Ski kepemimpinan dalam perspektif islam

download Ski   kepemimpinan dalam perspektif islam

of 32

  • date post

    30-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    479
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Ski kepemimpinan dalam perspektif islam

  • 1. 126 110 04 Nurkholida Pratiwi 126 110 50 Siti Nur Aisyah 126 110 XX Ditya 126 110 74 Dewi Ratna Sari 126 110 81 Mohamad Tamrin 126 110 83 Indra Juniarti 126 110 90 Desi Puspitasari 126 110 93 Elisa Fauzia 126 110 99 Muhammad Adi Afan Afandi 126 111 04 Febria Pradita P 136 110 06 Hayu Haq Fitri K

2. Secara etimologi kepemimpinan berarti Khilafah, Imamah, Imaroh, yang mempunyai makna daya memimpin atau kualitas seorang pemimpin atau tindakan dalam memimpin. Secara terminologi, kepemimpinan adalah suatu kemampuan untuk mengajak orang lain agar mencapai tujuan - tujuan tertentu yang telah ditetapkan. 3. Sedangkan secara itilah, Khalifah adalah orang yang bertugas menegakkan syariat Allah SWT , memimpin kaum muslimin untuk menyempurnakan penyebaran syariat Islam dan memberlakukan kepada seluruh kaum muslimin secara wajib, sebagai pengganti kepemimpinan Rasulullah SAW . Dalam Islam pemimpin disebut dengan Khalifah. Khalifah (Ar.: Khaliifah adalah wakil, pengganti atau duta). 4. Para ulama dan cendikiawan muslim merumuskan pengertian khalifah dintaranya: Khalifah adalah pemimpin mengenai agama dan dunia. Khalifah, Imam dan Imarah adalah tiga pernyataan yang satu pengertianya yaitu pemerintahan keagamaan dan keduniaan. 5. Ibnu Taimiyyah: Agama Islam tidak akan bisa tegak dan abadi tanpa ditunjang oleh kekuasaan, dan kekuasaan tidak bisa langgeng tanpa ditunjang dengan agama.... 6. Kepemimpinan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya dihadapan sesama manusia tetapi juga dihadapan Allah SWT. Dalam firman Allah SWT yang artinya: .... Dan orang-orang yang memelihara amanat (yang diembannya) dan janji mereka, dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Mukminun: 8-11) 7. Seorang pemimpin harus bersifat Amanah (dapat dipercaya) karena ia telah diserahi tanggung jawab yang nantinya akan di mintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW juga telah mengingatkan agar menjaga amanah kepemimpinan dalam dua hadisnya, yaitu: Sabda Rasulullah : Setiap kalian adalah pemimpin, dan kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya. (HR. Al-Bukhari) 8. Sabda Rasulullah: Apabila amanah disia-siakan maka tunggulah saat kehancuran (waktu itu). Ada seorang sahabat yang bertanya, apa (indikasi) menyia- nyiakan amanah itu ya Rasul? Beliau menjawab: Apabila suatu perkara diserahkan pada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancurannya. (HR. Al- Bukhari) Dari kedua hadis tersebut memberikan isyarat bahwa pentingnya sifat amanah dan profesional dalam kepemimpinan. Sehingga kepemimpinan itu bukanlah fasilitas untuk menguasai melainkan pengorbanan , keteladanan, dan kepeloporan dalam bertindak yang seadil-adilnya 9. Tentang keharusan memegang sifat amanah dan berbuat adil, Allah SWT juga menegaskan dalam Alquran, yaitu: Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh klaian berlaku adil dan berbuat kebajikan. (QS. Al- Nahl : 90) Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kalian menetapkan dengan adil. (QS. An-Nisa;58) 10. Pertama paradigma legal-formalistik, yaitu yang medasarkan kepada aspek-aspek formal keislaman. Misalnya: Nama organisasi adalah nama islam Asas-asas yang digunakan adalah asas islam Pengurusnya adalah orang islam 11. Kedua paradigma esensial substansial, yaitu sebuah paradigma yang lebih mendasarkan hal-hal yang substansial dalam ajaran islam. Pada paradigma ini, kepemimpinan akan dikatakan islami, jika di dalamnya terdapat nilai-nilai islam yang dipraktikkan dalam me-manage sebuah organisasi tanpa melihat orang ini muslim ataupun non muslim. 12. Tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin adalah menggerakkan dan mengarahkan, menuntun, memberi mutivasi serta mendorong orang yang dipimpin untuk berbuat sesuatu guna mencapai tujuan. Sedangkan tugas dan tanggungjawab yang dipimpin adalah mengambil peran aktif dalam mensukseskan pekerjaan yang dibebankannya. 13. Kepemimpinan dalam pandangan Islam sering disebut dengan beberapa istilah, yaitu: Imamah, Khilafah, Ulul-amri, Amir, Wali, dan Rain Imamah : Imam, yang berarti pemimpin atau orang yang memimpin. Khilafah : Khalifah, pengganti atau orang yang mengganti. 14. Ulul-amri : Orang yang punya urusan dan mengurus. Wilayah : (waliya : memerintah, menguasai, menyayangi dan menolong) Orangnya disebut dengan wali. Riayah : (raa-yara : menggembalakan, memelihara dan mengayomi) Orangnya disebut rain (penggembala). 15. 1.Tidak memilih orang kafir sebagai pemimpin bagi orang muslim Q. S. An-Nisaa: 144; 16. 2. Tidak mengangkat pemimpin dari orang-orang yang mempermainkan Agama Islam Q. S. Al- Maidah: 57; 17. 3. Harus punya keahlian di bidangnya, karena pemberian tugas atau wewenang kepada yang tidak ber-kompeten akan mengakibatkan rusaknya pekerjaan bahkan organisasi yang menaunginya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. "Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancurannya". (H.R. Bukhori dan Muslim). 18. 4. Harus bisa diterima (acceptable), mencintai dan dicintai umatnya, mendoakan dan didoakan oleh umatnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. "Sebaik-baiknya pemimpin adalah mereka yang kamu cintai dan mencintai kamu, kamu berdoa untuk mereka dan mereka berdoa untuk kamu. Seburuk- buruk pemimpin adalah mereka yang kamu benci dan mereka membenci kamu, kamu melaknati mereka dan mereka melaknati kamu." (H.R. Muslim). 19. 5. Pemimpin harus memiliki bayangan sifat-sifat Allah SWT yang terkumpul dalam Asmaul Husna dan sifat-sifat Rasul-rasul-Nya. 6. Harus mengutamakan, membela dan mendahulukan kepentingan umat, menegakkan keadilan, melaksanakan syari'at, berjuang menghilangkan segala bentuk kemunkaran, kekufuran, kekacauan, dan fitnah, sebagaimana firman Allah SWT dalam Q. S. Al-Maidah: 8 ; 20. Menurut Imam Abu Hasan bin Habib al-Mawardi (364-450 H): Seorang pemimpin harus mempunyai sifat adil ('adalah). Memiliki pengetahuan untuk me-manage persoalan-persoalan yang ada kaitannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehat panca indranya seperti pendengaran, penglihatan dan lisannya Sehat anggota badan dari kekurangan 21. Seorang pemimpin harus mempunyai visi dan misi yang jelas Pemimpin harus mempunyai keberanian dan kekuatan Harus keturunan Quraisy (al-aimmatu min quraisyin) Menurut Ibnu Khaldun (kitab Muqaddimah), hadis tersebut dipahami secara kontekstual bahwa hak pemimpin itu bukan pada etins Quraisynya, melainkan pada kemampuan dan kewibawaannya. 22. Selanjutnya, beberapa pandangan juga menyatakan kriteria- kriteria pimpinan islam, yaitu: 1. Jujur 2. Amanah 3. Cerdas 4. Adil 5. Bijaksana dan Tanggung Jawab 6. Terbuka 7. Keikhlasan