Skripsi Kiki

download Skripsi Kiki

of 86

  • date post

    22-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    25
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Skripsi Kiki

BAB I

53

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Banyaknya permasalahan yang terjadi di berbagai perusahaan saat ini menjadikan perusahaan tidak berkembang pesat dan membuat perusahaan harus dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Perkembangan perusahaan sangat dipengaruhi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) baik secara kualitas maupun kuantitasnya. SDM sebagai motor penggerak perusahaan yang merupakan elemen terpenting yang harus dimiliki oleh suatu perusahaan/organisasi. Dengan banyaknya SDM yang berkualitas menjadikan perusahaan lebih mudah dalam mencapai tujuan. SDM yang sudah dipekerjakan dalam suatu perusahaan dituntut untuk selalu bekerja dengan baik agar perusahaan dapat berkembang pesat. Membentuk SDM yang berkualitas tentulah tidak mudah dan tidak hanya melakukan satu cara saja. Banyaknya berbagai cara yang ditempuh agar SDM didalam perusahaan tersebut mampu bekerja sama dengan perusahaan.

1Menjadi suatu keharusan bagi para karyawan untuk selalu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan benar. Namun untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tersebut diperlukan sikap semangat dari karyawan dalam bekerja. Sehingga jika adanya semangat untuk bekerja maka pekerjaan tersebut dapat terselesaikan. Menurut Ricky W Griffin dan Ronald J. Ebert (2007, hal. 269) Semangat kerja mencerminkan seberapa jauh mereka memahami bahwa kebutuhan mereka tercapai oleh pekerjaan mereka. Namun permasalahan yang terjadi pada saat ini adalah semangat bekerja tidak selalu terbentuk dalam diri karyawan. Kebijakan-kebijakan dari perusahaan harus diterapkan dengan semestinya, agar para karyawan merasakan kontribusi yang didapatkannya selama bekerja untuk perusahaan tersebut. Sebagai hasil dan penghargaan dari kerja keras yang dilakukan. Tanpa adanya kontribusi yang diberikan oleh perusahaan, karyawan merasa tidak diperhatikan. Dengan adanya sikap dari perusahaan yang memahami kebutuhan karyawan, maka akan timbul perasaan senang dan kepuasan yang dapat mengakibatkan mereka untuk tetap bersemangat dalam menjalankan berbagai tugas-tugas yang diberikan perusahaan. Sebaliknya jika para karyawan sudah tidak memiliki semangat untuk bekerja maka pekerjaan tidak dapat terselesaikan, sehingga perusahaan akan sulit untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Hal tersebut sependapat dengan Ricky W Griffin dan Ronald J. Ebert (2007, hal. 269) bahwa kepuasan karyawan dan semangat kerja dapat menghasilkan keuntungan bagi setiap organisasi.Maka diperlukan berbagai perlakuan dari perusahaan yang dapat membentuk semangat kerja para SDM tersebut. Sehingga merupakan keharusan bagi perusahaan untuk mengenali dan memperhatikan hal apa saja yang membuat karyawan menjadi semangat dalam bekerja. Salah satunya dengan adanya promosi jabatan. Seorang karyawan pasti selalu ingin dirinya untuk dipromosikan dan menjadi suatu yang diidam-idamkan. Dengan adanya promosi tersebut berarti perusahaan mengakui adanya kemampuan yang lebih dari karyawan mereka. Menurut Siagian dalam Kadarisman (2013, hal. 138), Setiap pegawai mendambakan promosi karena dipandang sebagai penghargaan atas keberhasilan seseorang menunjukkan prestasi kerja yang tinggi dalam menunaikan kewajibannya dalam pekerjaan dan jabatan yang dipangkunya sekarang, sekaligus sebagai pengakuan atas kemampuan dan potensi yang bersangkutan untuk menduduki posisi yang lebih tinggi dalam organisasi . Tetapi di dalam penelitian Sinolah (2012, hal.108) menyatakan bahwa pengaruh promosi jabatan tidak berdampak terlalu besar terhadap semangat kerja pelaksanaan program promosi jabatan berdampak terhadap semangat kerja karyawan menunjukkan tingkat hubungan cukup pada UPTD Pendidikan Tingkat TK dan SD Kec.Klemahan. Lamanya bekerja dan keahlian merupakan ukuran bagi perusahaan untuk karyawan yang ingin dipromosikan. Jika karyawan tersebut mendapatkan peluang dipromosikan berarti perusahaan mempercayai keahlian karyawan tersebut. Dengan promosi jabatan karyawan akan mendapatkan tanggung jawab dan menduduki jabatan yang lebih tinggi. Namun yang diketahui peluang promosi di dalam perusahaan untuk karyawan sangat terbatas. Hasibuan (2009, hal 107), jika kesempatan untuk dipromosikan relatif kecil/ tidak ada, maka gairah kerja, semangat kerja, prestasi kerja, disiplin kerja dan kepuasan kerja karyawan akan menurun. Jika promosi jabatan tersebut sudah diperoleh karyawan pasti akan mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Maka secara otomatis pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan berbeda sehingga para karyawan pun merasa bergairah dan puas telah mendapatkan hasil dari selama karyawan tersebut bekerja. Selain promosi jabatan sebagai faktor untuk meningkatkan semangat, salah satu tujuan karyawan bekerja adalah memperoleh kepuasan kerja. Dengan adanya hasil yang diperoleh dari pekerjaan yang dilaksanakan, maka secara pribadi karyawan merasakan kepuasan tersendiri sehingga akan berpengaruh terhadap semangat. Karena karyawan akan bersemangat dan bergairah saat bekerja jika adanya kepuasan yang diperolehnya dari perusahaan tersebut. Sifat pekerjaan seseorang pun juga mempunyai dampak tertentu pada kepuasan kerjanya. Hasibuan (2007, hal. 103) juga menjelaskan semangat bekerja diukur sejauh mana kepuasan akan kebutuhan karyawan terpenuhi tinggi/rendahnya tingkat kebutuhan dan kepuasan yang ingin dicapai seseorang mencerminkan semangat bekerja orang tersebut. Namun di sisi lain dalam penelitian Sanjaya (2012, hal.106) mengatakan dengan hasil analisis variabel penempatan (promosi jabatan) tidak lebih dominan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan, dibandingkan variabel lingkungan kerja yang lebih dominan berpengaruh terhadap kepuasan kerjaBegitu pula halnya dengan PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara yang merupakan perusahaan bergerak dalam bidang jasa pelayanan pengelohan air. Perusahaan berharap seluruh SDM harus menunjukan kegairahan bekerja untuk selalu mewujudkan tujuan perusahaan agar tetap menjadi perusahaan air minum yang bermanfaat bagi masyarakat. Namun, berdasarkan survey yang penulis lakukan terdapat beberapa masalah kurangnya semangat para karyawan ketika melaksanakan pekerjaan yang sudah diberikan. Sehingga yang terjadi banyaknya karyawan yang hanya bermain games, keluar kantor saat jam kerja dan hanya bercerita ketika masih jadwalnya bekerja. Karyawan merasa pekerjaan yang mereka terima setiap harinya selalu sama, karyawan juga merasa bosan dan jenuh karena tidak adanya tantangan baru yang diberikan perusahaan. Semangat kerja yang terjadi di PDAM Tirtanadi juga disebabkan tidak sesuainya jabatan yang dimiliki untuk karyawan, misalnya tidak sesuai dengan keinginan ataupun dengan tingkat kemampuannya. Sehingga hal itu berdampak pada semangatnya untuk bekerja sehingga tidak adanya kepuasan yang dirasakan. Oleh karena itu setiap perusahaan harus mampu menerapkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi semangat karyawan tersebut.Keadaan ini membuat perusahaan harus memikirkan upaya-upaya apa saja yang bisa dilakukan agar menimbulkan kepuasan kerja yang akan meningkatkan semangat kerja karyawan. Salah satunya adalah promosi jabatan, namun kebijakan promosi jabatan sangat terbatas dilakukan oleh PDAM Tirtanadi. Ketika karyawan sudah memperoleh banyak tanggung jawab/pekerjaan, kemampuan dan pengetahuan, pada saat itu juga karyawan sudah merasa cukup lama mendapatkan kedudukan jabatan yang tidak berganti. Namun pihak perusahaan tidak juga mempromosikan karyawan tersebut untuk menaiki level jabatan. Padahal kedudukan di suatu jabatan tersebut belum ada yang menggantikan(kosong). Hal seperti itu tentulah akan membuat karyawan merasa bosan dan tidak ada kegairahan untuk melanjutkan pekerjaannya yang selalu sama karena tidak adanya imbalan dan tantangan bekerja yang dirasakan selama karyawan tersebut menduduki jabatannya. Promosi jabatan yang diberikan merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan para karyawan PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara. Dengan diberikannya promosi tersebut secara bersamaan semangat kerja dan merasa puasnya karyawan tersebut akan tinggi. Hal ini berpengaruh positif dan mendorong para karyawan untuk lebih giat mengerjakan berbagai tugas yang diberikan. Begitu besarnya peranan promosi jabatan maka dari itu sebaiknya pihak manajer/perusahaan harus menetapkan program promosi jabatan tersebut dan juga menginformasikan kepada karyawan.Dapat diketahui bahwa kepuasan kerja tidak hanya bersumber dari karyawan namun juga dari perusahaan. Oleh sebab itu bila tidak terpenuhinya kebutuhan karyawan dapat dipastikan akan rendahnya kepuasan kerja, sehingga hal itu juga berpengaruh terhadap semangat karyawan untuk bekerja.Dari beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja maka, penulis menjadikan promosi jabatan dan semangat kerja sebagai variabel penelitian. Sedangkan semangat kerja dalam penelitian ini berfungsi sebagai variabel intervening.Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukan, maka dapat dijadikan dasar untuk melaksanakan penelitian tentang kepuasan karyawan, dengan judul Pengaruh Promosi Jabatan Terhadap Kepuasan Kerja pada PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara (Kantor Pusat), Semangat Kerja sebagai Variabel Intervening.

B. Identifikasi MasalahBerdasarkan uraian latar belakang masalah, maka masalah yang didapati adalah sebagai berikut :1. Masih adanya karyawan yang sering keluar kantor disaat jam kerja sebagai tanda tidak semangat dalam bekerja2. Semangat kerja karyawan menurun karena pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan karyawan sehingga kurangnya kepuasan yang dirasakan atas hasil pekerjaannya3. Promosi yang diberikan perusahaan kepada karyawan terbatas

C. Batasan MasalahBanyaknya faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja diantaranya gaji, kepemimpinan, rekan kerja, promosi jabatan, dan lingkungan kerja. Maka penulis akan membatasi masalah kepuasan kerja terdapat pada faktor promosi jabatan saja. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman terhadap judul yang diteliti dan keterbatasan yang dimiliki penulis.PD