Rpp Pend Kejuruan

download Rpp Pend Kejuruan

of 26

  • date post

    03-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    111
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Rpp Pend Kejuruan

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR.TAHUN. TENTANG PENDIDIKAN KEJURUAN, VOKASI, DAN PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa Undang- undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan ditetapkannya Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan Kejuruan, Vokasi, dan Profesi; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang- Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang- undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301); 3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan 6. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Penglolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara MEMUTUSKAN Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENDIDIKAN KEJURUAN, VOKASI, DAN PROFESI BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana Pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus Jalur pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi Jalur pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang berbagai aspek yang relevan dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional yang harus dipenuhi oleh penyelenggaran

7. 8. 9.

10. 11. 12. 13.

14.

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23.

24. 25.

26.

27.

dan/atau satuan pendidikan yang belaku di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan, memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi standar nasional pendidikan; Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disebut SPM adalah ketentuan minimal yang harus dipenuhi untuk pendirian dan penyelenggaraan satuan pendidikan. Standar kompetensi lulusan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kemampuan minimal peserta didik, yang mencakup kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif, yang harus dimilikinya untuk dapat dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada satuan pendidikan tertentu. Siswa adalah peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah Mahasiswa adalah peserta didik pada jenjang pendidikan tinggi. Statuta adalah pedoman dasar penyelenggaraan kegiatan yang dipakai sebagai acuan untuk merencanakan, mengembangkan program dan penyelenggaran kegiatan fungsional sesuai dengan tujuan perguruan tinggi yang bersangkutan, berisi dasar yang dipakai sebagai rujukan pengembangan peraturan umum di perguruan tinggi yang bersangkutan. Evaluasi pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur kinerja institusi pendidikan termasuk pengelolaan pendidikan, program pendidikan, atau satuan pendidikan pada setiap jenjang, jalur dan jenis pendidikan yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian, penjaminan dan penetapan mutu pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. Standarisasi kompetensi adalah proses merumuskan, menetapkan, memberlakukan, menerapkan dan mengembangkan standar kompetensi. Sertifikat Kompetensi adalah jaminan tertulis atas penguasaan kompetensi pada bidang dan jenjang profesi tertentu, yang diberikan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi profesi yang telah diakreditasi Uji kompetensi adalah kegiatan penilaian atas kompetensi yang dimiliki oleh seseorang yang merujuk pada standar kompetensi bidang dan jenjang profesi tertentu. Ujian adalah salah satu bentuk penilaian pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada suatu satuan pendidikan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum efektif dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan. Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan/atau sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. . Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut LPMP adalah unit pelaksana teknis Departemen yang berkedudukan di provinsi dan bertugas untuk membantu Pemerintah Daerah dalam bentuk supervisi, bimbingan, arahan, saran, dan bantuan teknis kepada satuan pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan non formal, dalam pengendalian mutu pendidikan untuk mencapai standar nasional pendidikan; Akreditasi adalah penilaian kelayakan satuan atau program pendidikan berdasarkan standar nasional pendidikan Badan Akreditasi Sekolah Nasional yang selanjutnya disebut BAN-S/M adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program pendidikan dan satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal yang selanjutnya disebut BAN-PNF adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program pendidikan dan satuan pendidikan jalur pendidikan non formal dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut BAN-PT adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program pendidikan dan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.

28. Badan Akreditasi tingkat Provinsi untuk sekolah dan madrasah yang selanjutnya disebut BAP-S/M adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program pendidikan dan satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal pada tingkat Provinsi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan 29. Badan Akreditasi Tingkat Provinsi untuk Pendidikan Non Formal yang selanjutnya disebut BAP-PNF adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program pendidikan dan satuan pendidikan jalur pendidikan non formal pada tingkat Provinsi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan 30. Pengelolaan pendidikan adalah pengaturan tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pemantauan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan. 31. Dana pendidikan adalah sumber daya yang diperlukan untuk menyelenggarakan pendidikan. 32. Pendanaan pendidikan adalah pengaturan tentang penghimpunan, penyimpanan, pengalokasian, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan. 33. Biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendi-dikan secara teratur dan berkelanjutan. 34. Departemen adalah departemen yang bertanggung jawab di bidang pendidikan 35. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan. BAB II PENDIDIKAN KEJURUAN Bagian Kesatu Tujuan dan Fungsi Pasal 2 (1) Pendidikan kejuruan bertujuan: a. mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berperasaan halus, berilmu, cakap, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis dalam sikap dan perilaku serta memahami sistem ketatanegaraan demokratis, memiliki tanggung jawab sosial, memiliki wawasan kebangsaan, menghargai pluralisme dan hak-hak asasi manusia, peduli pada pelestarian lingkungan, memiliki integritas dan taat kepada hukum termasuk kesadaran membayar pajak dan sikap antikorupsi, serta tidak tercabut dari akar budaya Indonesia; membentuk manusia berkualitas secara spiritual, emosional, intelektual, dan fisik, yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta memiliki sikap wirausaha untuk mendukung peningkatan daya saing bangsa, dan memberikan bekal kompetensi keahlian kejuruan kepada peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu.

b. c.

(2) Pendidikan kejuruan berfungsi untuk: a. b. c. d. menyiapkan peserta didik menjadi manusia sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menyiapkan peserta didik menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia kerja sebagai tenaga kerja tingkat menengah. menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetisi, beradaptasi di lingkungan kerja, dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya. menyiapkan peserta didik untuk mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan. Karakteristik Pendidikan Kejuruan Pasal 3

(1) Pendidikan kejuruan dikembangkan berdasarkan tuntutan kebutuhan dunia kerja (demand driven) dan menciptakan lapangan kerja baru (market driven). (2) Pendidikan kejuruan menganut sistem terbuka (multi entry-multi exit dan permeable). (3) Pendidikan kejuruan dikembangkan berbasis kompetensi yang dalam pelaksanaannya terutama menggunakan pendekatan pemelajaran be