Sinusitis Maksilaris Odontogenik

download Sinusitis Maksilaris Odontogenik

of 26

  • date post

    26-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    232
  • download

    2

Embed Size (px)

description

siunusitis

Transcript of Sinusitis Maksilaris Odontogenik

SINUSITIS MAKSILARIS ODONTOGENIK

SINUSITIS MAKSILARIS ODONTOGENIK-Cone Beam Volumetric Computerized Tomography- Membantu Diagnosadrg. Eviwati SitanggangInsidens 10 -12 %.Resiko : abses periapikal, penyakit periodonsia, trauma gigi, pencabutan gigi dan pemakaian implan terutama bila menembus membran schneiderian.Pasien sering tampak dengan simptom sinusitis kronis yang menyerupai nyeri akibat penyakit gigiPasien sering di rujuk ke otolaryngologist diagnosa definitif.

Diagnosa bitewing, panoramikTeknologi terbaruCone beam volumetric computerized tomography (CBVCT), 3 D, radiasi lebih rendah daripada Computerized Tomography konvensional Kasus 1:Wanita African Amerika, 62 thn endodontik gigi 14, restorasi akhir fixed prothesa, perkusi (+) palpasi (+), probing akar mesiobukal 10 mm.

Dagu diangkat cairan keluar dari nasalFo periapikal : radiolucen periradikular akar mesiobukal

Treatment : mengeluarkan bahan pengisi (termafil carrier) cairan serous dan melakukan reendo dengan mikroskop bedah. CBVCT iCAT unit cairan pada sinus maksilaris, adanya hub akar mesiobukal dengan sinus.

Prognosis : buruk, kehilangan tulang sekitar akar , mobilityTindakan : Exo 14 oedem, infeksi rawat inap

Evaluasi : 1 bulan seluruh komplain sehub dengan sinus (-)

Kasus 2Wanita European Amerika, 63 thn dirujuk u/ exo 14Probing akar mesibukal 9 mmOdem, palpasi : lunak pada bag bukal Fo periapikal : lesi radiopak pada akarCBVCT accuitomo 80 unit masa radiopak berhub dg akar bukal mencapai sinus. Deposisi tulanginflamasi kronis. Kehilangan tulang sepanjang akar mesial, fraktur akar vertikal pada akar mesiobukal.

Reseksi akar yang frakturSepanjang prosedur bedah, sedikit sinus terekspos, penyembuhan kurang memuaskan setelah reseksi akar.

Kasus 3Wanita, 60 thnNyeri terus menerus, tidak nyaman pada gigi 6 setelah endoGigi nekrotik, dg simtom periodontitis apikalisFo periapikal : radiolusen (-), pengisian adekuat, Perkusi (+), palapasi (+)Gigi di rawat ulang, masih didapat simtom yang sama

CBVCT accuitomo 80 unit cairan mengisi hampir setengah sinus. Akar sangat dekat ke sinus

Perawatan konservatif, pasien dirujuk otorhinolaryngologist u perawatan sinus

Pasien tidak diminta datang karena simtom sudah terselesaikan.DiskusiKe 3 kasus menunjukkan variasi sinusitis maksilaris yang berhubungan dengan infeksi odontogenik.

Kasus 1Infeksi periapikal kronis melibatkan sinusTidak trj drainage melalui saku periodontal Tidak ada hubungan sinus dan saku periodontal Kasus 2Fraktur vertikal akar mesiobukal merupakan penyebab inflamasi kronis dan letak yang dekat thd sinus menyebabkan reaksi pembentukan tulang ke dalam sinusKasus ini tidak dapat dikategorikan sbg sinusitis karena tidak ditemukan kumpulan cairan pada sinus

Kasus 3Sinusitis inflamasi periapikal gigi gagal endoApikoektomi gigi 6 dapat membuat hub oroantral, namun diputuskan u menangani secara konservatif

Anatomi sinus maksilaris mudah invasi mikroorganisme rongga mulutCT Scan Akar mesiobukal molar 2 sangat dekat pada sinus.Ro u diagnosa bervariasi termasuk panoramikCT merupakan standard gold gmb sinus maksilaris tulang dan jar.lunak , multiple viewSinusitis maksilaris odontogenikpada RoIntervensi akar ke sinusAbses periapikalOroantral fistulaSinusitis Maksilaris Bersumber Infeksi GigiAnatomiRongga berbentuk piramidMedial: dinding lateral cavum nasiAtap: dasar orbitaAnterior: permukaan depan maksila (fosa kanina)Dasar: Proc.Alv maksila, sbgn tulang palatum

Sinus maksilaris dilapisi membran mukosa berdinding epitel saluran pernafasan epitel silindris bertingkat bersilia

Maxillary sinusitiscaused by apicalinfection andextensive periodontallesions involving themolars and premolar.Notice the cloudiness(radiopacity) of thesinus (s).

Maxillary sinusitis caused by an apical inflammatory lesion (probably, a granuloma) at the root apices of the second molar. Notice the cloudiness (radiopacity) of thesinus.

Apical infection associated with thefirst molar. A thickened sinusmucosa (arrow) surrounds the lesion in response to theapical infection.

Hyperplastic mucosa. Thickened sinusmucosa (swollen mucoperiosteum). Thevarious causes of a hyperplastic mucosaare: infection (periapical, periodontal,perforation of antral floor and mucosa),allergy, chemical irritation, foreign bodyand facial trauma.

Waters' view demonstratingthickened sinus mucosa(hyperplastic mucosa)of all the walls of the right maxillary sinus. The various causes are:infection (periapical, periodontal, perforation of the antral floor andmucosa), allergy, chemical irritation,foreign body, and facial traumaPersarafan dan suplai darahDipersarafi o/ cabang ke 2 N. Trigeminus: n.palatinus mayor, nasalis posterolateral, n.alveolaris superior cab n. Infraorbitalis

Supali darah : a. Maksilaris melalui a.infraorbital, a.palatina mayor, a.alv posterosuperior dan anterosuperiorFungsi SinusRuang tambahan u memanaskan atau melembakan udara pernafasanAlat resonansi yang mempengaruhi suaraMengandung organ olfaktoria reseptor penciumanPelindung alat-alat dalam orbita & kranial thd perubahan suhu dalam hidungSinusitis Maksilaris AkutSakit berdenyut, bertambah dg gerakan kepala, membungkuk, bersin atau batukCairan awalnya encer lalu menjadi mukopurulen, kemudian menetes ke nasofaring , bisa keluar melalui mulut, tertelan atau keluar melalui hidung Sakit pada gigi atas regio P & M, gigi terasa menonjol, sakit perkusi, kontak prematur dan sakit dipakai mengunyahKeadaan umum : malaise, keringatan, demam, menggigil, pusing, sakit kepala, bisa juga nauseaSinusitis Maksilaris KronisTidak ada sakit atau demamKeluhan: keluar cairan mukopurulen berbau busuk dari hidung pagi hari atau tidur dg sisi kepala yg terkena, rasa tidak enak, halitosisKeadaan umum: pilek, nafsu makan cepat lelah

Mikrobiologi:Bakteri paling seringStrep.Pneumoniae, S. Pyrogenes, Staph.Aureus, Hemophilus Influenzae, KlebsiellaPenatalaksanaanObat-obatan : Antibiotika (ampisilin, cotimoxazole, eritromisin, tetrasiklin)Analgesik : disarankan kombinasi NSAID dan dekongestan ex. PCT 500mg + Pseudoephedrin 30mgMukolitik : untuk meningkatkan drainase spontan ex. camphor / mentholDekongestan lokal: semprot hidung/tetes hidung ex. Ephedrine sulphate 0,5% atau phenylephrine hydroclorideDekongestan sistemik ex. Pseudoephedrine, diphenydraminePengobatan bedahIrigasi & drainaseSinusotomi ( prosedur Caldwell-Luc)bila diperlukan jalan masuk ke sinus Oroantral fistulabila tidak ada penutupan pada lubang antara proc.alveolaris dan sinus max.