Siap Print Ws (Repaired)

download Siap Print Ws (Repaired)

of 37

  • date post

    01-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    23
  • download

    0

Embed Size (px)

description

work sampling

Transcript of Siap Print Ws (Repaired)

MODUL 5KELOMPOK 2WORK SAMPLING

BAB 1PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANGKinerja suatu sistem kerja ditentukan oleh performa dari pekerjanya yaitu berupa tingkat keefektifan pekerja menyelesaikan pekerjaannya. Tingkat keefektifan ini dapat dilihat berdasarkan waktu yang digunakan dalam siklus kerja. Semakin sedikit idle (kegiatan menganggur) maka pekerjaan tersebut lebih efektif. Pada garis besarnya pengukuran waktu dibagi menjadi dua bagian, pertama secara langsung dan yang kedua secara tidak langsung. Pengukuran yang dilaksanakan secara langsung yaitu di tempat dimana pekerjaan yang bersangkutan dijalankan. Dua cara yang termasuk didalamnya adalah cara jam henti dan sampling pekerjaan. Sedangkan, cara tidak langsung melakukan perhitungan waktu tanpa harus berada ditempat kerja yaitu dengan membaca tabel tabel yang tersedia asalkan mengetahui jalannya pekerjaan melalui elemen elemen pekerjaan atau elemen elemen gerakan, dan yang termasuk kelompok ini adalah data waktu baku dan data waktu gerakan. Dengan salah satu cara cara ini, waktu penyelesaian suatu pekerjaan yang dijalankan dengan suatu sistem kerja tertentu dapat ditentukan. Sehingga jika pengukuran dilakukan terhadap beberapa alternatif sistem kerja, yang terbaik diantaranya dilihat dari segi waktu dapat dicari yaitu sistem yang membutuhkan waktu penyelesaian tersingkat.Suatu metode untuk menghitung tingkat keefektifan tersebut, salah satu caranya adalah melakukan sampling pekerjaan (work sampling). Work sampling menggunakan prinsip-prinsip dari ilmu statistik. work sampling dapat dilakukan terhadap tenaga kerja taklangsung, tenaga kerja langsung, maupun terhadap mesin. Work sampling adalah suatu prosedur pengukuran yang dilakukan dengan melakukan kunjungan-kunjungan pada waktu-waktu tertentu yangditentukan secara acak (random). Kunjungan-kunjungan yang dilakukan untuk mengetahui apa yang terjadi atau kegiatan apa yang sedang dilakukan ditempat kerja yang bersangkutan, frekuensi kegiatan tersebut,dan beberapa persen waktu yang dipergunakan untuk pekerjaan itu. Semakin banyak kunjungan yang dilakukan, semakin kuat dasar (berupa tingkat ketelitian) untuk mengambil kesimpulan . agar kesimpulan yang diambil lebih tepat, diperlukan teknik tertentu secara statistik, yang dikenal dengan sampling menduga perbandingan populasi Cuci motor dipilih sebagai objek pengamatan karena sistem kerja cuci motor memiliki komponen yang kompleks sehingga dengan waktu tertentu dapat dihasilkan data yang valid. Serta pekerjanya masih memerlukan adanya perbaikan-perbaikan kerja dikarenakan mnegutamakan kecepatan dalam pengerjaannya. Melalui work sampling terhadap operator kerja, dapat diukur dan diketahui distribusi pemakaian waktu kerja oleh pekerja para pekerja, beban kerja dan kelonggaran bagi para pekerja. Berdasarkan data yang didapatkan itulah dapat dilakukan perbaikan kerja agar pekerja menjadi lebih produktif.

1.2 RUMUSAN MASALAHMasalah yang akan dianalisa sebagai berikut:1. Bagaimana cara menghitung jumlah sampel kerja yang dibutuhkan dalam pengamatan suatu proses kerja?2. Bagaimana mem-breakdown sebuah siklus kerja menjadi elemen elemen kerja?3. Bagaimana memahami work sampling sebagai salah satu pengukuran kerja secara langsung/ bagian dari time study?4. Bagaimana mengetahui faktor faktor yang dapat menyebabkan idle/ proses menunggu?5. Bagaimana mengaplikasikan metode work sampling?6. Bagaimana menentukan suatu metode kerja yang efektif pada sebuah sistem/ proses kerja yang berlangsung?

1.3 TUJUAN PRAKTIKUMTujuan dari praktikum ini adalah:1. Mampu menghitung jumlah sampel kerja yang dibutuhkan dalam pengamatan suatu proses kerja.2. Dapat mem-breakdown sebuah siklus kerja menjadi elemen elemen kerja3. Mampu memahami work sampling sebagai salah satu pengukuran kerja secara langsung/ bagian dari time study4. Mampu mengetahui faktor faktor yang dapat menyebabkan idle/ proses menunggu5. Mampu mengaplikasikan metode work sampling6. Dapat menentukan suatu metode kerja yang efektif pada sebuah sistem/ proses kerja yang berlangsung.

1.4 MANFAATManfaat yang diperoleh dari praktikum kali ini yaitu :1. Melakukan pengukuran kerja dengan metode Work sampling.2. Mengukur Waktu Normal, Waktu Standar dan Output Standar dari suatu operasi kerja.3. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya waktu menunggu (idle) sehingga terjadi suatu penumpukan barang orderan

1.5 BATASANBatasan dari praktikum peta kerja ini adalah :1. Praktikum dilakukan di CUCI MOTOR Gebang Wetan 2. Pengamatan dan pencarian data ini dilakukan pada tanggal 3 Desember 2011 3. Peralatan yang digunakan pada praktikum ini stopwatch.4. Sampling dilakukan dalam waktu 2 jam.

1.6 ASUMSIAdapun asumsi dari praktikum modul ini sebagai berikut :1. Operator bekerja secara wajar dan mempunyai kemampuan yang sama.2. Waktu pengamatan adalah waktu optimal terjadinya operasi kerja.3. Pengamatan dilakukan terhadap tiga orang operator, dimana operator yang dipilih bukan merupakan operator dengan spesialisasi pekerjaan.

BAB 2TUJUAN PUSTAKA

2.1 ANALISIS SAMPLING KERJA (WORK SAMPLING) Sampling kerja atau sering disebut sebagai work sampling, Ratio Delay Study atau Random Observation Method adalah salah satu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja dari mesin, proses atau pekerja/operator. Pengukuran kerja dengan cara ini juga diklasifikasikan sebagai pengukuran kerja secara langsung. Karena pelaksanaan kegiatan pengukuran harus dilakukan secara langsung ditempat kerja yang diteliti (Sritomo, 1989). Metode sampling kerja dikembangkan berdasarkan hukum probabilitas atau sampling. Oleh karena itu pengamatan terhadap suatu obyek yang ingin diteliti tidak perlu dilaksanakan secara menyeluruh (populasi) melainkan cukup dilaksanakan secara mengambil sampel pengamatan yang diambil secara acak (random) (Sritomo, 1989). Pengukuran kerja dengan metode Sampling kerja ini seperti halnya dengan pengukuran kerja menggunakan jam henti, diklasikasikan sebagai pengukuran kerja secara langsung karena pelaksanaan kegiatan pengukuran dilakukan secara langsung di tempat kegiatan yang akan diteliti. Menurut Sutalaksana (2006), pengukuran waktu jam henti merupakan cara langsung karena dilakukan dengan melakukan pengukuran secara langsung ditempat berjalannya pekerjaan. Bedanya dengan cara jam henti adalah bahwa pada cara Work sampling pengamatan tidak terus menerus berada di tempat pekerjaan melainkan mengamati (di tempat pekerjaan) hanya pada sesaat pada waktu yang ditentukan secara acak. Teknik Work sampling pertama kali digunakan oleh seorang yang bernama L.H.C Tippet di pabrik teksril di Inggris. Selanjutnya cara atau metode Work sampling ini telah terbukti sangat efektif dan efisien untuk digunakan dalam mengumpulkan informasi mengenai kerja mesin dan operatornya. Dikatakan efektif karena dengan cepat dan mudah cara ini akan dapat dipakai untuk penentuan waktu longgar (allowance time) yang tersedia untuk satu pekerjaan, pendayagunaan mesin sebaik-baiknya, dan penetapan waktu baku untuk proses produksi. Dibandingkan dengan metode kerja lain, metode Work sampling akan terasa jauh lebih efsien karena informasi yang dikehendaki akan didapatkan dalam waktu relatif lebih singkat dengan biaya yang tidak terlalu besar (Danang, 2010).Suatu sampel yang diambil secara random dari suatu grup populasi yang besar akan cenderung memiliki pola distribusi yang sama seperti yang dimiliki oleh populasi trsebut. Apabila sampel yang dimiliki tersebut diambil cukup besar, maka karakteristik yang dimiliki oleh sampel tersebut tidak akan jauh berbeda dibanding dengan karakteristik dari populasinya (Sritomo, 1989).Beberapa kelebihan dari metode work sampling untuk pendekatan produktivitas (Andi, 2003) adalah :1. tidak menggunakan biaya yang besar dibanding pengamatan yang kontinu, 2. tidak memerlukan pelatihan dan keahlian khusus dari pengamat, 3. memberikan tingkat akurasi yang memadai secara statistik, 4. dapat mengikutsertakan partisipasi supervisor dan mandor, 5. memberikan lebih sedikit gangguan kepada pekerja daripada pengamatan langsung yang kontinu, dan 6. memberikan indikasi seberapa efektif pekerja pada proyek secara keseluruhan.

Sedangkan kekurangan dari metode ini yaitu :1. metode ini tidak ekonomis untuk pengamtan yang dilakukan oleh satu operator yang berada dalam area luas2. tidak memberikan informasi yang detail3. perhitungan statistiknya lebih sulit dipahami4. hasil yan diperoleh kurang akurat karena tidak adanya hukum probabilitas.

2.2.SIKLUS PELAKSANAAN WORK SAMPLING Metode sampling sangat cocok digunakan dalam melakukan pengamatan atas pekerjaan yang sifatnya tidak berulang dan memiliki siklus, waktu relatif panjang. Pada dasarnya pelaksanaannya cukup sederhana yaitu melakukan pengamatan aktivitas kerja untuk selang waktu yang diambil secara acak terhadap satu atau lebih mesin yang kemudian mencatatnya apakah mereka ini dalam keadaan menganggur. Jika mesin atau operator berada dalam keadaan menganggur maka tanda tally kan diberikan pada kondisi bekerja sedangkan bila sedang menganggur tanda tally akan diberikan untuk kondisi menganggur ini. Sebagai contoh disini akan dikemukakan suatu aktivitas pengamatan ratio delay dari seorang operator dalam selang pengatan satu hari kerja. Misalnya dalam keadaan yang sesungguhnya waktu kerja dan waktu idle dari operator tersebut digambarkan pada tabel 2.1.

Tabel 2.1. Contoh Pengamatan Work samplingKegiatanTallyTotal

Kerja||||| ||||| ||||| ||||| |||||| |||||| ||||| |36

Idle||||| ||||| ||12

Sumber : (Sritomo, 1995)

Dari sini titik-titik pengamatan dalam sample kerja harus tersebar secara acak. Tanda panah menunjukkan titik-titik pengamatan tersebut. Dari gambar jelas terlihat bahwa untuk total 48 kali pengamatan ada 36 kali pengamatan yang menunjukkan kondisi operator sedang bekerja dan 12 kali pengamatan menunjukkan ope