Situs Majapahit Terancam Mengalami Kerusakan

download Situs Majapahit Terancam Mengalami Kerusakan

of 27

  • date post

    28-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    105
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Situs Peninggalan Majapahit

Transcript of Situs Majapahit Terancam Mengalami Kerusakan

SITUS MAJAPAHIT TERANCAM MENGALAMI KERUSAKANKondisi situs purbakala berupa sisa-sisa fondasi dari bata merah, konstruksi sumur kuno dan terakota dari bekas ibu kota Majapahit rusak karena penggalian tanah untuk pembuatan fondasi beton dan tembok proyek pembangunan Pusat Informasi Majapahit di Kompleks Museum Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Senin (29/12). Bangunan di latar belakang adalah gedung museum purbakala yang ada saat ini.Menyikapi kasus pembangunan Pusat Informasi Majapahit (PIM) di Trowulan, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat melakukan pemanggilan terhadapBaskoro Tedjo. Dosen Institut Teknologi Bandungini adalah arsitek yang menangani pembangunan PIM.Ketua IAI Jabar Pon S Purajatnika, Rabu (7/1), mengatakan, pemanggilan itu sebatas klarifikasi. Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah anggota Dewan Kehormatan IAI Jabar. Namun, ia belum mau menyebutkan detail hasil klarifikasi ini.Menurutnya, kasus ini harus disikapi secara bijaksana. Ia mengakui, dalam beberpa kasus, arsitek kerap berada pada posisi tawar yang lebih rendah dari pemilik proyek."Janganlah lantas seseorang dijadikan sasaran kambing hitam. Dalam kasus ini, Mas Bas (Baskoro Tedjo) kan hanya menangani secuil darimaster planyang ada. Yang perlu ditelusuri adalah siapa pembuatmasterplanitu? Jangan ada kesan mengarah ke seseorang," ujarnya.Kalau memang arsitek tersebut terbukti melanggar kode etik arsitek, jelas Pon, sanksi dapat berupa teguran hingga pencabutan lisensi. Proses klarifikasi terhadap Baskoro akan terus berlangsung.Baskoro selama ini dikenal sebagai arsitek yang cukupconcernterhadap desain arsitektur hijau. Karya-karyanya antara lain Kompleks Pemakaman Bung Karno, Student Center ITB, dan Gedung Galeri Selasar Sunaryo.(Yulvianus Harjono )Sumber:website, diambil pada hari sabtu tanggal 16 Mei 2009, pukul 17.00http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/07/21014222/arsitek.pusat.informasi.majapahit.dimintai.keteranganKomentar:Dalam kasus ini tergambarkan bahwa kecerobohan dari seorang arsitek yang berakibat rusaknya situs budaya dan purbakala Majapahit, arsitek yang seharusnya sebagai warga Negara yang sadar akan panggilan, pemeliharaan,pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan, yang berusaha dalam batas kemampuannya maka arsitek mengabdikan pengetahuan dan kecakapannya dengan cara-cara, pemikiran-pemikiran, dan pendekatan yang fositif ilmiah dan sesuai dengan hakikat kemanusiaan dengan penuh rasa tanggung jawab kepada tuhan yangf maha esa, umat manusia, nusa, bangsa dan diri pribadi.Oleh karena itu maka sudah seharusnya seorang arsitek bisa dan konsekwen cermat dan teliti dalam menjaga dan memelihara monument kebudayaanSebagai seorang pelaku profesi sebagai arsitek dalam kasus diatan maka telah melanggar dua hal dan menyimpang dari kode otik profesi, yaitu;1.Keharusan untuk menjalankan profesinya secara bertanggung jawab dan2.Keharusan untuk tidak melanggar hak-hak orang rain.PEMYIMPANGAN ETIKA/KODE ETIK PROFESI ARSITEK Ada 5(lima) kewajiban yang harus dipenuhi oleh arsitek professional (kewajiban secara umum, kewajiban pada masyarakat, kewajiban pada profesi, kewajiban pada pengguna jasa, kewajiban pada teman sejawat). Tidak terpenuhinya 5(lima) kewajiban tersebut oleh arsitek dianggap suatu

penyimpangan atau pelanggaran kode etik. 3.1.Penyimpangan/Pelanggaran terhadap kepentingan Umum. - Seorang arsitek tidak semaksimal mungkin untuk menampilkan kepakaran dan kecakapannya secara maksimal dalam menangani pekerjaan . - Mendesain bangunan tanpa meneliti bahwa lokasi perencanaan merupakan kawasan yang mempunyai nilai sejarah dan budaya tinggi yang harusnya dilestarikan. - Bersikap masa bodoh atau membiarkan bahwa ada suatu kegiatan renovasi/pembangunan pada suatu bangunan yang mempunyai nilai sejarah dan budaya tinggi yang seharusnya dilestarikan - Menggunakan SDM yang tidak sesuai dengan keahliannya dan tingkat kemampuan dan pengalamannya bidang arsitektur dalam menangani perancangan bangunan. - Memberikan pelayanan teknis keahlian yang berbeda karena factor SARA, golongan dan gender.

3.2.Penyimpangan/Pelanggaran terhadap kepentingan masyarakat. - Melanggar hukum dengan mengabai-kan undang-undang/ peraturan yang terkait dengan proyek pembangunan. - Menjanjung dan mempromosikan dirinya untuk mendapatkan pekerjaan baik secara lesan atau lewat media. - Menyebut suatu produk bahan dalam pekerjaan proyeknya dengan mendapat imbalan. - Melakukan penipuan / kebohongan terkait dengan tugas profesi arsitek. - Menyuap kepada pihak tertentu untuk mendapatkan pekerjaan.

3.3.Penyimpangan/Pelanggaran terhadap Pengguna Jasa. - Melaksanakan pekerjaan bidang arsitektur tanpa memiliki Sertikat Keahlian Arsitek. - Menerima pekerjaan bidang arsitektur diluar jangkauan kemampuannya. - Mengajukan imbalan jasa yang tidak sesuai standard /hubungan kerja /standar IAI bidang arsitektur. - Tidak melasanakan tugas pekerjaan sesuai dengan kontrak yang berisi tentang lingkup penugasan, produk yang diminta, imbalan jasa yg disepakati, tugas dan tanggung jawab yang diembannya, hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. - Mengubah/mengganti lingkup/ program/target penugasan tanpa seijin pemberi tugas - Membuka rahasia dan menginformasikan pada pihak lain tanpa persetjuan pemberi tugas. - Menawarkan atau mengarahkan suatu pemberian kepada calon pengguna jasa atau penggunaan jasa untuk memperoleh penunjukan. - Menyarankan kepada pengguna jasa untuk melakukan pelanggaran hukum atau kode etik dan kaidah tata laku profesi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

3.4.Penyimpangan/Pelanggaran terhadap Profesi. - Menandatangani suatu pekerjaan sebagai arsitek yang bukan dari hasil desainnya. - Membuat pernyataan yang keliru/menyesatkan/palsu atas fakta materiil, kualifikasi keprofesian, pengalaman kerja atau penampilan karya kerjanya serta mampu menyampaikan secara cermat

lingkup dan tanggung jawab yang terkait dengan pekerjaan yang diakui sebagai karyanya. - Bermitra dengan orang yang tidak terdaftar dalam asosianya. 3.5.Penyimpangan/Pelanggaran terhadap teman sejawat. - Tidak memberitahukan pada arsitek yang terdahulu apabila meneruskan/mengganti pekerjaannya - Meniru/mengambil alih karya arsitek lain tanpa seijin arsitek yang bersangkutan. - Mengambil alih pekerjaan arsitek lain sebelum ada pemutusan hubungan kerja dengan pihak pengguna jasa. - Mengubah usulan imbalan jasanya demi mendapatkan keuntungan kompetitif dari arsitek lain. - Mengikuti sayembara yang tidak direkomendasikan IAI. Arsitek Pusat Informasi Majapahit Dimintai KeteranganPenulis : Yulvianus Harjono | Rabu, 7 Januari 2009 | 21:01 WIB

Dibaca: 153

Komentar: 0|

Share:

KOMPAS/IWAN SETIYAWANKondisi situs purbakala berupa sisa-sisa fondasi dari bata merah, konstruksi sumur kuno dan terakota dari bekas ibu kota Majapahit rusak karena penggalian tanah untuk pembuatan fondasi beton dan tembok proyek pembangunan Pusat Informasi Majapahit di Kompleks Museum Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Senin (29/12). Bangunan di latar belakang adalah gedung museum purbakala yang ada saat ini. TERKAIT: Perusak Situs Trowulan Bisa Diganjar Hukuman Penjara Pembangunan Taman Majapahit Tak Libatkan Balai Arkeologi Jika Terbukti Pidana, Polri Hentikan Pembangunan di Situs Trowulan Pemerintah Wajib Rehabilitasi Situs Trowulan Polda Jatim Selidiki Tindak Pidana di Situs TrowulanBANDUNG, RABU Menyikapi kasus pembangunan Pusat Informasi Majapahit (PIM) di Trowulan, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat melakukan pemanggilan terhadap Baskoro Tedjo. Dosen Institut Teknologi Bandung ini adalah arsitek yang menangani pembangunan PIM.Ketua IAI Jabar Pon S Purajatnika, Rabu (7/1), mengatakan, pemanggilan itu sebatas klarifikasi. Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah anggota Dewan Kehormatan IAI Jabar. Namun, ia belum mau menyebutkan detail hasil klarifikasi ini.Menurutnya, kasus ini harus disikapi secara bijaksana. Ia mengakui, dalam beberpa kasus, arsitek kerap berada pada posisi tawar yang lebih rendah dari pemilik proyek."Janganlah lantas seseorang dijadikan sasaran kambing hitam. Dalam kasus ini, Mas Bas (Baskoro Tedjo) kan hanya menangani secuil dari master plan yang ada. Yang perlu ditelusuri adalah siapa pembuat masterplan itu? Jangan ada kesan mengarah ke seseorang," ujarnya.Kalau memang arsitek tersebut terbukti melanggar kode etik arsitek, jelas Pon, sanksi dapat berupa teguran hingga pencabutan lisensi. Proses klarifikasi terhadap Baskoro akan terus berlangsung.Baskoro selama ini dikenal sebagai arsitek yang cukup concern terhadap desain arsitektur hijau. Karya-karyanya antara lain Kompleks Pemakaman Bung Karno, Student Center ITB, dan Gedung Galeri Selasar Sunaryo.Perusak Situs Trowulan Bisa Diganjar Hukuman PenjaraPenulis : Ingki Rinaldi | Rabu, 7 Januari 2009 | 20:37 WIB

Dibaca: 63

Komentar: 0|

Share:

Kompas/Iwan SetiyawanSejumlah pengunjung mengamati situs purbakala peninggalan Majapahit yang baru ditemukan di lokasi pembuatan batu bata merah di Desa Wates Umpak, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (4/1). Luasnya wilayah bekas ibu kota Majapahit di Trowulan membuat warga sekitar dengan mudah dapat menemukan situs purbakala saat menggali tanah. TERKAIT: Pembangunan Taman Majapahit Tak Libatkan Balai Arkeologi Jika Terbukti Pidana, Polri Hentikan Pembangunan di Situs Trowulan Pemerintah Wajib Rehabilitasi Situs Trowulan Polda Jatim Selidiki Tindak Pidana di Situs Trowulan Proyek PIM Harus Berhenti Total MOJOKERTO, RABU Perusak situs sejarah atau kawasan cagar budaya yang melakukan kegiatan perusakan akibat pembangunan Pusat Informasi Majapahit (PIM) bisa diganjar dengan pasal berlapis. Hal tersebut dikemukakan anggota Tim Evaluasi Pembangunan PIM sekaligus Ketua LSM Gotrah Wilwatikta Anam Anis, Rabu (7/1).Menurut Anis, selain diancam dengan tuntutan primer Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, pelaku juga bisa dijerat dengan tuntutan subsider pasal 406 KUHP. Ancaman pidana dalam p