SKRIPSI FIFISOFIALAURIEN .CMV =Cytomegalovirus ... Pola terapi antibiotik yang didapatkanpasien...

download SKRIPSI FIFISOFIALAURIEN .CMV =Cytomegalovirus ... Pola terapi antibiotik yang didapatkanpasien terdiri

of 24

  • date post

    12-May-2019
  • Category

    Documents

  • view

    224
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of SKRIPSI FIFISOFIALAURIEN .CMV =Cytomegalovirus ... Pola terapi antibiotik yang didapatkanpasien...

i

SKRIPSI

FIFI SOFIA LAURIEN

STUDI PENGGUNAN CEFTRIAXONE DAN

METRONIDAZOLE PADA PASIEN DIABETES

MELITUS DENGAN GANGREN

(Penelitian Dilakukan Di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo)

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2016

ii

Lembar Pengesahan

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE DAN

METRONIDAZOLE PADA PASIEN DIABETES MELITUS

DENGAN GANGREN(Penelitian Dilakukan Di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo)

SKRIPSI

Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Farmasi

PadaProgram Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Malang

2016

Oleh:

FIFI SOFIA LAURIEN

201210410311181

Disetujui Oleh:

Pembimbing I Pembimbing II

Nailis Syifa, S.Farm., M.Sc., Apt. Drs. Didik Hasmono, Apt., MS.

NIP.11413110522 NIP.195809111986011001

iii

Lembar PengujianSTUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE DAN

METRONIDAZOLE PADA PASIEN DIABETES MELITUS

DENGAN GANGREN(Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo)

SKRIPSIDibuat Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Farmasi

PadaProgram Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Malang

2016

Oleh:

FIFI SOFIA LAURIEN

201210410311181

Disetujui Oleh:

Penguji I Penguji II

Nailis Syifa, S.Farm., M.Sc., Apt. Drs. Didik Hasmono, Apt., MS.

NIP.11413110522 NIP.195809111986011001

Penguji III Penguji IV

Dra. Lilik Yusetyani.,Apt.,Sp.FRS Hidajah Rachmawati S.Si.,Apt.,Sp.FRS

NIP UMM.114.07040450 NIP UMM.144.0609.0449

iv

KATA PENGANTARSegala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala kasih

karunia dan rahmatNya sehingga skripsi yang digunakan sebagai salah satu

persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi

Universitas Muhammadiyah Malang dapat terselesaikan. Keberhasilan dalam

mengerjakan skripsi ini tidaklah lepas dari bantuan, dukungan, doa, serta

semangat dari semua pihak. Maka pada kesempatan ini, ucapan terima kasih yang

sebesar-besarnya disampaikan kepada:

1. Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan kasihnya sehingga skripsi ini

dapat diselesaikan dengan baik.

2. Nailis Syifa,S.Farm.,M.Sc.,Apt selaku dosen pembimbing I yang telah

mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran serta dengan penuh kesabaran

mengarahkan dan membimbing penulisan skripsi ini dari awal hingga akhir.

3. Drs. Didik Hasmono, MS., Apt selaku dosen pembimbing II yang telah

mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran serta dengan penuh kesabaran

mengarahkan dan membimbing penulisan skripsi ini dari awal hingga akhir.

4. Dra. Lilik Yusetyani.,Apt.,Sp.FRS selaku dosen penguji yang telah

memberikan saran serta masukan yang sangat berguna bagi penyelesaian skripsi

ini.

5. Hidajah Rachmawati,S.Si.,Apt.,Sp.FRS selaku dosen penguji yang telah

memberikan saran serta masukan yang sangat berguna bagi penyelesaian skripsi

ini.

6. Agustin Rafika, S.Farm selaku wali studi yang telah membimbing,

mengarahkan, memberikan masukan dan arahan ilmu pengetahuan dari awal

kuliah hingga akhir.

7. Pimpinan Fakultas Farmasi beserta staf, para dosen serta seluruh karyawan

Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan bantuan selama

pengerjaan skripsi ini.

8. Mama dan Papa, atas cinta, kasih, doa dan dukungan moril serta materil yang

selalu diberikan tanpa pamrih.

v

9. Teman-teman terbaik selama studi: Venny, Mumut dan Arisa atas dukungan,

doa, semangat dan kebersamaan selama ini.

10. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini dan tidak

dapat disebutkan satu per satu. Skripsi ini masih jauh dari sempurna oleh karena

itu segala kritik dan saran sangat diharapkan demi perbaikan skripsi ini. Akhir

kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan

memberi ide kepada para peneliti atau mahasiswa tingkat akhir untuk mendorong

adanya penelitian yang lebih lanjut yang berguna bagi pengembangan ilmu

kefarmasian di masa mendatang.

Jasa dari semua pihak yang membantu dalam penelitian ini , penulis tidak

mampu membahas dengan apapun. Semoga amal baik semua pihak mendapat

imbalan dari Tuhan YME. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari

kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang

menbangun dari pembaca demi kebaikan skripsi ini. Semoga penulisan ini dapat

berguna bagi penelitian berikutnya, amiin.

Malang, Agustus 2016

Penulis

vi

DAFTAR SINGKATANADA = American Diabetes Association

AHA = American Heart Association

AIDS = Acquired Immunodeficiency Syndrome

ATP = Adenosia Trifosfat

BNF = British National Formularium

CHF = Congestive Heart Failure

CMV = Cytomegalovirus

CRIPE = Continous, Rhytmical, Interval, Progresive, Endurance Training

DM = Diabetes Mellitus

DN = Diabetic Nefropati

DNA = Deoxyribonucleic Acid

GDM = Gestasional Diabetes Mellitus

GFR = Glomerular Filtration Rate

HIV = Human Immunodeficiency Virus

HLA1 = Human Leukocyte Antigen

HHNK = Hiperosmolar Hiperglikemik Non Ketotik

IDF = International Diabetes Federation

ISO = Informasi Spesialisasi Obat

IV = Intravena

NHS = National Health Service

NO = Nitric Acid

OCTT = Oral Glukosa Tes Toleransi

PP = Polipeptida Paankreas

PVD = Peripheral Vascular Disease

PPAR- = Peroxisome Proliferator Actived Reseptor Gamma

PO = Peroral

SMZ = Sulfamethoxazole

TMP = Trimethoprime

vii

RINGKASAN

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE DAN

METRONIDAZOLE PADA PASIEN DIABETES DENGAN

GANGREN

(Penelitian Dilakukan Di Rumah Sakit Daerah Umum Sidoarjo)

Gangren diabetik merupakan komplikasi kronik penyakit diabetes melitus

akibat terjadinya PAD (Peripheral Vascular Disease) dan neuropati yang ditandai

dengan kematian jaringan akibat kekurangan suplai oksigen ke pembuluh darah

tersebut. Manifestasi awal gangren diabetik yaitu terjadi kemerahan pada kulit,

hilangnya sensasi rasa nyeri dan adanya luka yang sukar sembuh. Prevalensi

gangren diabetik berkisar antara 2% - 10% diantara pasien diabetes melitus dan 85

% pasien diabetes melitus dengan beresiko untuk diamputasi. Tujuan terapi

gangren diabetik adalah untuk mengontrol kadar gula darah, mengendalikan

infeksi. Pada pasien diabetes melitus dengan kadar gula yang tidak terkontrol dan

profil lipid yang buruk menyebabkan terjadinya atherosklerosis pada pembuluh

darah sehingga menyebabkan penurunan suplai oksigen ke pembuluh darah PAD

(Peripheral Vascular Disease)i, hal ini menyebabkan iskemik dan kematian

jaringan. Bekteri penyebab gangren diabetik adalah bakteri polymikrobial (bakteri

aerob gram positif dan negatif serta bakteri anaerob), sehingga terapi antibiotik

yang direkomendasikan salah satunya adalalah penggunaan ceftriaxone dan

metronidazole. Ceftriaxone merupakan golongan sefalopsorin generasi ketiga

yang memiliki spektrum luas. Metronidazole termasuk golongan nitroimidazole

yang memiliki spektrum yang kuat untuk bakteri anaerob termasuk clostridium sp.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola ceftiaxone dan metronidazole

pada pasien diabetes melitus dengan gangren diabetik di RSUD Sidoarjo serta

mengkaji hubungan terapi terkait jenis, dosis, rute, frekuensi, interval, dan lama

penggunaan yang dikaitkan dengan data klinik, data laboratorium, dan data

mikrobiologi pasien diabetes melitus dengan gangren diabetik.

viii

Penelitian ini merupakan penelitian observasional karena peneliti tidak

memberikan perlakuan terhadap sampel. Rancangan penelitian bersifat deskriptif

yaitu retrospektif (penelitian dilakukan dengan meninjau kebelakang). Kerangka

konseptual pada penlitian ini yaitu rekapitulasi RMK pasien dan kriteria inklusi

mliputi pasien yang didiagnosa DM gangren di RSUD Sidoarjo dengan lama

terapi lebih dari tiga hari.

Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Studi Penggunaan Ceftriaxone dan

Metronidazole Pada Pasien Diabetes Melitus dengan Gangren di Rumah Sakit

Umum Daerah Sidoarjo periode Januari sampai Desember 2015 yang memenuhi

kriteria inklusi sebanyak 32 pasien dengan data demografi laki-laki sebesar 63 %

dan perempuan sebanyak 37 %, dimana jumlah terbanyak adalah pada rentang

usia 51-60 tahun sebesar 35 %, sedangkan berdasarkan status pasien keseluruhan

didominasi oleh pasien JKN yaitu 81 %.

Pola terapi antibiotik yang didapatkan pasien terdiri dari terapi ceftriaxone

tunggal dan kombinasi, terapi ceftriaxone (2x1g) tunggal yang diterima pasien

DM gangren sebanyak 3 pasien (7%). Terapi kombinasi dua paling banyak

digunakan adalah kombinasi ceftriaxone (2x1g)/IV dan metronidazole (3x500

mg)/IV sebanyak 32 pasien (71%), penggunaan kombinasi tiga paling banyak

adalah Ceftriaxone (2x1g)/IV, Metronidazole (3x500 mg)/IV, Levofloxacin (1x500mg)/PO

sebanyak 7 pasien (16%) dan kombinasi empat paling banyak adalah Ceftriaxone(2x1g)/IV, Metronidazole (3x500 mg)/IV, Cefoperazone (2x1g)/IV, Levofloxacin (1x500mg)/PO

sebanyak 3 pasien (7%), pola kombi