Sistem Politik dan Pemerintahan Indonesia

download Sistem Politik dan Pemerintahan Indonesia

of 49

  • date post

    14-Jul-2015
  • Category

    Education

  • view

    145
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Sistem Politik dan Pemerintahan Indonesia

Kelompok 2

Kelompok 2Sistem Politik dan Pemerintahan IndonesiaAnggota:Cahyo Ningsih(A410130132)Miftah Zuhri Nurlaili(A410130135)Dyah Ayu Fitriana(A410130144)Nurul Usmawati K.(A410130154)Rosyita Anindyarini(A410130157)Daftar IsiA. Sistem Politik Menurut Konstitusi IndonesiaKonstitusi negara Indonesia adalah Undang-Undang Dasar 1945, yang mengatur :Kedudukan dan tanggungjawab penyelenggaraan negaraKewenangan, tugas, dan hubungan antar lembaga negaraMengatur hak dan kewajiban warga negaraPendahuluanSISTEM POLITIK INDONESIAUUD 1945EksekutifLegislatifYudikatifMPRDPAPresiden/ Wakil PresidenMALembaga non DepartemenKabinetDPRD Tk. IIDPRD Tk. IBupatiGubernurLembaga kehakiman lainnyaBPKDPRMPRMelantik Presdien dan Wakil Presiden Hasil Pilihan RakyatMengubah dan Menetapkan UUD 1945Masa Jabantan 5 tahunTerdiri dari DPR dan DPDLembaga tertinggi negaraMenyusun Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN)DPRLembaga LegislatifMengawasi jalannya pemerintahanMengajukan usul RUUMelantik Presdien dan Wakil Presiden Hasil Pilihan RakyatMenyampaikan usul dan pendapatMengajukan pertanyaanPresiden dan Wakil PresidenMemegang jabatan selama 5 tahunMenentukan duta dan konsul dan menerima duta negara lainMemberikan grasi dan rehabilitasiMemberikan amnesti dan abolisiMenjalankan GBHN yang ditetapkan MPRMahkamah AgungMemegang kekuasaan kehakiman dan badan peradilan dibawahnyaKekuasaan : segala urusan peradilan (teknis yudisial, urusan organisasi, administrasi dan finansialBersifat independen dari intervaensi pemerintah dalam menjalankan tugas menegakkan hukum dan keadilanPenunjukan hakim agung dilakukan oleh Presiden atas persetujuan DPRMKMenguji UU terhadap UUD Negara Republik Indonesia 1945Memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945Memutus pembubaran parpol dan perselisihan tentang hasil pemiluWajib memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden/ Wakil Presiden menurut UUDBPKPemeriksaan/ sebagai external auditor kinerja keuangan pemerintahLaporan hasil pemerikasaan disampaikan ke DPR untuk ditindak lanjutiMemeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negaraMeningkatkan transparasi dan tanggung jawab keuanga negaraDPAMemberikan jawaban terhadap pertanyaan Presiden berkaitan dengan penyelenggaraan negara (politik, ekonomi, sosial, budaya, dan militer)Memberikan nasehat atau saran atau rekomendasi terhadap masalah yang berkaitan dengan kepentingan negaraTerdiri dari 45 orangPemerintah daerahOtonomi Daerah dilakukan pada tanggal 1 Januari 2001Hubungan antara provinsi dan kabupaten bersifat koordinasiB. Sistem Pemerintah Menurut Konstitusi IndonesiaMenurut UUD 1945, bahwa sistem pemerintah Negara Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan (Trias Politika) murni sebagaimana yang diajarkan Monstesquieu, akan tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan.Hal-hal yang mendukung argumentasi tersebut, karena UUD45:Tidak membatasi secara tajam, bahwa tiap kekuasaan harus dilakukan oleh suatu organisasi/badan tertentu yang tidak boleh ada campur tangan.Tidak membatasi kekuasaan menjadi 3 bagian dan 3 organ saja.Tidak membagi habis kekuasaan rakyat yang dilakukan MPR.

1. Pokok-pokok Sistem Pemerintahan Republik IndonesiaBentuk Negara Kesatuan RI dengan Prinsip Otonomi DaerahBentuk Pemerintahan adalah Republik, sedangkan sistem pemerintahan adalah PresidensialPemegang kekuasaan eksekutif adalah Presiden yang merangkap sebagai Kepala Negara dan Kepala PemerintahanKabinet atau menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden, serta bertanggung jawab kepada preseidenParlemen terdiri atas 2 bagian (bikameral), yaitu DPR dan DPDKekuasaan yudikatif dijalankan oleh MA dan peradilan di bawahnya (pengadilan tinggi, pengadilan negeri, MK, KY)Sistem pemerintah negara Indonesia setelah amandemen UUD 1945 masih menganut sistem pemerintahan presidensial2. Beberapa variasi dari Sistem Pemerintahan Presidensial RIPresiden dapat diberhentikan oleh MPR atas usul DPRPresiden dapat mengangkat pejabat negara perlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPRPresiden dapat mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPRParlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk UU dan hak budget (anggaran)

Di dalam UUD 1945 dicantumkan pokok-pokok Sistem Pemerintahan Negara RI sebagai berikut:Indonesia adalah negara hukumSistem KonstitusionalKekuasaan negara tertinggi di tangan MPRPresiden tidak bertanggung jawab kepada DPRDalam pembentukan UU dan penetapan APBN, Presiden harus mendapat persetujuan DPRPresiden tidak bertanggung jawab kepada DewanPresiden tidak dapat membubarkan DPRKarena Menteri Negara ialah pembantu Presiden, maka tidak bertanggung jawab kepada DPRKekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas

Dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara, yang dipercaya dan diberi tugas untuk melaksanakan kebijaksanaan rakyat yang berupa GBHN ataupun ketetapan MPR lainnya.Lanjutan..3. Masa Reformasi (Setelah Amandemen UUD 1945)Negara Indonesia adalah negara hukum (pasal 1 ayat (3), tanpa keterangan)Sistem Konstitusional (pasal 2 ayat (1), pasal 3 ayat (3), pasal 4 ayat (1), dll)Kekuasaaan negara tertinggi di tangan MPRSesuai dengan pasal 2 ayat (1) bahwa MPR terdiri dari anggota DPR dan anggota DPD. MPR berdasarkan pasal 3, mempunyai wewenang dan tugas :Mengubah dan menetapkan UUDMelantik Presiden dan/atau Wakil PresidenDapat memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UUDPresiden ialah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi menurut UUDMenteri Negara adalah pembantu presiden, sehingga hanya bertanggung jawab pada Presiden bukan DPRMenteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden yang pembentukan, pengubahan dan pembubarannya diatur dalam UUKekuasaan kepala Negara tidak tak terbatasLanjutan.4. Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Negara Indonesiaa. Tahun 1945-1949 terjadi penyimpangan, antara lain:Berubah fungsi komite nasional Indonesia pusat dari pembantu Presiden menjadi badan yang diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN yang merupakan MPRTerjadi perubahan sistem kabinet presidensial menjadi kabinet parlementer berdasarkan usul BP-KNIPb. Tahun 1949-1950Berdasarkan konstitusi RIS, sistem pemerintahan yang dianut adalah sistem parlemen kabinet semu.c. Tahun 1950-1959Landasannya adalah UUD50 pengganti konstitusi RIS49. sistem yang dianut adalah parlementer kabinet dengan demokrasi liberal yang masih bersifat semu.d. Tahun 1959-1966 (Demokrasi Terpimpin)Ditandai dengan kekuasaan Presiden mutlak sehingga nasib Parpol ditentukan oleh presiden, serta tidak ada kebebasan mengeluarkan pendapate. Tahun 1966-1998 (Orde Baru)Dibentuk oleh Soeharto untuk melakukan koreksi terpimpin pada orde lama, namun lama-kelamaan banyak terjadi penyimpangan.f. Tahun 1998sekarang (Reformasi)Ditandai dengan pelaksanan demokrasi pancasila banyak memberikan ruang gerak pada parpol maupun DPR untuk mengawasi pemerintah secara kritis dan dibenarkan untuk unjuk rasa.Lanjutan.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa :Kekuasaan tertinggi diberikan rakyat kepada MPRDPR sebagai pembuat UUPresiden sebagai penyelenggara pemerintahanDPA sebagai pemberi saran kepada pemerintahanMA sebagai lembaga pengadilan dan penguji aturanBPK pengaudit keuangan2. Sistem Pemerintahan setelah amandemen (1999-2002)MPR bukan lembaga tertinggi lagiKomposisi MPR terdiri atas seluruh anggota DPR ditambah DPD yang dipilih oleh rakyat.Presiden dan wapres dipilih langsung oleh rakyatPresiden tidak dapat membubarkan DPRKekuasaan legislatif lebih dominan1. Sistem Pemerintahan menurut UUD45 sebelum amandemen:3. Perbandingan sistem pemerintahan Indonesia dengan Negara LainBerdasarkanpenjelasan UUD45 Indonesia menganut sistem Presidensial. Tapi dalam praktiknya banyak elemen-elemen sistem pemerintahan parlementer. Jadi dapat dikatakan sistem pemeritahan Indonesia adalah perpaduan antara presidensial dan Parlementer.Lanjutan..4. Kelebihan dan Kelemahan Sistem Pemerintahan IndonesiaKELEBIHANKELEMAHANPresiden dan menteri selama menjabat tidak dapat diberhentikan PresidenDalam menjalankan programnya, Pemerintah tidak dibanyangi dengan krisis kabinetPresiden tidak dapat memberlakukan dan membubarkan DPRTerlalu kuatnya otoritas dan konsentrasi kekuasaan di tangan PresidenSering terjadi pergantian pejabat karena adanya hak perogatif PresidenPengawasan rakyat terhadap pemerintahan kurang berpengaruhPengaruh rakyat terhadap kebijaksanaan politik kurang mendapat perhatian.C. Sistem Pemerintahan Daerah IndonesiaPemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintah oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi. Prinsip Negara Keastuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945 yaitu bahwa :Pemerintahan Daerah Provinsi terdiri atas Pemerintahan Daerah Provinsi dan DPRD Provinsi.Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota terdiri atas pemerintahan Daerah kabupaten/kota dan DPRD kabupaten/ kota1. Pembentukan dan Penghapusan Pemerintah DaerahPembentukan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan daerah kota ditetapkan dengan Undang Undang. Daerah dapat dihapus dan digabung dengan daerah lain apabila daerah yang bersangkutan tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah. Penghapusan dan Penggabungan daerah beserta akibatnya ditetapkan dengan undang undang.Penyelenggaraan fungsi pemerintahan bersifat khusus untuk kepentingan nasional, pemerintah dapat menetapkan kawasan khusus dalam wilayah provinsi /kabupaten/kota.Pembagian Urusan PemerintahanUrusan pemerintahan yang menjadi urusan pemerintah pusat meliputi:1. Politik luar negeri2. Pertahanan3. keamanan4. Yustisi5. Moneter dan fiskal nasional6. Agamab. Urusan Pemerintah DaerahPenyelenggaraan urusan pemerintahan dibagi berdasarkan kriteria eksternalitas, enkuntabilitas, dan efisisen dengan memperhatikan keserasian hubungan antar susunan pemerintahan. Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah, yang diselenggarakan berdasarkan kriteria di atas terdiri atas urusan wajib dan u