RPP Vivi Ikatan Kimia

download RPP Vivi Ikatan Kimia

of 23

  • date post

    12-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    209
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of RPP Vivi Ikatan Kimia

TUGAS INDIVIDU

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IKATAN KIMIA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran Dosen Pengampu : Bapak Nurwachid Budi Santosa

Nama NIM Prodi

: Vivi Nurul Ifadloh : 4301408002 : Pendidikan Kimia

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester : SMA XXXX : Kimia :X/1

Materi Pembelajaran : Ikatan Kimia Alokasi Waktu Tahun Pelajaran : 6 Jam pelajaran (6 x 45 menit ) : 2010/ 2011

A. STANDAR KOMPETENSI Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik B. KOMPETENSI DASAR Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat-sifat senyawa yang terbentuk. C. INDIKATOR Pertemuan 1 : 1. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya, 2. Menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia 3. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion Pertemuan 2 : 1. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga 2. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi pada beberapa senyawa 3. Menjelaskan pengecualiaan,kegagalan dan penyimpanga aturan oktet. unsur dan ikatan kimia

Pertemuan 3 : 1. Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan

keelektronegatifan melalui percobaan 2. Mendiskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifatsifat logam 3. Menghubungkan sifat fisis materi dengan jenis ikatan

D. TUJUAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 : 1. Siswa dapat menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya, 2. Siswa dapat menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia 3. Siswa dapat menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion Pertemuan 2 : 1. Siswa dapat menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga 2. Siswa dapat menjelaskan proses terbentuknya ikatan koordinasi pada beberapa senyawa 3. Siswa dapat menjelaskan pengecualiaan,kegagalan dan penyimpangan aturan octet. Pertemuan 3 : 1. Siswa dapat menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan melalui percobaan 2. Siswa dapat mendiskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan dengan sifat-sifat logam 3. Siswa dapat menghubungkan sifat fisis materi dengan jenis ikatan hubungannya

E. MATERI PEMBELAJARAN

PERTEMUAN 1 1. Kestabilan Atom Ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul bertujuan agar terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur. Kulit terluar pada atom-atom logam dan nonlgam tidak terisi penuh. Sehingga atom-atom tersebut bersifat tidak stabil. Untuk mencapai kestabilannya, unsurunsur kimia yang lain (selain unsur-unsur gas mulia) akan berusaha mencapai konfigurasi elektron gas mulia pada saat berikatan. Susunan elektron gas mulia disebut susunan duplet (untuk He) dan susunan oktet (untuk gas mulia selain He) Tabel Elektron Valensi Atom-atom Gas Mulia Atom2He 10Ne 18Ar 36 Kr 54Xe 86Rn

Konfigurasi Elektron 2 2 8 2 8 8 2 8 18 8 2 8 18 18 8 2 8 18 32 18 8

Elektron Valensi 2 8 8 8 8 8

Unsur-unsur kimia dalam mencapai konfigurasi seperti konfigura gas mulia dapat dilakukan dengan cara : a. Menerima dan melepaskan elektron Dalam membentuk ion,suatu atom akan melepas atau mengikat electron. Atom-atom yang mempunyai energi ionisasi rendah,misalnya atom-atom dari unsur golongan IA dan IIA dalam sistem periodik unsur akan mempunyai kecenderungan melepas elektronnya sedangkan atom-atom yang mempunyai afinitas electron yang besar,misalkan atom-atom unsur golongan VIA elektron. dan VIIA dalam sistem periodik unsur,akan cenderung mengikat

b. Menggunakan Pasangan Elektron Bersama Atom-atom yang memiliki energy ionosasi tinggi akan sukar melepaskan elektronnya, sehingga dalam mencapai kestabilan akan sukar membentuk ion positif. Demikian pula atomatom yang memiliki afinitas electron yang rendah,dalam mencapai kestabilan tidak membentuk ion negatif. Atom-atom yang sukar melepas electron atau mempunyai energy ionisasi yanf-g tinggi dan atom yang sukar menarik elektro atau menarik atau mempunyai afinitas electron yang mempunyai kecenderungan untuk membentuk pasangan electron yang dipakai secara bersama. Pasangan elektron yang dibentuk oleh atom-atom yang berikatan dapat berasal dari kedua atom yang bergabung atau dapat pula berasal dari salah satu atom yang bergabung. 2. Kaidah Oktet dan Duplet Ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul bertujuan agar terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur. Kestabilan suatu atom ditentukan oleh konfigurasi electron atom tersebut. Dari konfigurasi tersebut Kossel dan Lewis membuat kesimpulan bahwa konfigurasi electron atom-atom akan stabil jika elktro terluarnya 2 (duplet) atau 8(octet). Suatau senyawa terbentuk dari unsur-unsur yang bergabung melalui ikatan kimia. Misalnya, senyawa air (H2O) yang terbentuk dari dua atom hydrogen (H) dan satu atom oksigen (O). Atom dari unsur H memiliki electron valensi 1, sedangkan atom dari unsur O memiliki electron valensi 6. Kedua atom tersebut belum bersifat stabil. Sehingga agar stabil, suatu atom harus memiliki electron valensi 2 atau 8. Oleh karena itu, unsur H dan O yang kurang stabil bergabung membentuk senyawa H2O yang lebih stabil. Jadi, setiap atom memiliki kecenderungan untuk mencapai kestabilannya dengan cara berikatan dengan atom yang lain. 3. Proses Terbentuknya Ikatan Ion Ikatan ion adalah ikatan yang terjdi akibat adanya serah terima elektron sehingga membentuk ion positif dan negatif yang konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia. Ikatan ion terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah melepaskan elektron valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang mempunyai afinitas

elektron besar/tinggi menangkap/menerima elektron tersebut (membentuk anion). Contoh ikatan yang terjadi antara Natrium dan klorin.

Na+ + Cl-

Na+ Cl- NaCl

PERTEMUAN 2 1. Proses Terbentuknya Ikatan Kovalen Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya pemakaian bersama pasangan elektron. Ikatan yang terbentuk adistabilkan oleh gaya tarik-menarik antara elektron dan inti atom serta gaya tolak-menolak antarinti atom. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam). Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion. Umumnya, ikatan kovalen dibentuk oleh atom-atom nonlogam. Jika atom-atom yang berikatan kovalen berasal dari tom sejenis, maka molekul yag terbentuk dinamakan molekul unsur. Adapun molekul yang terbentuk dari ikatan kovalen atom-atom tidak sejenis dinamakan molekul senyawa. a. Pembentukan Ikatan Kovalen Tunggal Ikatan kovalen tuggal merupakan ikatan kovalen yang melibatkan pemakaian pemakaian bersama satu pasang elektron oleh 2 atom yang berikatan.Contohnya,ikatan yang terjadi ntara 2 atom Cl. Dalam mencapai kestabilannya, atom Cl memerlukan 1 elektron tambahan. Cl2 tidak mugkin membentuk ikatan ion karena kemampuan kedua atom Cl utuk menarik dan melepaskan elektron sama kuat. Oleh karena itu setiap atom

Cl menyumbangkan 1 elektron untuk digunakan bersam-sama sehigga memenuhi hukum oktet. Sebagai contoh lain adalah ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF. Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi. Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil, maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne). Jadi, atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama.

H F H F

Rumus struktur Rumus kimia b.

= HF = HF

Pembentukan Ikatan Kovalen Rangkap Dua Ikatan kovalen rangkap merupakan ikatan kovalen yang melibatkan pemakaian

pemakaian bersama dua pasang elektron oleh 2 atom yang berikatan. Sebagai contoh adalah Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2. Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2. Kedua atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga kedua atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara bersama. O O O O

Rumus struktur Rumus kimia

: OO : O2

c. Pembentukan Ikatan Kovalen Rangkap Tiga Ikatan kovalen rangkap merupakan ikatan kovalen yang melibatkan pemakaian pemakaian bersama tiga pasang elektron oleh 2 atom yang berikatan. Sebagai contoh adalah ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2. Atom N memiliki lima

elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron sebanyak tiga. Kedua atom N saling meminjamkan lima elektronnya, sehingga kedua atom N tersebut akan menggunakan tiga pasang elektron secara bersama.

ooo

N

+

N

N

ooo

**

oo

**

oo

Rumus struktur Rumus kimia

2. Proses Terbentuknya Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan pasangan elektron bebas (PEB) , sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama. Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron. Ikatan kovalen koordinasi disebut juga dengan ikatan semipolar atau ikatan da