SK 2 BLOK RESPI

download SK 2 BLOK RESPI

If you can't read please download the document

  • date post

    24-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    39
  • download

    5

Embed Size (px)

description

v

Transcript of SK 2 BLOK RESPI

ANNISHA KARTIKA // 1102010029SK 2 BLOK RESPIRASI TUBERCULOSIS

1. MM ANATOMI SALURAN PERNAPASAN BAWAH1.1 ANATOMI MAKRO

TRACHEA Terdiri dari tulang rawan, dan otot yang berbentuk pipa yang terletak ditengah tengah lehe sampai incisura jugularis, dibelakang manubrium sternum masuk cavum thorax melalui apertura thoracis superior tepatnya pada mediastinum superior. Dimulai dari bagian bawah cartilago cricoid setinggi cervical VI sampai bercabang menjadi bronchus sinistra dan dextra setinggi vetebrae thoracal ke IV V. percabangan tersebut dikenal dengan Bifurcatio Trachea.

Panjang trachea 10 12 cm, pada pria 12 cm dan wanita 10 cm yang terdiri dari 16 20 cincin yang berbentuk lingkaran, berhubungan dengan daerah larynx melalui cartilago cricoid dengan ligamentum cricotrachealis. Diantara tulang rawan terdapat jaringan ikat ligamentun intertrachealis (ligamentum annulare).

Trachea adalah saluran nafas yang penting. Bila terjadi penyumbatan (obstruksi larynx), maka harus dibuat saluran nafas buatan dengan cara membuat lubang pada trachea yang disebut tracheostomi. Lubang dibuat 1-2 cm diatas incissura jugularis streni.

BRONCHI (BRONCHUS)Percabangan trachea setinggi batas vetebrae thoracalis IV V yang dikenal dengan Bifurcatio Trachealis memberi cabang 2 buah yaitu bronchus primarius / bronchus principalis dextra dan sinistra. Dinding bronchus terdiri dari tulang rawan tapi di bagian posterior berbentuk membrane disebut pars membranaceus trachea.

Broncus dextra lebih sering terkena infeksi bila dibandingkan dengan bronchus sinistra, hal ini disebabkan oleh karena :a. Lumen bronchus dextra lebih luas dibandingkan dengan lumen bronchus sinistra.b. Bronchus dextra lebih pendek dengan panjang 2,5 cm dan sebanyak 6 - 8 buah cincin. Bronchus sinistra memiliki panjang 5 cm dengan 9 12 cincin.c. Bronchus dextra lebih curam, membentuk sudut 25 derajat dengan garis tengah, sedangkan bronchus sinsitra 45 derajat.Dengan posisi anatomi tersebut maka benda asing dari trachea lebih mudah masuk ke bronchus dextra sehingga mudah terjadi infeksi bronchus yang disebut bronchitis.

Bronchus dalam paru memberikan cabang cabang ke setiap lobus paru yang disebut sebagai arbor bronchialis :Bronchus principal / primer -> bronchus lobaris / secunder -> bronchus segmentalis / tercier -> bronchiolus terminalis -> bronchiolus respiratorius -> ductuli alveolaris -> saccus alveolaris -> alveoli pulmonalis.

Bronchus Dextra bercabang menjadi 3 bronchus lobaris dan 10 bronchus segmentalis :1. Bronchus lobaris superior bercabang menjadi 3 bronchus segmentalis : segmen apical, posterior, anterior2. Bronchus lobaris media bercabang menjadi 2 broncus segmentalis : segmen lateral, segmen medial3. Bronchus lobaris inferior bercabang menjadi 5 bronchus segmentalis : segmen superior, medial, anterior, posterior, lateral

Bronchus Sinistra bercabang menjadi 2 bronchus lobaris dan 9 bronchus segmentalis :1. Bronchus lobaris superior bercabang menjadi 4 segmen, cabang atas apicoposterior dan anterior, cabang bawah dikenal dengan segmen lingula, segmen lingula superior dan segmen lingula inferior.2. Bronchus lobaris inferior bercabang menjadi 5 bronchus segmentalis : segmen superior, mediobasal, laterobasal, anterobasal, posterobasal.

OTOT OTOT PERNAFASAN Beberapa otot pernapasan yang melekat pada dinding dada antara lain adalah :a. otot otot inspirasi M. intercostaslis externus M. levator costae M. serratus posterior dan superior Diafragma

b. otot otot ekspirasi M. intercostalis internus M. transversus thoracis M. serratus posterior inferior M. subcostalis

CAVUM THORAXCavum thorax atau cavitas thoracis adalah ruangan yang terdapat pada dada yang terletak antara regio colli (leher) dengan regio abdominal (perut) . Pintu atas cavum thorax disebut dengan apertura thorachis superior dibentuk oleh incissura jugularis sterni, os costae I dan corpus vetebrae T1. Pintu bawah cavum thorax yaitu apertura thoracis inferior dibentuk oleh diaphragma, processus xiphoideus, arcus costae dan T12.

Pada dada terdapat 12 pasang costae dan di bagi berdasarkan perlekatannya yaitu :a. costae verae : costae I VII (iga yang melekat pada sternum)b. costae spuriae : costae VIII XII, Iga VIII, IX, X menyatu membentuk lekungan yang dikenal dengan arcus costae. Sedangkan costae kanan dan kiri membantuk sudut yang disebut angulus costae.c. Costae fluitantes :costae XI, XII (iga yang melayang, tidak melekat pada sternum atau iga lain

PLEURAPulmo terbungkus oleh jaringan ikat kuat yaitu pleura. Lapisan luar yang melapisi dinding dada yang terletak dibawah fascia endothoracica dinamakan pleura parietalis dan bagian yang melekat ke jaringan paru disebut pleura visceralis. Diantara kedua lapisan tersebut terdapat ruangan yang disebut cavum pleura yang mengandung sedikit cairan yang berfungsi sebagai pelumas untuk mengurangi friksi antara kedua pleura.

Pleura parietal berdasarkan letaknya terbagi atas : pleura pars costalis (terdapat pada daerah iga-iga) pleura pars diapragmatica (terdapat pada daerah diaphragma) pleura pars mediastinalis (terdapat pada daerah mediastinum) pleura pars cervicalis / cupula pleura (pada daerah apex paru)Pada cavum pleura tidak pernah ada udara dan bila ada robekan pada pleura parietal dan udara masuk cavum pleura dapat terjadi pneumothorax dan dapat menekan perkembangan paru sehingga paru collaps yang mengakibatkan sesak napas.

PARU PARUParu paru terletak pada rongga dada, datarannya menghadap ke tengah cavum thorax. Pada bagian posteromedialnya terdapat hilum pulmonalis yang merupakan tempat keluar masuknya alat alat :

a. alat yang masuk : Bronchus primer, A. pulmonalis, A. Bronchialis dan serabut saraf

b. alat yang keluar : Vena pulmonalis, Vena bronchialis dan vasa limphatici

Hilum pulmonalis merupakan suatu daerah lipatan pleura pada fascia mediastinalis, dimana terjadinya peralihan dari pleura parietal menjadi pleura visceral. Daerah lipatan tersebut membatasi keluar masuknya vasa, nervus dan bronchus. Pada bagian atas hillus terdapat kedua lapisan pleura yang saling berhubungan dan bergantung longgar yang disebut dengan ligamentum pulmonale yang berfungsi untuk mengatur pergerakan alat dalam hilum pulmonalis selama proses respirasi.

Pulmo dextra dibagi menjadi 3 bagian yaitu :a. lobus superiorb. lobus media c. lobus inferiorAntara lobus superior dan media terdapat fissura yang disebut dengan fissura horizontalis dan antara lobus media dan lobus inferior terdapat fissura obliqua.

Pulmo sinistra dibagi menjadi 2 bagian yaitu :a. Lobus superiorb. Lobus inferiorAntara lobus superior dan inferior terdapat fissura yang disebut dengan fissura pbliqua.

1.2 ANATOMI MIKRO Paru-paru :- sepasang - menempati sebagian besar toraks - selalu berubah bentuk dan ukurannya pada fase respirasi yang berbeda Paru kanan: terdiri dari 3 lobus Paru kiri: terdiri dari 2 lobus Percabangan bronkus: Trakea bercabang menjdi 2 bronchus primer. Bronkus primer bercabang menjadi 3 bronki pd paru kanan, 2 bronki pada paru kiri Bronkus bercabang bronkiolus Setiap bronkiolus bercabang 5-7 bronkiolus terminalis Permukaan luar paru dibungkus oleh membran serosa pleura viseralis Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer Bronkus primer masuk ke jaringan melalui hilus dan bercabang menjadi 2 bronkiolus sekunder (sisi kiri) dan 3 bronkiolus sekunder sisi kanan Tiap bronkus sekunder utk satu lobus paru Bronkus sekunder/bronkus lobaris bercabang menjadi bronkiolus Bronkus sebelum masuk ke paru bronkus ekstrapulmonal (struktur = trakea , diameter lebih kecil) Masuk ke paru bronkus intrapulmonal (masih ada tulang rawan), lumen diliputi epitel bertingkat torak bersilia dengan sel goblet Terdapat kelenjar campur di lamina propria Otot polos mengelilingi bronkus (spiral)

Bronkiolus Diameter kurang 1 mm Tidak terdapat tulang rawan Epitel selapis torak bersilia dengan beberapa sel goblet Tanpa kelenjar Ada otot polos Makin kecil bronkiolusnya ( 0,3 mm) epitelnya selapis kubis bersilia tanpa sel goblet

Bronkiolus terminalis Bronkiolus yg terkecil disebut BRONKIOLUS TERMINALIS (selapis torak bersilia atau kubis bersilia atau tanpa silia tanpa sel goblet) Bronkiolus terminalis saluran terakhir dr konduksi Pada epitel bronkiolus tdpt SEL CLARA tdk tdpt silia tetapi punya mikrovili Sitoplasma bergranula kasar Lamina propria tipis Otot polos tipis Tdk ada kelenjar Diduga mempunyai fungsi sekresi SURFAKTAN Sintesa surfaktan dapat diinduksi, sehingga penanganannya akan lebih singkat Mempermudah transport gas antara udara dan cairan Penemuan terakhir mempunyai efek bakterisid terhadap bakteri yg sampai ke alveoli Bronkiolus Respiratorius Tiap bronkiolus terminalis bercabang menjadi 2 atau lebih B. respiratorius Diameter B. respiratorius pd orang dewasa 0,5 mm Merupakan saluran yg pendek Peralihan antara bagian konduksi dan bagian respirasi Dilapisi oleh epitel selapis kubis bersilia dan terdapat sel clara Terdapat alveolus Terdapat adanya serat kolagen, elastin dan otot polos yang terputus-putus Jadi, ciri B. respiratorius adalah diantara alveoli terdapat epitel selapis kubis Disini alveoli merupakan pertukaran gas yg pertama

Duktus Alveolaris Saluran yamg berdinding tipis dan putus-putus Dilanjutkan saluran yang panjang berkelok-kelok dan bercabang banyak D. alveolaris biasanya dikelilingi oleh sakus alveolaris Dinding D. alveolaris diantara mulut alveoli diliputi oleh serat elastin, serat kolagen dan sedikit otot polos seperti titik2 diantara alveoli berdekatan

Sakus Alveolaris Merupakan kantong yang dibentuk oleh dua alveoli atau lebih

Alveoli atau Alveolus Kantung-kantung kecil yang dibentuk oleh selapis sel (spt sarang tawon) Mudah terjadi difusi oksigen dan karbondioksida antara udara dan darah Melekat satu sam