Snake Bite

Click here to load reader

  • date post

    17-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    21
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Snake Bite

Snake bite

Snake biteKelompok 8

IdentitasNama : Bp. SUmur : 63 tahunJenis Kelamin : Laki-LakiAlamat : Tulakan, Pacitan Agama : IslamTanggal masuk : 26 oktober 2013No. RM : 20.32.68

KU : Digigit UlarKeluhan tambahan: Nyeri dan bengkak pada bekas gigitanRiwayat penyakit sekarang:Pasien datang dengan keluhan kaki kanan digigit ular saat mengangkat batu 2 hari SMRS, Pasien tidak memperhatikan jenis ular yang menggigit, gigi taring ular tidak terlalu memperhatikan, digigit sekali pada punggung kaki kanan kemudian bengkak mulai menyebar hingga 3 cm mata kaki dan pada bekas gigitan mengeluarkan darah, kaki kanan sulit digerakkan, lemas (-), jantung berdebar-debar (-), mual (-), muntah (-), lemas (-), sesak nafas (-), demam (-). Kemudian pasien langsung mengikat dengan kain. Setelah itu muncul bentol- bentol ukuran variasi yang berisi air dan darah (-) juga terlihat permukaan kaki menghitam.

Riwayat Penyakit Dahulu Pasien belum pernah mengalami keluhan serupaRiwayat penyakit DM (-)Riwayat hipertensi (-)Riwayat sakit jantung (-)Riwayat alergi obatRiwayat Penyakit KeluargaRiwayat penyakit jantung disangkalRiwayat hipertensi tidak tahuRiwayat alergi disangkalRiwayat penyakit DM tidak tahu

Keadaan umum : tampak kesakitanKesadaran : compos mentisVital Sign T: 90/6mmHg N: 90x/menit R: 20x/menit t: normalStatus GeneralisPemeriksaan Kepala Kepala : Warna rambut hitam dan beruban, rambut mudah dicabut (-). Mata : Conjunctiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), reflek pupil (+/+) N isokor, edema palpebra (-) Telinga : Discharge (-), penurunan pendengaran (-) Hidung : Discharge (-), nafas cuping hidung (-), epistaksis (-)Mulut: Bibir kering (+), pucat (-), lidah kotor (-), lidah sianosis (- )Pemeriksaan leher Inspeksi: Trachea di tengah (+), pembesaran kelenjar tiroid (-) Palpasi: JVP tidak meningkat, pembesaran limfonodi (-), pembesaran kelenjar thyroid (-)

Pemeriksaan thorakSimetris, retraksi(-), nafas kusmaul(-)Paru : Vesikuler, wheezing(-), ronkhi (-)Cor: S1/S2 reguler, bising (-), takikardi (-) Pemeriksaan Abdomen Inspeksi: Permukaan datar, venektasi (-) Auskultasi : Bising usus peristaltik (+) Normal Perkusi : Timpani (+) Normal Palpasi : Supel, nyeri tekan (-), distensi (-) Hepar : tak teraba Lien : tak terabaPemeriksaan Ekstremitas Superior : Udem (+/ -), deformitas (-/-), akral hangat (+/+) Inferior : Udem (-/-), deformitas (-/-), akral hangat (+/+)Status LokalisTerdapat udem dari regio punggung kaki sampai 1/3 medial tibial dextra, nyeri, dapat ditekan, disertai bula multiple permukaan kehitaman berisi cairan bening ukuran variasi. Nanah (-) pada regio bekas gigitan. Darah keluar dari bekas gigitan. Ukuran kurang lebih 1 X 1 cm.

WBCLymphlHGBHCTMCVMCHMCHCPLT16,83,110,527,330,937,3376N :4,0-10,0 0,8-4,0N : 12-16N : 40-50 82,0-95,027.0-31.032.0-36.0150-450

SGOT SGPTUreum Darah Kreatinin darahGDSBUN3227,049,51,5314523,110,0-35,09,0-4310-50 0,60-1,10 70-1260,0

pemeriksaanhasilNilai normalCTBT>15 menit21/2 bagian tungkai yang digigitKasus keracunan rattlesnake khususnya spesies yang berbahayaGigitan coral snake Amerika UtaraAustralia bila ditemukan pembesaran KGB regional

Schwartz dan Way (Depkes, 2001)

KlasifikasiTindakanDerajat 0 dan Itidak diperlukan SABU. Lakukan evaluasi dalam 12 jam, jika derajat meningkat maka berikan SABUDerajat II3-4 vial SABUDerajat III5-15 vial SABUDerajat IVberikan penambahan 6-8 vial SABU.

Dosis dan Cara PemberianDosis yang tepat sulit untuk ditentukan karena tergantung dari jumlah bisa ular yang masuk peredaran darah korban dan keadaan korban sewaktu menerima anti serum .Dosis pertama sebanyak 2 vial @ 5 ml sebagai larutan 2% dalam garam faali dapat diberikan sebagai infus dengan kecepatan 40-80 tetes per menit, kemudian diulang setelah 6 jam. Apabila diperlukan (misalnya gejala-gejala

Dosis dan Cara Pemberiangejala-gejala tidak berkurang atau bertambah) anti serum dapat terus diberikan setiap 24 jam sampai maksimum (80-100 ml).Anti serum yang tidak diencerkan dapat diberikan langsung sebagai suntikan intravena dengan sangat perlahan-lahan. Dosis anti serum untuk anak-anak sama atau lebih besar daripada dosis untuk orang dewasa.

Efek SampingReaksi anafilaktik; jarang terjadi, tetapi bila ada timbulnya dapat segera atau dalam waktu beberapa jam sesudah suntikan. Serum Sickness; dapat timbul 7 - 10 hari setelah suntikan berupa demam, gatal-gatal, eksantema, sesak nafas dan gejala alergi lainnya. Demam disertai menggigil yang biasanya timbul setelah pemberian serum secara intravena.Rasa nyeri pada tempat suntikan; yang biasanya timbul pada penyuntikan serum dalam jumlah besar. Reaksi ini biasanya terjadi dalam 24 jam.

WHO, 2005)