SISTEM PENERANGAN

download SISTEM PENERANGAN

of 25

  • date post

    16-Apr-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.338
  • download

    77

Embed Size (px)

description

SS

Transcript of SISTEM PENERANGAN

IDENTIFIKASI SISTEM PENERANGANA. Tujuan Khusus Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar 1, peserta dapat : 1. Menjelaskan fungsi komponen sistem penerangan 2. Mengidentifikasi komponen sistem penerangan 3. Mengidentifikasi ukuran kabel sesuai beban kelistrikan

B. Materi Pembelajaran 1. Penghantar a. Jaringan Kabel (Wiring Harness)

Jaringan kabel merupakan sejumlah kabel yang terisolasi yang dihubungkan ke komponenkomponen. Kabel-kabel ini disatukan dalam satu unit untuk memudahkan penyambungannya pada komponen-komponen kelistrikan.

Gambar 1. Jaringan kabel (Wiring Harness)

b. Kode Warna Kabel-kabel otomotif mempunyai kode warna. Artinya, masing-masing rangkaian memberikan warna spesifik atau jumlah warna untuk membantu pekerja menelusuri rangkaian. Pada diagram kelistrikan yang dicetak dengan warna hitam biasanya dilengkapi dengan abjad untuk memudahkan pengidentifikasian. Sebagai contoh R atau red (merah), G untuk green (hijau) dan RG untuk merah dengan strip hijau. Gambar di bawah ini menunjukkan bagaimana keadaan kabel dengan kode dan menginterpretasikannya. Diameter kawat juga tercetak pada kabel. Pada rangkaian lain terdapat juga pengkodean dengan menggunakan angka untuk mengidentifikasi kabel.

KODE WARNA Hurup pertama merupakan warna utama kabel dan hurup lainnya merupakan warna strip. Bl - Black (Hitam) Bu - Blue (Biru) G - Green (Hijau) R - Red (Merah) Y - Yellow (Kuning) W - White (Putih) Br- Brown (Coklat) O- Orange (Oranye) P- Pink (Merah Muda) Gr- Grey (Abu-abu) V- Violet (Violet) P- Purple (Ungu) Lg- Light Green (Hijau Muda) Lb- Light Blue (Biru Muda) Gambar 2. Kode warna kabel

c. Diagram Pengawatan (Wiring Diagram) Diagram pengawatan adalah gambar garis yang menunjukkan unit-unit kelistrikan dan kabel-kabel penghubungnya. Diagram pengawatan sangat membantu orang-orang yang mengerjakan sistem kelistrikan pada kendaraan. Pada kendaraan-kendaraan masa kini sistem kelistrikannya lebih kompleks karena setiap tahunnya selalu ada tambahan komponen yang dipasang. 2. Sikring dan Fusible Link Sikring dipasang pada rangkaian kelistrikan yang bertujuan untuk menjaga rangkaian atau komponen dari kerusakan. Sikring umumnya dipasang pada sebuah kotak sikring dan diletakkan dalam kendaraan dekat panel instrumen. Ada juga sikring yang dipasang secara terpisah pada rangkaian. Sikring ditentukan menurut kapasitas arus yang melewati, seperti 10A dan 15A. Ukuran sikring biasanya berkisar antara 2 amper (digunakan untuk radio), sampai 30 amper (digunakan untuk sistem penyejuk udara atau kipas pemanas (heater fans).

Gambar 3. Jenis-jenis sikring

Sebuah sikring pada dasarnya terdiri dari elemen dalam bentuk kawat halus atau plat logam yang meleleh bila dialiri arus listik yang berlebihan. Terbakarnya sikring akan

membuka/memutuskan rangkaian dan mencegah mengalirnya arus. Terdapat tiga jenis sikring yang biasa digunakan pada kendaraan, yakni jenis cartridge, keramik , dan blade. Fusible links adalah sikring heavy duty yang ditempatkan di kompartemen engine dekat baterai. Sikring ini menghubungkan antara baterai dengan berbagai sistem kelistrikan dan memproteksi seluruh rangkaian pada kendaraan kecuali rangkaian motor starter. Sebuah kendaraan bisa mempunyai satu fusible link atau fusible link yang terpisah untuk rangkaian yang berbeda. Gambar berikut menunjukkan fusible link yang berbentuk kabel khusus yang dihubungkan ke rangkaian dan dirancang untuk mengalirkan arus normal dari sistem kelistrikan, tetapi dapat meleleh bila arus (dan panas dari arus) yang ditimbulkan berlebihan.

Gambar 4. Fusible link dihubungkan pada sistem kelistrikan.

Kemampuan fusible link dapat diidentifikasi dari warnanya. Sebagai contoh, fusible link berwarna hitam akan meleleh bila dialiri arus sampai 180 amper, walaupun demikian pengaliran arus yang diijinkan hanya 45 amper. Sedangkan fusible link berwarna merah akan meleleh pada pengaliran arus sampai 150 amper dan yang berwarna hijau akan meleleh pada pengaliran arus 100 amper.

3. Saklar Saklar umumnya digunakan untuk mengoperasikan berbagai komponen kelistrikan. Sebagian saklar dioperasikan secara manual. Sebagian dioperasikan secara otomatis dan yang lainnya menggunakan remote control. Kerja saklar adalah menghubungkan dan memutuskan rangkaian yang sudah dipasang.

Pada kendaraan penumpang, dua saklar utamanya adalah kunci kontak dan saklar kombinasi pada streering colums. Kunci kontak mempunyai hubungan ke posisi start, ignition (pengapian), dan accessories (kelengkapan). Saklar kombinasi seperti diperlihatkan di bawah ini termasuk saklar pengontrol dan saklar untuk penerangan, penghapus kaca dan lampu belok.

Gambar 5. Saklar kombinasi pada steering column.

Saklar-saklar dioperasikan secara manual, tetapi pada berbagai kondisi saklar ini digunakan untuk mengoperasikan relay pada kompartemen engine dekat ke komponen. Relay inilah yang menghubungkan dan memutuskan arus ke komponen. Beberapa saklar lainnya ditempatkan pada instrumen (dashboard). Meskipun demikian terdapat juga saklar yang dipasang pada pedal rem, kopling, transmisi otomatis dan komponenkomponen lainnya. Selain saklar manual dan saklar elektronik (relay), saklar elektronik (transistor) juga digunakan pada komponen-komponen elektronik. 4. Relay Relay dipasang pada berbagai komponen sistem kelistrikan dan dikenal juga sebagai saklar elektromagnetik atau saklar elektromekanik. Gambar berikut menunjukkan beberapa relay dan penempatannya pada kendaraan. Walaupun demikian pengaturannya akan bervariasi tergantung pada merek dan model kendaraan. Seperti diperlihatkan pada gambar, relay digunakan untuk penerangan, klakson, instrument, sistem pengisian, sistem pengapian dan sebagainya.

Gambar 6. Penempatan relay pada kendaraan.

Secara umum relay dibedakan menjadi dua jenis menurut fungsi dasarnya, yakni relay normally open dan normally closed.

Gambar 7. Relay

Relay dapat digunakan untuk bemacam-macam keperluan. Relay normally open akan menghubungkan kontak apabila kumparan dialiri arus (a), sedangkan relay normally closed akan membuka kontaknya jika kumparan dialiri arus (b). Relay juga dapat bekerja secara kombinasi dari kedua jenis relay sebelumnya (c). Dalam hal ini, satu set kontak merupakan jenis normally open dan satu set lainnya jenis normally closed. Pembangkitan magnet pada kumparan akan menghubungkan komponen dalam rangkaian ke komponen lainnya. Diagram (d) menunjukkan variasi lain, pada relay ini, bila kumparan dialiri arus menyebabkan terputusnya satu komponen dalam rangkaian dan menghubungkan komponen lainnya. Ada beberapa keuntungan dari penggunaan relay pada sebuah rangkaian, antara lain: 1. Adanya jalur langsung antara baterai dan beban. 2. Penurunan/kehilangan tegangan sangat kecil. 3. Kemungkinan daya yang besar pada beban.

5. Bola Lampu

Sebuah bola lampu terdiri dari sebuah filamen halus kawat tungsten yang keadaannya dipertahankan memijar saat dialiri arus listrik. Pijaran filamen inilah yang menghasilkan cahaya. Filamen ini ditempatkan pada tabung kaca yang hampa udara. Walaupun demikian di dalamnya diisi sedikit gas inert. Filamen harus bekerja dalam daerah bebas oksigen untuk mencegah dari pengoksidasian atau terbakar. Terdapat berbagai macam bola lampu yang dipasang pada kendaraan, seperti dipelihatkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 9. Jenis bola lmpu (a) dua filament dengan offset pins, (b) single filament, (c) quartz halogen, (d) festoon, (e) panel, (f) capless panel, (g) ulir (screw base)

1. Bola Lampu Festoon Bola lampu ini terdiri dari tabung gelas dengan sebuah filament yang dihubungkan pada metal penutup di kedua ujungnya. Bola lampu festoon digunakan untuk penerangan interior, lampu plat nomor dan pamakaian yang sejenis.

2. Bola Lampu Panel Bola lampu ini bentuknya kecil, umumnya digunakan untuk penerangan instrument dan lampu indikator. Beberapa jenis bola lampu ini mempunya fitting bayonet kecil. Kawat kecil yang berada di bawahnya berguna sebagai kotak.

3. Bola Lampu Jenis Seaaled Beam Bola lampu ini digunakan umumnya untuk lampu kepala. Bola lampu ini mempunyai reflektor, lensa dan filament yang diisolasi sebagai satu unit. Ini merupakan kelebihan, karena dapat menjaga permukaan reflektor dari kemungkinan lembab atau kotor. Filament dipersiapkan dengan volume gas yang lebih banyak daripada bola lampu normal.

Gambar 10. Bola lampu sealed beam, (a) sealed beam untuk dua lampu kepala, (sealed beam yang lebih besar untuk lampu kepala tunggal.

4. Bola Lampu Halogen Quartz Bola lampu halogen biasanya digunakan untuk lampu kepala yang didalamnya terdapat gas khusus halogen. Bola lampu ini dikonstruksi dalam bentuk sealed beam atau semi sealed hausing yang memungkinkan bola lampu ini biasa dipasang dan dilepas.

Gambar 10. Lampu kepala halogen/quartz

Bola lampu halogen sangat efisien dan menambah output sekitar 25 persen di atas lampu kepala biasa tanpa menaikkan arus pemakaian. Ukuran kemampuan lampu-lampu ini biasanya tertera pada lampu-lampu tersebut. Dengan demikian apabila lampu rusak, mudah menggantinya dengan lampu yang sejenis.

Gambar 11. lampu halogen dalam bentuk sealed beam.

Gambar 12. Lampu halogen jenis sealed beam dan bola lampu biasa.

Saklar dim digunakan untuk mengontrol kerja lampu jarak jauh dan lampu dekat pada lampu kepala. Saklar ini biasanya dipasang pada asembly steering column. Pada mobil tua, saklar ini biasanya dipasang pada lantai (floor board)

Gambar 13. Saklar dim

5. Daya Lampu Tenaga listrik diukur dalam watt. Satu watt sama dengan 1 volt x 1 amper. Dengan demikian daya suatu lampu dapat diperoleh dengan mengalikan tegangan dan arus yang mengalir pada lampu tersebut. Sebagai contoh pada sebuah lampu terdapat data 12 V/42 W. Data ini menunjukkan bahwa lampu tersebut diaplikasikan pada sistem 12 volt