SNH Aditya

download SNH Aditya

of 34

  • date post

    25-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    285
  • download

    7

Embed Size (px)

description

SNH Aditya

Transcript of SNH Aditya

  • STROKE NON HEMORAGIKOlehAditya yodha anfasa

    BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF 2015

  • I. PENDAHULUANStroke :penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker merupakan penyebab kecacatan jangka panjang

    Insiden : 0,5/1000 usia 40 th 70/1000 usia 70 th Kecacatan strokedisabilitas jangka panjang> 40% penderita tidak dapat diharapkan untuk mandiri dalam aktifitas kesehariannya 25% menjadi tidak dapat berjalan secara mandiri.

  • Pendahuluan

    Stroke 80-85% Stroke iskemik dan 10-15% Stroke hemoragik

  • Type of ischemic strokes : 1. Trombotic 2. Embolic 3. Hypoperfusi

  • II. DEFINISI STROKEWHO (1995), stroke secara klinis didefinisikan sebagai gangguan fungsional otak yang terjadi mendadak dengan tanda dan gejala klinis baik fokal maupun global, berlangsung lebih dari 24 jam, atau dapat menimbulkan kematian, disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak.

    Chandra B. (1996) mengatakan stroke adalah gangguan fungsi saraf akut yang disebabkan oleh karena gangguan peredaran darah otak, dimana secara mendadak (dalam beberapa detik) atau secara cepat (dalam beberapa jam) timbul gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah fokal daerah otak yang terganggu

  • III. FAKTOR RISIKO STROKE 1. Tidak dapat dimodifikasi. a. Usia. c. Herediter. b. Jenis kelamin. d. Etnik/ras.

    2. Dapat dimodifikasi. a. Riwayat stroke. d. DM. g. Merokok. b. Penyakit jantung. e. Dislipidemi. h. Kontrasepsi oral. c. Hipertensi. f. Obesitas. i. Peningkatan fibrinogen.

    3. Kriptogenik. a. Homosistein. b. D-dimer. c. Protein S dan protein C. d. Anti trombin III. e. Antifosfolipid antibodi.

  • IV. KLASIFIKASI STROKE Perdarahan serebral.Perdarahan intrakranial karena AVM.Perdarahan subarachnoid.Infark serebri (stroke non hemoragik).

  • V. STROKE NON HEMORAGIKStroke non hemoragik atau stroke iskemik : tanda klinis gangguan fungsi atau kerusakan jaringan otak sebagai akibat dari kurangnya aliran darah ke otak sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan darah dan oksigen di jaringan otak. Dapat disebabkan oleh: 1. Trombosis otak. 70 - 80% stroke non hemoragik disebabkan oleh trombosis otak. Trombosis adalah obstruksi aliran darah yang terjadi akibat proses oklusi pada 1 pembuluh darah lokal. 2. Emboli otak. Emboli adalah pembentukan material yang berasal dari tempat lain dalam sistem vaskuler dan tersangkut dalam pembuluh darah tertentu sehingga memblokade aliran darah. 3. Pengurangan perfusi sistemik umum. Pengurangan perfusi sistemik akan menyebabkan berkurangnya suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otak sehingga akan menyebabkan iskemik.

  • VI. KLASIFIKASI STROKE NON HEMORAGIK

    A. Berdasarkan perjalanan klinisnya:TIA (Trancient Ischemic Attack).

    RIND (Reversible Ischemic Neurologic Deficit).

    Stroke in evolution atau progressing stroke.Complete stroke.

  • B. Menurut Banford (1991): TACI (Total Anterior Circulation Infarct). - Hemiparesis dengan atau tanpa gangguan sensorik kontralateral lesi. - Hemianopia kontralateral lesi. - Gangguan fungsi luhur (afasia, visuospasial, neglect, agnosia, apraksia). PACI (Partial Anterior Circulation Infarct). - Defisit motorik / sensorik + hemianopia. - Defisit motorik / sensorik + gejala fungsi luhur. - Gejala fungsi luhur + hemianopia, defisit motorik / sensorik murni. - Gangguan fungsi luhur. LACI (Lacunar Cerebral Infarct). - Tidak ada gangguan visual, fungsi luhur dan fungsi batang otak. - Defisit neurologis: motorik murni atau sensorik murni. POCI (Posterior Circulation Infarct). - Disfungsi saraf otak ipsilateral lesi, gangguan motorik / sensorik kontralateral lesi. - Gangguan motorik / sensorik bilateral, disfungsi serebelar.

  • ARTERIAL TERRRITORIES OF THE CEREBRAL HEMISPHERESBlueRed A. Serebri anteriorA. Serebri mediaYellow A. Serebri posterior A. Koroidal anteriorGreen

  • VII. PATOFISIOLOGI STROKE NON HEMORAGIK

    1.Perubahan fisiologi pada aliran darah otak

    Terjadi perubahan aliran darah otak

    Bila terjadi sumbatan pada pembuluh darah maka daerah sentral yang diperdarahi pembuluh darah tersebut akan mengalami iskemik sampai dengan infark

    Daerah belum mati, daerah ini disebut sebagai daerah penumbra iskemik

    Therapeutic window, yaitu 6-8 jam setelah onset

  • VIII. DIAGNOSIS STROKE Anamnesis.

    Pemeriksaan klinis Neurologis.

    Penilaian dengan skor stroke dan algoritma

    Pemeriksaan dengan alat bantu: - Funduskopi.- TCD. - LP.- CT scan. - Arteriografi.- MRI.

  • IX. PENATALAKSANAAN STROKE NON HEMORAGIK Penatalaksanaan stroke terdiri dari beberapa fase yang saling berkaitan:

    1. Penatalaksanaan umum fase akut. a. Stabilisasi fungsi jantung (meliputi ABC). b. Mencegah infeksi sekunder (traktus respiratorius dan traktus urinarius). c. Mencegah dekubitus, stress ulcer dan trombosis vena dalam. d. Menjamin nutrisi, cairan dan elektrolit yang stabil dan optimal. e. Menilai kemempuan menelan.

    2. Terapi spesifik fase akut. a. Terapi reperfusi (homereologi, antikoagulan, trombolitik, antiplatelet). b. Neuroprotektor.

  • 3. Rehabilitasi dan perawatan lanjutan.

    a. Koordinasi rencana terapi multidisipliner. b. Edukasi pada penderita dan keluarga. c. Penilaian peralatan adaptasi yang tepat untuk mobilisasi dan ADL. d. Konseling psikososial. e. Prevensi stroke ulang. f. Prevensi dan terapi komorbiditas. g. Reintegrasi vokasional dan komunitas. h. Evaluasi pilihan paling aman yang memungkinkan penderita kembali ketingkat kemandirian dalam lingklungan aman, melalui: - Evaluasi neuromuskuloskeletal. - Evaluasi medik umum - Evaluasi fungsional. - Evaluasi psikososial dan vakosional.

  • X. PROGNOSIS STROKE NON HEMORAGIK Tingkat mortalitas stroke : 20% pada 3 hari pertama 25% pada tahun pertama. Kecacatan yang ditimbulkan oleh stroke disabilitas jangka panjang40% penderita tidak dapat diharapkan untuk mandiri dalam aktifitas kesehariannya 25% menjadi tidak dapat berjalan secara mandiri.

    30% mengalami infark berulang dalam jangka waktu 5 tahun, terutama penderita dengan kelainan jantung. 40-50% dari seluruh penderita yang selamat kecacatan dan gangguan psikososial.

  • Terima kasih

  • II. DATA SUBYEKTIFAnamnesis (Autoanamnesis, 9 Januari 2008)

    Riwayat penyakit sekarang:Keluhan utama : Lemah anggota gerak kananLokasi : Anggota gerak kananOnset : 12 jam SMRS.Kronologi : 1 hari SMRS saat sedang bekerja shift malam (sebagai supervisor pabrik) menurut teman-teman penderita, tiba-tiba penderita tidak sadarkan diri, kemudian terjatuh, kejang dan muntah. Oleh keluarga penderita dibawa ke RS Ungaran dan keesokan paginya dirujuk ke RSDK. Penderita telah dirawat di RSDK 10 hari.

  • Keluhan utama : tangan dan kaki kiri lemahRPS / Kronologis : Onset : satu hari yang lalu tepatnya sore hariLokasi : anggota gerak atas dan bawah sebelah kiriKualitas : aktifitas sehari-hari membutuhkan bantuanKuantitas : tangan dan kaki kanan masih bisa digunakanKronologi : satu hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluh tangan dan kaki kiri lemas tiba-tiba setelah bangun dari tidur. Karena cemas, keluarga membawa pasien ke RSUD Dr. Adhyatma Semarang Faktor memperberat : (-)Faktor memperingan : (-)Keluhan lain : bicara pelo (+), nyeri kepala (-), penurunan kesadaran (-), mual (-), muntah (-), kejang (-).

  • 2. Riwayat penyakit dahulu : Riwayat Penyakit serupa : disangkalRiwayat Hipertensi : disangkalRiwayat Kencing manis : disangkalRiwayat mengkonsumsi obat-obat : disangkalRiwayat penyakit jantung : disangkal Riwayat stroke : disangkal3. Riwayat penyakit keluarga: Tidak ada anggota keluarga yang sakit seperti ini.

  • 4. Riwayat sosial ekonomi:Riwayat PribadiPasien tidak merokok, pasien menyukai makanan yang berlemak, gorengan, asin, bersantan dan jarang berolahraga. Riwayat sosial ekonomiPasin seorang ibu rumah tangga. Tinggal bersama suami dan 1 orang anak. Biaya perawatan dengan menggunakan BPJS. Kesan ekonomi kurang.

  • III. DATA OBYEKTIF

    Keadaan umum :Baik. Kesadaran :compos mentis Tanda vital :TD: 190/90 mmHgT : 36,7 C RR: 16 x/menit N: 98 x/menit

    Status Internus :dalam batas normal.

    Status Neurologis Kesadaran :GCS E4 M6 V5 (15). Kepala :Mesosefal, Nyeri tekan -, Simetris. Mata :Pupil bulat, Isokor, 3mm/3mm, Refleks Cahaya +/+. Leher :Sikap lurus, Pergerakan bebas, Kaku kuduk -. Nn Craniales : Paresis N VII & XII dekstra sentral.

  • Motorik : Sup Inf Gerakan +/+ +/+ Kekuatan4-4-4/5-5-5 4-4-4/5-5-5 Tonus N/N N/N Trofi E/E E/E Refleks fisiologis +/+ +/+ Refleks patologis -/- +/- Klonus -/-Sensibilitas :Dalam batas normal.Vegetatif :terpasang DCFungsi bahasa :afasia motorik

  • Indeks Barthel : - Buang air besar 2 - Perpindahan 2- Buang air kecil 2 - Berjalan 2- Perawatan diri 1 - Berpakaian 1- Penggunaan toilet 1 - Tangga