SKL Sosiologi

of 19 /19
Mengenal Sosiologi Pengertian Sosiologi Sosiologi berasal dari kata : Socious : kawan Logos : kata atau bicara Jadi, secara arti bahasa, sosiologi : berbicara mengenai kawan. Istilah sosiologi pertama kali dimunculkan olehAuguste Comte (1798-1857), ahli filsafat bang Prancis, dalam bukunya "Course of Positive Philoshophy " (1842). Menurut Auguste Comte, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat. Berarti, obyek kajian sosiologi adalah masyarakat. Auguste Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Bapak Sosiologi Islam adalah Ibnu Khaldun. Hakikat Sosiologi 1. Sosiologi termasuk dalam kelompok ilmu sosial. 2. Sosiologi merupakan disiplin ilmu yang kategoris : membatasi pada apa yang terjadi dewasa ini. 3. Sosiologi merupakan ilmu murni : mengembangkan ilmu secara teoritis. 4. Sosiologi bersifat abstrak. 5. Sosiologi merupakan ilmu yang umum. Kegunaan Sosiologi / Manfaat Mempelajari Sosiologi 1. Mengenal masyarakat. 2. Menjadi warga masyarakat yang baik. 3. Menyelesaikan permasalahan sosial. Metode Sosiologi Metode: - cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki - cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan gunamencapai tujuan yang ditentukan Metode sosiologi berarti cara kerja yang teratur/bersistem dalam sosiologi untuk memahami fenomena masyarakat. Metode sosiologi: 1. Metode Kualitatif: menyelidiki obyek masyarakat yang tidak dapat diukur dengan angka-angk atau ukuran lain yang bersifat eksakta. 2. Metode Kuantitatif: menyelidiki obyek masyarakat yang dapat diukur dengan angka-angka. Ciri-ciri Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan 1. Empiris : berdasarkan pengamatan di lapangan. 2. Teoritis : menyusun abstraksi (kesimpulan) dari hasil pengamatan. 3. Kumulatif : teori yang ada dikembangkan, diperbaiki, diperluas, dan diperdalam. 4. Non-etis : tidak mempersoalkan baik buruknya fakta, namun menyajikan fakta apa adanya. Permasalahan sosial : - suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yangmembahayakan kehidupan kelompok sosial (Soerjono Soekanto) Pemecahan masalah sosial akan berhasil bila ada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Embed Size (px)

Transcript of SKL Sosiologi

Mengenal SosiologiPengertian Sosiologi Sosiologi berasal dari kata : Socious : kawan Logos : kata atau bicara Jadi, secara arti bahasa, sosiologi : berbicara mengenai kawan. Istilah sosiologi pertama kali dimunculkan olehAuguste Comte (1798-1857), ahli filsafat bangsa Prancis, dalam bukunya "Course of Positive Philoshophy" (1842). Menurut Auguste Comte, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat. Berarti, obyek kajian sosiologi adalah masyarakat. Auguste Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Bapak Sosiologi Islam adalah Ibnu Khaldun. Hakikat Sosiologi 1. Sosiologi termasuk dalam kelompok ilmu sosial. 2. Sosiologi merupakan disiplin ilmu yang kategoris : membatasi pada apa yang terjadi dewasa ini. 3. Sosiologi merupakan ilmu murni : mengembangkan ilmu secara teoritis. 4. Sosiologi bersifat abstrak. 5. Sosiologi merupakan ilmu yang umum.

Kegunaan Sosiologi / Manfaat Mempelajari Sosiologi 1. Mengenal masyarakat. 2. Menjadi warga masyarakat yang baik. 3. Menyelesaikan permasalahan sosial. Metode Sosiologi Metode: - cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki - cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan gunamencapai tujuan yang ditentukan Metode sosiologi berarti cara kerja yang teratur/bersistem dalam sosiologi untuk memahami fenomena masyarakat. Metode sosiologi: 1. Metode Kualitatif: menyelidiki obyek masyarakat yang tidak dapat diukur dengan angka-angka atau ukuran lain yang bersifat eksakta. 2. Metode Kuantitatif: menyelidiki obyek masyarakat yang dapat diukur dengan angka-angka.

Ciri-ciri Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan 1. Empiris : berdasarkan pengamatan di lapangan. 2. Teoritis : menyusun abstraksi (kesimpulan) dari hasil pengamatan. 3. Kumulatif : teori yang ada dikembangkan, diperbaiki, diperluas, dan diperdalam. 4. Non-etis : tidak mempersoalkan baik buruknya fakta, namun menyajikan fakta apa adanya. Permasalahan sosial : - suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yangmembahayakan kehidupan kelompok sosial (Soerjono Soekanto) Pemecahan masalah sosial akan berhasil bila ada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Nilai Sosial dan Norma SosialNILAI SOSIAL Pengertian nilai sosial adalah : - segala sesuatu yang dianggap berharga oleh masyarakat. - anggapan masyarakat tentang sesuatu yang diharapkan, indah, dan benar > keberadaan nilai bersifat abstrak dan ideal. (UN 2008) Bentuk-bentuk nilai : 1. Pemikiran 2. Perilaku 3. Benda Contoh nilai sosial dalam masyarakat Indonesia : - masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai keramahan, sehingga bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah. - masyarakat Indonesia menjunjung tinggi nilai kepedulian sosial, sehingga ketika ada musibah di suatu daerah, bantuan dari berbagai daerah segera datang.

Contoh nilai di sekolah: - sekolah menjunjung tinggi nilai disiplin waktu, sehingga ketika ada siswa yang terlambat, diberikan sanksi. Jenis-jenis nilai menurut Notonegoro : 1. Nilai material : nilai yang berguna bagi jasmani manusia. Contoh nilai material : - makanan -minuman - pakaian 2. Nilai kerohanian : nilai yang berguna bagi rohani manusia. Contoh nilai kerohanian : - berdzikir, mengingat Allah - membaca Al Qur'an - sholat 3. Nilai vital : nilai yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan aktivitas. Contoh nilai vital : - kalkulator bagi bendahara kelas - buku paket bagi siswa saat belajar - motor bagi tukang ojek

Nilai dominan : nilai yang dianggap lebih tinggi dari nilai yang lain. Contoh : - bagi umat Islam mengerjakan ibadah wajib lebih tinggi kedudukannya dari mengerjakan ibadah sunnah - menghormati orang tua lebih utama dari menghormati orang lain Internalized value : nilai yang sudah mendarah daging/menjadi kepribadian. Contoh : - makan dengan tangan kanan - berpamitan kepada orang tua bila bepergian Nilai etika : nilai tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Contoh : Bertutur kata baik dan tidak marah meskipun berhadapan dengan orang yang kasar. (UN 2011)

Fungsi nilai sosial bagi kehidupan manusia: - Memberikan harapan yang baik, sikap mandiri, dan bertanggungjawab - Mengarahkan cara berperasaan, berpikir, berkehendak, dan bertindak (UN 2011) NORMA SOSIAL Pengertian norma sosial : aturan berperilaku dalam masyarakat. Fungsi norma sosial : - Mengatur perilaku manusia dalam berinteraksi - Memberi sanksi terhadap perilaku menyimpang dalam masyarakat Jenis-jenis norma berdasarkan daya ikatnya/sanksi yang diberikan : (UN 2008) 1. Cara (usage) Contoh : cara makan, tidak mengeluarkan bunyi (UN 2008, 2009) Sanksi bila melanggar : dianggap tidak sopan. 2. Kebiasaan (folkways) ==> dilakukan berulang-ulang Contoh : - Mengucapkan salam ketika bertamu - Menganggukkan kepala sebagai tanda hormat kepada orang lain - Membuang sampah pada tempatnya Sanksi bila tidak melakukan : dianggap sebagai penyimpangan. (UN 2010) 3. Tata kelakuan (mores) Contoh : larangan membunuh, memperkosa. Sanksi

4. Adat (custom) Contoh : larangan menguburkan jenazah di Bali dan larangan merusak hutan pada suku Kajang Tana Toa di Sulawesi Selatan, sanksinya dikucilkan. 5. Hukum (law) : aturan yang dirumuskan secara tertulis (& sanksi juga dirumuskan secara tertulis). (UN 2011) Contoh : aturan lalu lintas (UN 2010) Macam-macam norma dalam masyarakat : 1. Norma kesopanan : norma yang bersumber dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyarakat. Contoh : - tidak meludah sembarangan - tidak meletakkan kaki di atas meja. - tidak berkata kasar pada guru 2. Norma kesusilaan Contoh : - tidak boleh menggoda wanita - suami istri tidak bermesraan di tempat umum 3. Norma agama Contoh : mendirikan shalat - Fungsi norma agama bagi kehidupan masyarakat : menjaga solidaritasmasyarakat beragama (UN 2008) 4. Norma kebiasaan Contoh : bersalaman ketika bertemu 5. Norma hukum Contoh : warga masyarakat yang sudah berusia 17 tahun wajib memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk). Bila nilai dan norma dilaksanakan, akan tercipta keteraturan. (UN 2009)Tahap-tahap keteraturan sosial :

(UN 2009) 1. Tertib sosial Individu-individu dalam masyarakat bertindak sesuai hak dan kewajibannya, sesuai status yang disandangnya. 2. Order (ketertiban) Norma yang berlaku diakui dan dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat. Contoh :

Warga masyarakat menaati aturan kerja bakti setiap minggu. (UN 2011) 3. Keajegan Kondisi keteraturan yang tetap dan tidak berubah. Contoh : Setiap bulan konsumen/pelanggan PLN harus membayar rekening listrik. Ketentuan tersebut dilaksanakan dengan tegas sehingga tercipta keteraturan sosial. (UN 2010) 4. Pola Corak hubungan yang tetap atau ajeg dalam interaksi sosial yang dijadikan modelbagi semua anggota masyarakat atau kelompok. Contoh : Musyawarah dijadikan pola untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat karena sudah teruji dalam berbagai kejadian. __________ Referensi Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Ganeca Exact. Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010, 2011

SosialisasiSOSIALISASI Pengertian sosialisasi : - suatu proses anggota masyarakat mempelajari norma-norma dan nilai-nilai sosial dimana ia menjadi anggota. (Soerjono Soekanto) - proses belajar dalam pergaulan sosial budaya. (UN 2008) Fungsi sosialisasi : mengajarkan perilaku yang sesuai dengan norma. Tujuan sosialisasi : 1. Seseorang mampu menjadi anggota masyarakat yang baik. (UN 2011) 2. Seseorang dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan harapan masyarakat. 3. Seseorang akan lebih mengenal dirinya sendiri dalam lingkungan sosialnya. 4. Seseorang akan menyadari eksistensi dirnya terhadap masyarakat di sekelilingnya. Bentuk-bentuk agen/media sosialisasi: 1. Keluarga Peran keluarga : - membekali keimanan dan ketaqwaan - pemahaman pada nilai dan norma sosial (UN 2010) Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam sosialisasi: a. Sosialisasi represif : mengutamakan ketaatan anak kepada orang tuanya. Cirinya: 1) menghukum perilaku yang keliru. 2) kepatuhan anak kepada orang tua 3) komunikasi sebagai perintah 4) sosialisasi berpusat pada orang tua 5) anak memperhatikan harapan orang tua Contoh : Pak Herman menginginkan anaknya selalu disiplin dalam hidup. Ia sering memarahi dan bahkan memukul setiap kali anaknya tidak disiplin. (UN 2010) b. Sosialisasi partisipati / partisipatoris : mengutamakan adanya partisipasi pada anak. Cirinya: 1) memberi imbalan bagi perilaku baik Contoh : Setiap kali naik kelas, Iwan selalu diberi uang atau hadiah oleh ayahnya. (UN 2010) 2) otonomi pada anak 3) komunikasi sebagai interaksi 4) sosialisasi berpusat pada anak 5) orang tua memperhatikan keinginan anak Contoh : dalam pemilihan jurusan, anak berhak untuk menentukan pilihan, orang tua hanya memberikan arahan atau pertimbangan. 2. Sekolah (UN 2011) 3. Kelompok pergaulan / Teman sepermainan Contoh sosialisasi yang bersifat otoritatif: Dalam berinteraksi dengan teman sebaya, seorang anak secara bebas tanpa paksaan dapat

menerima ataupun menolak perilaku yang baik sesuai nilai dan norma sosial. (UN 2008)

Keterlibatan remaja dalam kasus penggunaan narkoba lebih dominan disebabkan adanya pengaruh sosialisasi dari teman sepermainan. (UN 2010)

4. Media massa : cetak atau elektronik. (UN 2011)

Contoh pengaruh negatif media elektronik : Arman yang dulunya berambut hitam tiba-tiba mengubah warna rambutnya menjadi pirang. Tindakan Arman tersebut dilakukan setelah sering melihat artis idolanya di televisi yang juga berambut pirang. (UN 2008) Bentuk-bentuk sosialisasi : a. Sosialisasi primer : di keluarga. Contoh : - Sejak kecil ibu selalu mengajarkan kepada Nadira untuk menggunakan tangan kanan ketika makan dan menerima pemberian orang lain. (UN 2009) - Mengajarkan kepada anak untuk bersikap sopan kepada siapapun - Mengingatkan anak untuk belajar mandiri tidak bergantung kepada orang lain. (UN 2011) Terkait dengan kesinambungan moralitas masyarakat, lembaga keluarga memiliki fungsi membentuk dasar kepribadian individu. (UN 2009)

b. Sosialisasi sekunder : di luar keluarga Tipe Sosialisasi 1. Formal : melalui lembaga yang dibentuk oleh pemerintah dan masyarakat, mempunyai aturan tertulis yang cukup detil Contoh : pendidikan di sekolah 2. Nonformal : melalui lembaga yang dibentuk oleh masyarakat, mempunyai aturan tertulis secara global Contoh : lembaga kursus 3. Informal : dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan. Contoh : antara anggota keluarga, antara teman sebaya, sesama anggota klub Faktor-faktor penghambat dalam sosialisasi: a. Kemampuan berbahasa b. Kepandaian bergaul c. Kehidupan masyarakat yang terisolir d. Kesulitas dalam melakukan komunikasi e. Hambatan alam f. Adanya perbedaan kelakuan antara satu individu dengan individu lain g. Perubahan dalam masyarakat akibat modernisasi h. Terjadinya kesenjangan kebudayaan antarkelompok dalam masyarakat

KEPRIBADIAN Pengertian kepribadian: ciri watak yang khas dan konsisten sebagai identitas seorang individu Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang individu: 1. Faktor biologis 2. Faktor psikologis 3. Faktor sosiologis (Roucek dan Warren)

Hubungan antara sosialisasi dan kepribadian: kepribadian terbentuk karena proses sosialisasi. Ada hubungan yang erat antara sosialisasi dan kebudayaan. Contoh : Keluarga suku Bugis-Makassar mendidik putra-putrinya dengan simbol sipakatau-sipakalebbi (saling menghargai dan menghormati) sebagai pegangan dalam bertingkah laku. (UN 2009) Bapak dan Ibu Sosro yang berasal dari Jawa Tengah mendidik putra-putrinya secara adat/tradisi kejawen, dengan menggunakan bahasa Jawa Kromo (bahasa yang halus) untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih tua. (UN 2010) Penjelasan: apa yang disosialisasikan tentu berdasarkan budaya yang dianut.

Tahap-tahap sosialisasi menurut George Herbert Mead : 1. Tahap persiapan (Preparatory stage) - Anak mulai melakukan kegiatan meniru walau tidak sempurna.

2. Tahap meniru (Play stage) - Anak mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya, seperti menirukan peran seorang polisi, dokter, dan lain-lain. -Anak belum bisa memahami isi peranan yang ditirukannya, seperti menirukan peran dokter, ia belum paham mengapa dokter memeriksa pasien. 3. Tahap siap bertindak (Game stage) - Anak tahu peran yang harus dijalankannya. - Anak tahu peran yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Contoh : seperti dalam pertandingan, anak tahu peran yang harus dijalankannya dan harapan terhadap orang-orang yang bermain bersamanya. 4. Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized other) - Seseorang dianggap telah dewasa, menyadari pentingnya norma, dan berperilaku sesuai dengan norma masyarakat. __________ Referensi Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA Kelas X. Jakarta: Ganeca Exact. Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010 http://pengantar-sosiologi.blogspot.com/2009/04/bab-6-sosialisasi.html http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi Sumber gambar : http://oasecenter.blogspot.com

Interaksi SosialManusia punya naluri gregariousness, yaitu naluri untuk selalu hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain.

Sebagai makhluk sosial, manusia punya kecenderungan untuk bekerja sama dengan orang lain. (UN 2008)

Faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup bersama dengan orang lain yaitu untuk : a. memenuhi kebutuhan hidupnya b. mempertahankan diri c. meneruskan generasi atau keturunan d. hidup bersama

Pengertian interaksi sosial : hubungan timbal balik antarindividu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lainnya. Terjadinya interaksi karena ada proses aksi dan reaksi. (UN 2008)

Pola interaksi sosial: a. antarindividu contoh : Yusuf dan Ahmad sedang berdiskusi. b. antara individu dan kelompok contoh : Pak Firman sedang menjelaskan materi pelajaran kepada siswa kelas X c. antarkelompok contoh : Siswa kelas X dan kelas XI sedang merencanakan kegiatan pada saat liburan.

Ciri-ciri interaksi sosial : 1. Jumlah pelaku dua orang atau lebih. 2. Ada tujuan yang ingin dicapai. 3. Ada dimensi waktu. 4. Ada komunikasi yang terjadi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial :

a. imitasi : sikap meniru perilaku orang lain. Contoh: anak meniru artis menyanyi

- remaja mengikuti gaya berpakaian artis (UN 2011)

b. sugesti : pendapat seseorang yang diterima tanpa kritik. - Biasanya pendapat tersebut diberikan oleh : * Tokoh politik : Bung Karno * Artis : Deddy Mizwar c. identifikasi : keinginan untuk menjadi sama dengan orang lain, biasanya orang yang diidolakan. Contoh tokoh teladan : Umar bin Khattab

d. simpati : perasaan tertarik pada orang lain.

e. empati : merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain dan berbuat untuk melakukan sesuatu untuk orang tersebut. Contoh: - Seorang siswa SMP di China menyumbangkan seluruh uang tabungan hasil jerih payahnyanya dari mengumpulkan botol bekas air mineral kepada anak-anak korban HIV/AIDS. (UN 2009, 2010)

Syarat terjadinya interaksi sosial : a. kontak: berhubungan dengan orang lain b. komunikasi : pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami

Sifat kontak/komunikasi :

a. Primer (tatap muka/langsung) : Contoh : - Guru sedang mengajar sosiologi di kelas. - Ibu membujuk adik yang menangis karena jatuh. (UN 2010)

b. Sekunder (tidak tatap muka) Contoh : Anita menerima kiriman surat dari seseorang di luar negeri. (UN 2008)

Bentuk-bentuk/jenis-jenis interaksi sosial :

a. Proses asosiatif : interaksi yang mempererat hubungan

1) kerja sama : - kerukunan - bargaining : tukar-menukar barang dan jasa - kooptasi : penerimaan unsur baru dalam kepemimpinan - koalisi : kerja sama antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama - joint venture : kerja sama perusahaan dalam proyek tertentu

2) akomodasi : usaha untuk meredakan pertentangan *koersi : dengan paksaan *kompromi : mengurangi tuntutan *arbitrasi : mengundang pihak ketiga untuk memutuskan perkara *mediasi : mengundang pihak ketiga sebagai penasihat *konsiliasi : mempertemukan pihak yang bertikai untuk membuat kesepakatan *toleransi : menghargai pendirian orang lain *ajudikasi : dibawa ke pengadilan

*stalemate (kebuntuan) adalah kondisi dimana pihak yang bertikai menghentikan konflik karena kekuatan seimbang. Contoh : Konflik antarfaksi mujahidin di Afghanistan. Mereka bertempur, namun akhirnya berhenti karena merasa tidak dapat mengalahkan lawan, sama kuat.

3) akulturasi : masuknya budaya asing tanpa menghilangkan budaya asli.

4) asimilasi : - pembauran dua budaya yang menghasilkan budaya baru, atau - usaha-usaha untuk menghilangkan perbedaan

Contoh : pergaulan antara orang-orang yang berbeda latar belakang budaya, mereka saling mencari persamaan atau saling menyesuaikan perilaku di antara mereka, sehingga muncul budaya bersama.

b. Proses disosiatif : interaksi yang memperenggang hubungan. 1) persaingan/kompetisi

Contoh: - pelajar lulusan SMA mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi. (UN 2009) - kakak beradik mengikuti perlombaan lari cepat (UN 2011) 2) kontravensi : proses interaksi yang berada di antara persaingan dan konflik Contoh : perasaan tidak suka terhadap seseorang 3) konflik _________ Referensi Kun Maryati. Sosiologi, Jilid 1. Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat. Jakarta : Ganeca Exact. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010, 2011

Perilaku MenyimpangPengertian perilaku menyimpang: perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. (UN 2010)

Contoh : Di daerah Aceh, wanita harus mengenakan jilbab. Bila ada wanita yang tidak mengenakan jilbab, berarti ia telah berperilaku menyimpang.

Sebab terjadinya perilaku menyimpang: a. Sosialisasi yang tidak sempurna : tidak mendapat pendidikan atau penanaman nilai dan norma secara utuh. (UN 2008)

Pada lembaga primer (keluarga), sosialisasi yang tidak sempurna sering terjadi karena perceraian suami istri. (UN 2009, 2010)

Penjelasan : karena suami istri bercerai, pendidikan norma anak terabaikan, akibatnya anak berperilaku menyimpang.

Contoh : Di sekolah seorang anak diajarkan untuk disiplin belajar tetapi di rumah tidak, sehingga ia tumbuh menjadi pemalas (UN 2011)

b. Sosialisasi sub-budaya menyimpang : berinteraksi dengan kelompok yang menyimpang, sedikit demi sedikit terwarnai oleh nilai dan norma perilaku menyimpang, akhirnya berperilaku menyimpang.

Contoh : seorang pemuda biasa bergaul dengan kelompok pemabuk, lama-lama ia akan ikut mabukmabukan. (UN 2008)

Jenis-jenis perilaku menyimpang berdasarkan frekuensi/kadar sanksi

1) Penyimpangan primer : bukan kebiasaan (baru dilakukan pertama kali)/sementara dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. (UN 2009) (UN 2010) (2011)

2) Penyimpangan sekunder : sudah menjadi kebiasaan dan tidak dapat ditolerir oleh masyarakat. Contoh : perampokan, penggunaan narkoba (UN 2010)

Teori Penyimpangan * Teori Labeling : seseorang yang melakukan penyimpangan primer(penyimpangan pertama), kemudian ia dicap sesuai dengan penyimpangannya, akhirnya ia melakukan penyimpangan sekunder (penyimpangan terus-menerus). Contoh : seorang siswa yang ketahuan menyontek (baru pertama kali), dicap oleh teman-temannya sebagai penyontek, akhirnya ia menjadi penyontek.

Pengertian sikap anti sosial: sikap menolak norma yang berlaku di masyarakat.

Penyebab sikap anti sosial: merasa norma yang dianutnya lebih benar daripada norma yang berlaku di masyarakat.

Contoh sikap anti sosial : Seorang wanita menolak melaksanakan norma berpakaian yang sopan. Ia berpandangan bahwa berpakaian seksi adalah lebih baik untuk seorang wanita yang cantik. ____________

Referensi Kun Maryati. Sosiologi, Jilid 1. Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat. Jakarta : Ganeca Exact. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010

Pengendalian Sosial

Pengertian pengendalian sosial : upaya yang dilakukan agar anggota masyarakat mentaati norma yang berlaku. Fungsi pengendalian sosial : mengembangkan tertib perilaku anggota masyarakat. (UN 2010) Sifat pengendalian sosial : 1. Preventif (pencegahan) (UN 2009) Contoh : - Guru memberitahukan kepada siswa agar besok membawa buku sosiologi - Pemuka agama mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis. (UN 2011) 2. Represif (pemulihan) Cara pengendalian sosial : 1. Persuasif (dengan bimbingan) Contoh : Guru menegur siswa yang mencontek. (Cara pengendalian : dengan menegur) 2. Koersif (dengan kekerasan) Contoh : Polisi membubarkan demonstrasi mahasiswa dengan gas air mata. (Cara pengendalian : dengan gas air mata) Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial : 1. Lembaga penegak hukum : a. kepolisian, b. kejaksaan, c. pengadilan. (UN 2011) 2. Lembaga agama 3. Tokoh masyarakat Contoh : pertengkaran antarwarga diatasi oleh tokoh masyarakat. (UN 2010) Teknik pengendalian sosial : 1. Gosip : menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. (UN 2008, 2010) ____________ Referensi Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Ganeca Exact. Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010, 2011

http://sosiologipendidikan.blogspot.com/2008/11/konflik-sosial.html

Stratifikasi SosialPengertian Stratifikasi Sosial : pembedaan anggota masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.

Kriteria Stratifikasi Sosial 1. Kekayaan a. Orang kaya b. Orang miskin

Contoh stratifikasi sosial berdasarkan besarnya penghasilan dari pekerjaan : (UN 2008) a. Pengusaha besar b. Pengusaha menengah c. Pengusaha kecil 2. Kekuasaan a. Presiden b. Gubernur dst s.d. Rakyat 3. Ilmu Pengetahuan a. Pendidikan Tinggi b. Pendidikan Menengah c. Pendidikan Dasar 4. Kehormatan a. Orang yang banyak jasanya b. Orang biasa

Gambar piramida stratifikasi sosial : semakin ke atas jumlah anggotanya semakin sedikit. (UN 2007, 2008) Proses terbentuknya stratifikasi sosial : 1. Terjadi dengan sendirinya. Contoh : stratifikasi sosial atas dasar kekayaan. 2. Sengaja dibentuk. Contoh : struktur organisasi kelas. Sifat Stratifikasi Sosial 1. Tertutup : tidak bisa pindah lapisan. Contoh : sistem kasta. 2. Terbuka : bisa pindah lapisan. Contoh : stratifikasi sosial atas dasar kekayaan. Kasta di India : 1. Brahmana. 2. Ksatria 3. Waysa 4. Sudra Gelar kasta di Bali : 1. Brahmana : Ida Bagus/Ida Ayu. 2. Ksatria : Dewa, Cokorda, Anak Agung, Ngakan. 3. Waysa : Gusti, I Gusti. 4. Sudra : I Made, I Wayan, I Nyoman, Pande, Pasek. Sifat kasta : 1. Status diperoleh dengan kelahiran. 2. Perkawinan endogami. 3. Keanggotaan kasta berlangsung seumur hidup.

Unsur pembentuk stratifikasi sosial : status dan peran. (UN 2007) Macam-macam status : 1. Ascribed status : status yang diperoleh tanpa usaha atau karena keturunan. Contoh : anak dari kasta Brahmana masuk ke dalam kasta Brahmana.

2. Achieved status : status yang diperoleh dengan usaha. Contoh : status mahasiswa diperoleholeh siswa SMA yang telah lulus dalam mengikuti tes perguruan tinggi.

3. Assigned status : status yang diberikan karena seseorang telah berjasa. Contoh : gelar Bapak Koperasi kepada Mohammad Hatta karena beliau telah berjasa mengembangkan koperasi di Indonesia.

Macam-macam peran : 1. Ascribed roles : tanpa usaha. 2. Achieved roles : dengan usaha. 3. Actual roles : sesuai keadaan. 4. Expected roles : sesuai peraturan atau ketentuan.

Konsekuensi adanya pelapisan sosial: kalangan atas mendapatkan berbagai keistimewaan dalam menikmati fasilitas hidup, sebaliknya dengan kalangan bawah.

Dampak positif stratifikasi sosial: adanya strata kekuasaan, misalnya, bisa mempermudah kinerja pembangunan

Stratifikasi SosialPengertian Stratifikasi Sosial : pembedaan anggota masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.

Kriteria Stratifikasi Sosial 1. Kekayaan a. Orang kaya

b. Orang miskin

Contoh stratifikasi sosial berdasarkan besarnya penghasilan dari pekerjaan : (UN 2008) a. Pengusaha besar b. Pengusaha menengah c. Pengusaha kecil 2. Kekuasaan a. Presiden b. Gubernur dst s.d. Rakyat 3. Ilmu Pengetahuan a. Pendidikan Tinggi b. Pendidikan Menengah c. Pendidikan Dasar 4. Kehormatan a. Orang yang banyak jasanya b. Orang biasa

Gambar piramida stratifikasi sosial : semakin ke atas jumlah anggotanya semakin sedikit. (UN 2007, 2008) Proses terbentuknya stratifikasi sosial : 1. Terjadi dengan sendirinya. Contoh : stratifikasi sosial atas dasar kekayaan. 2. Sengaja dibentuk. Contoh : struktur organisasi kelas. Sifat Stratifikasi Sosial 1. Tertutup : tidak bisa pindah lapisan. Contoh : sistem kasta. 2. Terbuka : bisa pindah lapisan. Contoh : stratifikasi sosial atas dasar kekayaan. Kasta di India : 1. Brahmana. 2. Ksatria 3. Waysa 4. Sudra Gelar kasta di Bali : 1. Brahmana : Ida Bagus/Ida Ayu. 2. Ksatria : Dewa, Cokorda, Anak Agung, Ngakan. 3. Waysa : Gusti, I Gusti. 4. Sudra : I Made, I Wayan, I Nyoman, Pande, Pasek. Sifat kasta : 1. Status diperoleh dengan kelahiran. 2. Perkawinan endogami. 3. Keanggotaan kasta berlangsung seumur hidup.

Unsur pembentuk stratifikasi sosial : status dan peran. (UN 2007) Macam-macam status : 1. Ascribed status : status yang diperoleh tanpa usaha atau karena keturunan. Contoh : anak dari kasta Brahmana masuk ke dalam kasta Brahmana.

2. Achieved status : status yang diperoleh dengan usaha. Contoh : status mahasiswa diperoleholeh siswa SMA yang telah lulus dalam mengikuti tes perguruan tinggi.

3. Assigned status : status yang diberikan karena seseorang telah berjasa. Contoh : gelar Bapak Koperasi kepada Mohammad Hatta karena beliau telah berjasa mengembangkan koperasi di Indonesia.

Macam-macam peran : 1. Ascribed roles : tanpa usaha. 2. Achieved roles : dengan usaha. 3. Actual roles : sesuai keadaan. 4. Expected roles : sesuai peraturan atau ketentuan.

Konsekuensi adanya pelapisan sosial: kalangan atas mendapatkan berbagai keistimewaan dalam menikmati fasilitas hidup, sebaliknya dengan kalangan bawah.

Dampak positif stratifikasi sosial: adanya strata kekuasaan, misalnya, bisa mempermudah kinerja pembangunan