasien tersebut. menyangkut dua hal, yaitu sebagai berikut.Bila dokter gagal memenuhi harapan mereka, 1. Etik jabatan kedokteran yang membahas mereka bisa frustrasi dan melimpahkan

    masalah yang berkaitan dengan sikap kekesalan pada dokter tersebut. dokter terhadap teman sejawat, para rekan Media juga berperan dalam memengaruhi kerjanya, serta terhadap masyarakat & opini publik ter