Sarana Dan Prasarana Pendidikan

download Sarana Dan Prasarana Pendidikan

of 76

  • date post

    13-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    48.002
  • download

    10

Embed Size (px)

Transcript of Sarana Dan Prasarana Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Sejak beberapa tahun terakhir, kita dikenalkan dengan pendekatan

baru dalam manajemen sekolah yang lebih dikenal dengan manajemen berbasis sekolah (school based management) atau disingkat MBS.1 Adapun secara umum, gagasan penerapan pendekatan ini muncul sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah sebagai paradigma baru dalam pengoperasian sekolah. Selama ini sekolah hanyalah kepanjangan tangan birokrasi pemerintah pusat untuk menyelenggarakan urusan politik pendidikan. Anggaran pendidikan mengalir dari pusat ke daerah menelusuri saluran birokrasi dengan begitu banyak simpul yang masing-masing menginginkan bagian. Tidak heran jika nilai akhir yang diterima di tingkat paling operasional telah menyusut. Kita khawatir, jangan-jangan selama ini lebih dari separuh dana pendidikan sebenarnya dipakai untuk hal-hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan proses pembelajaran di level yang paling operasional, yaitu sekolah.

1

Munculnya gagasan MBS ini disebabkan oleh ketidakpuasan para pengelola pendidikan pada level operasional atas keterbatasan wewenang yang mereka miliki untuk dapat mengelola sekolah secara mandiri (Jahja 2004:59).

Sekolah sebagai bentuk organisasi diartikan sebagai wadah dari kumpulan manusia yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu yakni tujuan pendidikan, dengan memanfaatkan manusia itu sendiri sebagai sumber daya, di samping yang ada di luar dirinya, seperti uang, material, dan waktu. Agar kerja sama itu berjalan dengan baik, maka perlu ada aturan.2 Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu siswa, kurikulum, tenaga kependidikan, dana, prasarana dan sarana, dan faktor lingkungan lainnya. Apabila faktor tersebut bermutu, dan proses belajar bermutu pada gilirannya akan menghasilkan lulusan yang bermutu pula. Guru merupakan salah satu pelaku dalam kegiatan sekolah. Oleh karena itu, ia dituntut untuk mengenal tempat bekerjanya itu. Pemahaman tentang apa yang terjadi sekolah akan banyak membantu mereka memperlancar tugasnya sebagai pengelola langsung proses belajar mengajar. Guru perlu memahami faktor-faktor yang langsung dan tidak langsung menunjang proses belajar mengajar. Prasarana dan sarana diibaratkan sebagi motor penggerak yang dapat berjalan dengan kecepatan sesuai dengan keinginan oleh penggeraknya. Begitu pula dengan pendidikan, sarana dan prasarana sangat penting karena dibutuhkan. Sarana dan prasarana pendidikan dapat berguna untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar2

Orang yang bekerja sama dalam situasi kerja sama itu berbeda dari satu tempat ke

tempat yang lain, maka terjadi suasana yang berlainan antara satuan kerja sama yang satu dengan yang lain (Suryosubroto 2004:27).

mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam suatu lembaga dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Prasarana dan sarana pendidikan adalah salah satu sumber daya yang menjadi tolok ukur mutu sekolah dan perlu peningkatan terus menerus seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup canggih. Manajemen prasarana dan sarana sangat diperlukan dalam menunjang tujuan pendidikan yang sekaligus menunjang

pembangunan nasional, oleh karena itu diperlukan pengetahuan dan pemahaman konseptual yang jelas agar dalam implementasinya tidak salah arah. Bagi guru3, pemahaman tentang pengelolaan prasarana dan sarana akan membantu memperluas wawasan tentang bagaimana ia dapat berperan dalam merencanakan, menggunakan, dan mengevaluasi prasarana dan sarana yang ada sehingga prasarana dan sarana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai tujuan pendidikan.

3

Pemahaman tentang administrasi pengembangan kurikulum akan sangat membantu

dalam menerjemahkan kurikulum menjadi pengalaman belajar siswa; pemahaman tentang administrasi kesiswaan akan sangat membantu mereka dalam menjalankan tugas memproses siswa tersebut menjadi lulusan yang bermutu tinggi; pemahaman tentang pengelolaan personel atau pegawai akan membantu upaya pengembangan pribadi dan profesionalnya; pemahaman tentang seluk-beluk administrasi keuangan akan membantu guru dalam menetapkan prioritas pelaksanaan tugasnya, karena pada akhirnya dana untuk menunjang kegiatannya juga terbatas; pemahaman tentang hubungan sekolah dengan masyarakat akan membantu guru dalam usaha mereka dalam menjadikan sekolah bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, sehingga terjalin kerja sama yang baik di antara keduanya (Soetjipto dan Kosasi 2004:146).

Manajemen

ditambah

administrasi

prasarana

dan

sarana

memegang peranan penting dalam menunjang pembangunan. Dengan diberlakukan otonomi daerah berarti pemerintah memberikan kesempatan kepada sekolah untuk berinisiatif dan berkarya sesuai dengan

kemampuan lembaga pendidikan/sekolah masing-masing termasuk dalam pengembangan prasarana dan sarana. Oleh karena itu perlu adanya manajemen prasarana dan sarana pendidikan.

1.2

Rumusan dan Batasan Pembahasan Dalam makalah ini hanya akan dibahas tentang manajemen

prasarana dan sarana serta peran guru dalam mengoptimalkan prasarana dan sarana tersebut. Hal lain seperti manajemen dan administrasi kurikulum, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, dan hubungan

masyarakat tidak dibahas dalam makalah ini. Hal ini bukan berarti melebihkan yang satu daripada yang lain atau mengunggulkan yang satu, di lain pihak menyepelekan yang lain. Tentu hal ini beralasan agar pembahasan dalam makalah ini fokus pada satu sisi, selain itu memberi peluang kepada khalayak untuk melengkapi kekurangan (apa yang tidak dibahas) dalam makalah ini.

1.3

Tujuan Penulisan dan Manfaat Penulisan Berdasarkan latar belakang dan batasan pembahasan di atas,

maka tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan sistem administrasi prasarana dan sarana di sekolah dan merumuskan peran guru dalam mengupayakan sistem admnistrasi prasarana dan sarana sekolah yang baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam memberi gambaran tentang sistem administrasi prasarana dan sarana sekolah. Sebagai masukan kepada pihak-pihak terkait dalam penulisan, seperti pendidik, siswa, dan pemerintah serta masyarakat pada umumnya, serta dapat menjadi referensi bagi pihak-pihak yang khususnya ingin mendalami masalah yang kami angkat dalam makalah ini.

BAB II ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN

Secara Etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan . misalnya : lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, uang dsb. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. Misalnya ; Ruang, Buku, Perpustakaan, Laboratorium dsb. Dengan demikian dapat di tarik suatau kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan prasarana pendidikan itu adalah semua komponen yang secara langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri. Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975, sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu : a. Bangunan dan perabot sekolah b. Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan , alat-alat peraga dan laboratorium.c. Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual

yang

menggunakan

alat

penampil

dan

media

yang

tidak

menggunaakan alat penampil.

Secara micro (sempit) kepala sekolahlah yang bertanggung jawab atas pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang di perlukan di sebuah sekolah. Sedangkan administrasi sarana dan prasarana itu sendiri

mempunyai peranan yang sangat penting bagi terlaksananya proses pembelajaran di sekolah serta menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sebuah sekolah baik tujuan secara khusus maupun tujuan secara umum. Terdapat beberapa pemahaman mengenai administrasi sarana dan prasarana di antaranya adalah : a. Berdasarkan konsepsi lama dan modern Menurut konsepsi lama administrasi sarana dan prasarana itu di artikan sebagai sebuah sistem yang mengatur ketertiban peralatan yang ada di sekolah . Menurut konsepsi modern administrasi sarana dan prasarana itu adalah suatu proses seleksi dalam penggunaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah . Guru menurut konsepsi lama bertugas untuk mengatur ketertiban penggunaan sarana sekolah, menurut konsepsi modern guru bertugas sebagai administrator dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah. b. Berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu Seperangkat kegiatan dalam mempertahankan ketertiban

penggunaan sarana dan prasarana di sekolah melalui penggunaan di siplin (pendekatan otoriter )

Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan ketertiban sarana dan prasarana sekolah dengan melalui pendekatan intimidasi

Seperangkat kegiatan untuk memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah dalam proses pembelajaran (pendekatan permisif)

Seperangkat kegiatan untuk mengefektifkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan program pembelajaran (pendekatan intruksional)

Seperangkat

kegiatan

untuk

mengembangkan

sarana

dan

prasarana sekolah Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan keutuhan dan keamanan dari sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Pengertian lain dari administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada. Dengan demikian adminitrasi sarana dan prasarana itu merupakan usaha untuk mengupayakan sarana dan alat peraga yang di butuhkan pada proses pembelajaran demi lancarnya dan te