Slide 1 PPT fileWeb view2013-10-29proteksi busbar pmt a pmt b r ct a ct b f1 ia ib pmt a pmt b r ct...

download Slide 1 PPT fileWeb view2013-10-29proteksi busbar pmt a pmt b r ct a ct b f1 ia ib pmt a pmt b r ct a ct b f2 ia ib kondidsi gangguan ... impedansi tinggi pengujian arus pick up dan

If you can't read please download the document

  • date post

    05-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Slide 1 PPT fileWeb view2013-10-29proteksi busbar pmt a pmt b r ct a ct b f1 ia ib pmt a pmt b r ct...

  • RELAI DIFERENSIAL

    ADALAH SUATU RELAI YANG BEKERJA

    MEMBANDINGKAN DUA BUAH VEKTOR

    ARUS ATAU LEBIH .

    ARUS BEDA ( KETIDAK SEIMBANGAN

    ARUS ) YANG DIPEROLEH DARI

    MEMBANDINGKAN DARI DUA BUAH

    VEKTOR ARUS ATAU LEBIH AKAN

    MENGERJAKAN KUMPARAN OPERATING

    RELAI .

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    SEBAGAI PENGAMAN UTAMA :

    # GENERATOR

    # TRANSFORMATOR DAYA

    # BUSBAR

    # MOTOR LISTRIK KAPASITAS BESAR

    FUNGSI RELAI DIFERENSIAL

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    # SANGAT SELEKTIP DAN CEPAT

    # SEBAGAI PENGAMAN UTAMA

    # TIDAK DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI

    PENGAMAN CADANGAN

    # DAERAH PENGAMANANNYA DIBATASI

    OLEH CT1 DAN CT2

    SIFAT RELAI DIFERENSIAL

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    KONSEP DASAR RELAI DIFERENSIAL

    DIFERENSIAL SEDERHANA

    ( UNBIAS )

    @ RELAI DIFERENSIAL

    MEMBANDINGKAN

    ARUS DALAM BELITAN

    TRAFO ( I1 & I2 )

    @ CT1 & CT2 RASIO NYA

    SEDEMIKIAN SEHINGGA

    ARUS SEKUNDERNYA

    R

    KAWASAN

    PENGAMANAN

    CT1

    CT2

    I2

    I1

    i1

    i2

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    KONSEP DASAR RELAI DIFERENSIAL

    DIFERENSIAL SEDERHANA

    ( UNBIAS )

    @ TERJADI ARUS SIRKULASI

    SELAMA KONDISI NORMAL

    ATAU GANGGUAN DI LUAR

    SEHINGGA TIDAK ADA ARUS

    YANG MENGALIR PADA

    RELAI R.

    SEHINGGA RELAI TIDAK

    KERJA

    R

    KAWASAN

    PENGAMANAN

    CT1

    CT2

    I2

    I1

    i1

    i2

    F

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    KONSEP DASAR RELAI DIFERENSIAL

    DIFERENSIAL SEDERHANA

    ( UNBIAS )

    @ GANGGUAN INTERNAL

    MENYEBABKAN

    ARUS MENGALIR PADA RELAI R

    MAKA RELAI AKAN BEKERJA

    R

    KAWASAN

    PENGAMANAN

    CT1

    CT2

    I2

    I1

    i1

    i2

    F

    SATU SUMBER

    DUA SUMBER

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    KELEMAHAN RELAI DIFERENSIAL UNBIAS

    Dalam prakteknya relai diferensial unbias mempunyai

    3 kelemahan utama :

    a) Karakteristik CT

    Pada saat gangguan eksternal ,karakteristik CT

    yang tidak sama akan menghasilkan tegangan

    pada masing masing sekunder Ct tidak sama.

    Juga panjang kabel kontrol sekunder CT tidak sama

    CT1

    CT2

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    b) Perubahan rasio akibat ON LOAD TAP CHANGER

    Arus sisi sekunder CT dapat dibuat match hanya

    pada satu titik dari rentang pengubahan tap.

    Pada posisi lain akan timbul arus tak seimbang.

    c) Magnitising Inrush Current

    Arus ini muncul disisi primer dan condong

    mengerjakan relai R .

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    UNTUK MEMBUAT RELAI STABIL :

    (1) KESULITAN (a) DAN (b)

    DIATASI DENGAN RELAI DIFERENSIAL

    PERSENTASE ATAU BIAS

    (2) KESULITAN (c)

    DIATASI DENGAN HARMONIC RESTRAINT

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    RELAI DIFERENSIAL PERSENTASE ( BIAS )

    ALAT YANG

    DIPROTEKSI

    CT1

    CT2

    OPERATE

    RESTRAINT

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    KARAKTERISTIK ( SLOPE )

    SLOPE V%

    TRIP

    BLOK

    SLOPE !

    SLOPE 2

    0

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    KOMPOSISI ARUS

    SAAT TRAFO DAYA DIENERGISE

    ATAU GANGGUAN

    KOMPONEN

    ARUS

    ARUS INRUSH ARUS GANGGUAN

    SIKLUS SIKLUS SIKLUS CT CT

    KE 1 KE 2 KE 3 TIDAK JENUH JENUH

    DC 58 58 58 38 0

    HARMONISA 100 100 100 100 100

    KE 1

    HARMONISA 62 63 65 9 4

    KE 2

    HARMONISA 25 28 30 4 32

    KE 3

    HARMONISA 4 5 7 7 9

    KE 4

    HARMONISA 2 3 3 4 2

    KE 5

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    HARMONIC RESTRAINT / BLOCKING

    KARENA ARUS SERBU ( INRUSH ) TERJADI HANYA PADA SALAH

    SATU SISI TRAFO , ARUS INI AKAN MENGALIR DALAM SIRKUIT

    DIFERENSIAL DAN DAPAT MENGERJAKAN RELAI .

    MAKA DIGUNAKAN METODE HARMONIC RESTRAINT / BLOCKING

    UNTUK MENSTABILKAN RELAI DIFERENSIAL PERSENTASE .

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    .

    . HARMONIC RESTRAINT

    METODE INI MEMBUAT RELAI DIFERENSIAL TIDAK SENSITIP

    TERHADAP ARUS INRUSH , YAITU DENGAN MEMFILTER ARUS

    BEDA , DISEARAHKAN DAN MENAMBAH RESTRAINT PERSENTASE

    RELAI DISETEL SEDEMIKIAN SEHINGGA TIDAK AKAN BEKERJA

    BILA HARMONIS KE DUA TIDAK MELEBIHI 15% DARI ARUS

    FREKUENSI FUNDAMENTAL .

    (b) . HARMONIC BLOCKING

    METODE INI MEMBERIKAN RELAI BLOCKING SECARA TERPISAH

    YANG MANA KONTAKNYA DISAMBUNG SERI DENGAN KONTAK

    RELAI DIFERENSIAL PERSENTASE , DAN AKAN BEKERJA BILA

    HARMONIS KE DUA KURANG DARI 15% ARUS FUNDAMENTAL .

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    WIRING RELAI DIFERENSIAL

    # PENYESUAI FASA

    FASA ARUS YANG MASUK DAN YANG KELUAR DARI

    RELAI HARUS SAMA .

    # PENYESUAI ARUS

    BESARNYA ARUS YANG MASUK DAN YANG KELUAR

    DARI RELAI HARUS SAMA .

    PERLU DIKETAHUI :

    * SAMBUNGAN / POLARITAS TRAFO DAYA

    * POLARITAS CT DAN RASIO CT

    * POLARITAS DAN RASIO ACT

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    SYARAT SAMBUNGAN PROTEKSI DIFERENSIAL TRAFO DAYA

    SISI CT ACT

    TRAFO DAYA PRIMER SEKUNDER

    Y Y Y D

    D Y Y Y

    Y D

    D Y

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    R

    S

    T

    A1

    A2

    B1

    B2

    C1

    C2

    a1

    a2

    b1

    c1

    c2

    b2

    r

    s

    t

    A2

    B2

    C2

    A1

    B1

    C1

    R

    S

    T

    a1

    b1

    c1

    r

    s

    t

    SAMBUNGAN YY0

    SAMBUNGAN / POLARITAS

    TRAFO DAYA

    R

    S

    T

    A1

    A2

    B1

    B2

    C1

    C2

    a1

    a2

    b1

    c1

    c2

    b2

    r

    s

    t

    A2

    B2

    C2

    A1

    B1

    C1

    R

    S

    a1

    b1

    c1

    r

    s

    t

    SAMBUNGAN YY6

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    R

    S

    T

    A1

    A2

    B1

    B2

    C1

    C2

    a1

    a2

    b1

    c1

    c2

    b2

    r

    s

    t

    A2

    B2

    C2

    A1

    B1

    C1

    R

    S

    T

    a1

    b1

    c1

    r

    s

    t

    SAMBUNGAN YD1

    SAMBUNGAN / POLARITAS

    TRAFO DAYA

    c2

    a2

    b2

    R

    S

    T

    A1

    A2

    B1

    B2

    C1

    C2

    a1

    a2

    b1

    c1

    c2

    b2

    r

    s

    t

    A2

    B2

    C2

    A1

    B1

    C1

    R

    S

    T

    a1

    b1

    c1

    s

    t

    SAMBUNGAN YD5

    c2

    a2

    b2

    r

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    R

    S

    T

    A1

    A2

    B1

    B2

    C1

    C2

    a1

    a2

    b1

    c1

    c2

    b2

    r

    s

    t

    A2

    B2

    C2

    A1

    B1

    C1

    R

    S

    T

    a1

    b1

    c1

    r

    s

    t

    SAMBUNGAN Yd11

    SAMBUNGAN / POLARITAS

    TRAFO DAYA

    A2

    B2

    C2

    A1

    B1

    C1

    R

    S

    a1

    b1

    c1

    r

    s

    t

    SAMBUNGAN Yd7

    a2

    c2

    b2

    R

    S

    T

    A1

    A2

    B1

    B2

    C1

    C2

    a1

    a2

    b1

    c1

    c2

    b2

    r

    s

    t

    a2

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    CT

    P1

    P2

    S1

    S2

    T

    R

    S

    r

    s

    t

    n

    R

    S

    T

    Ir

    Is

    It

    SAMBUNGAN

    Y0

    S1

    T

    S

    r

    s

    t

    n

    R

    S2

    R

    S

    T

    Ir

    Is

    It

    SAMBUNGAN

    Y6

    SAMBUNGAN CT

  • RELAI DIFERENSIAL BIAS

    CT

    P1

    P2

    S1