skabies dika

download skabies dika

If you can't read please download the document

  • date post

    04-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    757
  • download

    12

Embed Size (px)

Transcript of skabies dika

Usulan Proposal

PROGRAM KOMUNIKASI PENANGGULANGAN SKABIES DI KECAMATAN MELATI

Disusun oleh : Ahmad Dika Wijaya, S. Ked Hendra, S.ked Riyan Apriantoni, S. Ked Novita Purnamasari, S.Ked Kamalia Layal, S. Ked Elvi Indahwati, S. Ked Ratih Merinda, S. Ked

Pembimbing: dr. Hj. Mariatul Fadilah, MARS

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT/ ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS 2010

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas berkah dan rahmat-Nya sehingga tim penulis dapat menyelesaikan usulan proposal dengan judul Program Kesehatan Penangulangan Skabies di kecamatan Melati dengan baik. Usulan proposal ini berisi tentang program edukasi (penyuluhan) dan pelatihan mengenai penanggulangaan penyakit skabies. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pembimbing usulan proposal yakni dr. Hj. Mariatul Fadilah, MARS yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung penulisan proposal ini. Akhir kata, penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat diharapkan. Penulis berharap semoga makalah ini dapat menjadi sarana informasi dalam kemajuan dan perkembangan ilmu di bidang kedokteran.

Palembang, November 2010

Tim Penulis

ii

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. ii KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii DAFTAR ISI ........................................................................................................ iv BAB I PENDAHULUAN I.1 I.2 I.3 Latar Belakang.............................................................................. 1 Deskripsi Masalah........................................................................ 2 Tujuan........................................................................................... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Pengertian Skabies ....................................................................... 4 II.2 Sarcoptes scabiei.......................................................................... 4 II.3 Faktor yang Berkaitan dengan Kejadian Skabies ........................ 5 II.3.1 Faktor Perilaku.................................................................. 5 II.3.2 Faktor Lingkungan............................................................ 7 II.3.3 Faktor Biologi.................................................................... 9 II.3.4 Faktor Pelayanan Kesehatan.............................................. 9 II.4 Penularan Skabies......................................................................... 9 II.5 Patogenesis Skabies...................................................................... 10 II.6 Bentuk-Bentuk Skabies................................................................ 10 II.7 Diagnosis Skabies......................................................................... 12 II.8 Pencegahan Skabies...................................................................... 14 BAB III PEMECAHAN MASALAH III.1 Fase Diagnosis Sosial................................................................... 16 III.2 Fase Diagnosis Epidemiologi....................................................... 17 III.3 Fase Diagnosis Perilaku dan Lingkungan.................................... 18 III.4 Fase Diagnosis Pendidikan dan Organisasi.................................. 18 III.5 Fase Diagnosis Administrasi dan Kebijakan................................ 19 III.5.1 Health Education............................................................... 19

iii

III.5.2 Kebijakan dan Peraturan.................................................... 19 III.5.3 Sistem Kesehatan............................................................... 20 III.5.4 Evaluasi............................................................................. 24 BAB IV PENUTUP IV.1 Kesimpulan................................................................................... 25 IV.2 Saran............................................................................................. 25 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 26

iv

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan penetrasi dari tungau parasit Sarcoptes scabiei var. hominis ke dalam epidermis. Tungau skabies pertama kali diidentifikasi pada tahun 1687, oleh karena itu skabies merupakan salah satu penyakit pada manusia yang penyebabnya dapat diketahui. Terdapat lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia yang menderita skabies. Skabies adalah penyakit endemik di seluruh dunia, dapat menyerang seluruh ras dan berbagai tingkat sosial, namun gambaran akurat mengenai prevalensinya sulit didapatkan. Sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa prevalensi skabies meningkat di United Kingdom, dan skabies lebih sering terjadi di daerah perkotaan, pada anak-anak dan wanita, dan pada musim dingin dibandingkan saat musim panas. Lingkungan padat penduduk, yang sering terdapat pada negara-negara berkembang dan hampir selalu berkaitan dengan kemiskinan dan higiene yang buruk, dapat meningkatkan penyebaran scabies. Di Indonesia Prevalensi penyakit Scabies di Indonesia adalah sekitar 6-27% dari populasi umum dan cenderung lebih tinggi pada anak dan remaja. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi penyakit skabies dalam masyarakat di seluruh Indonesia pada tahun 1996 adalah 4,6%-12,95% dan skabies menduduki peringkat ketiga sebagai penyakit kulit tersering. Pada tahun 2004, prevalensi skabies naik menjadi 40,78%. Di kecamatan Melati, setelah dilakukan studi epidemiologi yang dilakukan oleh penulis, didapatkan prevalensi skabies pada masyarakat

1

sekitar 45%, dan menyerang penduduk dengan berbagai tingkatan umur terutama anak-anak 14% serta remaja 32%. Skabies ditularkan melalui kontak langsung kulit dengan kulit maupun dengan kontak tidak langsung melalui benda-benda yang dipakai bersama, misalnya handuk, pakaian, sprei, dan sarung bantal. Semakin banyak jumlah parasit dalam satu individu, maka semakin besar kemungkinan terjadinya penularan dalam lingkungan yang sama. Peningkatan kasus skabies secara cepat, baik dalam jumlah kasus maupun daerah terjangkit terutama pada daerah yang padat penghuninya seperti asrama, panti asuhan dan pesantren. Dengan cukup tingginya prevalensi skabies di Indonesia dan memperlihatkan peningkatan pada umumnya, dan di kecamatan Melati khususnya, serta banyaknya faktor risiko yang memudahkan penularan skabies, maka perlu dibuat suatu program komunikasi jangka panjang untuk mengintervensi perilaku serta lingkungan masyarakat agar prevalensi dapat turun dan faktor risiko dapat dikendalikan sehingga memutus mata rantai penularan.

I.2

Deskripsi Masalah a. Distribusi Tingginya prevalensi skabies di Kecamatan Melati yang mencapai 45%. b. Determinan 1. Perilaku i. ii. Pengetahuan masyarakat yang kurang mengenai penularan skabies dan gejala-gejala yang ditimbulkannya. Masyarakat menganggap bahwa penyakit skabies merupakan penyakit yang biasa saja tanpa harus di takuti dan sudah menjadi bagian dari kehidupan warga kecamatan Melati 2

iii. Kebiasaan anggota keluarga untuk menggunakan pakaian secara bersama-sama serta bergantian menggunakan handuk, sisir, seprai, selimut serta perlengkapan rumah tangga lain yang memudahkan penyebaran skabies. iv. Kebiasaan masyarakat kecamatan Melati yang kurang sehat seperti jarang mencuci seprai dan selimut. 2. Lingkungan Lingkungan 3. Biologi Sukarnya membunuh kuman skabies sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan obat-obatan yang efektif. 4. Pelayanan kesehatan Minimnya penyuluhan di kecamatan Melati serta pelayanan kesehatan yang kurang maksimal turut meningkatkan penularan skabies. I.3 Tujuan a. b. Tujuan umum Untuk menurunkan angka kejadian skabies di Desa Melati. Tujuan khusus1.

padat

penduduk

di

kecamatan

Melati

meningkatkan risiko penularan skabies.

Untuk menurunkan angka kejadian skabies melalui program komunikasi yang dapat mengintervensi faktor perilaku Untuk menurunkan angka kejadian skabies melalui program komunikasi yang dapat mengintervensi faktor lingkungan Untuk menurunkan angka kejadian skabies melalui program komunikasi yang dapat mengintervensi faktor biologi Untuk menurunkan angka kejadian skabies melalui program komunikasi yang dapat mengintervensi faktor pelayanan kesehatan

2.

3.

4.

3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1

Pengertian Skabies Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap tungau Sarcoptes scabiei varietas hominis. Skabies disebut juga dengan the itch, pamaan itch, dan seven year itch. Di Indonesia skabies lebih dikenal dengan nama gudik, kudis, buduk, kerak, penyakit ampera dan gatal agogo.

II.2

Sarcoptes scabiei Sarcoptes scabiei termasuk filum Arthropoda, kelas Arachnida, ordo Ackarina, super famili Sarcoptes. Infestasi Sarcoptes scabiei pada manusia disebut Sarcoptes scabiei var. hominis. Badan tungau skabies berbentuk oval dengan bagian dorsoventral yang datar. Betina dewasa berukuran panjang 0,4 mm dan lebar 0,3 mm. Jantan dewasa berukuran lebih kecil, dengan panjang 0,2 mm dan lebar 0,15 mm. Badan tungau berwarna putih suram dan terdapat gambaran gelombang transversal yang jelas. Pada bagian dorsal ditutupi rambut-rambut halus dan duri-duri, yang disebut dentikel. Tungau dewasa mempunyai empat pasang kaki; dua pasang kaki depan sebagai alat untuk melekat. Pada tungau b