Sensor Motor Memori

download Sensor Motor Memori

of 33

  • date post

    07-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    133
  • download

    29

Embed Size (px)

description

Biologi Perilaku

Transcript of Sensor Motor Memori

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERILAKUUji Sensorik dan Motorik serta Memori Mencitdiajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah praktikum biologi perilaku

Disusun oleh:Nama: Eko Komarudin SadimanNIM: 1127020015Dosen: Ucu Julita, M.Si.Asisten: Teh CitraTanggal Praktikum: 03 November 2014Tanggal Pengumpulan: 10 November 2014

JURUSAN BIOLOGIFAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGIUIN SUNAN GUNUNG DJATIBANDUNG2014/1435 HBAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Untuk melakukan percobaan laboratorium objek hewan yang digunakan sebaiknya mengguankaan hewan dengan bobot rendah, seperti mencit. Mencit memiliki bobot yang rendah, sehingga sangat mudah dilakukan dalam percobaan laboratorium yang merupakan skala kecil. Mencit (Mus musculus) adalah hewan yang masih satu kerabat dengan tikus liar ataupun tikus rumah. Mencit adalah binatang asli Asia, India, dan Eropa Barat. Jenis ini sekarang ditemukan di seluruh dunia karena pengenalan oleh manusia. Mencit memiliki perilaku yang unik dalam hal sensorik dan motoriknya. Motorik adalah semua gerakan tubuh, termasuk alam pengertian motorik adalah gerak in ternal tidak teramati yang berawal dari penangkapan stimulus olehindra, penyampaian stimulus tersebut oleh susunan syaraf sensorik ke bagian memori (otak), pembuatan keputusan dan penyampaian keputusan tersebut ke otot oleh susunan syaraf motorik. Uji sensorik ini merupakan uji yang dapat melihat mencit yang mengalami kegagalan proses saat embriologi atau tidak, sedangkan uji motorik dapat melihat perilaku mencit dalam mempertahankan tubuhnya dari serangan yang akan mengganggu dirinya. Selain itu pula, mencit dapat melakukan lokomosi yang sangat aktif dan khas. Mencit memiliki perilaku kognisi yang cukup baik. Kognisi ini merupakan kemampuan berpikir dan rasionalisasi, termasuk proses belajar, mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan. Sehingga untuk mengetahui ada tidaknya gannguan pada fungsi kognosi nya dilakukan ujicoba praktikum mengenai uji memori dengan lintasan maze.

1.2 Tujuan Adapun tujuan dari praktikum mengenai Uji Sensorik dan Motorik Mencit (Mus musculus) adalah, untuk mengetahui adanya penyimpangan perilaku anak mencit pada masa pralahir, serta untuk mengetahui pola lokomosi. Sedangkan tujuan dari praktikum unji memori mencit ini adalah untuk mengamatai serta mengetahui proses belajar dan memori yang diperlihatkann oleh mencit melalui maze leazrning.

1.3 Hipotesis Mencit yang merupakan hewan mamalia, memiliki penciuman yang normal ketika indera penciumannya tidak mengalami gangguan, maka akan terlihat bagaimana penciuman mencit terhadap bahan ujinya sebagai respon dari saraf sensoriknya. Selain itu pula, akan terlihat bagaimana mencit dalam melakukan perilaku kemampuan gerak refleks, lokomosi berjalan dan berenang dalam menghadapi serangan dari luar. Serta mencit mampu memperlihatkan perilaku belajar dan memori mengingat mencit yang ditunjukkan memalui proses belajar dan mengingat dengan menggunakan maze learning.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA Mencit merupakan salah satu hewan yang sering dipakai untuk percobaan. Hewan ini paling kecil diantara jenisnya dan memiliki galur mencit yang berwarna putih. Mencit termasuk hewan pengerat (rodentia) yang dapat dengan cepat berkembang biak. Pemeliharaan hewan ini pun relatif mudah, walaupun dalam jumlah yang banyak. Pemeliharaannya ekonomis dan efisien dalam hal tempat dan biaya. Mencit memiliki variasi genetik cukup besar serta sifat anatomis dan fisiologisnya terkarakterisasi dengan baik (Malole dan Pramono 1989 dalam Agustiyanti, 2008). Menurut Priambodo (1995) dalam Pribadi (2008), mencit dan tikus masih merupakan satu famili, yaitu termasuk ke dalam famili Muridae. Dan mencit merupakan hewan yang paling banyak digunakan sebagai hewan model laboratorium dengan kisaran penggunaan antara 40-80 %. Menurut Moriwaki et al. (1994) dalam Pribadi (2008), mencit banyak digunakan sebagai hewan laboratorium (khususnya digunakan dalam penelitian biologi), karena memiliki keunggulan-keunggulan seperti siklus hidup yang relatif pendek, jumlah anak per kelahiran banyak, variasi sifat-sifatnya tinggi, mudah ditangani, serta sifat produksi dan karakteristik reproduksinya mirip hewan lain, seperti sapi, kambing, domba, dan babi.Adapun klasifikasi dari mencit (Mus musculus), menurut Pribadi (2008) :Kingdom: AnimaliaFilum: ChordataSub filum: VertebrataClass: MamaliaOrdo: RodentiaFamili: MuridaeGenus: MusSpecies: Mus musculus. SW Sistem saraf berfungsi untuk menerima rangsangan, menghantarkannya dan mengintegrasikannya untuk selanjutnya mengaktifkan efektor kedalam koordinasi rangsang. Otak sebagai salah satu pusat sistem saraf juga merupakan pusat intelektual, kemauan dan kesadaran. Sistem saraf disusun oleh tiga bagian utama, yaitu :1. Sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang)1. Sistem saraf tepi1. Sistem saraf otonom (Cartono, 2004). Saraf kranial I (Olfaktorius) merupakan sel reseptor utama untuk indera penciuman. Saraf ini memonitor asupan bauan yang dibawa udara ke dalam sistem pernapasan manusia dan sangat menentukan rasa, aroma dan palatabilitas dari makanan dan minuman. Selain fungsinya yang dalam meningkatkan nafsu makan melalui bauan, Saraf Olfaktorius juga dapat berperan dalam memperingatkan adanya makanan yang busuk, kebocoran gas, polusi udara, dan asap yang berbahaya untuk tubuh (Goetz dan Pappert, 2007). Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantar impuls oleh saraf. Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun ada pula gerak yang terjadi tanpa di sadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensoris di bawah ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak kemudian hasil olahan oleh otak berupa tanggapan, di bawah oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor (Darmadi, 2005). Suatu refleks adalah respons motorik tak sadar dan cepat terhadap suatu stimulus. Lengkung refleks memiliki 5 unsur: reseptor, neuron sensorik, pusat integrasi, neuron motorik dan efektor. Jadi dapat di katakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Unit dasar setiap kegiatan refleks terpadu adalah lengkung refleks. Lengkung refleks ini terdiri dari alat indra, serat saraf aferen satu atau lebih sinaps yang terdapat di susunan saraf pusat atau di ganglion simpatios saraf eferent dan efektor (Pribadi, 2008). Kognisi adalah suatu konsep yang kompleks yang melibatkan sekurang-kurangnya aspek memori, perhatian, fungsi eksekutif, persepsi, bahasa dan fungsi psikomotor. Malah, setiap aspek ini sendiri adalah kompleks. Bahkan, memori sendiri meliputi proses encoding, penyimpanan dan pengambilan informasi serta dapat dibagikan menjadi ingatan jangka pendek, ingatan jangka panjang dan working memory. Perhatian dapat secara selektif, terfokus, terbagi atau terus-menerus, dan persepsi meliputi beberapa tingkatan proses untuk mengenal objek yang didapatkan dari rangsangan indera yang berlainan (visual, auditori, perabaan, penciuman). Fungsi eksekutif melibatkan penalaran, perencanaan, evaluasi, strategi berpikir, dan lain-lain. Pada sisi lain, aspek kognitif bahasa adalah mengenai ekspresi verbal, perbendaharaan kata, kefasihan dan pemahaman bahasa. Fungsi psikomotor adalah berhubungan dengan pemrograman dan eksekusi motorik. Tambahan pula, semua fungsi kognitif di atas ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti suasana hati (sedih atau gembira), tingkat kewaspadaan dan tenaga, kesejahteraan fisik dan juga motivasi (Nehlig, 2010). Fungsi kognitif adalah kemampuan berpikir dan rasionalisasi, termasuk proses belajar, mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan. Gangguan fungsi kognitif erat kaitannya dengan fungsi otak karena kemampuan untuk berpikir akan dipengaruhi oleh otak (Herlina, 2010). Gangguan fungsi kognitif adalah suatu gangguan fungsi otak berupa gangguan orientasi, perhatian, konsentrasi, daya ingat dan bahasa serta fungsi intelektual (Herlina, 2010). Menurut Herlina (2010) bahwa gangguan fungsi kognitif adalah suatu gangguan ke arah demensia yang diperlihatkan dengan adanya gangguan berhitung, bahasa, daya ingat semantik (kata-kata), dan pemecahan masalah (problem solving).

BAB IIIMETODE3.1 Alat dan Bahan Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium terpadu Biologi UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Praktikum ini mengenai uji sensorik dan motorik serta memori mencit. Alat yang digunakan ialah aquarium, bidang miring (kaca), stopwatch, Maze (Y, T, Labirin, Water E), kamera, alat tulis, dan tangga kecil (samaran). Sedangkan untuk bahan yang digunakan ialah mencit (Mus musculus) sebanyak 2 ekor, pakan mencit, air, minyak kayu putih, parfum, alkohol, dan tissu.

3.2 Cara KerjaA. Uji Sensorik dan Motorik Mencit1. Pra PengujianSebelum melakukan pengujian, semua mecit diberi penandaan terlebih dahulu pada tubuhnya dengan menggunakan spidol agar mempermudahkan identifikasi individu. Penandaan dilakukan pada bagian ekor mencit1. Pengujian.1. Uji Sensorik Uji penciuman (olfactory avoidance test) Mencit yang akan diamati diberi tanda pada bagian punggung menggunakan spidol berwarna hitam. Pengujian dilakukan pada anak mencit. Pengujian dilakukan masing-masing satu kali dengan mendekatkan anak mencit pada jarak 5cm dari cotton bud yang sebelumnya telah dicelupkan kedalam: Pakan mencit yang telah dihancurkan, aseton, minyak kayu putih dan parfum.Dengan ketentuan: - Mencit tidak berekasi - penciuman netral (0) Manghindari bau - penciuman positif (+) Mendekati bau - penciuman negative (-)

1. Uji motorik Gerak refleksa. Uji kemampuan reflex motorik membalikkan badan (surface righting reflex)Mencit diletakkan di meja datar dengan posisi terlentang dengan punggung rapat