Skenario 3 Print Muskulo

download

of 21

  • date post

    05-Aug-2015
  • Category

    Documents
  • view

    74
  • download

    3

Embed Size (px)

transcript

Nama : Faradiba Febriani NPM : 1102011096 LO. 1. Memahami dan menjelaskan Anatomi coxae dan femur 1.1. Makroskopis Os. Coxae Ciri penting yang terdapat pada permukaan os. Coxae di region glutealis adalah sebagai berikut: Ileum, yang merupakan bagian atas yang gepeng , memiliki crista iliaca. Seluruh crista ini ini dapat diraba di bawah kulit. Ia berakhir di depan pada spina iliaca anterior posterior, dan dibelakang pada spina iliaca superior posterior. Tuberculum iliacum terletak kurang lebih 5 cm dibelakang spina iliaca anterios superior. Di bawah spina iliaca anterior superior, terdapat tonjolan , spina iliaca posterior inferior, terdapat dibawah spina iliaca posterior superior. Di atas dan dibelakang acetabulum, terdapat takik besar pada ilium, insicura ischiadica major. Permukaan luar ilium berombak, cembung di depan dan cekung di belakang. Ia ditandai dengan garis lengkung, linea glutea posterior , linea glutea media, dan glutea glutea inferior. Ischium berbentuk seperti huruf L, terdiri atas bagian yang lebih tebal, corpus, dan bagian bawah yang lebih tipis, ramus. Spina ischiadica menonjoldari tepian posterior ischium dan menyelip diantara Incisura ischiadica major dan insicura ischiadica minor. Tuberositasischiadica membentuk aspek posterior bagian bawah corpus ischia tersebut. Incisura ischiadiva major dan minor diubah menjadi foramen ischiadicum majus dan minus oleh adanya lig. Sacrospinale dan lig. Sacrotuberal. Pubis, dapa dibagi menjadi bagian corpus, ramus superior , dan ramus inferior. Corpus kedua os pubis saling berartikulasi pada garis tengah ke anterior pada symphysis pubis, ramus superior menghubungkan ileumdan ischium pada acetabulum, dan ramus inferior menghubungkan ramus ischiadica di bawah foramen obturatorium. Foramen obturatorium semasa hidup ditutupi membrane obturatoria. Crista pubica merupakan tepian atas corpus pubis dan berakhir di lateral sebagai tuberculum pubicum.

Os. Femur Gambar : Anatomi Femur1

Femur pada ujung bagian atasnya memiliki caput, collum, trochanter major dan trochanter minor. Bagian caput merupakan lebih kurang dua pertiga bola dan berartikulasi dengan acetabulum dari os coxae membentuk articulatio coxae. Pada pusat caput terdapat lekukan kecil yang disebut fovea capitis, yaitu tempat perlekatan ligamentum dari caput. Sebagian suplai darah untuk caput femoris dihantarkan sepanjang ligamen ini dan memasuki tulang pada fovea. Bagian collum, yang menghubungkan kepala pada batang femur, berjalan ke bawah, belakang, lateral dan membentuk sudut lebih kurang 125 derajat (pada wanita sedikit lebih kecil) dengan sumbu panjang batang femur. Besarnya sudut ini perlu diingat karena dapat dirubah oleh penyakit. Trochanter major dan minor merupakan tonjolan besar pada batas leher dan batang. Yang menghubungkan dua trochanter ini adalah linea intertrochanterica di depan dan crista intertrochanterica yang mencolok di bagian belakang, dan padanya terdapat tuberculum quadratum. Bagian batang femur umumnya menampakkan kecembungan ke depan. Ia licin rmukaan anteriornya, namun pada bagian posteriornya terdapat rabung, linea aspera. Tepian linea aspera melebar ke atas dan ke bawah.Tepian medial berlanjut ke bawah sebagai crista supracondylaris medialis menuju tuberculum adductorum pada condylus medialis.Tepian lateral menyatu ke bawah dengan crista supracondylaris lateralis. Pada permukaan posterior batang femur, di bawah trochanter major terdapat tuberositas glutealis, yang ke bawah berhubungan dengan linea aspera. Bagian batang melebar ke arah ujung distal dan membentuk daerah segitiga datar pada permukaan posteriornya, disebut fascia poplitea. Ujung bawah femur memiliki condylus medialis dan lateralis, yang di bagian posterior dipisahkan oleh incisura intercondylaris. Permukaan anterior condylus dihubungkan oleh permukaan sendi untuk patella. Kedua condylus ikut membentuk articulatio genu. Di atas condylus terdapat epicondylus lateralis dan2

medialis. Tuberculum adductorium berhubungan langsung dengan epicondylus medialis. 1.2. Mikroskopis Tulang femur dikategorikan tulang panjang, gambaran histologi nya dibagi menjadi 2 bagian, tulang kompak dibagian luar dan tulang kanselosa di bagian dalam.

Pada tulang kompak unit struktural matriksnya adalah osteon (sistem havers), setiap osteon terdiri dari lapisan-lapisam lamela yang tersusun mengelilingi suatu kanalis sentralis. Pada lamela mengandung osteosit dalam rongga berbentuk kenari yang disebut lakuna. Pada masing-masing lakuna terdapat kanal halus yang disebut kanalikuli. Selain itu terdapat pula lamela interstisial, yaitu daerah kecil tidak teratur tulang yang terdapat diantara osteon.

Pada bagian dalam (tulang kanselosa) terdiri dari trabekula tulang yang bentuknya tipis dan bercabang. Trabekula sendiri dikelilingi oleh periosteum. Di luar periosteum terdapat rongga sumsum dengan pembuluh darah.

3

Tulang, atau jaringan oseosa, merupakan bentuk kaku jaringan ikat yang membentuk sebagian besar kerangka vertebrata yang lebih tinggi. Jaringan ini terdiri atas sel-sel matriks intrasel. Matriks mengandung unsur organic, yaitu terutama serat-serat kolagen, dan unsur anorganik yang merupakan dua per tiga berat tulang itu. Garam-garam anorganik yang bertanggung jawab atas kaku dan kejurnya tulang adalah kalsium fosfat (kira-kira 85%), kalsium karbonat (10%), dan sejumlah kecil kalsium fluoride dan magnesium fluoride. Tulang dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tulang spongiosa (cancellous) dan tulang kompakta (padat). Tulang spongiosa terdiri atas trabekula dan balok tulang langsing, tidak teratur, bercabang, dan saling berhubungan membentuk anyaman. Celah-celah diantara anyaman itu ditempati oleh sumsum tulang. Tulang kompakta tampak padat, kecuali bila dilihat di bawah mikroskop. Diantara kedua jenis tulang ini tidak ada pembatasan yang jelas, karena semata-mata tergantung jumlah relative bahan padat, ukuran, dan jumlah celah-celah yang ada pada masing-masingnya. Pada tulang panjang, bagian batang (diafisis) terutama terdiri atas tulang kompakta, yang mengelilingi sumsum tulang. Setiap bagian ujungnya (epifisis) terdiri atas tulang spongiosa yang dibungkus selapis tipis tulang kompakta. Celah-celah tulang spongiosa ini berhubungan langsung dengan rongga sumsum tulang diafisis. Pada tulang pipih, dua lempeng tulang kompakta mengapit lapisan tulang spongiosa (diploe) doantaranya. Sebagian besar tulang yang tidak teratur bentuknya terdiri atas tulang spongiosa yang dibungkus selapis tipis tulang kompakta. Setiap tulang, kecuali permukaan sendinya, dibungkus oleh lapisan jaringan ikat khusus, yaitu periosteum. Lapisan jaringan ikat serupa yang kurang berkembang, yaitu endoesteum, membatasi rongga dan celah sumsum.

4

Ciri paling utama tulang secara mikroskopik adalah susunannya yang lamellar, yaitu substansi intrasel yang mengalami pengapuran, atau matriks tulang, yang tersusun dalam lapisan-lapisan, atau lamel-lamel, dengan berbagai pola. Di dalam substansi interstitial terdapat rongga-rongga kecil, atau lacuna, yang berisisel-sel tulang (osteosit). Dari tiap lacuna memancar keluar saluran-saluran halus, disebut kanalikuli, yang menembus lamel-lamel dan berhubungan dengan kanalikuli lacuna sekitarnya. Jadi semua lacuna saling berhubungan melalui sistem slauran halus.

1.3. Kinesiologi Tulang: Antara caput femoris dan acetabulum Jenis sendi: Enarthrosis spheroidea Penguat sendi: Terdapat tulang rawan pada facies lunata Kelenjar Havers terdapat pada acetabuli Ligamentum iliofemorale yang berfungsi mempertahankan art. coxae tetap ekstensi, menghambat rotasi femur, mencegah batang berputar ke belakang pada waktu berdiri sehingga mengurangi kebutuhan kontraksi otot untuk mempertahankan posisi tegak. Ligamentum ischiofemorale yang berfungsi mencegah rotasi interna. Ligamentum pubofemoralis berfungsi mencegah abduksi, ekstensi, dan rotasi externa. Selain itu diperkuat juga oleh Ligamentum transversum acetabuli dan Ligamentum capitifemoris. Bagian bolong disebut zona orbicularis. Capsula articularis: membentang dari lingkar acetabulum ke linea intertrochanterica dan crista intertrochanterica. Gerak sendi: Fleksi: M. iliopsoas, M. pectineus, M. rectus femoris, M. adductor longus, M. adductor brevis, M. adductor magnus pars anterior tensor fascia lata Ekstensi: M. gluteus maximus, M. semitendinosus, M. semimembranosus, M. biceps femoris caput longum, M. adductor magnus pars posterior Abduksi: M. gluteus medius, M. gluteus minimus, M. piriformis, M. sartorius, M. tensor fasciae latae Adduksi: M. adductor magnus, M. adductor longus, M. adductor brevis, M. gracilis, M. pectineus, M. obturator externus, M. quadratus femoris

5

Rotasi medialis: M. gluteus medius, M. gluteus minimus, M. tensor fasciae latae, M. adductor magnus (pars posterior) Rotasi lateralis: M. piriformis, M. obturator internus, Mm. gamelli, M. obturator externus, M. quadratus femoris, M. gluteus maximus dan Mm. adductores Articulatio ini dibungkus oleh capsula articularis yang terdiri dari jaringan ikat fibrosa. Capsula articularis berjalan dari dipinggir acetabulum Os. coxae menyebar ke lateroinferior mengelilingi collum femoris untuk melekat pada linea trochanterica bagian depan dan meliputi pertengahan bagian posterior collum femoris kira-kira sebesar jari diatas crista trochanterica. Oleh karena itu bagian lateral dan distal belakang collum femoris adalah diluar capsula articularis. Sehubungan dengan itu fraktur collum femoris dapat extracapsular dan dapat pula intracapsular.

LO. 2. Memahami dan menjelaskan fraktur 2.1. Definisi Fraktur adalah putusnya kontinuitas tulang, tulang rawan epifis atau tulang rawan sendi. 2.2. Klasifikasi Fraktur berdasarkan derajat atau luas garis fraktur terbagi atas : complete, dimana tulang patah terbagi menjadi dua bagian (fragmen) atau lebih, serta incomplete (parsial). Fraktur parsial terbagi lagi menjadi: 1. Fissure/Crack/Hairline tulan