SKRIPSI - core.ac.uk penyusunan naskah ini penulis tidak lepas dari peranan ... 2.3.1 Terapi Non...

download SKRIPSI - core.ac.uk  penyusunan naskah ini penulis tidak lepas dari peranan ... 2.3.1 Terapi Non Farmakologi ... 2.3.2.2 Terapi Obat Anti Diabetes

of 22

  • date post

    14-May-2018
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of SKRIPSI - core.ac.uk penyusunan naskah ini penulis tidak lepas dari peranan ... 2.3.1 Terapi Non...

  • i

    i

    SKRIPSI

    ARI TRI WAHYUNI

    STUDI PENGGUNAAN SEFTRIAKSON

    PADA PASIEN GANGREN DIABETIK

    (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Sidoarjo)

    PROGRAM STUDI FARMASI

    FAKULTAS ILMU KESEHATAN

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

    2016

  • ii

  • iii

  • iv

    KATA PENGANTAR

    Bismillahirrahmanirrahim

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam karena berkat rahmat

    dan hidayahNya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul STUDI

    PENGGUNAAN SEFTRIAKSON PADA PASIEN GANGREN DIABETIK

    (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Sidoarjo)

    Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana

    Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas

    Muhammadiyah Malang. Pada penyusunan naskah ini penulis tidak lepas dari

    peranan pembimbing dan seluruh pihak lain. Oleh karena itu, penulis ingin

    berterima kasih dengan segala kerendahan hati kepada:

    1. Allah SWT, Tuhan semesta alam yang melimpahkan rahmat dan hidayahNya

    kepada kita semua, Rasulullah SAW, Nabi akhir zaman menuntun kita ke

    jalan yang lurus.

    2. Bapak Yoyok Bekti Prasetyo, S.Kep., Sp. Kom. selaku Dekan Fakultas Ilmu

    Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan

    kesempatan kepada penulis untuk belajar di Program Studi Farmasi Fakultas

    Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

    3. Direktur RSUD Sidoarjo beserta jajarannya yang telah memberikan

    kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian di RSUD Sidoarjo.

    4. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur dan

    Kabupaten Sidoarjo beserta jajarannya yang telah memberikan rekomendasi

    penelitian pada penulis di RSUD Sidoarjo.

    5. Staf Pegawai Rekam Medis RSUD Sidoarjo yang telah banyak membantu

    dalam proses pengambilan data skripsi.

    6. Ibu Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp. FRS. selaku dosen pembimbing I

    dan Bapak Drs. Didik Hasmono, M.S., Apt. selaku dosen pembimbing II

    yang telah memberikan pengarahan, bimbingan serta motivasi hingga

    terselesaikannya skripsi ini.

  • v

    7. Ibu Dra. Lilik Yusetyani, Apt., Sp. FRS. selaku dosen penguji I dan Ibu

    Nailis Syifa, S.Farm., M.Sc., Apt. selaku dosen penguji II yang telah

    memberikan saran dan masukan demi kesempurnaan skripsi ini.

    8. Kedua orang tuaku tercinta, Ayahanda M.Syerly, S.Sos.,M.Si., dan Ibunda

    Aisyah Munawarah, yang selalu memberikan kasih sayang, motivasi, doa dan

    pengorbanan mereka demi keberhasilan putra-putrinya.

    9. Kepada saudaraku tersayang Bang Long Fisi, Kak Ngah Irma, Bang Ning

    Idham dan Kak Su Tika yang selalu menyayangiku.

    10. Sahabat-sahabatku Safir, Mas Firman, Norman dan Dita yang telah menjadi

    sahabat terbaik selama ini.

    11. Teman Farmasi 2011, khususnya Farmasi kelas A terima kasih atas masa

    yang telah kita lewati bersama dalam menuntut ilmu.

    12. Untuk semua pihak yang belum disebutkan namanya, penulis memohon maaf

    dan berterima kasih yang sebesar-besarnya. Semua keberhasilan dalam

    penulisan skripsi ini berkat doa, bantuan dan motivasi dari kalian semua.

    Jasa dari semua pihak yang telah banyak membantu dalam proses

    terselesainya skripsi ini, penulis hanya bisa mengucapkan terima kasih. Semoga

    kebaikan kalian dapat imbalan dari Allah SWT. Penulis juga menyadari bahwa

    skripsi ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik

    dan saran yang membangun dari pembaca. Semoga hasil penulisan ini dapat

    memberikan manfaat bagi pembaca dan penelitian selanjutnya, amin.

    Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Malang, Februari 2016

    Penyusun,

    (Ari Tri Wahyuni)

  • vi

    RINGKASAN

    STUDI PENGGUNAAN SEFTRIAKSON PADA PASIEN GANGREN

    DIABETIK

    (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Sidoarjo)

    Gangren diabetik merupakan salah satu komplikasi dari diabetes mellitus

    yang diakibatkan oleh neuropati (neurophaty diabetic) dan penyakit arteri perifer

    (peripheral vaskular disease) serta diperparah oleh adanya infeksi. Gangren

    terjadi karena kematian jaringan akibat berkurangnya atau berhentinya aliran

    darah untuk menyuplai oksigen ke jaringan tersebut. Sekitar 15% pasien diabetes

    menderita ulkus kaki diabetik dan 20% dari mereka berakhir dengan amputasi

    ekstrimitas bawah.

    Tujuan terapi pada pasien gangren diabetik antara lain yaitu:(1) menurunkan

    angka morbiditas dan mortalitas pasien, (2) menurunkan resiko amputasi

    ekstrimitas bawah serta (3) meningkatkan kualitas hidup pasien gangren diabetik.

    Gangren merupakan hasil dari interaksi yang kompleks dari dua faktor risiko

    utama: neuropati dan penyakit pembuluh darah perifer. Neuropati memainkan

    peran utama dengan berbagai tingkat perubahan dalam fungsi otonom, sensorik,

    dan motorik. Neuropati motorik menyebabkan kelemahan otot, atrofi, dan parises.

    Neuropati sensorik menyebabkan hilangnya sensasi protektif nyeri, tekanan, dan

    panas. Neuropati otonom menyebabkan vasodilatasi dan penurunan keringat

    mengakibatkan hilangnya integritas kulit, dan rentan terhadap infeksi mikroba.

    Bakteri pertama yang menginfeki luka adalah bakteri gram positif aerob seperti

    Staphylococcus aureus, Enterococcus spp., dan -hemolytic streptococci.

    Kemudian semakin parah disebabkan infeksi polimikrobakterial oleh bakteri gram

    negatif Enterobacteriaceae dan Pseudomonas spp., disertai bakteri anaerob.

    Seftriakson merupakan antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yang

    mempunyai aktivitas antibakteri spektrum luas dengan mekanisme kerja

    menghambat sintesis dinding sel bakteri.

    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan seftriakson pada

    pasien gangren diabetik di Instalasi rawat inap RSUD Sidoarjo terkait jenis, dosis,

    rute, frekuensi dan lama penggunaan yang dikaitkan dengan data klinik,

    laboratorium, dan mikrobiologi pasien.

    Pada penelitian ini dilakukan observasi dengan metode deskriptif,

    pengumpulan data secara retrospektif dengan metode consecutive sampling.

    Kerangka konseptual penelitian ini yaitu dengan melakukan perekapan Rekam

    Medik Kesehatan (RMK) pasien terkait data pasien dan terapi yang didapatkan

    selama perawatan, dengan kriteria inklusi pasien yang didiagnosa gangren

    diabetik mendapatkan terapi antibiotik seftriakson minimal tiga hari disertai obat

    penyerta lain.

  • vii

    Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Studi Penggunaan Seftreiakson

    Pada Pasien Gangren Diabetik yang dilakukan di RSUD Sidoarjo periode Januari

    sampai Desember 2014, data pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 35

    pasien dengan data demografi pasien laki-laki sebanyak 22 pasien (63%) dan

    perempuan sebanyak 13 pasien (37%). Sedangkan pada data demografi usia

    pasien gangren diabetik terbanyak yaitu rentang 51-60 tahun sebanyak 14 pasien

    (40%). Hal ini disebabkan karena penambahan usia akan menurunkan sensitivitas

    insulin. Status pasien gangren diabetik terbanyak yaitu dengan status JKN Non

    PBI sebanyak 32 pasien (91%), status pasien ini dapat digunakan sebagai

    pertimbangan mengambil keputusan dalam memberikan terapi yang tepat

    berdasarkan aspek farmakoekonomi.

    Pola terapi tunggal pada pasien gangren diabetik yaitu sebanyak 13 pasien

    (29%) diterapi seftriakson (2x1 g) IV. Seftriakson telah terbukti aktif terhadap

    sebagian besar isolat bakteri, baik in vitro dan infeksi klinis, gram negatif

    misalnya Enterobacter aerogenes, Enterobacter cloacae, gram positif misalnya

    Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pneumoniae,

    Streptococcus pyogenes dan bakteri anaerob misalnya Bacteroides fragilis,

    spesies Clostridium dan spesies Peptostreptococcus.

    Sedangkan terapi kombinasi terbanyak yaitu seftriakson (2x1 g) IV +

    metronidazol (3x500 mg) IV sebanyak 33 pasien (66%). Hal ini diberikan karena

    infeksi telah memasuki grade moderate dan severe akibat polimikrobial gabungan

    aerob dan aerob. Seftriakson dikominasikan dengan metronidazol agar dapat

    mencakup bakteri anerob seperti Bacteriodes fragilis dan Clostridium defficile.

    Penggunaan seftriakson pada pasien gangren diabetik di instalasi rawat inap

    RSUD Sidoarjo terkait jenis, dosis, rute, dan interval telah sesuai dengan

    guidelines.

    Selain pemberian antibiotik, pemberian insulin dan obat antidiabetes oral

    (OAD) juga diperlukan untuk mencapai kontrol glukosa yang baik agar tidak

    memperparah gangren. Pemberian insulin terbanyak adalah kombinasi short dan

    long acting yaitu novorapid dan lantus. Hal ini diharapkan agar mula kerja yang

    cepat dengan durasi yang panjang. Pada saat pasien MRS selain dilakukan rawat

    luka, dilakukan pula intervensi bedah seperti debridement untuk membuang

    jaringan nekrosis dan kuman agar dapat meningkatkan penyembuhan jaringan

    sehat yang tersisa.

  • x

    x

    DAFTAR ISI

    Halaman

    LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................... ii

    LEMBAR PENGUJIAN .................................................................................... iii

    KATA PENGANTAR ....................................................................................... iv