Skripsi Fix End Launching Allans 2011

download Skripsi Fix End Launching Allans 2011

If you can't read please download the document

  • date post

    09-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    65
  • download

    14

Embed Size (px)

description

perhitungan peluncuran kapal menggunaka Slipway

Transcript of Skripsi Fix End Launching Allans 2011

57 | PageBAB IPENDAHULUANI.1. Latar belakang.Perkembangan IPTEK dewasa ini sangatlah maju dalam berbagai bidang ilmu, sehingga untuk mengimbangi perkembangan yang ada di perlukan sumber daya manusia yang professional dan handal,.Perkembangan iptek ini juga berdampak pada dunia kemaritiman, terutama pada sarana dan prasarana Transportasi laut, yang juga mempunyai andil besar bagi suatu Negara.Kemajuan di bidang transportasi ini menuntut industry perkapalan untuk siap bersaing, dalam memenuhi, kebutuhan di bidang perkapalan, baik dalam perawatan, pemeliharaan kapal, atau pun pembangunan kapal baru.Mengenai pembangunan kapal baru,sampai pada pengoperasiannya, ada berbagai proses yang dilewati, di antaranya proses Peluncuran Kapal, Pada dasarnya peluncuran adalah proses penurunan kapal, kelaut dengan mengunakan Gaya berat kapal terhadap/pada bidang miring.Pentingnya peluncuran bagi suatu kapal, karna dalam pelaksanaannya ada berbagai resiko yang sewaktu-waktu bisa terjadi antaralain Tipping, Stern Lifting,Pivoting, dan Dropping.Dan menghindari hal tersebut diperlukan perhitungan Prapeluncuran yang sangat detail ,mulai dari daya dukung tanah, sudut kemiringan dan yang paling penting adalah data pasang surut air.Di lihat dari tipenya peluncuran ada dua macam yaitu:End launching ( Peluncuran searah memanjang kapal )Side Launching ( Peluncuran searah melintang kapal )Yang masing-masing tipe mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, untuk End launching memerlukan landasan luncur yang sangat panjang, sedangkan untuk Side Launching, diperlukan stabilitas kapal yang baik.Adapu kapal Tug Boat 2 x 1000 HP , adalah kapal rancangan yang dibangun untuk mendukung kelancaran pengoperasian sarana dan prasarana pengedokan pada PT Adiluhung Saranasegara, yang mana pada proses peluncurannya mengalami kegagalan/kandas pada jarak kurang lebih 47,5 meter, dari ujung Standing ways sebelum terjadinya Sternlift/kapal mulai berputar.Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Analisa Kegagalan Peluncuran Membujur Tug Boat 2 x 1000 HPI.2. Rumusan dan pembatasan masalah.Rumusan masalahPerlu dilakukan perhitungan pra peluncuran secara teoritis untuk menganalisa kegagalan yang terjadi dalam peluncuran Tug Boat 2x1000 HP, dan dapat digunakan sebagai acuan untuk peluncuran kapal-kapal berikutnya. Pembatsan masalahPenulisan ini dibatasi pada :Perhitunngan bobot luncur.Perhitungan tahapan peluncuran.Perhitungan dan Penggambaran Diagram Peluncuran.Menganalisa penyebab kegagalan peluncuran.I.3. Tujun dan manfaat penelitian.Tujuan penelitianPenulisan ini bertujuan untuk, Menganalisa penyebab kegagalan yang terjadi pada saat peluncuran Tug Boat 2x1000 HP, dan menjadi acuan untuk peluncuran kapal berikutnya.Manfaat penelitianHasil dari penulisan ini diharapkan bermanfaat :Sebagai bahan masukan bagi pihak Galangan untuk lebih teliti lagi dalam peluncuran kapal berikutnya.I.4. Sistimatika penulisanAdapun sistematika penulisan yang dipakai untuk menyelesaikan skripsi ini yaitu, diawali dengan halaman judul, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, yang memuat seluruh halaman dari skripsi tersebut yang terdiri dari, daftar gambar, daftar tabel, daftar lampiran dan bab yaitu :Bab I: Menjelaskan tentang latar belakang, masalah, rumusan dan batasan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, serta sistimatika penulisan.Bab II: BerisikanKajian Pustakayang menjelaskan tentang teori -teori yang digunakan sebagai acuan untuk peluncuran kapal.Bab III: Berisikan metodologi penelitian yang menjelaskan ten tang prosedur yang ditempuh penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.Bab IV: Berisikan hasil dan pembahasan penulisanBab V: Berisikan penutup yang terdiri dari kesimpulan saran dari penulisan skripsi ini.BAB IIKAJIAN PUSTAKAII.1 Peluncuran Kapal.Pengertian UmumPeluncuran/(Launching) sebuah kapal yang telah dibangun, menggambarkan sebuah proses teknologi yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang mana proses ini adalah perpindahan kapal dari darat ke air menuruni suatu bidang miring ("Standing ways" Jalur luncur). Tetapi sebelum peluncuran ini dilakukan perlu ada perhitungan awal/prapeluncuran untuk memprediksikan proses dan tahapan peluncuran.Dilihat dari tipenya Peluncuran dapat dilakukan secara memanjang (End Launching) dan secara melintang (Side Launching). Peluncuran secara memanjang adalah kapal berpindah sejajar dengan bidang diametral kapal. Sedangkan peluncuran melintang/samping bilamana kapal berpindah sejajar bidang midship kapal, peluncuran samping (Side Launching) tidak memerlukan Free Water way (perairan bebas) sedangkan untuk End Launching diperlukan, dan tegangan yang tersusun/terjadi pada lambung kapal untuk Side Launching lebih End Launching. Peluncuran memanjang dapat dilakukan dengan haluan, maupun buritan pertama masuk air.Untuk peluncuran dimana buritan yang pertama masuk air, prosesnya lebih cepat karena kapal ketika diluncurkan biasanya kapal trim buritan.Karena pertimbangan teknologi maka kapal-kapal umumnya diluncurkan buritan pertama masuk air.Dari segi teori kapal, apakah peluncuran haluan pertama atau buritan pertama adalah tidak dipersoalkan. Disini kita akan berhubungan peluncuran memanjang dimana buritan yang pertama masuk air karena lebih umum digunakan. Launching Arrangement ( Susunan peluncuran )Launching Arrangement terdiri dari suatu bagian yang bergerak yang terikat dengan kapal dan suatu bagian yang tidak bergerak dimana bagian yang bergerak bersama dengan kapal dipindahkan ke air. Bagian bergerak dari Launching Arrangement terdiri dari kereta luncur (Sliding ways) yang memiliki satu, dua atau lebih sliding way, yang terikat dengan kapal. Bagian tidak bergerak terdiri dari Jalur tanah atau Standing waysyang didukung pada fondasi dan miring menurun menujuair. Sliding ways berpindah menuruni permukaan miring dari Standing ways, yang dilumasi (diberi gemuk) untuk mengurangi gesekan. Standing ways biasanya di perpanjang menurun kedalam air sampai suatu jarak tertentu. Ujung dari Standing ways apakah itu terletak diatas air atau dibawah air, disebut Threshold, Jika Threshold ada dibawah air, maka jarak terbenamnya ujung ways/Jalur) di istilahkan dengan "ketinggian air diatas Threshold" dan perpotongan permukaan air dengan permukaan jalur tanah (Standing ways) diistilahkan Water front. Struktur daripada launching arrangement biasanya dibicarakan lebih mendetail didalam/pada. Teknologi Pembuatan Kapal. Disini akan dibahas hanya beberapa karakteristik utama dari Launching Arrangement yang sering masuk sebagai parameter-parameter didalam rumus-rumus perhitungan. Didalam pertimbangan peluncuran kita angkat suatu sistem sumbu koordinat OXYZ yang terikat dihubungkan dengan kapal dimana agak berbeda dari yang biasa digunakan. Perbedaan ini terletak pada kenyataan bahwa bidang YOZ bergerak sepanjang panjang kapal sehingga melalui titik berat kapal (titik G) dari system gabungan kapal dan bagian bergerak dari launching arrangement.Gambar1. Launching ArangementGambar 1. menunjukan karakteristik utama bagian bergerak dan tidak bergerak dari Launching Arrangement pada peluncuran memanjang. Notasi untuk karakteristlk bagian bergerak dari Launching Arrangement pada End launching/peluncuran memanjang: h= Sarat air diukur dari sejajar titik berat kapal, sampai ke permukaan Sliding waysa = Sudut kemiringan keel terhadap bidang horizontal.c= Tinggi keel diatas permukaan Standingways diukur dalam bidang YOZ.L 1= Panjang dari bagian depan Sliding ways diukur dari bidang YOZ ke ujung depan dari Sliding ways.L2= Panjang dari bagian belakang Sliding ways diukur dari bidang YOZ ke ujung belakang Sliding ways atau ke sumbu engsel dimana kapal dapat Pivot/berputar bila terjadi pengangkatan buritan. Jumlah L1+L2 biasanya diantara 0,8 dari panjang diantara garis tegak (LBP)b = Total lebar dari semua Sliding waysn= Jumlah Sliding ways.Dan notasi untuk karakteristik bagian tidak bergerak= Sudut kemiringan Standing ways.To = Tinggi air diatas Threshold.= Panjang Sliding ways dibawah air.Untuk slip pembuatan modern sudut kemiringan Standing ways dibuat konstan atau kemiringannya bertambah secara progresif dengan jari-jari yang amat besar yaitu 5000 meter sampai 15000 meter. Untuk End Launching kemiringan Standing ways biasanya berkisar dari 1/12 sampai 1/24, karena itu diambil: tan sin dan cos 1Biasanya kapal diatur pada slip sehingga a = , tapi jika sudut-sudut ini tidak sama maka perbedaan diantaranya tidak melebihi 0,02 radian. Untuk kemiringan konstan hubungan antara bagian bergerak dengan bagian tidak bergerak dari Launching Arrangement adalah: sin =(T0/)3. Gaya-gaya yang bekerja pada kapal selama peluncuran.3.1. Gaya Berat Peluncuran.Selama peluncuran, bekerjanya gaya berat kapal menyebabkan kapal berpindah menuruni ways/Jalur), Berat Peluncuran biasanya terdiri dari berat kapal (D) dan berat elemen-elemen pemindah dari Launching Arrangement (p) yang biasanya berkisar antara 7 sampai 16 persen dari berat kapal (D). Sehingga peluncuran dapat dinyatakan dengan: (D1=D+p)Titik aplikasi dari berat peluncuran (titik G ) adalah titik berat dari system gabungan kapal dengan bagian bergerak dari Launching Arrangement. Berat peluncuran dan titik aplikasinya adalah tetap/tidak berubah selama peluncuran.3.2. Gaya Gesek dan Tekanan terhadap standing ways.3.2.1. Tekanan rata-rata terhadap standing ways.Selama kapal ditumpu pada Standing ways, ada suatu reaksi fondasi pada mana jalur/ways tersebut bertumpu. Reaksi ini terbentuk dari gaya-gaya elementer yang terdistribusi sepanjang permukaan Sliding ways yang berkontak dengan Standing ways. Gaya-gaya ini tereduksi menjadi sebuah gaya tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua komponen yaitu: (1). Reaksi Normal dari fondasi dan, (2). Gaya gesekan selama operasi, yang bekerja pada bidang kontak antara Sliding ways dan Standing ways. Menurut semiyonov tekanan rata-rata terhadap Standing ways dapat dicari dengan rumus berikut :.......