SEKRESI GONADOTROPIN HYPOFISE - Unpad ? ‚ Siklus menstruasi dan peptida opioid . 7 ......

download SEKRESI GONADOTROPIN HYPOFISE - Unpad ? ‚ Siklus menstruasi dan peptida opioid . 7 ... Mekanisme kontrol terhadap fisiologi normal dan patofisiologi siklus menstruasi terjadi

of 22

  • date post

    03-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of SEKRESI GONADOTROPIN HYPOFISE - Unpad ? ‚ Siklus menstruasi dan peptida opioid . 7 ......

  • SEKRESI GONADOTROPIN HYPOFISE

    RUSWANA ANWAR

    SUBBAGIAN FERTILITAS DAN ENDOKRINOLOGI REPRODUKSI

    BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

    FAKULTAS KEDOKTERAN UNPAD

    BANDUNG

    2005

  • 1

    SEKRESI GONADOTROPIN HYPOFISE

    Baik LH maupun FSH disekresikan oleh sel yang sama yaitu sel

    gonadotrop yang terletak di bagian lateral hypofise. Sekresinya diatur oleh

    stimulasi pulsatil GnRH. Respon aktivasi sekresi gonadotropin memerlukan

    reseptor protein G dan pemasukan ion kalsium ekstraseluler kedalam intrasel

    bekerjasama dengan kalmodulin, protein kinase dan cyclic AMP sebagai mediator

    GnRH. Kadar reseptor GnRH diatur oleh berbagai zat, termasuk GnRH sendiri,

    inhibin, aktivin, dan steroid seks. Adanya pengurangan respon gonadotropin

    diakibatkan bukan hanya akibat hilangnya reseptor GnRH saja tetapi juga akibat

    adanya desensitasi dan oleh reseptor yang tidak terikat.

    Sintesis gonadotropin terjadi dalam retikulum endoplasma kasar.

    Hormon ini kemudian dikumpulkan dalam granul sekretoris sisterna Golgi.

    Sekresi terjadi bila ada respon dari GnRH, granul sekretoris akan dibawa kearah

    membran sel dan dengan perubahan permeabilitas granul sekretoris akan

    dilepaskan.

    Ikatan GnRH pada reseptornya di hypofise akan mengaktifkan berbagai

    messenger. Kejadian yang segera adalah dilepaskannya gonadotropin, sementara

    respon selanjutnya adalah persiapan untuk pelepasan granul sekretori

    berikutnya. Salah satu bentuknya adalah self-priming action, yang berguna

    untuk persiapan lonjakan besar saat pertengahan siklus, yang memerlukan

    pemaparan dengan estrogen, dan diperkuat dengan progesteron. Pemaparan

    dengan estrogen akan menyebabkan peningkatan reseptor progesteron yang

    diaktivasi oleh stimulasi fosforilasi GnRH.

    Ada lima jenis sel sekretoris dalam hypofise yaitu gonadotrop, laktotrop,

    thyrotrop, somatotrop dan kortikotrop. Sistem autokrin dan parakrin hypofise

    sendiri berperan dalam pengaturan dengan dihasilkannya releasing factor dari

    hypothalamus dan adanya mekanisme umpan balik.

    Disampaikan pada pertemuan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi bagian Obstetri dan Ginekologi RSHS/FKUP Bandung, tanggal 28 Mei 2005

  • 2

    Walaupun sistem GnRH merupakan mekanisme utama, peptida hypothalamus

    lain dapat mempengaruhi sekresi GnRH. Peptida ini dapat berinteraksi dengan

    GnRH pada hypofise, atau dibawa ke kelenjar hypofise yang secara langsung

    berperan pada sel gonadotrop ( misal oksitosin, CRF dan neuropeptida Y) atau

    secara tidak langsung menstimulasi zat aktif dalam hypofise ( misal glalauin,

    interleukin) yang akan mengakibatkan sekresi FSH dan LH ; dan melalui

    aktifitas autokrin-parakrin yang melibatkan peptida dalam sel hypofise.

    Sistem Autokrin-Parakrin dalam hypofise

    Sitokin dan growth factor intrahypofise berperan besar dalam sistem

    autokrin-parakrin untuk mengatur perkembangan dan replikasi sel hypofise juga

    untuk sintesis dan sekresi hormon. Di dalam hypofise juga terdapat interleukin,

    epidermal growth factor, fibroblast growth factors, the insulin-like growth

  • 3

    factors, nerve growth factor, aktivin, inhibin, endothelin, dan banyak zal lain

    lagi yang akan berinteraksi secara kompleks diantaranya, akan tetapi dari

    seluruh sistem ini mekanisme aktivin-inhibin memegang peranan terbesar .

    Aktivin, Inhibin, and Follistatin

    Aktivin dan inhibin adalah golongan peptida anggota transforming

    growth factor-. Inhibin terdiri dari dua subunit A dan B, segera setelah melalui

    purifikasi menjadi tiga subunit yaitu alpha, beta A, dan beta B. Setiap subunit

    merupakan hasil mRNA yang berbeda.

    Inhibin disekresikan oleh sel granulosa. Inhibin secara selektif

    menghambat sekresi FSH tapi tidak menghambat sekresi LH. Selama adanya

    supresi FSH, sel secara aktif mensintesa LH dengan cara meningkatkan jumlah

    reseptor GnRH. Folikel dominan juga dihambat oleh inhibin. Inhibin tidak

    mempunyai atau sedikit pengaruh terhadap GH, ACTH,dan prolaktin .

    Aktivin juga dihasilkan oleh sel granulosa, terdapat pada sel gonadotrop

    hypofise, mengandung dua subunit yang identik dengan inhibin A dan B.

    Terdapat varian subunit lain yaitu C,D dan E. Aktivin akan meningkatkan

    sekresi FSH dan menghambat prolaktin, ACTH, GH. Aktivin merangsang

    pembentukan reseptor GnRH hypofise. Pengaruh aktivin dihambat oleh inhibin

    dan folistatin. Aktivin juga mempunyai aktifitas yang lebih luas termasuk

    tulang, syaraf, pada proses penyembuhan luka dan fungsi autokrin-parakrin pada

    banyak organ.

    Bentuk-bentuk Inhibin

    Inhibin-A: Alpha-BetaA

    Inhibin-B: Alpha-BetaB

    Bentuk-bentuk aktivin

    Aktivin-A: BetaA-BetaA

    Aktivin-AB: BetaA-BetaB

    Aktivin-B: BetaB-BetaB

    Aktivin-C: Betac-Betac

  • 4

    Aktivin-AC: BetaA-Betac

    Aktivin-E: BetaE-BetaE

    Folistatin adalah peptida yang disekresikan oleh sel hypofise, termasuk

    gonadotrop. Peptida ini juga disebut sebagai FSH -suppressing protein karena

    kerja utamanya : penghambatan sintesis dan sekresi FSH dan respon FSH

    terhadap GnRH, kemungkinan dengan berikatan dengan aktivin yang dengan

    cara itu akan mengurangi aktifitas aktivin. Aktivin menstimulasi dihasilkannya

    folistatin, dan inhibin mempunyai sifat berlawanan.

  • 5

    Sebagai kesimpulan, GnRH menstimulasi gonadotropin, seperti juga

    aktivin, inhibin, dan folistatin. Peningkatan Aktivin dan folistatin mensupresi

    aktifitas GnRH. Bukti in vivo dan invitro menunjukan bahwa respon

    gonadotropin terhadap GnRH memerlukan aktifitas aktivin, dan respon

    gonadotropin dapat dihambat oleh folistatin. Hubungan ini berkontribusi

    terhadap down-regulation sekresi gonadotropin oleh stimulasi GnRH yang

    berkepanjangan. Peningkatan frekuensi pulsatile GnRH pertama-tama akan

    meningkatkan produksi FSH, dan kemudian dengan stimulasi GnRH yang

    berkepanjangan akan menyebabkan meningkatnya folistatn.

    Opiat endogen

    Opiat endogen memegang peranan penting, reseptornya baru

    ditemukan dalam 10 tahun terakhir. Endorphin berarti aksinya mirip morphin

    yang berasal secara endogen dari otak.

    Produksi opiat diatur oleh transkripsi gen dari sintesis prekursor peptida. Dikenal

    ada tiga prekurosr peptida : Proopiomelanokortin (POMC) sumber endorphin;

    Proenkephalin A dan B sumber beberapa enkephalin dan rodynorphin -

    dynorphins.

    POMC adalah prekursor peptida yang pertama diidentifikasi. Banyak

    terdapat di lobus anterior dan intermediat hypofise dan area lain di otak, pada

    sistem syaraf pusat, dan di berbagai organ lain, seperti gonad, plasenta, traktus

    intestinal, paru-paru. Konsentrasi tertinggi pada hypofise.

    Proopiomelanokortin dipecah menjadi dua fragmen, fragmen ACTH intermediate

    and -lipotropin. Lipotropin tidak mempunyai aktifitas opioid, kemudian

    dipecah menjadi -melanocyte-stimulating hormone (-MSH), enkephalin; dan

    , dan -endorphins.

    Enkephalin dan dan endorphin aktif sebagai morphin, dengan

    endorphin 5-10 kali lebih potent. Pada kelenjar hypofise dewasa, hasil utama

    adalah ACTH dan endorphin yang hanya terdapat dalam kadar yang rendah dan

  • 6

    ikut berperan dalam respon stress. endorphin juga ditemukan dalam ovarium

    dan testis.

    Pada otak , peptida terbanyak adalah opiat dengan sedikit ACTH. Pada

    hypothalamus adalah endorphin dan MSH pada daerah nukleus arkuatus dan

    nukleus ventromedial. Sistem opiat pada hypofise berperan untuk sekresi kedalam

    sirkulasi, sedangkan sistem opiat pada hypothalamus adalah untuk penyebaran

    pada akson untuk mengatur berbagai daerah dalam otak dan hyofise .

    -Endorphin bisa dianggap sebagai neurotransmiter, sebagai

    neurohormon, dan juga sebagai neuromodulator. -Endorphin mempengaruhi

    berbagai fungsi hypothalamus, termasuk pengaturan reproduksi, pengaturan suhu,

    kardiovaskuler dan fungsi pernafasan, juga sebagai pengatur fungsi

    ekstrahypothalamik seperti persepsi nyeri dan mood. Ekspresi gen POMC

    hyopfise diatur oleh corticotropin-releasing hormone dan dipengaruhi oleh umpan

    balik glukokorticoid. Pada hypothalamus, regulasi ekspresi gen POMC melalui

    steroid seks. Tanpa adanya steroid seks sedikit sekali sekresi POMC terjadi .

    Enkephalin adalah peptida opioid endogen yang paling tersebar luas dalam

    otak dan kemungkinan terlibat dalam inhibisi neurotransmiter pada sistem saraf

    pusat otonom. Prodynorphin, ditemukan dalam otak (terkonsentrasi dalam

    hypothalamus ) dan saluran gastrointestinal adalah suatu peptida opioid dengan

    potensi analgetik dan mengatur pola tingkah laku, seperti juga neoendorphin, -

    neoendorphin, and leumorphin.

    Secara praktis dikatakan ada tiga klas opiat : enkephalin, endorphin dan

    dynorphin. Peptida opiat bisa bekerja dengan reseptor yang berbeda, walaupun

    opiat tertentu berikatan dengan salah satu jenis reseptor. Nalokson, tidak berikatan

    dengan reseptor tertentu, sehingga antagonisnya tidak seluruhnya spesifik.

    Lokalisasi reseptor opiat akan menerangkan berbagai aksi farmakologis opiat.

    Reseptor opiat ditemukan pada akhiran saraf neuron sensoris, sistem limbik, pusat

    batang otak untuk pengaturan pernafasan, dan tersebar luas pada otak dan sumsum

    tulang.

    Siklus menstruasi dan peptida opioid

  • 7