Simbol Simbol Pengelasan

of 36 /36
TEKNIK LAS Simbol Pengelasan 13 BAB 2 SIMBOL PENGELASAN Proses pengelasan merupakan proses penyambungan / pengabungan dua atau lebih bahan logam dengan menggunakan tekanan, panas, nyala atau busur listrik. Pada proses pengelasan, logam pengisi dan benda kerja dipanaskan sampai membentuk busur las dengan menggunakan busur listrik atau pembakaran gas. Pada umumnya proses pengelasan digunakan untuk memproduksi alat / komponen yang terbuat dari bahan logam, dengan hasil las sesuai kebutuhan. Untuk itu diperlukan syarat-syarat dalam pengelasan untuk menjamin mutu sambungan las. Agar syarat-syarat pengelasan dapat dipahami oleh juru las (welder) tentunya membutuhkan kesepakatan simbol las pada gambar konstruksi. Simbol las ini telah distandarkan oleh AWS, JIS, BS, DIN dan system standar lainnya. Oleh karena simbol las sangat penting sekali untuk dapat dimengerti oleh semua negera di dunia ini, maka diperlukan standarisasi simbol las oleh ISO. Pada umumnya didalam simbol las terdiri dari dua bagian yaitu simbol dasar las dan simbol pelengkap yang kedua-duanya di letakkan pada garis referensi. Untuk menjamin mutu las diperlukan simbol uji yang menjelaskan jenis pengujian yang harus dilakukan. Berdasarkan simbol las dasar, pengelasan dapat dibagi menjadi las alur, Fillet, Alur J, Alur bujur sangkar, Plug, Alur V terbuka, Alur tirus, Alur tirus terbuka, Alur U, Flens ganda, Alur V, Titik, Proyeksi, Klem. Sedang simbol las pelengkap digunakan untuk menjelaskan jenis penyelesaian, penampakan, dan lain sebagainya dari permukaan las yang tertulis pada garis referensi. Aturan penggunaan simbol las harus sesuai dengan standar pengelasan internasional. Menurut standar AWS, penggunaan simbol las harus mengikuti aturan sebagai berikut: 1. Simbol las harus menunjukkan jenis pengelasan dari bagian Yang disambung, kecuali pada proses las lapisan. 2. Simbol las harus ditempatkan pada garis referensi lengkap dengan ukurannya. 3. Garis referensi terdiri dari dua garis yaitu garis datar tempat simbol las dan garis penunjuk dengan panah yang menunjukkan bagian sambungan dan membentuk sudut 60 o terhadap garis datar. 4. Simbol las dan ukurannya harus ditempatkan sedekat mungkin dengan garis referensi dan diletakkan di bawah garis referensi bila permukaan yang dilas adalah permukaan yang ditunjukkan oleh panah dan harus diletakkan diatas garis referensi bila yang dilas adalah permukaan sebaliknya. 5. Simbol pelengkap untuk pengelasan dilapangan harus diletakkan pada pertemuan dari garis datar dan garis penunjuk. 6. Simbol pengelasan khusus harus ditempatkan pada ujung akhir garis referensi.

Embed Size (px)

description

welding

Transcript of Simbol Simbol Pengelasan

Page 1: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 13

BAB 2SIMBOL PENGELASAN

Proses pengelasan merupakan proses penyambungan / pengabungandua atau lebih bahan logam dengan menggunakan tekanan, panas,nyala atau busur listrik. Pada proses pengelasan, logam pengisi danbenda kerja dipanaskan sampai membentuk busur las denganmenggunakan busur listrik atau pembakaran gas. Pada umumnya prosespengelasan digunakan untuk memproduksi alat / komponen yangterbuat dari bahan logam, dengan hasil las sesuai kebutuhan. Untuk itudiperlukan syarat-syarat dalam pengelasan untuk menjamin mutusambungan las. Agar syarat-syarat pengelasan dapat dipahami oleh jurulas (welder) tentunya membutuhkan kesepakatan simbol las padagambar konstruksi. Simbol las ini telah distandarkan oleh AWS, JIS,BS, DIN dan system standar lainnya. Oleh karena simbol las sangatpenting sekali untuk dapat dimengerti oleh semua negera di dunia ini,maka diperlukan standarisasi simbol las oleh ISO.Pada umumnya didalam simbol las terdiri dari dua bagian yaitu simboldasar las dan simbol pelengkap yang kedua-duanya di letakkan padagaris referensi. Untuk menjamin mutu las diperlukan simbol uji yangmenjelaskan jenis pengujian yang harus dilakukan. Berdasarkan simbollas dasar, pengelasan dapat dibagi menjadi las alur, Fillet, Alur J, Alurbujur sangkar, Plug, Alur V terbuka, Alur tirus, Alur tirus terbuka, Alur U,Flens ganda, Alur V, Titik, Proyeksi, Klem. Sedang simbol las pelengkapdigunakan untuk menjelaskan jenis penyelesaian, penampakan, dan lainsebagainya dari permukaan las yang tertulis pada garis referensi.Aturan penggunaan simbol las harus sesuai dengan standar pengelasaninternasional. Menurut standar AWS, penggunaan simbol las harusmengikuti aturan sebagai berikut:1. Simbol las harus menunjukkan jenis pengelasan dari bagian Yang

disambung, kecuali pada proses las lapisan.2. Simbol las harus ditempatkan pada garis referensi lengkap dengan

ukurannya.3. Garis referensi terdiri dari dua garis yaitu garis datar tempat simbol

las dan garis penunjuk dengan panah yang menunjukkan bagiansambungan dan membentuk sudut 60o terhadap garis datar.

4. Simbol las dan ukurannya harus ditempatkan sedekat mungkindengan garis referensi dan diletakkan di bawah garis referensi bilapermukaan yang dilas adalah permukaan yang ditunjukkan olehpanah dan harus diletakkan diatas garis referensi bila yang dilasadalah permukaan sebaliknya.

5. Simbol pelengkap untuk pengelasan dilapangan harus diletakkanpada pertemuan dari garis datar dan garis penunjuk.

6. Simbol pengelasan khusus harus ditempatkan pada ujung akhir garisreferensi.

Page 2: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 14

Gambar 2.1 Desain Dasar Sambungan Las

2.1 Dasar Sambungan LasPada proses pengelasan terdapat lima jenis desain dasar sambunganlas. Kelima jenis dasar sambungan tersebut adalah sambungan Tumpul(Butt), Sudut (Corner), T (Tee), Tumpang (Lap), dan Sisi (Edge), sepertiterihat Gambar 2.1. Lima jenis dasar sambungan las dapat dibuat dalamempat posisi pengelasan yang berbeda, yaitu posisi flat, vertical,horizontal, dan diatas kepala seperti ditunjukkan pada gambar 2.2

SambunganTumpang(Lap Joint)

SambunganT

(Tee Joint)

SambunganTumpul(Butt Joint)

SambunganSudut

(Cornerjoint)

SambunganSisi

(Edge Joint)

Flat

Horisontal

Vertikal

di AtasKepala

Gambar 2.2 Posisi pengelasan pada kelima jenis dasar sambungan lasSumber: Modern Welding, 1984

Sambungan Sudut(Corner Joint)

Sambungan T(Tee Joint)

Sambungan Tumpang(Lap joint)

Sambungan Tumpul(Butt Joint)

Sambungan Sisi(Edge Joint)

Jenis

Posisi

Page 3: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 15

Pada proses pengelasan terdapat beberapa istilah yang umumdigunakan seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.3.

Gambar 2.3 Istilah yang digunakan pada pengelasanSumber: Modern Welding, 1984

Gambar 2.4 Muka alur (groove face), muka akar (root face) dan sisi akar(root edge) sambungan pengelasan .Sumber: www.aws.org

Penetrasi

OverlapPermukaan las

Ukuran las(Throat efektif)

Jari kaki las(Toe of weld)

Permukaan penguat(face reinforcement)

Kaki penguat(Root reinforcement) Bukaan kaki

(Root Opening)

Permukaan kaki(Root face)

Page 4: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 16

Gambar 2.5 Sudut tirus (Bevel angle), sudut alur (groove angle), alurradius (groove radius) dan bukaan akar (root opening) sambungan las .Sumber: www.aws.org

Gambar 2.6 Bagian las alur (groove weld ) dan las fillet ( fillet weld)Sumber: www.aws.org

Page 5: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 17

Pada proses pengelasan seringkali diperlukan proses penyiapan bagiansisi logam (logam dasar) yang akan di las dengan melakukanpemotongan, permesinan, atau penggerindaan. Persiapan ini dilakukanuntuk menjamin proses pengelasan mencapai seluruh ketebalan logamdasar. Persiapan pada bagian sisi logam yang tebal dengan membuatarea sambungan (gap). Hal ini dimaksudkan untuk memberi ruang yangcukup besar sehingga pengelasan mencapai bagian permukaan bawahsambungan. Sambungan jenis tumpul dapat dilakukan pengelasan dariatas, bawah atau keduanya.Sambungan tumpul dapat dilas dengan menggunakan salah satu darijenis pengelasan, seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 2.9. Alur bujursangkar (Square groove), alur tirus (Bevel groove), alur V (V groove), alurJ (J groove), alur U (U groove), alur tirus terbuka (flare-bevel-groove),alur V terbuka (flare V groove), dan flens ganda (Edge Flange).

Las alur bujur sangkar Alur tirusl Alur tirus ganda

Alur V Alur V ganda Alur J

Alur J ganda Alur U Alur U ganda

Alur tirusterbuka

Las alur Vterbuka

Las flensganda

Gambar 2.9 Metode persiapan pada sisi sambungan tumpul.Sumber: Modern Welding, 1984

Gambar 2.8 Lapisan ganda(multiple pass layer)Sumber: www.aws.org

Gambar 2.7 Urutan lapisan(pass layer) pengelasanSumber: www.aws.org

Page 6: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 18

Alur bujur sangkar Alur tirus Alur tirus ganda

Alur J Alur tirus terbuka

Sambungan sudut (corner) dapat dilakukan pengelasan baik dari dalammaupun dari luar sudut sambungan. Kadang-kadang sambungan sudut(corner) dapat dilakukan dari kedua sisi sambungan. Gambar 2.10menunjukkan metode yang digunakan untuk menyiapkan pengelasan daridalam maupun dari luar pada sambungan sudut.Alur ganda seringkali digunakan pada bahan logam yang tebal dandilakukan pengelasan pada kedua sisinya. Biasanya pada bahan logamtersebut disambung dengan bentuk sambungan tirus terbuka, alur Vterbuka, dan flens ganda.

Gambar 2.10 Metode penyiapan bagian sisi sambungan sudut.Sumber: Modern Welding, 1984

Pada bahan logam yang tebal biasanya menggunakan Tirus ganda danalur J ganda. Disebut sambungan T, karena berkaitan dengan posisipenempatan logam dasar yang membentuk sambungan berbentuk hurufT, seperti yang terihat pada gambar 2.11.

Gambar 2.11 Metode penyiapan bagian sisi pada sambungan TSumber: Modern Welding, 1984

Alur Jpada sudut dalam

Las alur tirus terbuka padasudut dalam

Las alur V terbukapada sudut luar

Las alur flens gandapada sudut luar

Las Fillet pada sudutdalam (tanpa persiapan)

Las alur bujur sangkarpada sudut luar

Alur V pada sudut luar

Alur tirus pada sudut luar

Alur tirus pada sudut dalam

Alur U pada sudut luar

Alur J pada sudut luar

Page 7: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 19

Gambar 2.11 menunjukkan metode penyiapan pada bagian sisi bahanlogam untuk beberapa jenis pengelasan sambungan T. Untukpengelasan sambungan tumpang biasanya jarang dilakukan persiapan.Beberapa metode penyiapan pengelasan sambungan sisi, seperti padagambar 2.12.

2.2 Simbol PengelasanStandar internasional dalam penulisan simbol pengelasan mengacu padasimbol pengelasan yang diadopsi dari American Welding Society (AWS).penggunaan simbol ini diterapkan dalam bidang struktur, fabrikasi,jembatan, dan lain sebagainya.Dalam simbol pengelasan yang lengkap mencakup semua informasitentang sambungan las. Simbol dasar las merupakan bagian dari Simbollengkap pengelasan yang menunjukkan jenis las yang digunakan. Padatabel 2.1 dan 2.2 menunjukkan simbol dasar pengelasan yang digunakanoleh AWS. Informasi pada beberapa gambar pengelasan, denganmenggunakan simbol pengelasan yang sesuai, ditunjukkan untukmemberikan berbagai informasi proses pengelasan, informasi ini terdapatpada area simbol las yang lengkap. Sisi pada sambungan las ditunjukkandengan warna merah. Dan sebagaimana pada tahap persiapan sesuaidengan simbol pengelasannya.

Gambar 2.12 Metode penyiapan pengelasan sambungan sisiSumber: Modern Welding, 1984

Alur bujursangkar

Alurtirus

Alur V Alur J Alur U

Alur flens ganda

Page 8: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 20

Tabel 2.1 Simbol dasar pengelasanNo Keterangan Ilustrasi Simbol

1 Las Butt Flens ganda

2 Las Butt Bujur sangkar

3 Las Butt alur V tunggal

4 Las Butt tirus tunggal

5 Las Butt Alur V tunggal denganbroad root face

6 Las Butt tirus tunggal denganbroad root face

7 Las Butt Alur U tunggal(parallel)

8 Las Butt Alur J tunggal

9 Backing run atau Pendukunglas

10 Las Fillet

11 Las Plug

12 Las Titik

13 Las Klem

Sumber: Standard ISO 2553-1974 (E)

Page 9: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 21

Sedangkan simbol tambahan sebagai berikut:Tabel 2.2 Simbol tambahanBentuk permukaan las Simbola. Datarb. Cembungc. Cekung

Sumber: Standard ISO 2553-1974 (E)

Gambar bagian yang dilas biasanya digambarkan sesuai dengan simbolyang ditunjukkan pada gambar 2.13. Setiap dua atau lebih bagian yangakan dilakukan pengelasan (weldment) ditempatkan bersama,permukaan dan sisinya membentuk sebuah sambungan. Gambar bagianyang dilas mengindikasikan bagaimana bagian tersebut di assembly danapa jenis sambungan yang akan dibuat? Gambar 2.1 menunjukkan jenissambungan las dan jenis pengelasan yang digunakan pada berbagaisambungan.

Gambar 2.13 Simbol pengelasanSumber: AWS A2.4-98

Simbol pengelasan yang lengkap akan menjelaskan pada juru las(welder) tentang bagaimana mempersiapkan logam dasar, prosespengelasan yang digunakan, metode penyelesaian (finishing), daninformasi lainnya mengenai masing-masing pengelasan.

Sudut alurTanda penyelesaian

Elemen selain areaini menunjukanketika ekor dananah panah dibalik

Panjang manik lasKontur las

Celah akar

Spesifikasi proses ataulainnya

Ukuran atau kekuatan

Jumlah titik lasDi las seluruh keliling

Garis penunjuk

Garis referensiEkor

Dasar simbol las ataudetail

Tanda pengerjaandilapangan

Ukuran atau kekuatan

Sisi anak panah

Sisi lain

Jarak manik las

Page 10: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 22

Ukuran yang digunakan pada Simbol pengelasan dapat mengunakansatuan metrik SI.

2.3. Garis Referensi, Kepala Panah, dan Ekor

Pada gambar 2.14 menunjukkangambar sebuah garis referensi(reference line), garis ini selaludigambar sebagai garis horisontal.Garis ini selalu ditempatkan padagambar dekat sambungan bahanlogam yang akan dilas. Semuainformasi mengenai pengelasanbahan logam ditunjukkan di atasatau di bawah garis referensihorisontal pada simbol pengelasan.Semua informasi yang ditunjukkanpada simbol pengelasan lengkapselalu ditunjukkan dalam posisi yangsama seperti ditunjukkan dalamgambar 2.13 dan dibaca dari kiri kekanan.

Anak panah (arrow) dapat digambar dari kedua ujung garis referensi.Simbol pengelasan tampak di dalam gambar proyeksi pengelasan. anakpanah selalu menyentuh garis yang menunjukkan dimana posisisambungan yang akan di las.Ekor (tail) digunakan sesuai dengan keperluan. Jika digunakan, simbol inimemberikan informasi mengenai spesifikasi, proses pengelasan yangdigunakan, atau rincian lain yang diperlukan, tetapi tidak ditunjukkanpada simbol pengelasan. Sebagai contoh penggunaan nomor, misalnya1, 2, atau 3, dan seterusnya dapat digunakan pada ekor tersebut. Hal iniuntuk menunjukkan pada juru las (welder) sebagai catatan mengenaigambaran tersebut.Pembuat gambar baik perorangan atau perusahaan dapat menggunakannomor kode atau huruf pada ekor tersebut untuk menunjukkan proses,prosedur, metode penyelesaian pengelasan, atau spesifikasi perusahaan.Jika dalam gambar simbol tidak ditemukan adanya gambar ekor, iniberarti bahwa pada informasi pada gambar tersebut sesuai dengancatatan khusus yang dibuat oleh si pembuat gambar kerja. sepertimisalnya, ”Kecuali tidak dispesifikasikan, semua pengelasan dapatdilakukan sesuai dengan Spesifikasi No. XXXX.”

2.4 Simbol Dasar LasSimbol dasar las yang ditunjukkan pada Simbol pengelasan lengkapmenunjukkan jenis pengelasan yang dibuat pada sambungan las. Hal inijuga merupakan gambar miniatur berbagai tahap persiapan pada sisi

Gambar 2.14. Simbol penge-lasan untuk garis referensi,anak panah, dan ekor.Sumber: Modern Welding, 1984

Ekor

Garis referensi

Anak panah

Page 11: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 23

bahan logam yang diperlukan pada saat sebelum pengelasan dimulai.gambar 2.15 menunjukkan penggunaan beberapa jenis simbol las. Garisvertikal yang digunakan pada jenis pengelasan fillet, tirus, atau alur Jselalu digambarkan di sebelah kiri.

2.5 Sisi Anak Panah Dan Sisi Lain

Pada gambar bagian yang dilas, anak panah pada simbol pengelasanmenyentuh garis yang dilas. Logam tersebut memiliki dua sisi.Permukaan logam dimana yang disentuh anak panah disebut sisi anakpanah. Sedangkan permukaan logam yang berlawanan dengan sisi anakpanah disebut sisi lain. Pada beberapa bahan yang mampu dilas, karenaposisi sambungan tidak ada bagian yang disebut di dalam atau di luarsisi, ujung atau bawah, kiri atau kanan. Sehingga untuk menyederhana-kan lokasi pengelasan digunakan istilah sisi anak panah dan sisi lain.Pada Simbol pengelasan, informasi pengelasan pada sisi anak panahselalu ditunjukkan di bawah garis referensi. Sedang informasi pengelasanpada sisi lain selalu ditunjukkan di atas garis referensi.Terdapat kemungkinan tidak selalu menempatkan simbol pengelasan disisi yang harus dilas. Kadang-kadang gambar tersebut terlalu ramai danrumit. Gambar 2.16 menunjukkan contoh penggunaan sisi anak panahdan sisi lain pada Simbol pengelasan. Garis putus-putus tidak ditunjukkanpada Simbol dasar pengelasan. Tetapi, Simbol-Simbol yang digunakan disini, untuk memberikan gambaran bahwa simbol dasar pengelasanadalah miniatur gambar pada persiapan sisi dan/atau jenis pengelasanyang digunakan. Garis vertikal pada simbol pengelasan alur bevel dansimbol fillet digambarkan di sebelah kiri. Bagian permukaan bahan logamyang disentuh oleh anak panah selalu disebut sisi anak panah.

Gambar 2.15 Perbandingan simbol las dan hasil las.Sumber: Modern Welding, 1984

Sambungan T

Simbol sambungantumpul bujur sangkar

Sambungan tumpulbujur sangkar

Simbol sambungan T

Gambar 2.16 Posisi penempatan sisi anak panah dan sisi lainSumber: Modern Welding, 1984

Sisi lain

Sisi anak panah

Sisianakpanah

Sisi lain

Sisi lain

Sisi anak panah

Sisi anak panah Sisi anak panah

Sisi lain

Sisi lain Sisi anak panah

Page 12: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 24

Tabel 2.3 Posisi simbol las menurut proyeksi Amerika (cara ”A”)Ilustrasi Representasi Simbol Deskripsi posisi

Simbol dibawah garis referensi. Jikapermukaan las (weld face) terletakpada sisi anak panah padasambungan

Simbol diatas garis referensi. Jikapermukaan las (weld face) terletakpada sisi lain pada sambungan

Melintang garis referensi jika dalamkasus pengelasan yang dibuat padatempat sambungan

Sumber: Standard ISO 2553-1974 (E)

Page 13: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 25

Tabel 2.4 Posisi simbol las menurut proyeksi Eropa (cara ”E”)Ilustrasi Representasi Simbol Deskripsi posisi

Simbol diatas garis referensi. Jikapermukaan las (weld face) terletakpada sisi anak panah padasambungan

Simbol dibawah garis referensi. Jikapermukaan las (weld face) terletakpada sisi lain pada sambungan

Melintang garis referensi jika dalamkasus pengelasan yang dibuat padatempat sambungan

Sumber: Standard ISO 2553-1974 (E)

Page 14: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 26

ContohBila terdapat benda kerja yang akan dilas berbentuk sebagai berikut, bagaimana simbol pengelasan menurut proyeksiEropa dan proyeksi Amerika :

Tabel 2.3 dan 2.4 menunjukkan gambar proyeksi simbol. Sedangkan contoh penggunaan simbol dasar dengan keduaproyeksi, baik dengan proyeksi Amerika dan Proyeksi Eropa, seperti terlihat pada tabel 2.5.

Proyeksi Eropa Proyeksi AmerikaIlustrasibenda kerja

Page 15: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 27

Tabel 2.5 Contoh penggunaan simbol dasar pada proyeksi Eropa dan AmerikaProyeksi Eropa Proyeksi AmerikaNo. Simbol Ilustrasi Representasi simbol Representasi simbol

1

2

Page 16: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 28

3

4

Page 17: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 29

5

6

7

Page 18: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 30

8

9

Page 19: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 31

10

11

Sumber: Standard ISO 2553-1974 (E)

Page 20: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 32

F

C

E

B

45o

30o

60o

1/8

1/645

451/6 Bukaan kaki

Sudut alur

D

A

Untuk memudahkan pemahaman pembaca, simbol yang digunakan padabuku ini mengacu pada American Welding Society (AWS) sehinggamenggunakan proyeksi Amerika atau proyeksi cara ”A”.

2.6 Bukaan Akar dan Sudut alurBukaan akar (Root Opening) merupakan ruang di antara logam yangterletak di bawah sambungan (akar). bukaan akar ini bisa dispesifikasikanpada gambar dalam satuan metrik, dalam pecahan inchi, atau satu angkadibelakang koma dalam inchi. Ukuran bukaan akar tampak di dalamsimbol dasar las pada simbol lengkap pengelasan. Besarnya sudut padaalur las terletak di atas Simbol dasar pengelasan, seperti terlihat padagambar 2.17. Dalam melakukan persiapan pada bagian sisi pengelasan,setengah dari sudut alur dipotong pada masing-masing bagian, sehinggaketika di gabungkan sudut yang ditunjukkan adalah sudut total.Ketika menggunakan jenis pengelasan bevel atau alur-J, hanyaberdasarkan satu bagian bahan logam dipotong. Anak panah padasimbol pengelasan menempel pada titik bagian permukaan yang dipotongseperti terlihat pada gambar 2.17D, dan pada gambar 2.18A.

Gambar 2.17. Bukaan akar dan sudut alurSumber: Modern Welding, 1984

Pada gambar 2.17 terlihat bahwa gambar A dan D menunjukkan Simbollas untuk pengelasan alur. Sedang gambar B dan E menunjukkanpotongan bagian dan setting untuk pengelasan. Gambar C dan Fmenunjukkan pengelasan yang telah lengkap. Terlihat bahwa anak panahmenempel di titik D bagian sebelah kiri, yang artinya bahwa bagian iniharus dipotong atau dilakukan permesinan.

2.7 Kontur dan Simbol PenyelesaianBentuk atau kontour pada manik-manik las ditunjukkan pada Simbolpengelasan sebagai garis lurus atau lengkung di antara Simbol dasarpengelasan dan Simbol finishing. Garis kontur lurus menunjukkan bahwamanik-manik las dapat dibuat sedatar mungkin. Garis contour lengkung

1/8

Page 21: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 33

menunjukkan bentuk cembung atau cekung manik-manik las, sepertiterlihat pada gambar 2.18.

Pada gambar 2.18 terlihat pada gambar A,C dan E menunjukkan simbolkontour dan penyelesaian pada Simbol pengelasan. Sedang gambar B,D, dan F menggambarkan bentuk dan penyelesaian pengelasan yangtelah lengkap. Dalam standar American Welding Society (AWS)menggunakan symbol-simbol penyelesaian sebagai berikut: C (potong);G (gerinda); M (pemesinan); R (Pengerollan); H (tempa).

2.8 Ukuran (Kekuatan Las) dan Ukuran efektif ThroatUkuran las sangat penting. Ukuran las pada umumnya ditentukandengan kode dan spesifikasi, insinyur las, atau dari pengalaman. IstilahSize Of Weld berbeda artinya untuk jenis pengelasan fillet danpengelasan alur. Ukuran pada jenis pengelasan fillet berarti panjang padabagian segi tiga yang terbentuk pada arah melintang pengelasan yangtelah lengkap seperti yang terlihat pada gambar 2.19.

Gambar 2.19 Ukuran pada jenis pengelasan fillet danthroat yang efektifSumber: Modern Welding, 1984

Gambar 2.18. Kontour las dan Simbol penyelesaianSumber: Modern Welding, 1984

konturcembung,kemudiandipotong

A

Kontur normal,Potonganpermukaan

B

C

F

G

Simbolfinish

Kontur flatkemudiandi gerinda

Simbol kontur

C

A B

L1 L2

E1

a

E2

Simbolfinish

451/8

C

Simbolkontur

Simbolfinish

Page 22: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 34

Pada gambar 2.19 terlihat bahwa gambar A dan B menunjukkanpengelasan fillet telah dilas pada ukuran sama ”a”. Ukuran segi tiga yangdigambarkan pada kontour pengelasan A lebih kecil dibanding segitiga B.Pada hasil las A yang cekung, pengelasannya lebih kecil dibandingkandengan pengelasan B yang cembung. Ukuran throat efektif E1 dan E2sama pada kedua jenis pengelasan fillet. Ukuran pengelasan alur adalahsejauh mana kedalaman logam dasar dipotong atau sebagai dasar,seperti terlihat pada gambar 2.20 yang dimaksud dengan throat yangefektif pada pengelasan alur adalah kedalaman penetrasi pengelasan.Throat yang efektif tak pernah lebih besar dibandingkan denganketebalan logam.

Pada gambar 2.20 terlihat bahwa:a) Ukuran las adalah 1/4 inchidan throat efektif (penetrasipengelasan) adalah 1/5 inchi.b) Jenis pengelasan adalah bevelganda. Ukuran las adalah 5/8inchi. Throat efektif masing-masing pengelasan 3/4 inchi.Tetapi, total efektif throat tidakboleh lebih besar dibandingkandengan ketebalan bahan logamyaitu sebesar 1 inchi.Dimensi pada bentuk segitigapada pengelasan fillet ditunjukkandi sebelah kiri Simbol dasarpengelasan. Ukuran pada

Gambar 2.20. Ukuran pengelasan alur dan throat yang efektif.Sumber: Modern Welding, 1984

1/4 (1/5)1/4 1/5

1/2"

5/8 (3/4)5/8 (3/4)

5/8

3/4

3/4

5/8

1"

A

B

Gambar 2.21 Ukuran las filletSumber: Modern Welding, 1984

3/8

3/8

A

B

C

D

3/8

1/2

3/8

Page 23: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 35

Gambar 2.22. Ukuran throatefektifSumber: Modern Welding, 1984

pengelasan fillet adalah panjang masing-masing kaki. Yang dimaksudpanjang Kaki adalah ukuran pada arah vertikal dan horisontal sisi kanan(90o) segi tiga. Gambar 2.21 menunjukkan penemptan dimensi ukurantersebut. Ukuran tersebut bisa digambarkan dalam bentuk pecahan ataudesimal. Ukuran tersebut juga bisa digambar dalam satuan matrik SI.Panjang sisi segi tiga pengelasan filler yang khusus mempunyai panjangyang sama. Dengan demikian hanya satu dimensi yang digambarkanpada simbol pengelasan untuk pengelasan fillet yang khusus.Jika dimensi dua sisi segi tiga fillet tidak sama, maka dua dimensi akandigambar seperti ditunjukkan dalam Gambar 2.21, tampak pada gambarC dan D. Seandainya dimensi panjang sisi segitiga pada pengelasan fillettidak sama, bentuk fillet bisa ditunjukkan pada gambar pengelasan.Bentuk pada gambar tersebut akan mengindikasikan pada pengelas sisifillet mana yang merupakan dimensi panjang dan yang merupakandimensi pendek.Throat efektif atau kedalaman deposit logam las juga ditunjukkan disebelah kiri Simbol dasar pengelasan dan dinyatakan dalamkurung.Pada gambar 2.21 terlihat bahwa:A. satu ukuran 1/2 inchi. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua sisi fillet

segi tiga adalah 3/4 inchi,B. bentuk hasil akhir pengelasan pada A.C. jika dua dimensi berbeda. Ukuran masing-masing sisi fillet bisa

ditunjukkan dengan ukuran relatifnya pada gambar pengelasan.D. bentuk hasil akhir pengelasan C.

Bila ukuran throat efektif tidak adaberarti menunjukkan pengelasanuntuk alur tunggal dan alur ganda,serta dibutuhkan penetrasi yangsempurna. Seperti terlihat padagambar 2.16 dan sebagai contohyang diberikan ukuran throatefektif terlihat pada gambar 2.22.Pada gambar 2.22 terlihat bahwathroat efektif bisa ditunjukkan padaA dan C. Gambar B menunjukkanukuran throat efektif lebih kecil dariketebalan logam. Sedang padagambar D, Ukuran throat efektiflebih besar dibandingkan dengankedalaman alur.

2.9 Panjang dan Jarak Bagi LasPada beberapa bagian yang di las yang tidak memerlukan pengelasanterus-menerus dari satu ujung sambungan keujung sambungan yang lain.

1/660o 60o (3/8)

3/81/2

.5(.6)45

.8.5

.6

A B

C D

1/6

Page 24: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 36

Gambar 2.23. Ukuran panjang dan jarak bagi lasSumber: Modern Welding, 1984

Untuk menghemat waktu dan biaya, dimana kekuatan las tidak begitudipentingkan.Bagian las yang pendek las dapat ditempatkan padaseberang sambungan. Hal ini disebut dengan pengelasan intermittent(putus-putus).Pada pengelasan intermittend, dimensi panjang digunakanuntuk menandai panjang masing-masing las. Dimensi jarak bagimenunjukkan jarak dari titik tengah las yang ke titik tengah las berikutnya,seperti terlihat pada gambar 2.23. ukuran panjang dan jarak bagi selaluditunjukkan di sebelah kanan dasar simbol las dasar pada simbolpengelasan.Ketika melakukan pengelasan fillet putus-putus di perlukansambungan las pada kedua sisi, kemungkinannya adalah salah satu daridua jenis. Jenis pertama adalah las rantai putus-putus (chain intermittentweld), sedang jenis yang kedua adalah jenis las same titik.

Pada gambar A panjang (4) dan jarak bagi (8) pada simbol pengelasan. BMenunjukkan rangkaian panjang las 2 inchi, jarak antar titik tengah las ketitik las yang lain 4 inchi. C dan D menunjukkan gambar simbol fillet danhasil las.Pengelasan kontinyu dan putus-putus bisa dibuat dalam sambunganyang sama. Dalam kasus itu, penggambaran akan menggunakan dimensiuntuk menunjukkan di mana masing-masing efektifitas Simbolpengelasan dari mulai hingga akhir. Seperti terlihat pada gambar 2.20 A.Perbedaan spasi dari jarak bagi reguler bisa digunakan di antara akhirpengelasan kontinyu dan permulaan pengelasan putus-putus. Lihatdimensi 4” dalam Gambar 2.20 B. Spasi ini sama dengan jarak putus-putus minus panjang satu pengelasan putus-putus. Spasi di antarapengelasan kontinyu dan putus-putus dalam Gambar 2.20 B, samadengan jarak minus panjang, atau 8” – 4” = 4”.

2.10 Simbol Pendukung Las dan Melt -ThruSambungan las yang mempersyaratkan penetrasi lengkap bisa dilas darikedua sisi. Stringer bead (satu pelepasan pengelasan tanpa gerakanbergelombang) mungkin memerlukan pendukung pada sisi berlawanan

1/8 4-8

C2-4

2-4

D

B

¢¢

¢

¢

¢ ¢¢

¢

88

44 4

2 24

2 2 244

A

Page 25: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 37

pengelasan alur untuk menjamin sempurnanya penetrasi. Dalam kasusitu, diperlukan simbol pendukung las seperti terlihat pada gambar 2.25.Simbol burn-through digunakan ketika 100 persen dibutuhkan penetrasipada salah satu sisi las.

Pada gambar 2.24, penggunaan Dimensi pada batas atas gambarpengelasan ditunjukkan pada simbol pengelasan. Spasi diantarapengelasan continue dan putus-putus sama dengan jarak bagi dikurangipanjang satu las putus-putus.

Simbol burn-through digunakan pada pengelasan yang dilas hanya darisatu sisi dan yang memerlukan 100 persen penetrasi, seperti ditunjukkanpada gambar C dan D. Pendukung las bisa digunakan untuk memperoleh100 persen penetrasi ketika memungkinkan pengelasan pada kedua sisi,

Gambar 2.24. Pengelasan kontinyu dan putus-putusSumber: Modern Welding, 1984

A

B

12 16 122-61/4 1/4 1/4

12 124 2 24

¢ ¢6

Gambar 2.25. Simbol pendukung las dan burn-throughSumber: Modern Welding, 1984

451/8

Simbol kontur

Ukuran

Simbol pendukung las(backing weld)

Simbolburn-through

Penetrasi lengkapatau burn-through

A B C D1/8Backing weld

Page 26: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 38

seperti ditunjukkan pada gambar A dan B. Simbol kontur dan ukuran bisadigunakan dengan seperti terlihat pada gambar A dan C.Ukuran 0.5 fillet pada gambar D dan E dilas dalam medan las. Medantersebut dilas pada semua sudut baik depan maupun belakang.

2.11 Simbol Las Penuh dan Medan LasArah yang diberikan pada Simbol pengelasan tidak lagi berarti ketikaterjadi perubahan sambungan las pada sekeliling sudut. Jika terjadiperubahan arah sambungan harus menggunakan simbol pengelasanbaru atau menggunakan simbol las penuh.Simbol las penuh digunakan ketika jenis sambungan las yang samadigunakan pada semua sisi kotak atau bagian silinder, seperti terlihatGambar 2.26. Beberapa bagian disatukan dan dilas di bengkel. Hal iniseringkali diperlukan bagian dalam medan tersebut untuk penggabunganakhir dan pengelasan.Ketika pengelasan harus dibuat dalam medan yang jauh dari bengkel,Simbol medan las bisa digunakan, seperti terlihat pada Gambar 2.26 D.Jika pengelasan harus dibuat di bengkel, tidak menggunakan Simbolmedan las seperti terlihat pada gambar 2.26.

Gambar 2.26 Simbol las penuh dan medan lasSumber: Modern Welding, 1984

Simbol laspenuh 1/4

Tampilan secaraperspectif

Simbolbidang las

Simbollas penuh

0.5 fillet dilas padabidang (lokasi)dan sepenuhnya(depan danbelakang)

0.5

A B C

D E

1/4 Filletdi las penuh

Page 27: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 39

Gambar 2.27 Penggunaan garisreferensi ganda.Sumber: Modern Welding, 1984

2.12. Garis Referensi Ganda

Jika membuat serangkaian operasibisa mengunakan dua garisreferensi atau lebih. Gambar 2.27menggambarkan garis referensi,untuk garis referensi yang palingdekat dengan anak panahmengindikasikan operasi pertama.Operasi terakhir ditunjukan olehgaris referensi terjauh dari anakpanah tersebut.

Gambar A menunjukkanpenggunaan tiga garis referensi.Garis pertama menunjukanpendukung las (backing weld).Garis kedua menunjukan las tirus(bevel). Sedangkan garis terakhirmenunjukan kontur las fillet.Sedang gambar B menunjukkansambungan las yang telahlengkap.

2.13. Las Plug dan SlotKadang-kadang perlu mengelas dua bagian bahan bersama di tempatyang jauh dari tepinya. Hal ini dilakukan dengan membuat lubang dalamsatu bagian dan mengelas dua bagian bersama-sama melalui lubang iniseperti ditunjukkan dalam Gambar 2.28. Lubang tersebut mungkin bundaratau berbentuk lain (umumnya satu slot panjang). Lubang tersebut bisadibuat dibor, potong, atau dilakukan pemesinan.Pada gambar A menunjukkan las plug dan slot sedang gambar B tampakdepan. Gambar C Hasil pengelasan yang telah lengkap.

A

Gambar 2.28. Pengelasan plug danslotSumber: Modern Welding, 1984

A B

C

B

Las pertama

Las kedua Las ketiga

A

Page 28: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 40

Gambar 2.29 Simbol las plugSumber: Modern Welding, 1984

Gambar 2.30 Gambar las slot dan simbol pengelasannyaSumber: Modern Welding, 1984

Las Plug digunakan jika lubangnya bulat. Las Slot digunakan jikalubangnya memanjang. Sisi lubang bisa disembunyikan. Simbol

pengelasan yang digunakan untukpengelasan plug ditunjukkan gambar2.29 Ukuran pengelasan plugditunjukkan di sebelah kiri Simbollas. Sudut countersink ditunjukkan dibawah Simbol pengelasan (sisi anakpanah las). Dalam Simbol lasmenunjukkan kedalaman las. Lokasilas plug ditunjukkan di dalamgambar assembly.Untuk las slot, panjang, lebar, sudutcountersink, lokasi dan jarak slottidak ditunjukkan pada Simbol las.Dimensi ini ditunjukkan padagambar assembly. Kedalaman

pengisian ditunjukkan pada Simbol pengelasan. Jika ada rangkaian lasplug atau slot, jarak titik tengah ke tengah ditunjukkan di sebelah kananSimbol las, seperti terlihat pada gambar 2.30.

2.14 Las Titik (Spot Welds)

Las titik bisa dibersihkan menggunakan las tahanan, las busur gastungsten. Simbol las titik adalah lingkaran kecil. Lingkaran tersebut bisaberada pada kedua sisi garis referensi, atau bisa menumpang garisreferensi. Jika las pada sisi anak panah, Simbol las seharusnya di bawahgaris referensi seperti simbol las lainnya. Jika pengelasan dilakukan dikedua sisi, seperti dalam tahanan las titik, gambar lingkaran tersebutmenumpang garis referensi. Lihat Gambar 2.31.

45o

0.80.2

0.245o

0.8

A

B

LihatdetailB

0.5

4

66 6

7

Detail B

BA

1.5LihatdetailB

4

A

.5 6

Page 29: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 41

Proyeksi pengelasan adalah proses lain untuk menghasilkan las titik.Untuk menunjukkan di mana bagian yang memiliki proyeksi pengelasan,gambar lingkaran tersebut ditempatkan di atas atau di bawah garisreferensi. Ukuran las ditunjukan di sebelah kiri Simbol las. Kekuatanpengelasan juga ditunjukkan di sebelah kiri simbol las dalam satuan pondatau newton per titik. Sedangkan jarak pengelasan diletakkan di sebelahkanan Simbol las ditemukan. Jumlah las dinyatakan dalam kurung danterletak di atas atau di bawah Simbol las titik.

Gambar A) menunjukkan las titik dengan ukuran fusinya adalah 2.5 mm.Kekuatan yang diperlukannya adalah 1 kilonewton. Pengelasan tersebutdibuat dari sisi lain. Sedang gambar B) menunjukkan tempat resistensilas titik dengan ukuran fusi adalah 2/8 inchi, dan kekuatannya 600 pond.Pengelasan dilakukan dari kedua sisi dan simbolnya menumpang padagaris referensi.

Gambar 2.31. Simbol las titikSumber: Modern Welding, 1984

A

B

EBW

2KN3

3 mm

0.2

0.2600 RSW

Page 30: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 42

Tabel 2.6 Simbol las berdasarkan posisi pengelasanJenis dan posis lasKualifikasi Las fillet Las tumpul

las posisi Pelat danpipa Pipa

Pelat dan pipa(diameter >24

Inch)1G F F (*) F2G F,H F,H(*) F,H3G F,H,V F (*) F,V4G F,H,O F (*) F,O

3G dan 4G semua F (*) F,H,O

Pelattumpul

2G,3G dan4G semua F,H(*) semua

1F F (*) - -2F F,H (*) - -3F F,H,V (*) - -4F F,H,O (*) - -

Pelat – fillet

3F dan 4F Semua (*) - -1G F F F2G F,H F,H F,V,O5G semua F,V,O semua6G semua semua semua

Pipa-tumpul

2G dan 5G semua semua semua1F F - -2F F,H - -

2FR F,H - -4F F,H,O - -

Pipa-Fillet

5F semua - -Sumber: www.globalsecurity.orgKeteranganPosisi pengelasan

- F = flat (datar) V = Vertikal- H = horizontal O = Overhead (di atas kepala)(*) menunjukkan pipa dengan diameter luar lebih dari 2 7/8 inch.

Page 31: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 43

Gambar 2.32 posisi las alur sambungan tumpul pada pelatSumber: www.aws.org

Gambar 2.34 posisi las alur pada pipaSumber: www.aws.org

Gambar 2.33 Posisi las fillet pada pelatSumber: www.aws.org

Page 32: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 44

Tabel 2.7 Daftar posisi las alurPosisi Referensi

gambarSudut inklinasi

sumbuRotasi

muka/derajatFlat / datar A 0-15 150-210Horisontal B 0-15 80-150

210-280Diatas kepala C 0-80 0-80

280-360Vertikal D

E15-8080-90

80-2800-360

Gambar 2.35 Posisi las fillet pada pipaSumber: www.aws.org

Page 33: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 45

Table 2.8 Daftar posisi referensi las filletPosisi Referensi

gambarSudut inklinasi

sumbuRotasi

muka/derajatFlat / datar A 0-15 150-210Horisontal B 0-15 80-150

210-280Diatas kepala C 0-80 0-80

280-360Vertikal D

E15-8080-90

80-2800-360

Gambar 2.36 Posisi referensi las alurSumber: www.aws.org

Gambar 2.37 Posisi referensi las filletSumber: www.aws.org

Page 34: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 46

Contoh1. Gambarkan simbol sebuah konstruksi seperti terlihat pada gambar

dibawah ini,

a. b.

Jawab

a. b.

2.15 Latihan1. Jelaskan arti dari simbol dibawah ini, dan buat sketsa benda yang di

las?3/4

GTAW

Page 35: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 47

2. Buatlah simbol pengelasan untuk las listrik dengan posisi a, b, dan cpada bagian benda kerja yang di tunjukkan oleh anak panah?

3. Buatlah simbol pengelasan untuk las listrik dengan posisi a, b, dan cpada bagian benda kerja yang di tunjukkan oleh anak panah ?

4. Bagaimana simbol pengelasan pada bagian yang ditunjukkan olehanak panah (a) untuk konstruksi berikut ini, dan jelaskan arti darisimbol tersebut ?

ab

c

a

b

25 30120

30 30 30 25

10

15

830

5

a830

Page 36: Simbol Simbol Pengelasan

TEKNIK LAS

Simbol Pengelasan 48

5. Gambarkan benda kerja hasil akhir las dan jelaskan arti dari simbolyang ada?

1,5(2)45

GTAW

100 40

4