Skenario 5 Pertemuan 2

download Skenario 5 Pertemuan 2

of 26

  • date post

    23-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    11
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Skenario 5 Pertemuan 2

Transcript of Skenario 5 Pertemuan 2

RESUME BLOK IIISKENARIO V

GERIATRI DAN TANATOLOGIKELOMPOK E

1. Liza Okta Maya Sari0620101010342. Agnes Evelyn C0620101010543. Tamzila Akbar Nila Sandhi 1120101010614. Cinthya Damayanti 1120101010625. Hilwa Alfi Fauziyah 1120101010636. Aisyiyah Alviana Agustin 1120101010647. Zhara Vida Zhubika 1120101010658. Rastra Defa Sari 1120101010669. Putu Ratih Pradnyani Dewi 11201010106710. Natasha Amelia 11201010106911. I Gede Prima Julianto 11201010107012. Stefen Andrean 11201010107113. Hanifa Rosyda Risqi Cahyani 11201010107214. Olyvia Yulyani Khaerul Putri 11201010107315. Fairuztya Naila Maris 112010101074

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS JEMBER2011

SKENARIO 5: GERIATRI DAN THANATOLGY

Pak Ridwan seorang pensiunan PNS berumur 58 tahun, memutuskan berobat kepoli Geriatri karena sejak pensiun, merasa emosinya tidak stabil, pelupa, badan dan sendinya terasa sakit dan kaku jika bergerak, badannya semakin kurus, dan tidak bergairah dalam hubungan suami istri. Dokter menyarankan Pak Ridwan melakukan pemeriksaan medis lengkap untuk kemudian ditindaklanjuti dengan penanganan. Dokter menyarankan selain pengobatan dengan obat-obatan, Pak Ridwan menjalani bimbingan konseling dengan relawan di poli tersebut. Menurut dokter keluhan yang Pak Ridwan alami merupakan gejala dari proses penuaan yang terjadi, dimana rentan sekali mengalami penyakit degenerative maupun penyakit geriatri. Dokter juga menyarankan saat menjalani bimbingan konseling Pak Ridwan juga mengajak istri. Pak Ridwan merasa sedikit lega dengan penjelasan tersebut, karena sejak Pak Ridwan sakit-sakitan beliau merasa saat kematian semakin dekat, apalagi ditambah dengan berita ditemukannya sahabat Pak Ridwan yang meninggal dengan tubuh membusuk di rumahnya beberapa bulan lalu.

KLARIFIKASI ISTILAH Geriatri:cabang ilmu gerontology dan kedokteran yang mempelajari masalah kesehatan pada lansia yang menyangkut aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative serta psikososial yang menyertai kehidupan lansia.

Thanatologi:cabang ilmu forensik yang mempelajari perubahan-perubahan pada tubuh seseorang yang telah meninggal dan ilmu yang berhubungan dengan kematian sertaberguna mempelajari bagaimana dan kapan dikatakan meninggal.

Penyakit degenerative: penyakit yang timbul akibat kemunduran fungsi sel dan merupakan istilah medis untuk menjelaskan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuhya itu dari keadaan normal menjadi lebih buruk. Sifatnya menahun dan tidak menular.

Proses penuaan: proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/ mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita, berhubungan dengan waktu dan proses adaptasi lingkungan.

Kematian : berhentinya faal system pernapasan dan sistem peredaran darah secara lengkap dan permanen. Kematian didefinisikan kematian batang otak. Kematian punya dua stadium, Somatic Death dan Cellular Death.ANALISIS MASALAHA. PENYAKIT DEGENERATIF1. Penyebab Penyakit DegeneratifPenyakit degenerative merupakan penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh dari normal menjadi lebih buruk dan bersifat irreversible. Macam-macam penyebab penyakit degenerative antara lain :1. Ketidakstabilan mineral dalam tubuh2. Memiliki kolerasi yang cukup kuat dengan bertambahnya proses penuaan usia3. Perubahan gaya hidup -> junk food4. Jenis pekerjaan5. Radikal bebasRadikal bebas adalah suatu atom atau molekul yang mempunyai elektron yang tidak berpasangan. Elektron yang tidak berpasangan tersebut menyebabkan gerakan radikal bebas yang tidak terkendali dan saling bertabrakan sehingga timbul radikal bebas baru. Radikal bebas dewasa ini banyak mengakibatkan penyakit degeneratif seperti jantung, stroke, dan kanker. Untuk memusnahkannya diperlukan antioksidan.6. Paparan logam besi yang tidak terikat secara sempurna hingga meracuni tubuh dan merusak sel-sel2. Faktor Faktor Penyebab Penyakit Degeneratifa. Faktor yang Bisa DihindariBeberapa faktor yang bisa dihindari untuk mencegah timbulnya penyakit degenerative antara lain : Pola hidup, dengan olahraga teratur, makan makanan sehat sehingga tidak kekurangan gizi maupun kelebihan gizi, serta berpikir positif. penyakit akibat infeksi lingkungan yg tercemardengan menjaga lingkungan hidup untuk menjadi lingkungan myang sehat. Atau bisa juga dilakukan dengan menjaga diri sendiri dari pencemaran lingkungan.

b. Faktor yang Tidak Bisa dihindariBeberapa faktor yang tidak bisa dihindari yang memicu timbulnya penyakit degeneratif antara lain : waktu harapan hidup perubahan metabolisme tubuh

B. GERIATRI1. Masalah masalah yang terkait geriatria. Masalah kesehatanMasalah-masalah yang biasa dialami usila seperti kekuatan fisik dan daya tahan tubuh pada manula telah menurun, serta mekanisme kerja organ tubuh mulai terganggu. Kemunduran tersebut disebabkan oleh perubahan yang secara alami terjadi pada manula, antara lain : 0. Besar otot berkurang, karena jumlah dan besar serabut otot berkurang0. Metabolisme basal menurun0. Kemampuan bernafas menurun karena elastisitas paru-paru berkurang0. Kepadatan tulang menurun karena berkurangnya mineral, sehingga lebih mudah cidera0. Sistem kekebalan tubuh menurun hingga peka terhadap penyakit dan alergi0. Sistem pencernaan terganggu yang disebabkan antara lain oleh tanggalnya gigi, kemampuan mencerna dan menyerap zat gizi kurang efisien dan gerakan peristaltik usus menurun0. Indra pengecap dan pembau sudah kurang sensitif (kurang peka) yang menyebabkan selera makan menurunDi samping faktor perubahan fisik, faktor psikologi juga sering kali menyebabkan penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia seperti : Rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia. Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta diperkuat oleh tradisi dan budaya. Kelelahan atau kebosanan karena kurang variasi dalam kehidupannya. Pasangan hidup telah meninggal. Disfungsi seksual karena perubahan hormonal atau masalah kesehatan jiwa lainnya misalnya cemas, depresi, pikun dsb.

Tabel perubahan fisiologi dari aktivitas seksual yang diakibatkan oleh proses menuamenurut KaplanFase tanggapan seksualPada wanita lansiaPada pria lansia

Fase desireTerutama dipengaruhi oleh penyakit baik dirinya sendiri atau pasangan, masalah hubungan antar keduanya, harapan kultural dan hal-hal tentang harga diri. Desire pada lansia wanita mungkin menurun dengan makin lanjutny usia, tetapi hal ini bisa bervariasi. Interval untuk meningkaatkan hasrat melakukan kontak seksual meningkat;hasrat sangat dipengaruhi oleh penyakit; kecemasan akan kemampuan seks dan masalah hubungan antara pasangan. Mulai usia 55 th testosteron menurun bertahap yang akan mempengaruhi libido.

Fase arousalPembesaran payudara berkurang, semburat panas dikulit menurun; elastisitas dinding vagina menurun; iritasi uretra dan kandung kemih meningkat;otot-otot yang menegang pada fase ini menurun.M embutuhkan waktu lebih lama untuk ereksi; ereksi kurang begitu kuat; testosteron menurun; produksi sperma menurun bertahap mulai usia 40 th; elevasi testis ke perinium lebih lambat dan sedikit; penguasaan atas ejakulasi biasany membaik.

Fase orgasmik(fase muskular)Tanggapan orgasmik mungkin kurang intens disertai sedikit kontraksi; kemampuan untuk mendapatkan orgasme multipel berkurang dengan makin lanjutnya usia.Kemampuan mengontrol ejakulasi membaik; kekuatan kontraksi otot dirasakan berkurang; jumlah kontraksi menurun; volume ejakulat menurun.

Fase pasca orgasmikMungkin terdapat periode refrakter, dimana pembangkitan gairah secara segera lebih sukar.Periode refrakter memanjang secara fisiologis, dimana ereksi dan orgasme berikutnya lebih sukar terjadi.

b. Masalah psikososial1. Penurunan kondisi fisikPenurunan kondisi fisik pada manula dapat menyebabkan gangguan psikologi bagi manula karena manula akan merasa ketergantungan pada orang lain dan merasa dirinya sudah tidak ada gunanya lagi dan terjadi perubahan konsep diri 1. Perubahan yang berkaitan dengan pekerjaan (terjadi pada masa pensiun)1. Sumber finansial berkurang1. Kehilangan kedudukan 1. Kehilangan jabatan1. Kehilangan peran, kegiatan, status dan harga diri1. Perubahan dalam peran sosial di masyarakatAkibat berkurangnya fungsi indra, gerak fisik dsb maka keyakinan masyarakat terhadap manula berkurang1. Kesepian1. Pasangan hidup sudah meninggal1. Kehilangan hubungan dengan teman atau famili1. Perubahan dalam cara hidup yaitu memasuki rumah perawatan sehingga aktifitas gerak lebih sempit2. Aginga. Fase agingProses penuaan sendiri, terjadi dalam tiga fase kehidupan. Fase pertama, pada usia 25 hingga 35 tahun, yaitu manusia akan memasuki fase penuaan subklinik. Pada fase ini tanda penuaan belum terlihat jelas tetapi fungsi hormon testosteron, hormon pertumbuhan, dan estrogen mulai melemah. Lalu, fase kedua, pada usia 35 hingga 45 tahun. Ini merupakan fase transisi yang ditandai dengan menurunnya fungsi hormon sebanyak 25 persen, menyusutnya otot, dan meningkatnya serapan lemak. Lalu fase ketiga, ketika memasuki usia 45 tahun, yang disebut dengan fase klinik. Ditandai dengan, mulai sering merasa sakit karena kemampuan menyerap nutrisi, makanan, mineral, dan vitamin menurun.b. Tanda-tanda agingAging ialah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia, dimana pasti memiliki suatu tanda- tanda atau menyebabkan perubahan-perubahan yang spesifik di tiap bagian kehidupannya masing-masing. Adapun perubahan-perubahan atau tanda-tanda yang dapat dijadikan indikator bahwa proses aging sedang melanda seseorang ialah sebagai berikut, antara lain:a) Perubahan Fisik dan Fungsia. Sel- Jumlah sel menurun atau lebih sedikit- Ukuran sel lebih besar- Mekanisme perbaikan sel terganggu- Jumlah cairan tubuh dan cairan intraseluler berkurang- Lekukan o