S2 ek pertemuan 2

download S2 ek pertemuan 2

of 26

  • date post

    21-Jul-2015
  • Category

    Education

  • view

    9
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of S2 ek pertemuan 2

  • *Konsep dan Teori

  • Masalah Ekonomi Spatial di IndonesiaStrategi industrialisasi yang diterapkan di Indonesia menimbulkan polarisasi dan dualisme proses pembangunanDua sektor ekonomi,sektor manufaktur dan sektor pertanian,yang berbeda karakteristiknya saling berhadapanDualisme terjadi karena adanya urbanisasiTingkat urbanisasi suatu wilayah dapat dinyatakan sebagai besarnya proporsi penduduk perkotaan pada wilayah tersebut (BPS, 1997: bab IV).*

  • Proses Urbanisasi

    Menurut Todaro model migrasi desa- kota didasari pemikiran :Migrasi dirangsang oleh pertimbangan ekonomi yang rasional antara keubtungan dan biaya dari migrasi itu sendiriKeputusan bermigrasi bergantung pada tingkat pendapatan aktual di pedesaan dengan tingkat pendapatan yang diharapkan di kotaKemungkinan mendapat pekerjaan berbanding terbalik dengan tingkat pengangguran di perkotaanMigrasi terus berlangsung meskipun pengangguran sudah cukup tinggi

    *

  • *WHY STUDY AGGLOMERATION?Increasing role of geography in industrialization due to:Massive globalisation reinforces agglomerations & clusters (sticky places in slippery space)Limited explanation of traditional location theoryWhy a cluster arise in a specific location?Growing awareness on spatial aspects but yet little tested empirically, in particular in Indonesia

  • Mega-cities and urbanisationUN Report (1998):by 1995 almost half of the worlds population lived in urban areasjust after the turn of the millennium, urban dwellers will outnumber those in rural areasby 2030 three of every five persons in the world will be living in urban areasIn the process of world urbanisation, several mega-cities, defined as cities with more than 10 million inhabitants, have emerged strikingly in Asia over the last four decades:the largest increase in the urban population has occurred in the less developed countries rather than in developed countriesAsia is represented by the emergence of Tokyo, Shanghai and Bombay among the 5 largest agglomerations (See table 1)*

  • *

    Table 1. The 5 Largest Urban Agglomerations

    and ASEAN Cities, 1960-1995

    Agglomerations, country

    1960

    1995

    Rank

    Population

    Rank

    Population

    New York, USA

    Tokyo, Japan

    London, UK

    Shanghai, China

    Paris, France

    Mexico City, Mexico

    Sao Paulo, Brazil

    Bombay, India

    1

    2

    3

    4

    5

    14

    15

    6

    14.2

    11.0

    9.1

    8.8

    7.2

    5.4

    4.7

    4.1

    4

    1

    25

    6

    18

    2

    3

    5

    16.3

    27.0

    7.6

    13.6

    9.5

    16.6

    16.5

    15.1

    Jakarta, Indonesia

    MetroManila,Philippines

    Bangkok, Thailand

    28

    na

    na

    2.7

    na

    na

    22

    20

    29

    8.6

    9.3

    6.5

    na = data not available

    Source: United Nations (1998),

    World Urbanization Prospects The 1996 Revision, UN:

    New York

  • Current TrendsThe most striking features of the geography of economic activity is concentration and unevenness: extended metropolitan regionsemergence of mega-cities transformation of urbanisationagglomerations and clustersLocation does really matter even in the wave of globalisationMega global trend: 3F (food, fun, fashion)==> spatial widening of economic activity (borderless world)Paradox of space: globalisation vs localisation leading to glocalisation strategy (think globally but act locally)Paradox of regional economic integration (AFTA, EC, APEC, etc.) vs WTOKey questionsHow significantly has urban form being altered?How have these changes varied geographically?How differently does urban life feel? And for whom?*

  • WHY INDONESIA?Indonesia provides an excellent laboratory for studying the pattern of geographic concentration in LDCs

    *

  • Konsentrasi spasial industri:Main industrial areas in Indonesia have been located overwhelmingly in Java & Sumatra.Java with more than half of Indonesians inhabitants offers a huge potential market and is importance by its own rights.Most of investments, either foreign or domestic, have been concentrating in Java.*

    Employment Distribution

    (% of total)

    Main Island

    1976

    1999

    Sumatra

    6.7

    11.7

    Java

    89.1

    81.1

    Kalimantan

    1.8

    3.8

    Sulawesi

    0.9

    1.6

    Eastern Islands

    1.5

    1.9

    INDONESIA

    100

    100

  • Keterkaitan Geografi ekonomi, Teknologi, dan Strategi*GEOGRAFI EKONOMI Where WhySTRATEGI Globalisasi (slippery space) Sticky places (local embeddedness)TEKNOLOGI Inovasi Trajectories Knowledge spilloverMengapa aktivitas ekonomi cenderung untuk terkonsentrasi dan mengelompok secara geografis di beberapa tempat ?

  • *Aglomerasi skala kecil=Kluster industri* berada dalam satu wilayah tertentuIndustri karpet di Dalton, Georgia, USA (Krugman, 1991) dan industri tekstil Italia di kota Prato (Pyke, Bacattini dan Sangenberger, 1990; Porter, 1990)Aglomerasi skala besar* melintasi batas wilayah dan negaraManufacturing Belt di USA (yang meliputi wilayah : Green Bay-Saint Louis-Baltimore-Portland) dan Hot Banana di Eropa (meliputi daerah antara Milan dan London : Italia bagian Utara, Jerman bagian Selatan, Perancis bagian Tenggara, wilayah Ruhr, Ile de France, Belgia, Belanda dan Inggris bagian Tenggara)

  • Aglomerasi Industri Manufaktur Teori LamaTeori Tempat Sentral (Central Place Theory)Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Poles Theory) Teori Baru New Economic Geography / Geographical Economics*

  • Teori LamaTeori Tempat Sentral (Central Place Theory)Pengelompokan industri munculminimalisasi biaya transport, produksi dan kekuatan aglomeratif (Weber, 1909; Isaard, 1956; Hoover, 1984)permintaan pasar (Losch, 1959)maksimalisasi laba perusahaan (Isard, 1957; Greenhut, 1956; Hotelling, 1929)Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Poles Theory)Industri yang mengalami ekspansi yang berlokasi di suatu daerah perkotan, mendorong berkembangnya kegiatan industri lain keseluruh daerah dalam lingkup yang luas*

  • Teori BaruNew Economic Geography / Geographical Economics Muncul karena paradigma lama memiliki banyak kelemahan dan kekurangan yang umumnya hanya memberikan penjelasan secara klasik berdasarkan atas penghematan aglomerasi (agglomeration economies) dalam bentuk :Penghematan lokalisasi (localisation economies)Penghematan urbanisasi (urbanisation economies)*

  • Konsep Dasar Pengertian Aglomerasipengelompokan terjemahan bahasakonsentrasi spasial dari aktivitas ekonomi dikawasan perkotaan sebagai akibat terjadinya penghematan akibat lokasi yang berdekatan (economies of proximity) .. Montgomerysuatu lokasi yang tidak pernah berubah sebagai akibat adanya penghematan eksternal (external economies) yang terbuka bagi semua perusahaan yang letaknya berdekatan dengan perusahan lain serta penyedian jasa-jasa pendukung dan bukan sebagai akibat dari kalkulasi perusahaan/ pekerja secara individual .. Markusenpola lokasi yang terpadu atau berdekatan/ pola kebersamaan lokasi . Soepomosekumpulan kluster industri .. Kuncoro*

  • Perspektif AglomerasiTeori dan studi tentang aglomerasi dapat digolongkan dalam 2 (dua) perspektif yaitu : Perspektif Klasik Perspektif Modern

    *

  • Perspektif KlasikAda dua pendekatan yang digunakan untuk melihat aglomerasi dari perspektif klasik Pendekatan PenghematanAglomerasi merupakan bentuk spasial dan para pelaku ekonomi berupaya mendapatkan penghematan aglomerasi (agglomeration economies) dalam bentuk penghematan lokalisasi (localisation economies) dan penghematan urbanisasi (urbanisation economies)*

  • *Penghematan Lokalisasi (Localisation Economies)Terjadi apabila biaya total rata-rata (produksi) dari perusahaan yang sejenis pada lokasi yang sama turun bila jumlah produksi dari industri itu naik.Ada 3 (tiga) alasan penyebabnya Pembelian input bersama dalam jumlah besar dari perusahaan sejenis dalam lokasi yang sama dari perusahaan input yang samaEkonomi pasar tenaga kerja, dimana pekerja mudah berganti pekerjaan dilokasi yang samaKomunikasi ekonomi, dimana mudahnya pertukaran informasi dan penyebaran teknologi antara pekerja dan perusahaan

  • *Penghematan Urbanisasi (Urbanisation Economies)Terjadi apabila biaya total rata-rata (produksi) dari tiap perusahaan (yang berbeda) turun bila jumlah produksi dari berbagai industri dilokasi yang sama naik.Penghematan urbanisasi terjadi untuk alasan yang sama seperti penghematan lokalisasi, hanya bedanya : Perusahaan dari berbagai industri (yang tidak sejenis) dilokasi yang sama dapat membeli secara bersama pada perusahaan bahan baku yang samaDari sisi pekerja, mereka yang diberhentikan di suatu industri mudah mendapat pekerjaan di industri lain, dan dari sisi perusahaan, mereka dapat dengan mudah merubah / mengurangi pekerja karena biaya mencari pekerja dan biaya pindah murahAglomerasi mempermudah dan mempercepat pertukaran informasi dan penyebaran teknologi

  • *Pendekatan Eksternalitas Aglomerasi merupakan bentuk spasial melalui konsep eksternalitas.Eksternalitas dapat dibedakan menjadi :External agglomeration economiesInternal agglomeration economiesEconomies of scaleEconomies of scope

  • *External Agglomeration EconomiesPenghematan aglomerasi eksternal melihat penurunan biaya yang terjadi akibat aktivitas diluar lingkup perusahaan/ industri, dengan cara beraglomerasi secara spasial dalam bentuk :penghematan biaya, dimana perusahaan dalam industri yang sama bersaing satu dengan yang lainnya untuk memperoleh pasar atau konsumenpenghematan tenaga kerja terampilpenghematan bahan baku

  • *Internal Agglomeration economiesPenghematan aglomerasi internal melihat penurunan biaya secara internal di da