Sehari bersama nabi

download Sehari bersama nabi

of 15

  • date post

    22-Jan-2018
  • Category

    Spiritual

  • view

    277
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Sehari bersama nabi

  • sehari bersama

    nabi(Hisnul Muslim)(Hisnul Muslim)(Hisnul Muslim)(Hisnul Muslim)

    doddy al jambary 0818 884 844

    jambary67@gmail.com

    slideshare.net/aljambary

    mailto:jambary67@gmail.com
  • s e h a r i = 24 jam

    bangun tidur

    ke W.C.

    Berbusana

    rumah

    kendaraan

    perjalanan

    SAAT SHOLAT

    DZIKIR PAGI SORE

    MAKAN MINUM

    MUAMALAH

    MUASYAROH

    RITUAL TIDUR

  • hisnul muslim

    Android dan iOS (Text & Audio)

    Lebih detil sampe maroji (Android)

  • Bangun tidur

    Usap Muka }

    Rasulullah Shollallahu'alaihi wassalam bangun tidur kemudian duduk sambil mengusap wajahnya dengan tangannya. Hadits Shohih (HR. Al-Bukhori no. 183, Muslim no. 763 (182), Abu Dawud no. 1367, Ibnu Majah no. 1363, an-Nasai no. 1620, Ahmad no. 2164 (cet M. Arrisalah) Semuanya dari jalur Malik dari Makhromah bin Sulaiman dari Kuraib Pembantu Ibnu Abbas dari Ibnu Abbas radhiallahu'anhum)

    baca doa

    (()).Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah

    ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangitkan.

  • cuci tangan

    }

    Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, sesungguhnya Nabi Shollallahu'alaihi wassalam pernah bersabda:"Apabila seorang diantara kalian bangun tidur maka janganlah ia menyelamkan/menyelupkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali, karena sesungguhnya ia tidak mengetahui dimana tangannya semalam berada" HR Muslim

  • bersiwak

    }

    Nabi Shollallahu'alaihi wassalam apabila bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak. Hadits Shohih (HR. Bukhari no. 245 dan Muslim no. 255 (46) dari Shahabat Hudzaifah radhiallahu'anhu)

    Hikmah dari bersiwak itu adalah:

    Termasuk dari keistimewaan siwak adalah memberikan stimulan untuk bangun terjaga dan memberikan kesegaran.

    Mengurangi/menghilangkan bau dari mulut.

  • berbusana

    doa pakai baju

    5- .5. Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai

    rezeki daripadaNya tanpa daya dan kekuatan dariku.

    HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai, lihat kitab Irwaul Ghalil 7/47.doa lepas baju

    9- .5. Dengan nama Allah (aku meletakkan baju).

    HR. At-Tirmidzi 2/505 dan Imam yang lain. Lihat Irwaul Ghalil, 49 dan Shahihul Jami 3/203..

  • ke W.C.

    Baca Doa masuk

    ] ] -10

    ..10. Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari

    godaan setan laki-laki dan perempuan. [19] [19] HR. Al-Bukhari 1/45 dan Muslim 1/283. Sedang tambahan bismillaah pada permulaan hadits, menurut riwayat Said bin Manshur. Lihat Fathul Baari 1/244.

    doa keluar

    .. -1111. Aku minta ampun kepadaMu. [20]

    ---------------------------------[20] HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai yang meriwayatkan dalam Amalul Yaumi wal Lailah, lihat Takhrij Zaadul Maaad 2/387.

  • belakangi

    Dari Abu Ayyub Al Anshori, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

    . Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat

    dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur atau barat. Abu Ayyub mengatakan, Dulu kami pernah tinggal di Syam. Kami mendapati jamban kami dibangun menghadap ke arah kiblat. Kami pun mengubah arah tempat tersebut dan kami memohon ampun pada Allah Taala. (HR. Bukhari no. 394 dan Muslim no. 264). Yang dimaksud dengan hadaplah arah barat dan timur adalah ketika kondisinya di Madinah. Karena arah kiblat di Madinah adalah menghadap ke selatan. Kalau dikatakan tidak boleh menghadap kiblat atau pun membelakanginya, berarti yang dimaksud adalah larangan menghadap selatan dan utara. Jadinya, yang dibolehkan adalah menghadap barat atau timur. Ini bagi kota Madinah, sedangkan untuk daerah lainnya tinggal menyesuaikan maksud hadits.

  • hadits kedua

    hadits Ibnu Umar radhiyallahu anhuma yang mengatakan,

    Aku pernah menaiki rumah Hafshoh karena ada sebagian keperluanku. Lantas aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam buang hajat dengan membelakangi kiblat dan menghadap Syam. (HR. Bukhari no. 148, 3102 dan Muslim no. 266). Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam membelakangi kiblat ketika buang hajat dan ketika itu berada di dalam bangunan, artinya terhalangi oleh dinding bangunan. Membelakangi kiblat berarti menghadap ke arah utara dan Syam berada di utara Madinah.

  • dalil ketiga

    Dalam kitab sunan,

    Dari Jabir bin Abdullah ia berkata bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang menghadap kiblat ketika kencing, namun aku melihat setahun sebelum beliau wafat, beliau menghadapnya (HR. Abu Daud no. 13, Tirmidzi no. 9 dan Ibnu Majah no. 325. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa haditsnya hasan).

  • 8 pendapat1- Tidak dibolehkan baik di dalam bangunan atau di luar bangunan. Inilah pendapat Abu Ayyub Al Anshori, Mujahid, An Nakhoi, Ats Tsauri, Abu Tsaur, Ahmad dalam salah satu pendapatnya.

    2- Dibolehkan di dalam bangunan maupun di luar bangunan. Inilah pendapat Robiah, guru dari Imam Malik.

    3- Diharamkan di luar bangunan, bukan di dalam bangunan. Inilah pendapat Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya.

    4- Tidak boleh menghadap di dalam atau di luar bangunan, namun boleh membelakanginya di dalam maupun di dalam maupun di luar bangunan. Ini salah satu pendapat dari Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad.

    5- Hukumnya hanyalah makruh dan menjadi pendapat Hadawiyah.

    6- Boleh membelakangi dalam bangunan saja dan inilah yang jadi pegangan Abu Yusuf.

    7- Dilarang secara mutlak termasuk pula pada Baitul Maqdis, sebagaimana pendapat Ibnu Siirin.

    8- Pengharaman hanya khusus penduduk Madinah dan yang searah dengan mereka, demikian pendapat Abu Awanah, murid dari Al Muzani.

  • pendapat yang kuat

    Pendapat yang lebih tepat dalam masalah ini sebagaimana yang dianut oleh madzhab Syafii, yaitu tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat ketika berada di luar bangunan, namun tidak terlarang di dalam bangunan yang ada penghalang (pembatas). Yang mendukung hal ini adalah tiga dalil yang telah disebutkan di atas dan hasil kompromi.

    Imam Nawawi berkata bahwa jika di hadapan orang yang buang hajat terdapat penutup (penghalang) yang tingginya 2/3 hasta sampai 3 hasta, maka boleh saja menghadap kiblat baik ketika berada di dalam bangunan atau di luar bangunan. Artinya, patokannya adalah adanya penghalang ataukah tidak di arah kiblat. Kalau ada penghalang berarti tidak menghadap langsung ke kiblat, maka tidaklah masalah. Demikian faedah dari Kifayatul Akhyar, hal. 73.

  • berwudhu

    Sebelum

    Bismillah HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Irwaul Ghalil 1/122.

    Setelah

    13- .

    14- .

    15- .

  • KhotimahKhotimah

    Do your best, Be the best, Allah will take care of the restDoddy Al Jambary 0818 884 844 / 0816 884 844jambary67@gmail.comslideshare.net/Aljambarywww.jambary.com