RUU RUU Tentang Aparatur Sipil Negara

download RUU RUU Tentang Aparatur Sipil Negara

of 50

  • date post

    03-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    40
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Peraturan ASN

Transcript of RUU RUU Tentang Aparatur Sipil Negara

  • RANCANGAN

    UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

    NOMOR TAHUN ...

    TENTANG

    APARATUR SIPIL NEGARA

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

    Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perlu dibangun aparatur sipil negara yang profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

    b. bahwa pelaksanaan manajemen aparatur sipil negara belum berdasarkan pada perbandingan antara kompetensi dan kualifikasi yang diperlukan oleh jabatan dengan kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki calon dalam rekrutmen, pengangkatan, penempatan, dan promosi pada jabatan sejalan dengan tata kelola pemerintahan yang baik;

    c. bahwa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sudah tidak sesuai dengan penyelenggaraan kepegawaian sehingga perlu diganti;

    d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu membentuk Undang-Undang tentang Aparatur Sipil Negara;

    Mengingat : Pasal 20 ayat (1), ayat (2), dan Pasal 21 Undang-Undang Dasar

    Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

    Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

    dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA.

  • 2

    BAB I KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:

    1. Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai tidak tetap pemerintah yang bekerja pada instansi dan perwakilan.

    2. Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai tidak tetap pemerintah yang diangkat oleh pejabat yang berwenang.

    3. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan dan diangkat oleh pejabat yang berwenang.

    4. Pegawai Tidak Tetap Pemerintah adalah warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan dan diangkat oleh pejabat yang berwenang sebagai Pegawai ASN.

    5. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai-nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

    6. Sistem Informasi ASN adalah rangkaian informasi dan data mengenai Pegawai ASN yang disusun secara sistematis, menyeluruh, dan terintegrasi dengan berbasis teknologi.

    7. Jabatan Eksekutif Senior adalah sekelompok jabatan tertinggi pada instansi dan perwakilan.

    8. Aparatur Eksekutif Senior adalah Pegawai ASN yang menduduki Jabatan Eksekutif Senior melalui seleksi secara nasional yang dilakukan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara dan diangkat oleh Presiden

    9. Jabatan Administrasi adalah sekelompok jabatan yang berisi tugas pokok dan fungsi berkaitan dengan pelayanan administrasi, manajemen kebijakan pemerintahan, dan pembangunan.

    10. Pegawai Jabatan Administrasi adalah Pegawai ASN yang menduduki Jabatan Administrasi pada instansi dan perwakilan.

    11. Jabatan Fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi tugas pokok dan fungsi berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.

    12. Pegawai Jabatan Fungsional adalah Pegawai ASN yang menduduki Jabatan Fungsional pada instansi dan perwakilan.

    13. Pejabat yang Berwenang adalah pejabat karier tertinggi pada instansi dan perwakilan.

    14. Instansi adalah instansi pusat dan instansi daerah. 15. Instansi Pusat adalah kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian,

    kesekretariatan lembaga negara, dan kesekretariatan lembaga non-struktural. 16. Instansi Daerah adalah perangkat daerah provinsi dan perangkat daerah

    kabupaten/kota yang meliputi sekretariat daerah, sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dinas daerah, dan lembaga teknis daerah.

  • 3

    17. Perwakilan adalah perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang meliputi Kedutaan Besar Republik Indonesia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Konsulat Republik Indonesia, Perutusan Tetap Republik Indonesia pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Perwakilan Republik Indonesia yang bersifat sementara.

    18. Menteri adalah menteri yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang pendayagunaan aparatur negara.

    19. Komisi Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat KASN adalah lembaga negara yang mandiri, bebas dari intervensi politik, dan diberi kewenangan untuk menetapkan regulasi mengenai profesi ASN, mengawasi Instansi dan Perwakilan dalam melaksanakan regulasi, dan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    20. Lembaga Administrasi Negara yang selanjutnya disingkat LAN adalah lembaga yang diberi kewenangan berdasarkan Undang-Undang ini.

    21. Badan Kepegawaian Negara yang selanjutnya disingkat BKN adalah badan yang diberi kewenangan berdasarkan Undang-Undang ini.

    BAB II ASAS, PRINSIP, NILAI-NILAI DASAR,DAN KODE ETIK

    Pasal 2

    Penyelenggaraan manajemen ASN dilakukan berdasarkan asas: a. kepastian hukum; b. profesionalitas; c. proporsionalitas; d. keterpaduan; e. delegasi; f. netralitas; g. akuntabilitas; h. efektif dan efisien; i. keterbukaan; j. non-diskriminasi; k. persatuan dan kesatuan; l. keadilan dan kesetaraan; dan m. kesejahteraan.

    Pasal 3

    ASN sebagai profesi berlandaskan pada prinsip: a. nilai dasar; b. kode etik; c. komitmen, integritas moral, dan tanggung jawab pada pelayanan publik; d. kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; e. kualifikasi akademik; f. jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas; dan g. profesionalitas jabatan.

  • 4

    Pasal 4

    Nilai dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a meliputi: a. memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara Pancasila; b. setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

    Tahun 1945; c. menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak; d. membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian; e. menciptakan lingkungan kerja yang non-diskriminatif; f. memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur; g. mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik; h. memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program Pemerintah; i. memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat,

    berdaya guna, berhasil guna, dan santun; j. mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi; k. menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama; l. mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai; m. mendorong kesetaraan dalam pekerjaan; dan n. meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai

    perangkat sistem karir.

    Pasal 5

    (1) Kode etik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN.

    (2) Kode etik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

    BAB III JENIS, STATUS, DAN KEDUDUKAN

    Bagian Kesatu Jenis

    Pasal 6

    Pegawai ASN terdiri dari: a. PNS. b. Pegawai Tidak Tetap Pemerintah.

    Bagian Kedua Status

    Pasal 7

    (1) PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a merupakan pegawai yang berstatus pegawai tetap dan memiliki Nomor Induk Pegawai.

    (2) Pegawai Tidak Tetap Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b merupakan pegawai yang diangkat dengan perjanjian kerja dalam jangka waktu paling singkat 12 (dua belas) bulan pada Instansi dan Perwakilan.

  • 5

    Bagian Ketiga Kedudukan

    Pasal 8

    (1) Pegawai ASN berkedudukan di pusat, daerah, dan perwakilan luar negeri. (2) Pegawai ASN yang bekerja pada Instansi Pusat, Instansi Daerah, dan

    Perwakilan merupakan satu kesatuan ASN.

    Pasal 9

    (1) Pegawai ASN melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh Pimpinan Instansi dan Perwakilan.

    (2) Pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik.

    BAB IV FUNGSI, TUGAS, DAN PERAN

    Bagian Kesatu Fungsi

    Pasal 10

    Pegawai ASN berfungsi sebagai:

    a. pelaksana kebijakan publik;

    b. pelayan publik; dan

    c. perekat bangsa. Bagian Kedua

    Tugas

    Pasal 11

    Pegawai ASN bertugas:

    a. melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Negara;

    b. memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan

    c. mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Bagian Ketiga Peran

    Pasal 12

    Pegawai ASN berperan mewujudkan tujuan pembangunan nasional melalui pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

  • 6

    BAB V JABATAN ASN

    Bagian kesatu

    Umum

    Pasal 13

    Jabatan ASN terdiri dari:

    a. Jabatan Administrasi;

    b. Jabatan Fungsional; dan

    c. Jabatan Eksekutif Senior.

    Bagian Kedua Jabatan Administrasi

    Pasal 14

    (1) Jabatan Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf a terdiri dari: a. jabatan pelaksana; b. jabatan pengawas; dan c. jabatan administrator.

    (2) Ketentuan mengenai klasifikasi Jabatan Admini