SKB Emil Adam

Click here to load reader

  • date post

    07-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.233
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of SKB Emil Adam

TUGAS STUDI KELAYAKAN BISNIS KILAU LAUNDRY

Disusun oleh :1. 2.

Emil Ady Putra

( 7450407051)

Adam Karunia M ( 7450407042)

JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2011

BAB I Pendahuluan

1. Nama Perusahaan Usaha yang kami dirikan bernama Kilau Laundry merupakan perusahaan perseorangan. Usaha ini bergerak di bidang jasa layanan cuci dan setrika berdasarkan jumlah berat (kg) cucian konsumen, sehingga harga yang ditawarkan lebih murah dari jasa laundry dengan perhitungan harga perpotong namun tetap mengutamakan kualitas. 2. Lokasi Perusahaan Usaha Kilau Laundry terletak di jalan Patemon No. 72 Gunung Pati, Semarang. Lokasi ini merupakan lahan sewaan. Lokasi ini dipilih karena letaknya di sekitar kampus Unnes sehingga berdekatan dengan pangsa pasar dimana sasaran konsumen kita yakni mahasiswa. 3. Prospek Usaha Diawali dengan konsep laundry rumah yang menampung cucian dari para mahasiswa, karena dirasa perhitungan perpotong yang cukup mahal bagi mahasiswa lalu muncul gagasan laundry dengan system perhitungan kiloan. 1 kg bisa untuk 4-5 potongan pakaian, tentunya sangat menguntungkan bagi konsumen. Dengan biaya yang lebih hemat disertai kualitas yang baik, dihrapkan usaha Kilau Laundry ini dapat diterima para mahasiswa di Unnes. Baik konsumen maupun pemilik laundry saling menguntungkan. Bagi konsumen biaya mencuci sangat ringan sesuai kantong mahasiswa yang merupakan pangsa pasar terbesar laundry kiloan. Bagi pengusaha laundrypun juga diuntungkan karena dengan harga yang terjangkau dapat menarik banyak konsumen. Rencana pengembangan usaha yang akan dilakukan adalah: 1. Strategi Pemasaran a. Pengembangan Produk

b. Pengembangan wilayah pemasaran c. Promosi

d. Strategi Penetapan Harga 2. Penambahan peralatan dan perlengkapan laundry untuk meningkatakan kuantitas layanan laundry.3.

Penambahan jumlah karyawan untuk mendukung peningkatan kuantitas layanan laundry.

4. 4. Pendanaan

Penambahan cabang perusahaan.

Pendanaan usaha Laundry Kilau ini sepenuhnya dengan modal dari pemilik dan akan dilakukan peminjaman dana kepada bank untuk pengembangan usaha setelah usaha ini mencapai keuntungan yang menjanjikan sebagai bahan pertimbangan untuk mendapat pinjaman dari bank. 5. Biaya Investasi Dana pemilik yang dianggarkan dalam usaha laundry ini adalah Rp. 32.000.00,dengan alokasi sebagai berikut: Sewa Gedung per tahun : Rp. 12.000.000,Rp. 8.106.000,Rp. 1.670.000,Rp. 5.000.000,Rp. Rp. Rp. 350.000,550.000,200.000,-

Pembelian mesin cuci front loading LG 7kg (2 unit) : Pembelian mesin cuci twin turbo LG 7kg (1 unit) Pembelian mesin pengering LPG 3kg (2 unit) Pembelian timbangan 20 kg Seterika uap Panasonic 1200 watt (2 unit) Pembelian meja spooting Pengurusan izin usaha : : : : : :

Rp. 1.000.000,-

Promosi (brosur, selebaran, pamphlet) Lain-lain 6. Tujuan Usaha Jangka Panjang

: :

Rp. 2.000.000,Rp. 1.124.000,-

Usaha ini bertujuan untuku memenuhi kebutuhan akan jasa layanan laundry khususnya untuk mahasiswa Unnes. Kami berharap usaha ini mampu mengalami perkembangan yang signifikan sehingga kebutuhan masyarakat akan jasa layanan laundry akan terpenuhi dengan baik, ketika usaha ini mampu berjalan baik maka target pemasaran kami akan bertambah luas dan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat

BAB II Aspek Pasar dan Pemasaran

1. Bentuk Pasar Usaha laundry memiliki bentuk pasar yang condong ke pasar persaingan sempurna dimana pembeli atau konsumen sangat banyak dan usaha serupa juga banyak bahkan kecenderungan persainganya mendekati hiperkompetitif. Namun usaha ini memiliki prospek yang cerah dimasa yang akan datang dikarenakan kebutuhan akan jasa layanan laundry mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Selain itu dengan berbagai inovasi baru dan strategi maka usaha ini dapat menjadi usaha yang prospektif dan sangat menguntungkan 2. Gambaran Permintaan dan Penawaran Usaha laundry ini merupakan usaha yang memiliki pesaing besar oleh karena itu kami memberikan keunggulan-keunggulan pada jasa pelayanan yang kami buat, Kami berharap dengan adanya keunggulan-keunggulan tersebut maka usaha ini dapat

berkembang dengan pesat. Dilihat dari tingginya permintaan yang ada kami mentargetkan jasa layanan laundry yang kami tawarkan laku di pasaraan. Kami melihat besarnya peluang disisni karena kebutuhan layanan jasa laundry juga sangat besar khususnya dari mahasiswa. Dan untuk segi penawaran kami juga menganalisis bahwa penawaran untuk jasa layanan laundry masih terhitung lebih sedikit dari permintaannya khususnya di daerah Unnes, Gunung Pati. Selain itu kualitasnya belum terjamin, Sehingga dengan keunggulan yang ada usaha Kilau Laundry ini diharapkan dapat berkembang pesat. 3. Peluang Pasar Dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa Unnes selalu bertambah. Pada tahun ini diperkirakan mahasiswa Unnes berkisar 5000 orang. Jumlah mahasiswa yang menetap di sekitar lingkungan kampus diperkirakan sekitar 3000 orang. Diasumsikan tiap orang akan mencucikan pakaiannya 1,5 kg setiap harinya. Hal ini merupakan peluang besar bagi Kilau Laundry untuk mengembangkan usahanya. 4. Taget Pasar Target pasar dilihat dari segmentasi pasar yang ada yaitu: a. Pembeli Individu (Berasal dari konsumen rumah tangga yang tinggal di sekitar lingkungan Unnes. b. Para mahasiswa Unnes

5. Perilaku dan Kepuasan Konsumen Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, konsumen yang ada menginginkan kualitas layanan jasa laundry yang baik dan cepat sehingga kami berusaha menawarkan sebuah jasa pelayanan yang mengutamakan kepuasan pelanggan. Kami berusaha memberikan jasa pelayanan yang berkualitas tinggi dan bersedia menerima saran atau kritik yang membangun. Dalam penerapanya kami memberikan pengarahan kepada karyawan kami untuk melayani jasa laundry sebaik mungkin dan tepat waktu dalam

pengerjaan. Oleh karena itu dengan strategi tersebut diharapkan konsumen puas terhadap pelayanan jasa yang kami tawarkan. 6. Program Pemasaran a. Pengembangan Usaha: Pemberian variasi pewangi yang digunakan untuk cucian konsumen, penambahan peralatan untuk mempercepat proses pengerjaan layanan laundry, penggunaan deterjen dengan kualitas yang lebih unggul b. Kegiatan promosi: - Promosi penjualan: demo mencuci bersih dan cepat, pemberian discount, pemberian jaminan kualitas pelayanan laundry. - Iklan: brosur, iklan di media cetak lokal, pamphlet, spanduk, dan selebaran.

BAB III

Aspek Teknik dan Teknologi Produksi

1. Produk Jenis Produkyang ditawarkan Karakteristik produk Assesoris tambahan : : : Jasa layanan laundry kiloan Untuk pakaian, karpet, sprei, tas kain Pewangi pilihan, deterjen berkualitas

2. Proses Produksi Proses produksi yang dilakukan Kilau Laundry adalah sebagai berikut:

Pakaian Konsumen

Pemilihan pewangi

Pentakaran pewangi dan deterjen yg akan digunakan

Proses Pencucian

Pengentasan dan pengeringan

Keunikan dari usaha ini yakni proses pengeringan cucian menggunakan mesin pengering dengan bahan bakar LPG sehingga biaya produksinya lebih ringan dari pada menggunakan mesin pengering dengan tenaga listrik karena harga LPG yang lebih murah dari tariff listrik untuk menggunakan mesin pengering

Pensetrikaan

Pengemasan

3. Mesin dan Peralatan Mesin dan peralatan yang dibutuhkan dalam usaha ini adalah sebagai berikut: Mesin Produksi mesin cuci front loading LG 7kg mesin cuci twin turbo LG 7kg mesin pengering LPG 3kg seterika uap Panasonic 1200 watt timbangan 20 kg meja spooting Total Jumlah Harga Satuan 2 1 2 2 1 1 Rp. 4.053.000,Rp. 1.670.000,Rp. 2.500.000,Rp. 275.000,Rp. 350.000,Rp. 200.000,Total Nilai Rp. 8.106.000,Rp. 1.670.000,Rp. 5.000.000,Rp. 550.000,Rp. 350.000,Rp. 200.000,Rp. 15. 876.000,-

4. Bahan Baku Bahan baku yang diperlukan untuk usaha laundry ini adalahsebagai berikut: Bahan baku Deterjen Pewangi Plastik Kebutuhan rata-rata perbulan 15 kg 500 liter 500 satuan

BAB IV Aspek Manajemen dan Organisasi

1.

Identitas Usaha laundry kiloan ini merupakan usaha kecil yang berbentuk usaha perseorangan, bentuk usaha perseorangan ini dikarenakan usaha masih dalam modal sendiri, lahan usaha merupakan lahan sewaan dan merupakan usaha yang masih dikategorikan skala kecil. Seiring dengan perkembanganya usaha ini akan diajukan dalam bentuk badan usaha lainya. Usaha laundry ini dijalankan oleh 1 pemilik yang turun lansung dalam laundry dan 3 orang karyawan. Karyawan dalam usaha ini diperoleh melalui rekruitmen dan seleksi yang cukup ketat untuk menjaga kualitas jasa pelayanan.

2.

Legalitas Dikarenakan usaha laundry ini merupakan usaha perseorangan maka pengurusan perizinan masih terbatas, yaitu perijinan legalitas berupa SIUP yang akan dijalankan dengan proses sebagai berikut : Pemohon mengambil formulir pendaftarn SIUP Penerimaan dan pengembalian formulir permohonan yang telah diisi lengkap berikut lampiran-lampiran yang dipersyaratkan Penerimaan dan penelitian berkas permohonan perizinan dan,pendaftaran pengecekan dan pemeriksaan ke perusahaan

Pengesahan permohonan perizinan dan pendaftaran Pembayaran retribusi izin dan pendaftaran

Selain izin tersebut usaha laundry ini juga meminta ijin lokasi dan juga ijin mendirikan usaha terhadap tokoh masyarakat setempat demi kelangsungan usaha yang ada. 3. Pengorganisasian Usaha ini merupakan usaha yang dijalankan oleh beberapa orang dan setiap yang terlibat memiliki hak dan tanggung jawab berbeda. Adapun struktur orgakharismasinya adalah sebagai berikut:

4.

Perencanaan SDM Perencanaan Sumber Daya Manusia yang ada yaitu pencarian pekerja yang sesuai dengan bidang yang ada dalam kebutuhan laundry. hal ini dilakukan karena Kilau Laundry berusaha menjalankan usahanya seefisien mungkin. Bagian Koordinator Produksi Koordinator Pemasaran Koordinator Administrasi Total Jumlah 1 1 1 3

Pada usaha laundry ini setiap karyawan terlibat langsung pada proses pelayanan jasa laundry namun tiap karyawan juga dilibatkan sebagai coordinator produksi, pemasaran, dan administrasi disertai pengarahan dalam mengkoordinator. Pengalokasian gaji karyawan pada usaha laundry kiloan ini yakni @ Rp. 700.000,- (Jumlah ini akan meningkat sesuai dengan perkembangan usaha ini).

5.

Perencanaan Kerja dan Penjadwalan Perencanaan yang disusun dalam usaha ini meliputi berbagai tahapan, dalam setiap tahapan yang ada memiliki alokasi waktu tersendiri. Dimana alokasi waktu tersebut digunakan sebagai batas pelaksanaan, adapun jadwal yang disusun adalah sebagai berikut :No Nama Kegiatan Mei I II III IV I Juni II III IV I II Juli III IV

1

Persiapan awal Pembelian peralatan dan semua bahan Perekrutan karyawan Pelatihan Karyawan Opening & Uji Coba Produksi Pemasaran

2

3 4 5 6 7

BAB V Aspek Perpajakan

Dalam aspek ini usaha laundry kiloan yang dijalankan memiliki berbagai peraturan yang mengikatnya. Oleh karena itu perlu adanya perijinan yang harus dimiliki, izin ini merupakan izin usaha yang diberikan oleh pemerintah kepada pemilik untuk menjalankan usahanya. Dalam hal ini pemilik harus mempunyai izin pokok dan memiliki kewajiban membayar pajak. Adapun pajak dan perizinan yang ada antara lain: 1. Pajak Usaha konveksi ini adalah uasaha yang berdiri dengan memanfaatkan tanah beserta bangunanya sehingga terdapat kewajiban pajak berupa Pajak Bumi dan Bangunan. Selain itu kami juga memiliki kewajiban berupa pajak penghasilan yang telah diatur dalam PPh pasal 17 UU No 10 tahun 1994. 2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Sebagai unit bisnis, kami juga mendaftarkan NPWP atas aktiva usaha kami ke Departemen Perpajakan setempat. NPWP merupakan nomer yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda

pengenal diri atau identitas bagi wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. 3. SIUP (Surat izin Usaha Perdagangan) Prosedur yang harus ditempuh bila akan mengajukan Surat Izin Usaha Perdagangan yaitu: a. b. c. d. e. f. g. Pemohon mengambil formulir pendaftarn SIUP Penerimaan dan pengembalian formulir permohonan yang telah diisi lengkap berikut lampiran-lampiran yang dipersyaratkan Penerimaan dan penelitian berkas permohonan perizinan dan pendaftaran pengecekan dan pemeriksaan ke perusahaan Pengesahan permohonan perizinan dan pendaftaran Pembayaran retribusi izin dan pendaftaran Penerbitan surat izin

BAB VI Aspek Keuangan

1. Kecukupan Modal dan Sumbernya Modal yang digunakan usaha ini terbatas yaitu sekitar Rp 32.000.000,- untuk menekan biaya semaksimal mungkin kami berusaha menjalankan sistem keuangan seefisien mungkin. Modal ini murni modal pribadi sebesar Rp. 32.000.000,2. Alokasi Pendanaan Dana pemilik yang dianggarkan dalam usaha laundry ini adalah Rp. 32.000.00,dengan alokasi sebagai berikut: Sewa Gedung per tahun : Rp. 12.000.000,-

Pembelian mesin cuci front loading LG 7kg (2 unit) : Pembelian mesin cuci twin turbo LG 7kg (1 unit) Pembelian mesin pengering LPG 3kg (2 unit) Pembelian timbangan 20 kg Seterika uap Panasonic 1200 watt (2 unit) Pembelian meja spooting Pengurusan izin usaha Promosi (brosur, selebaran, pamphlet) Lain-lain3. Perkiraan Pendapatan Minimal per Bulan

Rp. 8.106.000,Rp. 1.670.000,Rp. 5.000.000,Rp. Rp. Rp. 350.000,550.000,200.000,-

: : : : : : : :

Rp. 1.000.000,Rp. 2.000.000,Rp. 1.124.000,-

Asumsi pendapatan pada usaha laundry ini adalah untuk laundry pakaian target konsumen perhari 10 orang, berat barang per konsumen @ 6kg. Harga jual /kg Rp 3000,-. Pendapatan /hari untuk laundry pakaian Rp 180.000,- (10 x 6 x 3000). Untuk laundry khusus seperti bed cover, selimut, karpet ditargetkan 20 potong /hari dengan harga Rp 3500,- per potong. Pendapatan /hari untuk laundry khusus Rp 70.000,- (20 x 3500). Jadi rincian pendapatan per bulan adalah sebagai berikut:

-

Laundry pakaian (30 hari x Rp 180.000) Laundry Khusus (30 hari x Rp 70.000,-) Total

: Rp 5.400.000,: Rp 2.100.000,: Rp 7.500.000,-

4. Biaya Operasional per Bulan Rincian biaya operasional perbulan adalah sebagai berikut: Gaji tenaga kerja 3 orang (@ Rp 700.000,-) : Rp 2.100.000,-

-

Sewa Lahan per bulan (12.000.000/12 bulan) Bahan Baku (Deterjen, pewangi, plastik, dll) Telepon PLN Air/PAM LPG 3 kg 2 unit Lain-lain Total

: Rp 1.000.000,: Rp : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp 600.000,50.000,450.000,200.000,30.000,120.000,-

-

-

: Rp 4.550.000,-

5. Arus Kas (Cash Flow) Keterangan Feb Cash in Cash out Laba Kotor 7.500.000 4.550.000 2.950.000 Maret 7.500.000 4.550.000 2.950.000 April 8.000.000 4.550.000 3.450.000 Bulan Mei 8.500.000 4.550.000 3.950.000 Juni 8.500.000 4.550.000 3.950.000 Juli 9.500.000 4.550.000 4.950.000

Pajak 5 % Arus Kas Bersih

147.500 2.802.500

147.500 2.802.500

172.500 3.277.500

197.500 3.752.500

197.500 3.752.500

247.500 4.702.500

6. Proyeksi Laporan Keuangan Proyeksi laporan laba/rugi Kilau Laundry dalam 1 tahun

Kilau Laundry Laporan Laba/Rugi

Pendapatan..................................................................Rp 90.000.000,Biaya 54.600.000,Laba 35.400.000,Pajak.............................................................................Rp 1.770.000,Laba bersih....................................................................Rp Kotor...................................................................Rp operasional.........................................................Rp

33.630.000,-

7. Proyeksi Neraca Proyeksi Neraca Kilau LaundryKilau Laundry Neraca Aktiva Lancar Kas........... Peralatan.. 32.000.000,Jumlah AktivaRp 32.000.000,32.000.000,Jumlah pasiva..... Rp Rp 16.124.000,Rp 15.876.000,Pasiva Modal Modal.............Rp

8. Aspek KelayakanBerdasarkan survei yang telah dilakukan oleh pemilik usaha laundry kiloan ini dengan asumsi bahwa modal awal sebesar Rp. 32.000.000 Maka akan diperoleh pendapatan netto sebesar Rp 33.630.000 dalam 1 tahun yang berasal dari penjualan produk pakaian jadi. Setelah dikurangi biaya dan juga pajak, untuk mengetahui kelayakan dari usaha ini maka diperlukan analisis keuangan sebagai berikut:

Payback Period (PP) & Return On Investment (ROI) Payback Period & ROI merupakan alat analisis untuk mengetahui pada periode waktu berapa modal investasi awal akan kembali melalui hasil yang diperoleh. Dari data yang diperoleh maka analisis Payback Period & ROI usaha laundry ini adalah sebagai berikut: Pendapatan Biaya Operasional Laba Kotor Pajak 5% Laba bersih setelah pajak :Rp 7.500.000 :Rp 4.550.000 :Rp 2.950.000 :Rp 147.500

:Rp 2.802.500

Laba satu tahun: 12 bulan x Rp 2.802.500 = Rp.33.630.000

ROI

= = =

Modal Awal : Laba Kotor 32.000.000 : 2.950.000 10,8 bulan

PP

= = =

Modal Awal : Laba Bersih 1 tahun x 12 32.000.000 : 33.630.000 x 12 11,4 bulan

BAB VII Aspek Sosial dan Ekonomi

1. Aspek Sosial Penyerapan tenaga kerja Usaha Kilau Laundry ini memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 3 orang dan memperkecil angka pengangguran di masyarakat.

Dampak terhadap lingkungan masyarakat1.

Adanya peningkatan kondisi ekonomi masyarakat khususnya para

karyawan. 2. Adanya lowongan lapangan pekerjaan baru

2. Aspek Ekonomi Dalam hal ekonomi usaha ini memiliki kontribusi yang meliputi:a. Pemerintah : Dalam hal ini pihak pemerintah adalah pihak yang berwenang

memberikan izin usaha. Oleh karena itu sebagai timbal balik dari hal tersebut maka kami membayarkan pajak dan retribusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai modal pembangunan nasional untuk mencapai kesejahteraan bersama. b. Masyarakat : Masyarakat merupakan sebuah bagian dalam usaha ini. Masyarakat memiliki andil yang sangat besar, terutama pada penyediaan faktor produksi yang berupa tenaga kerja. Hal ini senantiasa akan meningkatkan pendapatan masyarakat

dengan adanya perekrutan para karyawan dari masyarakat sekitar. Secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada.c. Usaha terkait : Hubungan antara usaha ini dengan pihak maupun usaha lain dapat

berupa hubungan langsung maupun tak langsung. Sebagai contohnya adalah hubungan langsung antara perusahaan dan pemasok bahan baku seperti deterjen, pewangi, dll. Hal ini tentunya akan menciptakan distribusi pendapatan yang seimbang antar keduanya sehingga akan meningkatkan pendapatan kedua belah pihak.

PENUTUPDiawali dengan konsep laundry rumah yang menampung cucian dari para mahasiswa, karena dirasa perhitungan perpotong yang cukup mahal bagi mahasiswa lalu muncul gagasan laundry dengan system perhitungan kiloan. 1 kg bisa untuk 4-5 potongan pakaian, tentunya sangat menguntungkan bagi konsumen. Dengan biaya yang lebih hemat disertai kualitas yang baik, dihrapkan usaha Kilau Laundry ini dapat diterima para mahasiswa di Unnes. Baik konsumen maupun pemilik laundry saling menguntungkan. Bagi konsumen biaya mencuci sangat ringan sesuai kantong mahasiswa yang merupakan pangsa pasar terbesar laundry kiloan. Bagi pengusaha laundrypun juga diuntungkan karena dengan harga yang terjangkau dapat menarik banyak konsumen. Dengan adanya proyek bisnis usaha Kilau Laundry ini maka dapat disimpulkan bahwa, kebutuhan masyarakat dan mahasiswa sekitar kampus Unnes Gunung Pati untuk mendapatkan jasa layanan laundry pakaian secara memuaskan dapat terpenuhi, ditambah penawaran jasa laundry di daerah ini masih lebih sedikit dari permintaan yang ada. Kualitas dari hasil cucian yang terjamin mutunya disertai ketepatan waktu merupakan suatu kelebihan dari usaha laundry ini. Sehingga usaha ini mempunyai suatu peluang usaha yang sangat potensial untuk dikembangkan.