Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Buklet

of 24 /24
a Lebih Bersih, Lebih Sehat

Embed Size (px)

description

Buklet diterbitkan oleh WSP EAP Bank Dunia sebagai materi pendukung kegiatan advokasi dan sosialisasi program STBM.

Transcript of Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Buklet

  • 1. Lebih Bersih, Lebih Sehat a

2. PenyusunBuklet ini dikembangkan oleh tim Water and SanitationProgram yang terdiri dari Nilanjana Mukherjee, DeviariandySetiawan, Djoko Wartono, Amin Robiarto, Ari Kamasan,Wano Irwantoro dan Effentrif dengan kontribusi editorialYosa Yuliarsa. Tim mengucapkan terima kasih atas kontribusiberbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan TSSM (TotalSanitation and Sanitation Marketing) di Provinsi Jawa Timur.Peer reviewers: Zainal Ilyas Nampira dari DirektoratPenyehatan Lingkungan - Direktorat Jenderal PengendalianPenyakit dan Penyehatan Lingkungan, Maraita Listyasari dariDirektorat Permukiman dan Perumahan - Bappenas.Kontak kamiUntuk informasi lebih lanjut hubungi:[email protected]@stbm-indonesia.org 3. Kita tidak bisa mentoleransisanitasi yang buruk1 4. Indonesia kehilangan US$6,3 miliar atau Rp56triliun per tahun akibat buruknya sanitasi dankebersihan.Setiap tahun tercatat sekitar 121.100 kasus diareyang memakan korban lebih dari 50.000 jiwaakibat kondisi sanitasi yang buruk.Biaya kesehatan per tahun akibat sanitasi burukmencapai Rp139.000 per orang atau Rp31 triliunsecara nasional.Air limbah yang tidak diolah menghasilkan 6 jutaton kotoran manusia per tahun yang dibuanglangsung ke badan air, sehingga biaya pengolahanair bersih menjadi semakin mahal.Enam puluh persen penduduk perdesaan tidakmempunyai akses terhadap sanitasi yang layak danmenghadapi risiko kesehatan yang lebih tinggi2 5. Apakah kita sudah peduli pada kondisi higiene dan sanitasi yang buruk?Pemutakhiran data global pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa 63 jutapenduduk Indonesia masih buang air besar sembarangan (BABS) di sungai, kali,danau, laut atau di daratan. Mayoritas pelaku praktik buang air besar sembarangantinggal di desa-desa.Hanya 38,4% dari penduduk perdesaan yang memiliki akses pada sanitasi yanglayak. Akses sanitasi di perdesaan tidak bertambah secara berarti selama 30 tahunterakhir. Pemerintah Indonesia telah mengindikasikan bahwa target TujuanPembangunan Milenium (Millennium Development Goal MDG) untuk sanitasisebagai suatu sasaran yang memerlukan perhatian khusus karena tidak berada padajalur yang benar. Dengan hanya tersisa tiga tahun lagi sampai tahun 2015, kita harusmenemukan metode-metode yang lebih cepat, murah dan berkelanjutan untukmeningkatkan akses sanitasi yang layak di Indonesia.Lebih Bersih, Lebih Sehat 3 6. Dapatkah provinsi dan kabupaten Anda memperkirakankerugian yang diderita akibat sanitasi buruk?Suatu perhitungan sederhana menunjukkan bahwa kerugian karena higiene dansanitasi yang buruk mencapai US$191 juta (Rp1,75 triliun) untuk tingkat provinsiper tahun, atau US$15,75 juta (Rp145 miliar) untuk kabupaten per tahun, diukurdengan nilai tukar tahun 2006.Sebaliknya, tahukah Anda betapa menguntungkannyainvestasi dalam perbaikan sektor sanitasi?Kajian Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization - WHO) tahun2005 menyebutkan bahwa setiap US$1 yang diinvestasikan untuk perbaikansanitasi memberikan imbal hasil (return) paling sedikit sebesar US$8. Analisisekonomi lainnya menunjukkan fakta yang sama, meskipun angka-angka imbalhasil bervariasi. Tentu saja imbal hasil tersebut tidak langsung, melainkan diperolehdari penghematan biaya, produktivitas yang meningkat, lebih sedikit kerugian, dansebagainya.4 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 7. Higiene dan sanitasi yang baik di kabupaten atau provinsi berarti: bayi-bayi lebih sehat, yang pertumbuhannya tidak terganggu oleh penyakityang disebabkan oleh lingkungan; pekerja lebih produktif; anak-anak lebih sehat, dan mempunyai lebih banyak waktu dan energi untukbelajar serta berkembang secara optimal; air sungai berkualitas lebih baik, dengan biaya pengolahan yang lebih rendahbagi konsumsi manusia; lokasi yang lebih menarik bagi para investor industri; usaha pariwisata yang lebih menguntungkan karena adanya pantai-pantai,hutan-hutan, dan sungai-sungai yang bersih dan bebas polusi.Lebih Bersih, Lebih Sehat5 8. Danapemerintah danDibutuhkan investasi lebih dari US$600 juta setiap tahun selama tahun 2005-donor terlalu kecil untuk 2015 agar Indonesia dapat mencapai tar- menutup kesenjanganget MDG di bidang sanitasi. Diband-akses sanitasi yang layak ingkan dengan kebutuhan, investasipemerintah di sektor sanitasi, termasuk di perdesaan, atau dana-dana dari donor, rata-rata hanyauntuk memenuhi US$27 juta per tahun. Sebagian besardana investasi digunakan untuk pem-sasaran-sasaran bangunan prasarana kota. Dengan jumlahMDG.sedemikian kecil dan hanya bergantung padainvestasi sektor publik, kemungkinan diperlu- kan lebih dari 100 tahun untuk mencapai target MDG! Untuk mencapai target MDG di bidang sanitasi, harus ditemu- kan cara-cara untuk mempercepat dan memperluas investasi, terutama dari sektor rumah tangga dan swasta. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa pengadaan jamban bersubsidi untuk be- berapa rumah tangga terpilih di masyarakat sebenarnya menghambat kemajuan sebab rumah lainnya kemudian akan memutuskan untuk tidak menginvestasikan dana mer- eka sendiri, karena berharap akan memperoleh bantuan subsidi sejenis dari pemer- intah. Kita tidak dapat meneruskan pendekatan lama seperti menyebarkan beberapa jamban bersubsidi, kalau berjuta-juta rumah tangga masih kekurangan akses terhadap sanitasi. Anggaran pemerintah yang terbatas harus digunakan lebih bijaksana, dan secara inovatif, untuk memancing investasi yang jauh lebih besar dari sumber-sumber non pemerintah, seperti rumah tangga dan sektor swasta domestik. Hal ini membu- tuhkan strategi untuk membebaskan daya pengeluaran konsumen dan kekuatan pasar sambil meyakinkan bahwa pasar sanitasi lokal berkembang dengan mekanisme yang mempertimbangkan kelompok masyarakat. Strategi baru Pemerintah Indonesia yang dirancang untuk tujuan tersebut adalah San- itasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang diluncurkan pada tahun 2008, untuk meningkatkan cakupan nasional secara cepat menuju SANITASI TOTAL. 6Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 9. Peningkatanlingkunganyang kondusifInstitusionalisasiPeningkatanPeningkatan kebutuhan penyediaansanitasi sanitasiPendekatan baru untuk perluasan cakupan sanitasi perdesaan - Sanitasi Total BerbasisMasyarakat (STBM)Lebih Bersih, Lebih Sehat7 10. STBM merupakan ke-sempatan untuk mem-bebaskan kabupaten Andadari BAB sembarangan dalam beberapa tahun kedepan. TETAPI, hal ini akan terwujud bila Andamendukung dengan strategi yang tepat, seperti dipapar- kan di dalam dokumenstrategi STBM.Dengan dukungan pengembangan kapasitas STBM dari pemerintah pusat, Andadapat meningkatkan permintaan konsumen akan sanitasi yang layak di provinsi ataukabupaten Anda, dan mendorong pasar lokal untuk menawarkan lebih banyak opsikepada rumah tangga miskin untuk mendapatkan akses terhadap sanitasi yang layak.Bila hal ini terjadi, masyarakat lokal akan tampil ke depan menginvestasikan sumberdaya mereka sendiri untuk memperbaiki fasilitas sanitasi, dan dengan cepat menujudusun, desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi yang bebas dari BAB sembarangan.Sebagai tambahan, jika terbangun kebijakan yang mendukung dan lingkungan kelem-bagaan yang menunjang STBM di kabupaten, maka manfaat sanitasi akan menjadipermanen. Masyarakat akan melakukan lebih dari sekedar menjadi suatu masyarakatyang bebas dari buang air besar sembarangan, namun menjadi masyarakat SANITASITOTAL dimana setiap rumah tangga melaksanakan perilaku higiene dan sanitasisebagai kunci untuk menjaga kesehatan, produktivitas, dan kemakmuran masyarakatterhadap aktivitas ekonomi, termasuk pariwisata.8Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 11. TANGGA PERUBAHAN PERILAKUVisi STBMSANITASI aku TOTALr ilPehan ba run PeaiangkPerbaikan SaranaMasyarakat sudah Ra+ Perilaku Higiene lainnyamempraktikkanperilaku higienesanitasi secaraberkelanjutanODF - Terjadinyapeningkatankualitas saranasanitasi- Terjadinya OD - 100% masyarakat perubahansudah berubah perilaku higieneperilakunya denganlainnya distatus ODFmasyarakat(terverifikasi) - Adanya upaya - Adanya proses- Adanya rencanapemasaran dan pemicuan untuk merubah promosi aktif - Adanya perilaku higiene- Adanya peman- Komite/Naturallainnya tauan dan evalu-n leaders - Ada aturan dari asiga un - Adanya Rencana masyarakat untuk gkLin Aksi menjaga status ODFasi - Adanya peman-nit- Adanya peman- Sa tauan terustauan dan verifikasi t asuali menerussecara berkala ta nK - Tersedianya paso-ka kanning Diterbitkan oleh Sekretariat STBM PeLebih Bersih, Lebih Sehat9 12. Semua ini bukanlah fiksi. Hal ini sudah terjadi diprovinsi Jawa Timur, tempat Pemerintah Indonesiamenguji coba operasionalisasi STBM pada skala provinsiselama tahun 2008-2010. Silakan lihat apa yang terjadidi kabupaten-kabupaten provinsi Jawa Timur ketika diterapkan pendekatan STBM Lebih dari 1,5 juta masyarakat miskin dapat akses jamban layak dalam periode 2008 - 2011,tanpa subsidi Sejak tahun 2009, kabupaten yang sudah melaksanakan STBM sesuai dengan kapasitas mereka, melembagakan prinsip dan pendekatan STBM dengan baik, mendapatkan hasil yang nyata serta pembiayaan program yang lebih efektif, seperti terlihat pada grafik penilaian kinerja. Kabupaten Bojonegoro memenangkan JPIP award pada tahun 2011, Kabupaten Jombang pada tahun 2010 dan Kabupaten Lumajang tahun 2009. Jawa Pos Institute Pro- Otonomi di Jawa Timur telah mulai melakukan evaluasi kinerja kepemerin- tahan kabupaten menurut azas-azas STBM. Hal ini kemungkinan besar akan diperluas ke provinsi-provinsi lain, dengan JPIP atau dengan badan regional sejenis lainnya.10Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 13. Rata-rata investasi masyarakat yang tumbuh per Rata-rata penambahan rumah tangga yang aksestahun per daerah Rp 1 juta investasi pemerintahke jamban sebagai hasil intervensi program STBM di 29 kabupaten di Jawa Timurdi Jawa Timur (periode 2008 - 2011)(periode 2008 - 2011) BOJONEGORO37BOJONEGORO GRESIK 28GRESIK MAGETAN 17 MAGETAN MALANG 14 MALANGTRENGGALEK13 TRENGGALEK LUMAJANG 12 LUMAJANGPACITAN11PACITANMOJOKERTO10 MOJOKERTOJEMBER 6.6JEMBER LAMONGAN6 LAMONGANSAMPANG6SAMPANGPAMEKASAN 5 PAMEKASAN BLITAR 5 BLITAR PONOROGO 5PONOROGOPROBOLINGGO 5 PROBOLINGGO SITUBONDO 4.7SITUBONDOJOMBANG4JOMBANGNGANJUK4NGANJUK NGAWI 4 NGAWI KEDIRI 3KEDIRITULUNGAGUNG 3TULUNGAGUNG SUMENEP3 SUMENEPBANGKALAN 3 BANGKALAN BANYUWANGI 3BANYUWANGIBONDOWOSO 3BONDOWOSO PASURUAN 3PASURUANMADIUN 2 MADIUNSIDOARJO 2SIDOARJO TUBAN 2 TUBAN05 10 15 20 25 30 35 40 0306090 120 150 Investasi masyarakat yang tumbuh Rata-rata penambahan rumahuntuk mendapat akses ke jambantangga yang akses ke jamban sehatsehat, per Rp 1 juta investasi program per tahun, per Rp 1 juta investasi (dalam juta rupiah) programLebih Bersih, Lebih Sehat 11 14. Hasil Pemantauan Pelaksanaan Kegiatan TSSMHasil Pemantauan Pelaksanaan Kegiatan TSSM di Jawa Timurdi Jawa Timur (2008-2011) - Peningkatan akses 1. Peningkatan akses 2. Perubahan perilaku secara koJumlah orang yang meningkat Jumlahaksesnya ke jamban sehat OD 15002500 12002000 Jumlah Orang (ribu) Jumlah Komunitas 9001500 6001000 300 500 0 0 JunDesJunDes Jun Des Jun Des JunDes2008 2008 2009 2009 2010 2010 2011 20112008 2008 *) ODF/SBAB (Sto12Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 15. laksanaan Kegiatan TSSM di Hasil Pemantauan Pelaksanaan Kegiatan TSSM Jawa Timur (2008-2011)di Jawa Timur (2008-2011) -n akses 2. Perubahan perilaku secara kolektif Perubahan perilaku secara kolektif kat Jumlah Komunitas yang sudah mencapaiatODF (Open Defecation Free)* 2500 2000Jumlah Komunitas 1500 10005000 Jun Des JunDesJunDes Jun DesJun Des 2011 20112008 2008 2009 2009 2010 20102011 2011*) ODF/SBAB (Stop Buang Air Besar Sembarangan) Lebih Bersih, Lebih Sehat 13 16. Grafik penilaian Kinerja Kabupaten di Jawa Timur untuk bidang sanitasi tahun 200914 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 17. STBM berarti suatu perubahan besar dari cara kitamelaksanakan program-program sanitasi sebelumnya.Dari pengalaman pelaksanaan berbagai proyek sanitasi selama 30 tahun sebelum-nya, Pemerintah Indonesia menyadari bahwa memberikan subsidi kepada beberaparumah tangga untuk konstruksi belum tentu berdampak pada perbaikan perilakusanitasi mereka, dan hal itu juga tidak merangsang anggota masyarakat lainnyauntuk berinvestasi di bidang sanitasi. Akibatnya, akses terhadap sanitasi tetap rendahdan mayoritas masyarakat tetap terus mengotori lingkungan dengan BAB semba-rangan. Meskipun subsidi dimaksudkan untuk menolong rumah tangga yang palingmiskin, subsidi tersebut seringkali tidak sampai kepada kelompok miskin.Dengan demikian, STBM menyatakan bahwa dana pemerintah tidak boleh dipakaiuntuk memberikan subsidi rumah tangga (individu dan on-site). Dana subsidi iniharus digunakan untuk pengembangan pendekatan yang telah terbukti sangat efektifdalam memperbaiki perilaku sanitasi masyarakat, dan untuk meningkatkan investasimasyarakat dalam memperbaiki sanitasi.Lebih Bersih, Lebih Sehat 15 18. 16Jalan Menuju Sanitasi Total KomponenYang dapat dilakukan oleh setiap kabupatenYang tidak boleh dilakukan atau STBM (bimbingan teknis, pelatihan, sumber-sumberberhenti melakukan pengetahuan dan bahan yang telah diuji coba di lapangan,(strategi-strategi konvensional yang semuanya tersedia pada Pemerintah Indonesia) tidak berhasil)Penciptaan 1. Pemicuan STBM pada tingkat komunitas.1. Berfokus pada konstruksi jamban alih-PERMINTAAN 2. Penelitian formatif mengenai perilaku konsumen untuk alih pada perubahan perilaku.akan sanitasimengidentifikasi sebab-sebab orang melakukan BAB 2. Pendekatan mendidik, memberitahu sembarangan, sebab-sebab mereka berpindah dari BAB masyarakat apa yang mereka harus sembarangan ke jamban, sebab-sebab mereka berinvestasi kerjakan. dalam kepemilikan fasilitas sanitasi.3. Mempromosikan kesehatan sebagai 3. Kampanye media komunikasi berdasarkan penelitian formatif, manfaat sanitasi satu-satunya. dengan menggunakan motivasi yang ada untuk mengubah4. Memproduksi bahan-bahan Informasi, perilaku.Edukasi, dan Komunikasi (Information, 4. Menawarkan opsi-opsi untuk tindakan konsumen (misalnya Education, and Communication - IEC) desain yang berbeda/biaya/pilihan pembayaran untuk tanpa penelitian yang tepat untuk me- membangun atau meningkatkan fasilitas, berkaitan denganmahami yang diinginkan para konsumen, penawaran pasar seperti dijelaskan di bawah ini. produk apa yang bersedia mereka bayar,dan apa yang memudahkan mereka untukberinvestasi di bidang sanitasi.5. Menetapkan sasaran untuk konstruksijamban, atau komunitas dan kecamatanyang BAB sembarangan. Target kapanmasyarakat akan terbebas dari BABsembarangan hanya ditentukan olehkomunitas sendiri, sebagai pencerminanSanitasi Total Berbasis Masyarakatnyata dari permintaan komunitas akanperubahan.Memperbaiki1. Penilaian pasar provinsi untuk membandingkan opsi-opsi 1. Mengambil alih fungsi penyedia layanan 19. perubahan.Memperbaiki 1. Penilaian pasar provinsi untuk membandingkan opsi-opsi1. Mengambil alih fungsi penyedia layananPASOKAN sanitasi apa saja yang ada dengan keinginan dan kesediaan dan tidak membiarkan pasar berfungsipasaran konsumen miskin dan tidak miskin untuk membayar.dengan bebas.produk- 2. Mengembangkan suatu kisaran opsi yang diinginkan dan2. Menyediakan uang tunai atau subsidiproduk danterjangkau untuk semua kategori konsumen di provinsi. material kepada rumah tangga.jasa-jasa 3. Pengembangan katalog pilihan sanitasi layak, untuk3. Membatasi pilihan konsumen dansanitasimembantu konsumen memilih.menghambat pengembangan pasaran4. Pembinaan pengusaha lokal dan pelatihan tukang bangunan lokal dengan menyediakan subsidiuntuk pilihan teknologi dengan jaminan kualitas.material dari dana pemerintah atauproyek.Lebih Bersih, Lebih SehatMenciptakan 1. Menerapkan kebijakan lokal untuk melaksanakan STBM di 1. Menetapkan sasaran dan tanggal untukLINGKUNGANkabupaten melalui sinergi semua sumber dana program ataukomunitas atau kecamatan bebas dariYANG MENDU- proyek sanitasi perdesaan.BAB sembarangan, dan sebagainya.KUNG2. Mengembangkan kerangka pendanaan khusus dalam anggaranSasaran-sasaran ini harus ditentukanpemerintah untuk sanitasi berbasis masyarakat.oleh komunitas sendiri.3. Menyediakan dana pembangunan dan peningkatan kapasitas2. Membolehkan program-program pemberilokal dengan metodologi STBM untuk penciptaan permintaan, subsidi dapat diteruskan di provinsiperbaikan pasokan pasar, pemantauan berbasis masyarakat atau kecamatan, meskipun tidak sejalandari keluaran dan hasil program sanitasi (misalnya verifikasi dengan pelaksanaan pendekatan STBM.Bebas dari BAB sembarangan/ODF).4. Membuat analisis tentang efektifitas pembiayaan darimasukan, keluaran, dan hasil program sanitasi dalampelaporan kemajuan program kabupaten.5. Memformulasikan Rencana Strategis Multi Tahun untukpelaksanaan STBM di kabupaten (termasuk sasaran intervensitahunan, strategi pelaksanaan, perkiraan anggaran tahunandan tenaga kerja, serta jadwal terencana dari kegiatan yangmencakup seluruh kabupaten).17 20. Tahukah Anda tentang Sanitasi TotalBerbasis Masyarakat?Sanitasi Total Berbasis Masyarakat adalah suatu pendekatan yangmenekankan pada perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan yang berperan aktifdalam proses pengambilan keputusan.Tujuan STBM Terciptanya suatu kondisi sanitasi total dalam upaya mengurangi penyakit berbasis lingkungan. Indikator STBM Menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkunganlainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.18 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 21. Apa sajakah lima pilar perubahan perilaku?1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) Suatu kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air sembaran-gan.2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir.3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan di Rumah Tangga (PAMM-RT) Suatu proses pengolahan, penyimpanan dan pemanfaatan air minum dan airyang digunakan untuk produksi makanan dan keperluan oral lainnya, serta pen-gelolaan makanan yang aman di rumah tangga yang meliputi 5 (lima) kunci; ke-amanan pangan yakni: (i) menjaga kebersihan, (ii) memisahkan pangan matangdan pangan mentah, (iii) memasak dengan benar, (iv) menjaga pangan pada suhuaman, dan (v) menggunakan air dan bahan baku yang aman.4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Proses pengelolaan sampah yang aman pada tingkat rumah tangga denganmengedepankan prinsip mengurangi, memakai ulang dan mendaur ulang. Pen-gelolaan sampah yang aman adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan,pendaurulangan atau pembuangan dari material sampah dengan cara yang tidakmembahayakan kesehatan masyarakat dan lingkungan.5. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga Proses pengelolaan limbah cair yang aman pada tingkat rumah tangga untukmenghindari terjadinya genangan air limbah yang berpotensi menimbulkanpenyakit berbasis lingkungan.Lebih Bersih, Lebih Sehat19 22. Strategi STBMa. Penciptaan Lingkungan yang Kondusif Menciptakan kondisi yang mendukung tercapainya sanitasi total, melaluidukungan kelembagaan, regulasi, dan kemitraan antar pelaku STBM, termasukdidalamnya pemerintah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, institusipendidikan, institusi keagamaan dan swasta.b. Peningkatan Kebutuhan Upaya sistematis untuk meningkatkan kebutuhan menuju perubahan perilakuyang higienis dan saniter.c. Peningkatan Penyediaan atau Pasokan Sanitasi Meningkatkan dan mengembangkan percepatan penyediaan akses terhadapproduk dan layanan sanitasi yang layak dan terjangkau dalam rangka membukadan mengembangkan pasar sanitasi.d. Pengelolaan Pengetahuan Pengelolaan pengetahuan, pembelajaran, pengalaman, hasil studi dan riset agarpihak yang berkepentingan memiliki akses yang mudah, cepat dan murah.e. Pembiayaan Sinergi sumber daya untuk mendukung, dan penguatan pendekatan STBMdengan fokus nonsubsidi untuk pembangunan sarana individu (on-site system)f. Pemantauan dan Evaluasi Agar dapat mengukur perubahan dalam pencapaian program dan mengidentifi-kasi pembelajaran yang dapat dipetik selama pelaksanaan.20Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 23. Apakah anda siap untuk mengubah provinsiatau kabupaten anda dengan bantuan dari STBM ? jika ya..Silahkan menghubungi Sekretariat STBM Nasional untukbantuan teknis, pengembangan kapasitas, alat bantu dan cara penggunaannya. 24. Sekretariat STBM-Nasional Direktorat Penyehatan Lingkungan Direktorat Jenderal PP dan PL Kompleks Perkantoran Kementerian KesehatanJl. Percetakan Negara no. 29Telp: (021) 424 7608 ekstensi 182 Fax (021) 42886822 email : [email protected] Total Berbasis Masyarakat