Softswitch, Diagram VoIP, Cara Kerja Diagram VoIP

download Softswitch, Diagram VoIP, Cara Kerja Diagram VoIP

of 20

  • date post

    13-Apr-2017
  • Category

    Engineering

  • view

    124
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Softswitch, Diagram VoIP, Cara Kerja Diagram VoIP

Komunikasi Data

Komunikasi Data Syavera Nilasari

Apa Itu Softswitch?

Softswitchmerupakan entitas berbasis software yang menjadikan fungsi control panggilan pada jaringan IP. Softswicth diperkenalkan dan dikembangkan oleh International Softswicth Consortium(ISC), yang sekarang telah berubah namanya menjadi International Packet Communications Consortium(IPCC)dan terakhir berubah lagi namannya menjadi Multiservice Swicthing Forum(MSF) atau Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap(PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini.

Softswitch lebih dikenal sebagai IP-PBX. Perangkat perangkat dalam sofswitch yaitu :1. Media Gateway Controller(MGC)yang sering disebut denganperangkat call agent2. Aplication / fitur server3. Media server4.Selain memiliki berbagai perangkat, Softswitch juga memiliki kapsitas yaituharus mampu trafik panggilan minimal 4 juta BHC dan dapat pula ditambah kapsitasnya sesuai kebutuhan. Kapsitas sistem ini juga harus disdesain secara modular.

Perangakat dalamsoftswitch harus mampu menjamin kualitas layanan dengan batas nilai seperti pada dibawah ini :1. One Way Delay2. Delay Fariation3. Information Loss4. MOS(Mean Opition Socore)5. Echo Cancelation6. Post Dial Delay

Fitur Fitur Softswitch :1. Abreviated Dialing2. Call Forwarding3. Call WaitingCancel Call Waiting4. Calling Line Indetification Presentase (CCIP)5. Clip On Call Waiting6. Conterence Call7. Confrex

Bagaimana Cara Kerja Softswitch?

MGCakan bekerja di tataran pengaturan panggilannya(call control)serta call processing. MGC akan mengontrol panggilan yang masuk untuk mengetahui jenis media penggilan dan tujuannya. Dari situ, MGC akan mengirikan sinyal ke MG untuk melakukan koneksi, baik intrakoneksi jaringan sirkuit ke sirkuit atau paket ke paket maupun interkoneksi jaringan sirkuit ke paket dan sebaliknya. Jika diperlukan,MGCkan meminta MG melakukan konversi media yang sesuai dengan permintaan, atau langsung meneruskan panggilan jika tidak diperlukan konversi.Antara MGC dan MG sendiri akan saling berhubungan dengan protokol Megaco atau MGCP(Media Gateway Control Protocol). Sementara itu, satu MGC akan berhubungan dengan MGC yang lain, baik itu yang berada di jaringan yang sama maupun berbeda, dengan mengirimkan protokol sinyal tertentu. Untuk jaringan sirkit, MGC akan mengirimkan SS7(Signalling System 7), sementara jika berhubungan dengan jaringan paket, maka MGC akan menggunakan H.323 atau SIP(Season Initiation Protocol).Sedangkan MG sendirihanyaakan bekerja sebagaiconverterantara jaringan sirkuit dengan jaringan paket. Di sini fungsi softswitch menjadi hanya setara denganswitch analogdan tidak memberikan layanan yang lain. MG juga bisa bekerja di sisi pelanggan maupun penyedia layanan, dimana softwitch bukan hanya berfungsi sebagai converter, namun juga memberikan feature lebih, termasuk dial-tone tentunya. Pada posisi ini, maka softswitch akan bekerja lebih kompleks.

Apa saja Komponen-komponen yang ada di dalam Softswitch?

1. Media Gateway Controller (MGC)atauCall AgentMGC atauCall Agentadalah elemenutamasoftswitch,berfungsi untuk mengontrol semua sesi layanan dan komunikasi, mengatur interaksi elemen-elemen jaringan yang lain, dan menjembatani jaringan dengan karakteristik yang berbeda, yakni termasuk PSTN, SS7, dan jaringan IP.2. Signalling Gateway (SG)Signalling gateway(SG) menciptakan suatu jembatan antara jaringan SS7 dengan jaringan IP dibawah kendali dari MGC.SG hanya menangani pensinyalan SS7,sedangkan MGC menangani sirkit suara yang telah dibangun oleh mekanismepensinyalan SS7.3. Media Gateway (MG)Media gatewayberfungsi sebagai elemen transport untuk merutekan trafik dalam jaringan softswitch dan juga mengirim atau menerima trafik dari jaringan lain yang berbeda, seperti PSTN,PLMN, VoIP H.323, dan jaringan akses pelanggan.Media gatewayterbagi menjaditrunk gatewaydanaccess gatewayTrunk gatewayadalahmedia gatewayyang menjalankan fungsi media bagisoftswitch class 4,yaitu merutekan trafik dari jaringan PSTN/PLMN (jaringan mobile).Trunk gatewayakan melakukan proses konversi terhadap format transmisi jaringan terhubung yang berbeda beda, baik format sinyalt rafik maupun signalling atau protokolnya.Access gatewayadalah media gateway yang menjalankan fungsi media bagisoftswitch class 5untuk menghubungkansoftswitchdengan jaringan korporasi atau terminal pelanggan (CPE).

4. Media ServerMedia servermelaksanakan fungsinya yakni, untuk memperkayasoftswitchdengan kemampuan media. Jika diperlukan, ini akan mendukungdigital signal processing(DSP). Misalnya yakni untuk menanggapi respon suara, tugas itu akan dilakukan olehmedia server.Media Videojuga akan dilayani oleh suatuMedia Servermanakala bisa diterapkan.Media akses adalah media yang digunakan oleh jaringansoftswitchuntuk menjangkau pelanggan. Media akses dapat menggunakancablemodem,leasedcircuit, v.52, DSL, HFC, dan radio akses.5. Feature ServerUntuk Menyediakan fasilitas atau layanan sepertibilling, multi-partyconferencing,dll.Feature servermenggunakan sumber daya dan layanan yang terkait dengan komponen yang lain padasoftswitchtersebut. Contoh :gatekeeper, dll.6.Operating support system(OSS)Adalah elemen jaringan yang berfungsi untuk mendukung operasi dan pemeliharaan jaringan, seperti managemen jaringan, provisioning, billing, monitoring,statistik, dll.

Arsitektur Jaringan Softswitch?Menurut referensi ISC, arsitektur jaringan Softswich ditinjau dari dua hal, yaitu fungsional plane dan fungsional entitas.

Fungsional Plane SoftswitchFungsional plane menunjukkan pemisahan fungsional entitas secara garis besar pada jaringanVoice over IP (VoIP). Fungsional (plane) Softswitch terdapat empat bagian yaitu Transport Plane, Call Control & Signaling Plane, Service & Application Plane, dan Management Plane.

1. Transport Plane berfungsi sebagai pembawa pesan di sepanjang jaringan VoIP, seperti pengiriman pesan pensinyalan dalam panggilan, pembangunan hubungan media dalam panggilan, atau menyediakan transportasi untuk pengiriman media.

2. Call Control & Signaling Plane berfungsi sebagai pengendali sebagian besar elemen pada jaringan VoIP, khususnya Transport Plane. Plane ini melakukan fungsi kontrol panggilan berdasarkan pesan pensinyalan yang diterimanya dari Transport Plane untuk membangun dan membubarkan koneksi media pada jaringan VoIP. Perangkat pada Plane ini adalah Media Gateway Controller (Call Agent atau Call Controller), Gatekeeper, dan server LDAP.

3. Service & Application Plane memberikan fungsi kontrol, logika, dan eksekusi terhadap berbagai layanan dan aplikasi di dalam jaringan VoIP. Perangkat yang melakukan fungsi ini terdiri dari Application atau Feature Server dan Media Server.

4. Management Plane memberikan fungsi Operation Support System (OSS), yaitu penyediaan layanan pelanggan dan layanan baru, pendukung sistem operasi, sistem billing, dan pemeliharaan jaringan.Fungsional entitas merupakan entitas secara logika dalam jaringan VoIP. Fungsional entitas menggambarkan fungsi logika komponen-komponen dalam arsitekturSoftswitch.

1. Media Gateway Controller Function (MGC-F) menyediakan logika panggilan dan pensinyalan untuk control panggilan pada satu atau lebih media gateway.

2. Call Agent Function (CA-F) dan Interworking Function (IW-F) CA-F dan IW-F merupakan subset dari MGC-F. CA-F berfungsi pada saat MGC-F menangani kontrol panggilan dan pemeliharaan kondisi panggilan. Sedangkan IW-F berfungsi pada saat MGC-F melakukan interaksi pensinyalan dengan jaringan yang menggunakan protokol berbeda.

3. Routing Function (R-F) dan Accounting Function (A-F), R-F menyediakan informasi ruting panggilan untuk MGC-F, sedangkan A-F mengumpulkan informasi accounting panggilan untuk tujuan billing. A-F juga mempunyai peran yang lebih luas, yaitu melakukan fungsi authentication, authorization dan accounting (AAA functionality) dalam remote access network. Peran utama dari kedua fungsi tersebut adalah untuk memberi respon atas permintaan dari MGC-F, menyampaikan panggilan atau informasi accounting kepada terminal endpoint (MGC-F lain) atau layanan (AS-F).

4.SIPProxy Server Function (SPS-F), Kebanyakan implementasi dari R-F dan A-F adalah berupa SIP Proxy server. Oleh karena itu, ISC mengakui pemisahan SPS-F.

5. Signaling Gateway Function (SG-F) dan Access Gateway Signaling Function SG-F menyediakan gateway untuk pensinyalan antara jaringan VoIP denganPSTN. Peran utama dari SG-F adalah untuk melakukan enkapsulasi dan mentransportasikan protokol pensinyalanPSTN(ISUP atau INAP) atau PLMN, (MAP dan CAP) pada jaringan IP.

6. Application Server Function (AS-F) merupakan entitas pengeksekusi aplikasi. Peran utama AS-F adalah untuk menyediakan logika layanan dan eksekusi untuk beberapa aplikasi dan layanan.

7. Service Control Function (SC-F) berfungsi ketika AS-F melakukan fungsinya mengontrol logika layanan. Oleh karena itu, ISC mengakui pemisahan SC-F.

8. Media Gateway Function (MG-F) menjembatani jaringan IP dengan endpoint akses atau jaringan trunk. Misalnya MG-F dapat menyediakan gateway antara jaringan IP dan jaringan circuit (seperti IP ke PSTN) atau antara dua jaringan paket (seperti IP ke 3G atau ATM). Peran utama MG-F adalah untuk transformasi media dari satu format ke format lain yang sesuai.

9. Media Server Function (MS-F) menyediakan manipulasi media dan melakukan paketisasi media stream untuk keperluan beberapa aplikasi. Peran utama MS-F adalah untuk beroperasi sebagai server yang mengatur permintaan dari AS-F atau MGC-F untuk memproses media dengan paketisasi media stream.

Protokol Jaringan pada Softswitch

Terdapat 4 kategori protokol pada jaringan Softswitch yaitu :Protokol pengontrol panggilanH