Speech Delay

of 38 /38
SMF/Lab Ilmu Kesehatan Anak Tutorial Kasus Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman DEVELOPMENTAL DELAY Disusun oleh M. Rozaqy Ishaq 0910015056 Pembimbing dr. William S. Tjeng, Sp. A 1

Embed Size (px)

Transcript of Speech Delay

SMF/Lab Ilmu Kesehatan AnakTutorial KasusFakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

DEVELOPMENTAL DELAY

Disusun olehM. Rozaqy Ishaq 0910015056

Pembimbingdr. William S. Tjeng, Sp. A

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik Pada SMF/Laboratorium Ilmu Kesehatan AnakProgram Studi Profesi DokterFakultas Kedokteran Universitas Mulawarman2014

BAB ILAPORAN KASUS

1.1 Anamnesis Anamnesa dilakukan di ruang Melati RSUD.A.W.Sjahranie pada tanggal 14 Februari 2014. Sumber : Autoanamnesa dan Alloanamnesa (ibu kandung & ayah kandung)

Identitas PasienNama : An. FNUmur: 3 tahun Jenis Kelamin: laki-lakiAlamat: Pahlawan 2 RT 27No. Rekam Medik: 747050Masuk Rumah Sakit: 11 Februari 2014

Identitas Orang TuaNama : Tn. NJenis Kelamin: laki-lakiAlamat: Pahlawan 2 RT 27Pekerjaan: swt

Nama : Ny. MRJenis Kelamin: perempuanAlamat: Pahlawan 2 RT 27Pekerjaan: IRT

Keluhan UtamaKejang

Riwayat Penyakit SekarangPasien mengalami kejang 1 x SMRS, kejang yang dialami pasien bersifat general, dan berlangsung 1 menit. Ketika ditanya, keluarga pasien menyangkal pernah mengalami trauma kepala, dan riwayat kejang sebelumnya. Pasien demam sejak 1 hari SMRS. Demam tiba-tiba tinggi dan suhunya naik turun. Batuk berdahak dan pilek 1 hari SMRS. Riwayat biru pada saat lahir disangkal oleh keluarga.

Riwayat Penyakit DahuluTidak pernah mengalami keluhan yang serupa

Riwayat Penyakit KeluargaTidak ada keluarga yang memiliki keluhan serupa.

Pemeliharaan PrenatalPeriksa di: BidanPenyakit Kehamilan: tidak adaObat-obat yang di minum: Vitamin dari Puskesmas Riwayat KelahiranLahir di : bidanDitolong : bidanBerapa bulan dalam kandungan: 9 bulan Jenis partus: spontan

Pemeliharaan PostnatalPeriksa di : PuskesmasKeadaan anak: sehat

Keluarga BerencanaYa/Tidak : tidakMemakai sistem: -Sikap dan kepercayaan : -

Pertumbuhan dan perkembangan anakBerat badan lahir : Keluarga LupaPanjang badan lahir : Keluarga LupaBerat badan sekarang: 10 kgTinggi badan sekarang: 85 cmGigi keluar: Keluarga LupaTersenyum: Keluarga LupaMiring: Keluarga LupaTengkurap: 8 bulanDuduk: -Merangkak: -Berdiri: 2 tahun Berjalan: 2 tahun 9 bulanBerbicara dua suku kata: -Sekolah: -

Makan dan minum anakASI: (+) Susu Formula: Nutrilon Soya sejak usia 2 minggu takaran ibu lupaBuah : pisang usia 5 bulanBubur susu: mulai usia 5 bulanTim saring: mulai usia 5 bulanMakanan padat dan lauknya: 1 tahun

Imunisasi ImunisasiUsia saat imunisasi

IIIIIIIV

BCG-//////////////////////////////

POLIO----

CAMPAK--////////////////////

DPT---//////////

Hepatitis B---//////////

Tifoid ----

1.2 Pemeriksaan FisikPemeriksaan fisik dilakukan di ruang Melati RSUD.A.W.Sjahranie pada tanggal 14 Februari 2014Keadaan Umum: sakit sedangKesadaran: Compos MentisTanda-tanda Vital: Tekanan Darah : -Nadi: 95 x/menit, reguler, kuat angkatFrekuensi Napas : 30 x/menit, teraturTemperatur: 37,0 oCStatus Gizi: BB = 10 Kg TB = 85 cmBMI =10/(0.85 x 0.85) = 13.84

Kepala/leherRambut merah: -Ubun-ubun cekung :-Mata: konjungtiva anemis (-/-), skera ikterik (-/-), refleks cahaya (+/+), mata cowong (-/-), edem palpebra (-/-), wajah edem (-).Hidung: sumbat (-), sekret (-), napas cuping hidung (-)Telinga: bersih, sekret (-)Mulut: bibir lembab, lidah bersih, pembesaran tonsil (-), perdarahan pada gusi (-).Leher: kaku kuduk (-), pembesaran kelenjar (-)

ThoraxPulmoInspeksi= gerakan simetris D=S, retraksi ICS (-),retraksi suprasternal (-), retraksi subcosta (-),Palpasi= pelebaran ICS (-), fremitus raba D=SPerkusi= sonor Auskultasi= vesikuler (+), rhonki (-/-), wheezing (-)

CorInspeksi: IC tampak di ICS V MCL sinistra dibawah papila mammaePalpasi: IC teraba di ICS V MCL sinistra dibawah papila mammae, pulsasi letak ApexPerkusiBatas Kanan: ICS V Parasternal Line DextraApex: ICS V 2 jari medial MCL SinistraAuskultasi: S1S2 tunggal, regular, murmur (-), gallop (-)AbdomenInspeksi = flat, turgor kulit normal, pelebaran vena (-), Palpasi= Soefl, nyeri tekan (-), massa (-), Hepar /Lien tak teraba.Perkusi= Timpani, shifting dullness (-), fluid wafe (-)Auskultasi= Bising usus (+) normalEkstremitas 55

55

--

--

Edema MMT

SuperiorInferior

Ekstremitas hangatEdem (-)Sianosis (-)Palmar eritema (-)Ekstremitas hangatEdem (-)Sianosis (-)Palmar eritema (-)

Denver Developmental Screening Test Gross motoric: 2 tahun Fine motoric: 2 tahun Social: 2 tahun Language: 3 bulan

1.3 Pemeriksaan PenunjangLaboratorium tanggal 11 Februari 2014HasilNilai Normal

Darah lengkap

Leukosit10.5004000-10.000

Hemoglobin12.911-16

Hematokrit34.437-54

Trombosit211.000150.000-450.000

GDS10660-150 mg/dl

Laboratorium tanggal 27 januari 2014HasilNilai Normal

Darah lengkap

Leukosit13.0004000-10.000

Hemoglobin11.211-16

Hematokrit30.737-54

Trombosit310.000150.000-450.000

Laboratorium 14 Februari 2014HasilNilai Normal

Darah lengkap

Leukosit71004000-10.000

Hemoglobin9.411-16

Hematokrit29.337-54

Trombosit203.000150.000-450.000

Salmonella typhi :NegativeDengue IgG :NegativeDengue IgM :Negative

1.4 DiagnosisKDS + Speech Delay

1.5 Penatalaksanaan

IGD

Konsul dr. Sp.A : RL 12 tpm Amoxicillin 3 x 1 cth Ambroxol 3 x 1 cth Diazepam 3 x 2,5 mg

16

TanggalPerjalanan PenyakitTindakan yang diberikanLain-lain

11 Februari 2014S :

O :

A: Demam naik turun, kejang (-), batuk (+), pilek (+), belum bisa berbicaraCM. N 88x/I, RR 26x/I, T 37.40C. Ane (-/-), sia (-/-) , rho (-/-), Whe (-/-), , akral hangat (+)

KDS + Developmental Delay RL 12 tpm Amoxicillin 3 x 1 cth Ambroxol 3 x 1 cth Diazepam 3 x 2,5 mg-

12 Februari 2014S :

O :

A: Demam naik turun, kejang (-), batuk (+), pilek (+)CM. N 82x/I, RR 22x/I, T 36,80C. Ane (-/-), sia (-/-) , rho (-/-), Whe (-/-), akral hangat (+)

KDS + Developmental Delay Terapi lanjut

-

13 Februari 2014S :

O :

A :

Demam(-), kejang (-), batuk (+), pilek (-), BAB CairCM. N 86x/I, RR 24x/I, T 37,10C. Ane (-/-), sia (-/-) , rho (-/-), Whe (-/-), akral hangat (+)KDS + Developmental Delay Terapi lanjut Cek DL, Widal, IgG&IgM

14 Februari 2014S :

O :

A: Demam (-), kejang (-), batuk (+), pilek (-)

CM. N 88x/I, RR 26x/I, T 38,80C. Ane (-/-), sia (-/-) , rho (-/-), Whe (-/-), akral hangat (+)

KDS + Developmental Delay Amoxicillin stop Cefixim 2 x cth Terapi lain lanjutCek DL WBC 7.100HB 9.4HCT 29.4%Tr 203.000IgG & IgM negativeSalmonela typhi negative

15 Februari 2014S :

O :

A: Demam (+), kejang (-), batuk (+), pilek (-)

CM. N 82x/I, RR 22x/I, T 37,80C. Ane (-/-), sia (-/-) , rho (-/-), Whe (-/-), akral hangat (+)

KDS + Developmental Delay Terapi lanjut -

16 Februari 2014S :

O :

A: Demam (-), kejang (-), batuk (+), pilek (-)

CM. N 82x/I, RR 22x/I, T 36,80C. Ane (-/-), sia (-/-) , rho (-/-), Whe (-/-), akral hangat (+)

KDS + Developmental Delay Pulang Kontrol: poli Anak & poli Rehab Medik

1.6 Follow UpPrognosis:Dubia ad bonam

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. DDST (Denver Development Screening Test)

1. Pengertian dari DDST (Denver Development Screening Test)

DDST adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak, test ini bukanlah test diagnostik atau test IQ. DST menurut Soetjiningsih (1995) merupakan :a. Test yang mudah dan cepat (15-20) menit dapat diandalkan dan mempunyai validitas yang tinggi.b. Test yang secara efektif dapat mengidentifikasikan antara 85-100 persen bayi dan anak-anak prasekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan, dan pada follow up selanjutnya ternyata 89 persen dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan di sekolah 5-6 tahun kemudian.Menurut Frankernburg dan Borowitz (1986) DST tidak hanya mengidentifikasi lebih dari separo dengan kelainan bicara. Dan frankernburg melakukan revisi dan standarisasi kembali DDST dan juga perkembangan pada sektor bahasa ditambah, yang kemudian hasil revisi dari DDST dinamakan Denver II.2. Aspek perkembangan yang dinilai

Terdiri dari 105 tugas perkembangan pada DDST dan DDST-R, yang kemudian pada Denver II dilakukan revisi dan restandarisasi dari DDST sehingga terdapat 125 tugas perkembangan.

Perbedaan lainnya adalah, pada Denver II terdapat :

a. Peningkatan 86 persen pada sektor bahasa

b. Pemeriksaan untuk artikulasi bahasa

c. Skala umur yang baru

d. Kategori yang baru untuk interprestasi pada kelainan yang ringan

e. Skala penilaian tingkah laku

f. Materi training yang berbeda. Semua pada petunjuk pelaksanaan hanya 28 point, pada Denver II menjadi 31 point.3. Tugas perkembangan

Semua tugas perkembangan itu disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang disebut sektor perkembangan, yang meliputi :a. Perilaku sosial (Personal Sosial)

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan.b. Gerakan Motorik Halus (Fine Motor Adaptive)

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat.c. Bahasa (Language)

Kemampuan yang memberikan respons terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan.

d. Gerakan motorik kasar (Gross Motor)

Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.

4. Alat yang digunakan

a. Alat peraga : benang wol, manik-manik, kubus warna merah kuning, hijau, biru, permainan anak, botol kecil, bola teknis, bel kecil, kertas dan pensillb. Lembar formulir DDST

c. Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap :

1) Tahap pertama : secara periodik dilakukan pada semua anak yang berusia 1 tahun , 2 tahun dan 3 tahunb) Tahap kedua: dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap.5. Penilaian

Dari buku Tumbuh Kembang Anak, Soetjiningsih (1995) tentang bagaimana melakukan penilaian, apakah lulus (Passed = P), gagal (Fail = F), ataukah anak tidak mendapat kesempatan untuk melaksanakan tugas (No Opportunity =N.O). Kemudian ditarik garis kronologis yang memotong garis horizontal tugas perkembangan pada formulir DDST. Setelah itu dihitung pada masing-asing sektor, berapa yang P dan berapa yang F, selanjutnya berdasarkan pedoman, hasil test diklasifikasikan dalam : normal, abnormal, meragukan (questionable) dan tidak dapat di test (untesable) (Soetjiningsih, 1995).

a. Abnormal

1) Bila didapat 2 atau lebih keterlambatan, pada 2 sektor / lebih

2) Bila dalam satu sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan PLUS 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia.b. Meragukan

1) Bila ada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih

2) Bila dalam satu sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. Tidak dapat di test3) Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil test menjadi abnormal atau meragukan.c. Tidak dapat di test

Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil test menjadi abnormal atau meragukan.d. Normal

Dalam pelaksanaan skrining dengan DDST ini, umur anak perlu ditetapkan terlebih dahulu, dengan menggunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun. Bila dalam perhitungan umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah dan sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas. Perhitungan umur adalah sebagai berikut misalnya budi lahir pada tanggal 23 Mei 1992.

dari kehamilan yang cukup bulan dan test dilakukan pada tanggal 5 Oktober 1994, maka perhitungannya sebagai berikut:a. 1994-10-5 (saat test dilakukan)

b. 1992-5-23 (saat Budi lahir)

Umur Budi 2-5-12 = 2 tahun 4 bulan 12 hari, karena 12 hari adalah lebih kecil dari 15 hari maka, dibulatkan ke bawah sehingga umur Budi adalah 2 tahun 4 bulan. Kemudian garis umur ditarik vertikal pada lembar DDST yang memotong kotak-kotak tugas perkembangan pada ke-4 sektor.Tugas-tugas yang terletak di sebelah kiri itu, pada umumnya telah dapat dikerjakan oleh anak-anak seusia Budi, (2 tahun 4 bulan). Apabila Budi gagal mengerjakan tugas tersebut (F), maka berarti suatu keterlambatan pada tugas tersebut. Bila tugas-tugas yang gagal dikerjakan itu terletak dalam kotak yang terpotong oleh garis vertikel umur, maka ini bukan suatu keterlambatan, karena pada kontrol lebih lanjut masih mungkin terdapat perkembangan lagi. Begitu pula pada kotak-kotak disebelah kanan garis umur. Panjang ujung kotak sebelah kiri terdapat kode-kode R dan nomor. Kalau terdapat kode R maka tugas perkembangan cukup ditanyakan pada orang tuanya, sedangkan bila terdapat kode nomor maka tugas perkembangan di test sesuai petunjuk dibaliknya formulir (Soetjiningsih,1995).

B. Speech Delay

A.DEFINISIKeterlambatan perkembangan anak ataudelay developmentadalah suatu keadaan dimana terjadi keterlambatan perkembangan anak yang dilihat dari empat aspek yaitu aspek kemampuan motorik kasar, kemampuan bicara, kemampuan motorik halus serta psikososial.B.ETIOLOGIPenyebab kelainan pertumbuhan dan perkembangan anak dibagi menjadi 3 masa : Masa prenatal (sebelum lahir)Masa prenatal (sebelum lahir) terdiri dari atas factor genetic dan factor lingkungan. Kehidupan intrauterine juga dibagi menjadi dua masa, yaitu masa embrional (triwulan I) dan masa fetal (minggu 12 sampai bayi lahir). Pengaruh lingkungan selama masa embrio dapat menghentikan pertumbuhan dan menyebabkan kelainan tumbuh kembang anak. Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kelainan tumbuh kembang tersebut adalah :a) Obat-obatan : thalidomide, aminopterin, insulin, sitoksanb) Penyakit : rubella, toksoplasmosis, lues congenitalc) Makanan : kekurangan protein hewani selama masa kehamilan dapat menyebabkan abortus, prematuritas, retardasi mental, terutama pada kehamilan trimester II dan IIId) Radiasi dan trauma mekanik Masa natal (sewaktu lahir)Sewaktu lahir, bayi dapat mengalami trauma lahir, yang nantinya berakibat pada munculnya kelainan pertumbuhan dan perkembangannya. Masa pasca natal (setelah lahir)Penyakit infeksi bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan, misalnya gastroenteritis, bronkopneumonia, tetanus, kejang, serta defisiensi gizi.Selain tersebut di atas, kelainan perkembangan juga bisa disebabkan oleh kurangnya stimulasi dalam perkembangan anak, di mana lingkungan terutama orang tus kurang mengajari anak dalam proses perkembangannya. Selain itu, untuk perkembangan kemampuan bicara, penggunaan bahasa campuran dalam mengajari anak dapat menyebabkan bingung bahasa pada anak, sehingga perkembangan kemampuan bahasa anak terlambat.C.MANIFESTASI KLINISKelainan pertumbuhan dan perkembangan anak pada awal kehidupan bisa dipantau oleh orang tua dengan menggunakan KMS, selain itu juga bisa dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan table klasifikasi Denver II. Apabila perkembangan anak jauh terhambat (