Soal Tryout Un 2012 Sma Sastra Indonesia Bahasa Paket 37

download Soal Tryout Un 2012 Sma Sastra Indonesia Bahasa Paket 37

of 15

  • date post

    10-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    881
  • download

    41

Embed Size (px)

Transcript of Soal Tryout Un 2012 Sma Sastra Indonesia Bahasa Paket 37

Soal Prediksi dan Try Out

UJIAN NASIONALTAHUN PELAJARAN 2011/2012Disusun Sesuai Indikator Kisi-Kisi UN 2012

Sastra Indonesia SMA(Program BAHASA)Written by :

Team STMIK JakartaDistributed by :

Pak Anang

Paket 37

Cermati penggalan novel berikut untuk menjawab soal nomor 1 3! (1) Hingga belasan tahun usia pernikahan kami. (2) Hingga aku tidak kunjung hamil .... (3) Kecemasan itu mulai timbul. (4) Ah, sederhana sekali kenapa kecemasan itu datang, buat apa suamiku bekerja siang-malam jika tidak akan ada yang mewarisi seluruh kekayaan ini .... (5) Terputusnya garis keturunan keluarga HK. (6) Kenyataan itu membuatnya cemas. (7) Dan begitu juga aku, lebih cemas lagi. (8) Dia berusaha menenangkan siang-malam .... (9) Ah, di luar segala tabiat buruknya, suamiku amat mencintaiku, aku tahu itu. (10) Bunda tersenyum dengan muka memerah. (11) Sejenak muka lelah itu terlihat lebih bercahaya. Moga Bunda Disayang Allah, Tere Liye 1. Watak suami Bunda yang tergambar dalam penggalan tersebut adalah seorang yang .... A. rajin B. baik C. gigih D. pemarah E. penyayang Pembuktian watak Bunda seorang istri yang amat menyayangi suami terdapat pada kalimat nomor .... A. (1), (2), dan (3) B. (3), (5), dan (7) C. (4), (6), dan (9) D. (6), (9), dan (10) E. (7), (10), dan (11) Pendeskripsian watak Bunda seorang istri yang amat menyayangi suami melalui .... A. ucapan dan perilaku tokoh B. pikiran dan perilaku tokoh C. ucapan dan pandangan tokoh D. lingkungan dan ucapan tokoh E. langsung dan dialog antartokoh

2.

3.

Soal Pra UN Sastra Indonesia BAHASA 2012. Distributed by http://pak-anang.blogspot.com

Halaman 1

Paket 37

Cermati penggalan hikayat berikut untuk menjawab soal nomor 4 dan 5! (1) Karena perbuatan salah satu ibu tirinya Candera Kirana tidak tahan lagi di Daha dan karena itu ia meninggalkan kota itu dengan ibu tirinya yang lain, Mahadewi, seorang menteri, dan dayang-dayang. . . . . (2) Hai, mamanda menteri, sekarang marilah kita berhenti di sini, karena inilah tempat yang hampir pada jalan ke negeri Kuripan. . . . . (3) Maka berhentilah di situ sekaliannya. Lalu diperbuat oranglah sebuah pesangrahan rumah atau kemah dengan sepertinya menurut perintah Galuh Cendera Kirana. (4) Setelah sudah selesai semuanya, berkata Galuh Cendera Kirana, Ya, mamanda menteri, baiklah mamanda memperbuat sebuah kota pada tempat ini, karena hamba hendak menjadi raja pada tempat ini. (5) Menteri itu bersukacita dengan teramat sangat, tetapi penuh dengan keheranan mendengar perkataan itu, lalu diperbuat orang kota baru di situ; separuh di antara orang-orang menebangi pohon-pohonan dan separuh pula menanam pula pohon-pohonan baharu, supaya menjadi bagus; dan tiada berapa lama antaranya berdirilah di situ sebuah kota yang amat indah dan permai. Bangun kota itu amat bagus seperti negara baharu yang amat indah perbuatannya dan penuh dengan perhiasannya. (Sumber: Cendera Kirana Menyamar Jadi Kelana) 4. Nilai sosial yang tergambar pada penggalan tersebut adalah .... A. memberikan sumbangan B. bergotong royong C. menjadi pemimpin yang baik D. menjadi warga yang baik E. menyelamatkan diri Penggalan yang menunjukkan nilai moral kesetiaan kepada pemimpin adalah .... A. (1) dan (2) B. (2) dan (4) C. (2) dan (5) D. (3) dan (5) E. (4) dan (5)

5.

Soal Pra UN Sastra Indonesia BAHASA 2012. Distributed by http://pak-anang.blogspot.com

Halaman 2

Paket 37

Cermati penggalan drama berikut untuk menjawab soal nomor 6 8! (1) Jayawardani: Putra saya seorang pelamun, yang tidak mampu melihat kenyataan hidup. Jauh dari segala urusan, dia hidup di dunia impiannya. Walaupun lemah, lebih lemah lagi landasan dia membangun kerajaan-kerajaan. Landasan itu kehampaan. Satu masa akan runtuhlah apa yang dibangunkannya. Di atas puing-puing dia akan menyesali dirinya dalam kesepian. Iseng dan riang kupu-kupu malam bermain dengan cahaya lampu, akan tetapi pada akhirnya akan hangus dimakan api. (2) Raganata: Telah lama Anda mengetahui hal ini, Ratu, dan senantiasa membiarkannya bermimpi. (3) Jayawardani: Ayahnya, Patih, sangat keras. Oleh karena itu dia mendambakan cinta. Barangkali saya terlalu memanjakannya, - seorang lain tempatnya berlindung selain dari saya dia tidak punya. (4) Raganata: Patik memahami kasih bunda Anda, Ratu. Akan tetapi lihatlah akibatnya! (5) Jayawardani: Kalau begitu Anda tidak lagi menghormati hati seorang ibu. Burung Garuda Terbang Sendiri, Sanoesi Pane

6.

7.

8.

Konflik dalam drama tersebut adalah .... A. Kekhawatiran seorang ibu terhadap sikap kepemimpinan putranya. B. Kekerasan sikap ayah terhadap kemanjaan putranya. C. Kurangnya kasih sayang anak dari kedua orang tuanya. D. Kemarahan seorang ratu kepada patih yang iri terhadap putranya. E. Rasa iri seorang patih kepada putra raja yang tidak bertanggung jawab. Mengapa Putra Jayawardani tidak dapat memimpin kerajaan dengan baik? A. Ia tidak menghormati ibu. B. Ia suka bermimpi. C. Sikap keras sang ayah. D. Sikap ibu yang tidak tegas. E. Ia tidak memiliki pelindung. Bagaimana suasana hati Jayawardani melihat keadaan putranya yang lemah itu? A. benci B. marah C. takut D. khawatir E. haru

Soal Pra UN Sastra Indonesia BAHASA 2012. Distributed by http://pak-anang.blogspot.com

Halaman 3

Paket 37

Cermati penggalan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 9 dan 10! (1) Buat seorang janda yang sudah terlalu tua untuk itu, apalah yang dikehendaki lagi selain atap untuk berteduh dan makan serta pakaian yang cukup. (2) Lagi pula anak tunggalnya yang tinggal di Surabaya dan menurut kabar hidup berkecukupan, tidak mau lagi berhubungan dengannya. (3) Tarikan dan pelukan istri dan anak-anaknya rupanya begitu erat melengket hingga mampu melupakan ibunya sama sekali. (4) Tidak apa, hiburnya. (5) Di rumah keluarga Mulyono ini dia merasa mendapat semuanya. (6) Tetapi waktu dia mulai merasa semakin renta, tidak sekuat sebelumnya, Mbok Jah merasa dirinya menjadi beban keluarga itu. (7) Dia merasa menjadi buruh tumpangan gratis. (8) Dan harga dirinya memberontak terhadap keadaan itu. (9) Diputuskannya untuk pulang saja ke desanya. Mbok Jah, Lebaran di Karet, di Karet ..., Umar Kayam 9. Sudut A. B. C. D. E. pandang pengarang pada penggalan cerpen tersebut adalah .... orang I pelaku utama orang I pelaku sampingan orang III terfokus orang III pelaku sampingan orang III serbatahu

10. Bagaimana sikap Mbok Jah setelah mengetahui keadaan anak tunggalnya? A. Tidak mau berhubungan dengan anaknya. B. Melupakan anak semata wayangnya. C. Tetap tinggal dengan keluarga Mulyono. D. Memberontak terhadap keadaan itu. E. Memutuskan untuk pulang ke desa. Cermati penggalan hikayat berikut! Syahdan pada suatu hari bertanyalah raja gagak kepada mentrinya itu, Hai mentriku, bagaimanakah jalannya maka dapat engkau menahan hatimu bersahabat dengan burung hantu dan bergaul demikian lamanya? Biasanya orang baik-baik tiada tahan tinggal bersama-sama dengan orang jahat. Ampun, Tuanku, sembah mentri gagak, akan sabda Tuanku itu sebenarnyalah demikian. Akan tetapi, apabila datang sesuatu perkara kepada orang yang bijaksana, yang mungkin mendatangkan bahaya besar kalau tiada dipikulnya, maka haruslah dia sabar memikulnya, sekalipun bagaimana juga pahitnya. Kesabaran itulah kunci kemenangan dan bahagia. Hikayat Kalilah dan Dimnah 11. Karakteristik hikayat yang terdapat pada pengalan tersebut adalah .... A. Bercerita tentang seputar istana. B. Penggunaan ungkapan yang berulang-ulang. C. Penggunaan kata penghubung yang berulang-ulang. D. Kesaktian tokoh-tokohnya. E. Kemustahilan dalam cerita.

Soal Pra UN Sastra Indonesia BAHASA 2012. Distributed by http://pak-anang.blogspot.com

Halaman 4

Paket 37

Cermati puisi berikut untuk menjawab soal nomor 12 15! Di Tepi Telaga Sarangan masih seperti masa bocahku angin danau pasir menguap usap tubuh dengan ramah dan sejuk sementara ke lembah turun mendesir mengantar kedamaian ke rumah demi rumah kini telah beruban aku kembali disambut kabut siap mendekap ah setelah meneliti sejalur hayat menyadari mutiara yang kuambil dalam perjalanan belum lengkap oleh: Piek Ardijanto Soeprijadi 12. Isi puisi tersebut adalah ... A. Telaga Sarangan yang indah. B. Kedamaian hati semasa kecil. C. Sambutan hangat sang alam. D. Kenangan indah di masa kecil. E. Perjalanan hidup yang tak terlupakan. 13. Amanat yang terdapat dalam puisi tersebut adalah ... A. Hadapi kehidupan dengan kesabaran. B. Janganlah melupakan kampung halaman. C. Jagalah kelestarian alam. D. Ciptakanlah kedamaian di mana pun. E. Isilah kehidupan dengan pengalaman. 14. Suasana yang teruangkap pada puisi tersebut adalah .... A. mencekam B. menyesal C. merindu D. menyedihkan E. menyenangkan 15. Makna lambang kata mutiara pada puisi tersebut adalah .... A. batu B. barang C. bingkisan D. perhiasan E. pengalaman 16. Mutiara itu berlinangan air matanya. Penulisan aksara Arab Melayu untuk kata yang digarisbawahi adalah .... A. B. C. D. E.Soal Pra UN Sastra Indonesia BAHASA 2012. Distributed by http://pak-anang.blogspot.com Halaman 5

Paket 37

17. Jauhi olehmu daripada dusta dan lalim! Penulisan aksara Arab Melayu untuk kalimat tersebut adalah ... A. B. C. D. E. 18. Aksara Latin dari kalimat bertuliskan aksara Arab Melayu tersebut adalah ... A. B. C. D. E. Kira-kira siapa bawakan cahaya. Kiranya siapa saja bawakan cahaya. Kiranya siapa bawakan cahaya. Kiranya siapa membawakan cahaya. Kiranya siapa pun bawakan cahaya.

Cermati puisi berikut untuk menjawab soal nomor 19 dan 20! 5 seorang lelaki di pinggang bukit duduk di batu gunung mata menancap ke ladang . . .(19) . . . (20) ia turun membawa keranjang menyabit Piek Ardijanto Soeprijadi 19. Kata berima yang tepat untuk melengkapi puisi (19) tersebut adalah .... A. bertaut B. berkabut C. bersudut D. berumput E. berlutut 20. Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi (20) tersebu