Seni Mendengarkan Yang Hilang Bedah Buku

download

of 19

Embed Size (px)

description

Tugas Human Relation. Seni Mendengarkan yang Hilang. The Lost Art of Listening

transcript

  • 1. Seni Mendengarkan Yang HilangHubungan Antar Manusia (Human Relations) Siska * Mariyanah * Olga * Tuti * Rihadiyani

2. Bedah Buku: Seni Mendengarkan Yang Hilang(The Lost Art of Listening) Hubungan Antar ManusiaOleh:Siska Doviana 44205120085 Mariyanah 44205120003Olga Dengah 44205120024 Rihadiyani 44206110081Tuti Hendriani 442051200472 3. Daftar Isi Kata Pengantar.............................................................................................................4 Bagian I: .......................................................................................................................5 Hasrat Untuk Dipahami..............................................................................................51.Pentingnya Mendengarkan...............................................................................................5.2.Hubungan Manusia yang Dibentuk dari Mendengarkan..............................................53.Retaknya Suatu Hubungan...............................................................................................6 . Bagian II:......................................................................................................................7 Mengapa Orang Tidak Mendengarkan?...................................................................71.Inti mendengarkan..............................................................................................................72.Asumsi yang Merugikan .......................................................................................... ..........73.Sikap Emosional yang Berlebihan ............................................................................... 8.... Bagian III: ..................................................................................................................10 Saling Berhubungan...................................................................................................101.Bersabar dan Mendengarkan.........................................................................................10.2.Keterbukaan Menciptakan Empati................................................................................. 113.Mengatasi Tanggapan Emosional..................................................................................12. Bagian IV: ..................................................................................................................15 Mendengarkan dalam Konteks.................................................................................151.Mendengarkan dan Didengarkan dalam Hubungan Berpasangan............................152.Mendengarkan dan Didengarkan dalam Keluarga......................................................163.Mendengarkan dan Didengarkan dalam Persahabatan...............................................16 Kesimpulan.................................................................................................................183 4. Kata PengantarTugas kelompok Human Relations ini dibuat dengan tujuan memperbaiki cara kita berkomunikasi dengan orang lain menggunakan teknik-teknik mendengarkan yang baik. Dalam makalah ini akan dijelaskan pengaruh psikologis bagaimana orang yang didengarkan akan mempengaruhi hubungan antar manusia. Buku dengan judul, The Lost Art of Listening yang ditulis oleh Michael P. Nichols Ph.D seorang professor psikologi di pilih oleh dosen kami secara acak untuk dibahas dan dipaparkan oleh para anggota kelompok. Buku ini menjadi menarik karena merupakan salah satu buku pengembangan diri sehingga para pembacanya dapat mengevaluasi bagaimana hubungan pribadi mereka dilakukan dengan orang lain. Demikian kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Siswoko sebagai dosen kami karena telah meluangkan waktunya untuk menilai tugas ini. Tertanda, Siska Doviana Ketua kelompok 4 5. Bagian I:Hasrat Untuk Dipahami1. Pentingnya Mendengarkan Mendengarkan telah menjadi hal yang sangat biasa disekitar kita. Begitu biasanya aktifitas ini sehingga biasanya disepelekan. Saat aktifitas mendengarkan diabaikan, sebenarnya pembicara yang ingin didengarkan akan merasa sakit hati, terlebih lagi apabila pendengar merupakan sosok yang mereka anggap penting untuk mereka, seperti sahabat karib, orang tua, ataupun kekasih. Rasa sakit ini lebih menusuk kala pembicara tidak didengarkan oleh orang-orang yang pengertiannya mereka andalkan.Sikap empati dalam mendengarkan sangat penting. Empati ini bersikap reseptif, sehingga saat pendengar berempati, ia akan menerima sebuah cerita dengan tidak mengganti atau memotong cerita tersebut dengan ceritanya sendiri yang mirip ataupun memberikan nasihat. Hal ini dikarenakan pendengar yang baik merupakan saksi, dan bukan penyaring sebuah pengalaman. Saat seseorang didengarkan ia merasa dihargai, dan disaat yang sama perasaan ini menjalin kesan emosional yang kuat dari pembicara kepada pendengar. 2. Hubungan Manusia yang Dibentuk dari Mendengarkan Kita menentukan dan mempertahan kan diri kita melalui hubungan dengan orang lain. Didengarkan, merupakan bentuk pengakuan yang didapatkan melalui sebuah proses dialog timbale balik oleh seseorang yang kita hargai. Pada waktu bayi, orang tua memaknai gerakan dan suara si bayi untuk menentukan maksud. Dengan melakukan hal ini orang tua menanggapi dan membantu membentuk jati diri sejak awal. Tanggapan dan keterkaitan kita dengan orang lain tetap penting bagi kesehatan psikologis kita. Didengarkan menunjukkan perbedaan antara perasaan diterima dan dikucilkan. Anak membutuhkan tanggapan yang selaras, sebagai contoh bayi yang tersenyum dan mengerutkan dahinya berharap ditanggapi 5 6. oleh ibunya, saat ibunya tidak menunjukkan reaksi apapun, bayi merasa gagal dan akan mengalihkan perhatian sambil merasa sedih dan bingung. Hal ini sebenarnya sama dengan orang dewasa, pada umumnya setiap orang akan merasa sakit saat orang yang mereka coba untuk jangkau tidak bereaksi.Sebaliknya, anak yang didengarkan akan kuat kepercayaan dirinya. Mereka cenderung untuk bersikap positif dan bergairah dalam melakukan segala sesuatunya. Mereka juga menjadi menyenangkan untuk orang-orang disekitarnya karena memiliki empati dalam mendengarkan. 3. Retaknya Suatu Hubungan Seringkali saat pembicara merasa orang-orang yang mereka kasihi tidak mendengarkan mereka, maka yang disalahkan adalah pendengarnya. Sebenarnya mendengarkan atau tidak itu menyangkut dua pribadi, pembicara dan pendengar. Saat pembicara merasa dilalaikan, ia tidak menyadari bahwa pembicaraan mencampur adukkan aktifitas mendengarkan dengan memberi nasehat.Ada perbedaan besar antara menunjukkan perhatian dan benar-benar tertarik. Seringkali ketertarikan hilang karena pembicaraan mulai bertele-tele. Salah satu hal yang sulit adalah mendengarkan orang yang hanya membicarakan obsesi, ketertarikan, atau masalahnya, seperti seorang ibu yang tidak membicarakan hal lain selain anaknya, dan rasa pusing yang terus menerus dikeluhkan tanpa ada jalan keluarnya.6 7. Bagian II: Mengapa Orang Tidak Mendengarkan?1. Inti mendengarkanPerasaan peduli terhadap orang lain penting dalam mendengarkan, karena tanpa rasa peduli terhadap orang lain kita tidak akan pernah bisa mendengarkan orang tersebut dengan baik. Sebagai contoh saat ada saudara atau teman yang tampak stress atau depresi, ketika kita tanya mungkin ia akan menjawab dengan ketus atau dengan mimik yang tidak menyenangkan, kalau kita tidak peduli maka yang akan terjadi adalah komunikasi terputus, tetapi, kalau kita peduli, maka dengan sabar kita akan mendengarkan apapun yang ia ucapkan. Empati pada orang lain atau pembicara tidak saja hanya merasakan apa yang ia alami tetapi juga dengan mencoba masuk dalam diri orang lain. Contoh lain adalah saat kita mendengarkan ungkapan keluhan atau masalah. Sebagai pendengar yang baik kita bisa merasakan dan memahami apa yang dialami seseorang dan berusaha untuk melupakan diri sendiri dengan tidak mengungkapkan masalah kita. Dengan menahan/ mengendalikan diri, berarti kita tidak memotong pembicaraan orang lain, dan menangguhkan agenda pribadi sendiri. Saat pembicaraan sudah tidak menarik lagi, maka si pendengar cenderung untuk menyela pembicara. Untuk mencegah hal ini, maka berkonsentrasilah untuk menyerap apa yang dikatakan. Dengan berkonsentrasi , kita mengerti apa yang pembicara maksudkan dan disaat yang sama pembicara juga merasa dihargai. 2. Asumsi yang MerugikanMendengarkan membutuhkan usaha, namun terkadang usaha kita untuk mendengarkan itu sendiri tidak lepas dari prasangka. Apabila sipendengar telah berasumsi buruk atau jelek terhadap pembicara, maka akan mempengaruhi aktivitas mendengarkan karena apapun yang dibicarakan akan selalu salah atau disalahkan. Sebagai contoh adalah kasus komunikasi dua orang kakak beradik. Dimasa lalu, si kakak selalu mendominasi percakapan dan selalu bercerita tentang dirinya sendiri dan menolak untukmendengarkan si adik. Saat sang adik merasa ia perlu didengarkan atas masalah yang ia hadapi si adik sudah menebak atau mengira pasti si kakak ini akan terus bicara tentang dirinya. Kredibilitas pembicara rendah juga dapat menimbulkan asumsi yang merugikan. Hal ini bisa7 8. disebabkan oleh posisi pembicara dalam situasi tertentu. Misalnya seorang karyawan yang tak pernah peduli akan kejadian sekelilingnya lalu menyampaikan hal hal penting tentang perusahaan yang merupakan hal besar. Tentu orang tidak akan mendengarnya dan mempercayainya. Pengalaman buruk dengan si pembicara juga dapat mempengaruhi proses mendengarkan. Sebagai contoh saat si A pernah dimaki oleh si B atau pernah ditipu/ disakiti olehnya, maka tentu ketika si B bicara pada A , maka A tidak akan mendengarnya. Perasaan perasaan itu kadang kadang merupakan harapan atau tanggapan emosional defensif yang kita bentuk sebelumnya. Menurut teori hubungan objek, harapan harapan kita saat kita mendengarkan membuat kita terlalu sensitif, dimana gambaran mental kita tentang orang lain terfokus berdasarkan pengalaman dan harapan kita dan bukan oran