Seminar OS

download Seminar OS

of 20

  • date post

    02-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    172
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Seminar OS

Australia Dental Journal Obat Tambahan 2005; 50:4. Infeksi Odontogenik Berat IC Uluibau, * T Jaunay, Goss AN Abstrak Latar Belakang: Infeksi odontogenik yang berat berpotensi menyebabkan kondisi yang mematikan. Berdasarkan tingkat kematian pasien, di institusi pengarang dari pasien. Metoda: Semua pasien yang dirawat di Rumah Sakit Royal Adelaide di departmen bagian Bedah Mulut dan Maksilofasial dengan infeksi odontogenik pada tahun 2003 telah diinvestigasi. Informasi rinci terhadap pra - presentasi dari anamnesa, tindakan bedah dan manajemen anestesi yang diperoleh dianalisis. Hasil: Empat puluh delapan pasien dengan rincian , 32 orang laki-laki, 16 orang perempuan, usia rata-rata 34,5 tahun,dengan range rata-rata umur 19-88 tahun telah dirawat. Semua data yang diperoleh dari seluruh pasien yang datang dengan keluhan rasa sakit dan bengkak, dengan ditemukan 21 orang trismus (44%). 44 pasien dengan kondisi gigi yang buruk (92%) dan 4 orang (8 %) yang mengalami kegagalan endodontik. Pasien yang datang telah mendapatkan perawatan definitif dan terapi antibiotik. Pasien yang datang kebanyakan telah mendapat pengobatan definitif seperti ekstraksi, insisi drainase, antibiotik dosis tinggi melalui intravena dan rehidrasi. Pasien-pasien telah dirawat inap di rumah sakit selama 3,3 hari (range data rawat inap 1-16). Pasien yang memerlukan intubasi berkepanjangan dan ketergantungan tinggi atau perawatan intensif (40 %) telah memerlukan perawatan yang lebih lama. Tidak ada pasien meninggal dan semua sepenuhnya pulih. Kesimpulan: Infeksi odontogenik yang parah merupakan resiko serius bagi kesehatan pasien dan kehidupannya. Perawatan yang paling utama dengan pembedahan dengan narkose umum. Antibiotik diperlukan dalam dosis tinggi intravena sebagai tambahan dan bukan sebagai pengobatan primer. penelitian ini diawali dengan menentukan faktor-faktor risiko, manajemen dan serangkaian perawatan akhir

Kata kunci: Odontogenik infeksi, antibiotik, Airway. Aust Dent J 2005; 50 Suppl 2: S74-S81

PENDAHULUAN Telah diketahui sejak lama bahwa infeksi odontogenik yang parah merupakan penyakit yang serius dan dapat menyebabkan kematian. Dalam ilmu bedah modern yang mana sebelum antibiotik ditemukan, infeksi odontogenik dihubungkan dengan kadar kematian yang signifikan berkisar dari 10% hingga 40%. Dengan hadirnya penisilin dan perkembangan derivatifnya, infeksi odontogenik, dan juga infeksi lainnya, menjadi mudah ditangani. Walau begitu, dalam 10 hingga 15 tahun terakhir, telah terjadi resistensi antibiotik yang serius. Hal ini berjalan perlahan tetapi membahayakan sehingga meningkatkan insidensi infeksi odontogenik yang parah karena praktisi kesehatan menganggap hal ini sebagai kasus gigi yang simpel. Penulis sadar setidaknya ada 2 pasien yang meninggal ketika dalam perawatan infeksi odontogenik dalam rumah sakit pendidikan pada umumnya pada beberapa tahun ini. Salah satu kasusnya terjadi pada institusi penulis. Infeksi odontogenik hadir umumnya dari nekrosis pulpa atau dari karies gigi maupun dari jaringan perikoronal. Kedua contoh tersebut berasal dari mikroba rongga mulut. Tergantung dari tipe, kuantitas dan virulensi mikroba tersebut yang bisa menyebar ke dalam maksila atau mandibula dan kemudiannya ke sekitar wajah, rahang dan leher. Walaupun ada banyak penyebab lain infeksi kepala dan leher, infeksi odontogenik merupakan penyebab utamanya. Huang et al. menemukan 50 % dari 185 kasus infeksi leher dalam disebabkan oleh infeksi odontogenik, Bridgeman et al. menemukan 53 % dari 107 kasus, Bross-Soriano et al. 89 % dari 121 kasus dan Juang et al pula 86 % dari 14 kasus Ludwig's Angina. Infeksi odontogenik selalu polimikroba, disertai oleh campuran dari aerob, aerob fakultatif dan anaerob. Microorganisme paling sering ditemukan dalam kasus infeksi dentoalveolar adalah streptococus viridans. Umumnya, semakin mendalam

dan intensif studi mikrobiologi yg dilakukan, semakin besar range dan tipe bakteri yang ditemukan. Sakamoto et al. telah mengisolasi 112 strain bakteri, dengan ratarata 4.86 strain dari tiap pasien dari 23 kasus abses dentoalveolar. Hanya 28 % bakteri aerob atau fakultatif aerob dan selebihnya yaitu 7 % anaerob. Heimdahl et al dalam studinya menemukan bahwa 88% dari mikroorganisme adalah bakteri anaerob. Mereka juga menemukan bahwa semakin parah dan ekstensif infeksi tersebut, secara umum bakteri penyebabnya adalah anaerob. Penelitian juga menemukan bakteri jenis gram negative rod mempunyai statistic yang signifikan (p