RPP Sejarah XII IPA Berkarakter Smt 2

download RPP Sejarah XII IPA Berkarakter Smt 2

of 21

  • date post

    15-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    3.785
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of RPP Sejarah XII IPA Berkarakter Smt 2

RPP Sejarah XII IPA Semester Dua

2011/ 2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )Sekolah : Mata Pelajaran : Program : Kelas / Semester : Pertemuan / Minggu ke : SMA NEGERI 1 KEJOBONG SEJARAH Ilmu Pengetahuan Alam XII ( Duabelas ) / Genap 18

Standar Kompetensi 2. Menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-20. Kompetensi Dasar 1.1 Menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan dunia internasional setelah Perang Dunia II dan Perang Dingin. Indikator Pencapaian 1. Menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya Perang Dingin. 2. Menghubungkan perkembangan teknologi persenjataan dan ruang angkasa dengan kondisi keamanan dunia pada masa Perang Dingin. 3. Menjelaskan perkembangan teknologi, komunikasi dan informasi menuju proses globalisasi. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai pembelajaran ini siswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya Perang Dingin.

Karakter siswa yang diharapkan :demokratis, menghargai prestasi, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab 2. Menghubungkan perkembangan teknologi persenjataan dan ruang angkasa dengan kondisi keamanan dunia pada masa Perang Dingin.

Karakter siswa yang diharapkan :toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab 3. Menjelaskan perkembangan teknologi, komunikasi, dan informasi menuju proses globalisasi. Karakter siswa yang diharapkan : toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, tanggung jawab Materi Pembelajaran 1. Faktor-faktor penyebab terjadinya Perang Dingin 1. Lahirnya negara adikuasa Perang dunia II (1939 1945) ternyata lebih dahsyat dan ruang lingkupnya lebih luas dibanding perang dunia I (1914 1918). Perang tersebut membawa dampak luas dalam bidang politik, ekonomi dan sosial masyarakat. Dampak politik memunculkan negara adikuasa dan berlangsung persaingan Amerika Serikat dengan Uni Sovyet untuk memperebutkan pengaruh di dunia. Perang dingin adalah suasana internasional yang sangat tegang dan bermusuhan akibat konflik ideologi antara blok Barat (liberal kapitalis) dipimpin USA dan blok Timur (sosialis komunis) dipimpin Uni Sovyet yang berkembang setelah perang dunia II. 2. Penyebab terjadinya perang dingin Setelah berakhirnya Perang Dunia II, dua negara utama pemenang perang (AS dan Uni Sovyet) berkembang menjadi dua kekuatan raksasa dunia (super power). Amerika Serikat memiliki ideologi demokrasi liberal kapitalis yang didukung Inggris dan Perancis. Sedangkan Uni Sovyet berideologi komunis. Masing-masing menganggap ideologinya paling mampu menjawab persoalan bangsa-bangsa di dunia. Kedua pihak bersaing dalam perebutan hegemoni dunia di bidang

1

RPP Sejarah XII IPA Semester Dua

2011/ 2012

ekonomi, politik, ideologi dan militer. Dengan demikian, perang dingin dapat disebabkan faktor sebagai berikut : a. perbedaan paham Perbedaan nampak dari Amerika Serikat yang mengembangkan liberalisme kapitalis, sedangkan Uni Sovyet berupaya mengembangkan paham sosialis komunis.

b. keinginan berkuasa Dalam perang dunia II, kedua negara besar bersatu melawan kelompok Poros (Jerman, Italia dan Jepang). Namun setelah perang usai, karena perbedaan paham, Amerika Serikat dan Uni Sovyet ingin menguasai dunia. Hal ini ditunjukkan melalui perebutan pengaruh, baik dalam bidang politik, ekonomi, militer maupun teknologi ruang angkasa. Dalam persaingan, masing-masing pihak memandang pihak lain sebagai saingan atau musuh yang berbahaya. Terjadi bipolarisasi, dimana pihak-pihak yang terlibat berusaha mencari dukungan dari negara lain (negara dalam PD II) dan negara yang baru merdeka. Sehingga lahirlah blok barat (AS) dan blok timur (Uni Sovyet). Tujuan masing-masing adalah menjadi penguasa tunggal di dunia yang dapat dicapai dengan melakukan segala hal. Namun demikian, kedua blok belum pernah secara langsung berhadapan dalam perang terbuka. Pada tanggal 4 April 1949, Amerika Serikat didukung negara-negara Eropa Barat membentuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan markas Brussel. Adapun anggotanya Inggris, Irlandia, Islandia, Norwegia, Denmark, Belgia, Nederland, Luxemburg, Perancis, Portugal, Kanada dan Amerika Serikat. Untuk mengimbangi NATO, Uni Sovyet membentuk Pakta Warsawa pada tahun 1951 dengan markas Warsawa. Adapun anggotanya meliputi: Uni Sovyet, Albania, Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia dan Rumania. Kedua pihak berlomba saling mengembangkan persenjataan, mata-mata dan mempertahankan pengaruhnya bersama sekutunya masing-masing. Istilah Perang Dingin digunakan media massa AS tahun 1948 untuk menggambarkan makin PHQLQJNDWQ\D SHUPXVXKDQ DQWDUD $6 GDQ 8QL 6RY\HW SDVFD 3HUDQJ 'XQLD ,,. 3H dilatarbelakangi munculnya ketegangan sebagai wujud konflik kepentingan, supremasi, perbedaan GLQJLQ ideologi, saling tidak mempercayai dan sebagainya antara blok barat dan blok timur. Perang dingin ditandai dengan peristiwa Krisis Berlin tahun 1948. Peristiwa ini terjadi ketika Uni Sovyet melanggar Perjanjian Yalta (Pebruari 1945) dengan memblokade seluruh jalan masuk kota Berlin. Berlin adalah kota pendudukan AS dan sekutunya, namun terletak di daerah Jerman Timur. Oleh karena itu suplai bahan makanan dan keperluan lain bagi penduduk kota Berlin harus dikirim lewat udara. Krisis yang berakhir bulan Mei 1949 berakibat Jerman terpecah menjadi dua: Jerman Barat beribukota Berlin barat dan Jerman Timur beribukota Berlin Timur. Selama perang dingin, di Uni Sovyet sendiri, rakyat hidup dibawah kontrol ketat daripada biasanya. Rakyat diberitahukan bahwa mereka telah memenangkan Perang Patriotik Terbesarnya sendiri, tanpa bantuan dari negara Barat. Kebudayaan Barat dikecam karena rendah tingkatannya. Sebaliknya kebudayaan Sovyet dipropagandakan sebagai lebih unggul dibanding dengan yang lain. Selama perang dingin berlangsung, kedua negara adikuasa tersebut tidak pernah terlibat dalam suatu konflik atau peperangan terbuka. Namun keduanya selalu memberikan dukungan kepada negara-negara yang sedang bersengketa. Ada beberapa hal yang mewarnai situasi perang dingin yaitu: a. Doktrin Truman Kebijakan Doktrin Truman muncul bulan Maret 1947, dimana pengaruh komunis Uni Sovyet pasca perang dunia II makin luas. Doktrin tersebut untuk membendung pengaruh komunis di dunia. Tujuannya membantu Turki dan Yunani menghadapi gerilyawan komunis yang berasal dari negara tetangganya: Yugoslavia dan Albania. Total bantuan ekonomi dan militer mencapai US$ 400 juta. Dicanangkannya kebijakan tersebut, berdasarkan keyakinan AS bahwa jika satu negara jatuh ke tangan penerintahan komunis maka akan jatuh pula negara-negara tetangganya. Keyakinan ini sesuai dengan Teori Domino. b. Perang terbuka di beberapa negara Kedua negara adikuasa selalu berada di belakang negara-negara yang bertikai dengan melibatkan dukungan ideologi, politik dan militer. Diantaranya Perang Korea yang disebabkan pada tanggal 25 Juni 1950 60.000 tentara Korea Utara menyerbu Korea Selatan. PBB turun tangan dengan mengirim tentara gabungan membantu Korea Selatan melawan Korea Utara yang didukung blok Timur. Perang selama tiga tahun ini berakhir dengan gencatan senjata di Pamunjom pada 27 Juli 1953. Selain itu, Uni Sovyet membantu Mesir dan Syiria (Suriah) dalam perang melawan Israel tahun 1967. Israel dibantu Inggris, Perancis dan AS. Dalam Perang Vietnam, Uni Sovyet mendukung berdirinya Vietnam Utara bahkan mendapat peran pangkalan AL di Cam Ranh. Sementara Vietnam Selatan didukung Perancis dan selanjutnya dukungan besar dari AS.

2

RPP Sejarah XII IPA Semester Dua

2011/ 2012

c. Perlombaan senjata Pada mulanya pembuatan senjata nuklir terjadi pada akhir PD II dengan hasil bom atom. Pada tahun 1949, Uni Sovyet berhasil mengadakan uji coba ledakan bom atom yang pertama. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan reaksi dari AS. Sejak itulah dilakukan perlombaan senjata. Pada Nopember 1952, AS berhasil membuat bom hidrogen, namun Uni Sovyet menyusul sembilan bulan berikutnya. Penelitian dan riset tentang senjata pemusnah massal terus dikembangkan dengan tujuan untuk memperlihatkan kemampuan dalam memperebutkan hegemoni dunia. Pusat-pusat peluncuran (silo) dibangun di berbagai negara yang ada dalam pengaruhnya. Berikut gambaran mengenai perlombaan senjata : Jenis Persenjataan Uni Sovyet USA 1052 584 376 6774 108 218 17.000 9.500 5.300 1.800 350

Rudal balistik berpangkalan di darat 1398 989 Rudal yang dilontarkan dari kapal selam Pesawat pembom berawak dengan rudal 150 Kendaraan MIRVS 4872 860 Kekuatan Nuklir Medan: Rudal Kekuatan Nuklir Medan: Pesawat Pembom 880 Tank artileri 45.000 Senjata artileri 19.400 Senjata Anti Pesawat Udara 6.500 Pelontar Rudal Darat ke Udara 6.300 Pelontar Rudal Darat ke Darat 1.200 (sumber data dari Jurnal Analisis tahun 1983).

d. Perlombaan teknologi ruang angkasa Dalam perkembangannya perlombaan mengarah ke ruang angkasa. Tahun 1957, Uni Sovyet berhasil meluncurkan Sputnik I tanpa awak dan diikuti Sputnik II yang membawa seekor anjing. AS mengimbangi dengan meluncurkan Explorer I tahun 1958 dan disusul Explorer II, Discoverer dan Vanguard. Uni Sovyet melampaui dengan meluncurkan Lunik dan mendarat di bulan. Selanjutnya diimbangi AS dengan pendaratan manusia di bulan. Pada bulan April 1961, Uni Sovyet berhasil mengirim kosmonotnya Yuri A. Gagarin ke ruang angkasa dengan pesawat Vostok I dan mengitari bumi 1 jam 29 menit. AS menyusul dengan astronoutnya Alan Bartlett Shepard Jr. pada tahun 1961. Uni Sovyet kembali meluncurkan Vostok II dengan astronotnya Gherman Stepanovich Titov. Disusul AS meluncurkan Friendship VII dengan John H. Glenn. Kegiatan lomba teknologi luar angkasa ini berlangsung terus hingga tahun 1980an. Pada bulan Maret 1983