Rpp bahas indonesia sma xii bab 5

download Rpp bahas indonesia sma xii bab 5

of 29

  • date post

    19-Feb-2017
  • Category

    Education

  • view

    219
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Rpp bahas indonesia sma xii bab 5

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)

Sekolah: SMA Mata Pelajaran: Bahasa IndonesiaKelas/Semester: XII/2Materi Pokok: Prinsip kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial Waktu: 12 X 45 menit

A. Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.2. Menghayati, mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, dan damai), santun, responsif dan pro-aktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar 1. Memahami prinsip kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial.2. Mengabstraksi prinsip kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial.

C. Indikator 1. Menjelaskan pentingnya kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial.2. Menjelaskan prinsip-prinsip kesantunan berbahasa. 3. Menguraikan aspek-aspek kesantunan berbahasa.4. Menguraikan strategi berbahasa santun.

D. Tujuan PembelajaranSetelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu:1. Menjelaskan pentingnya kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial 2. Menjelaskan pengertian dari kesantunan 3. Menjelaskan etika berbahasa 4. Menjelaskan empat prinsip kesantunan dalam kerja sama 5. Menjelaskan tiga unsur kesantunan dalam berkomunikasi 6. Menjelaskan aspek-aspek kesantunan berbahasa 7. Menjelaskan strategi berbahasa santun

E. Materi Pembelajaran:

Materi Berdasarkan FaktaPemilihan kata oleh masyarakat cenderung semakin menurun kesantunannya. Hal ini tampak pada ungkapan-ungkapan mereka dalam menyatakan pendapat dan perasaan-perasaannya, seperti ketika demonstrasi atau rapat umum. Kata-kata mereka kasar (sarkastis), menyerang, dan tentu saja hal itu sangat menyinggung. Gejala yang sama terlihat pula pada penggunaan bahasa oleh para politisi sebagai contoh, ketika melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah, tanggapan mereka terdengar pedas, vulgar, dan beberapa di antaranya cenderung provokatif. Padahal sebelumnya, pemakaiaan bahasa dibingkai secara santun melalui pemilihan kata yang dihaluskan maknanya. Kegelisahan juga ditunjukkan oleh para orang tua dengan menyaksikan kebiasaan berbahasa anak-anak dan para remaja yang kasar dengan dibumbui sebutan-sebutan antarsesamanya yang sangat miris untuk didengar. Fenomena tersebut menujukkan adanya penurunan standar moral, agama, dan tata nilai yang berlaku dalam masyarakat. Pergaulan global dan pertukaran informasi juga membawa pengaruh pada pergeseran budaya, khususnya berkaitan dengan nilai-nilai kesantunan itu. Fenomena demikian menyebabkan para remaja dan anggota masyarakat lainnya gamang dalam berbahasa. Pada akhirnya, mereka memiliki kaidah berbahasa yang mereka anggap bergengsi, tetapi tanpa mengindahkan kaidah bahasa yang sesungguhnya.

Materi Berdasarkan Konsep Kesantunan adalah cara berbahasa dengan tujuan mendekatkan jarak sosial antara para penuturnya dalam peran mereka yang berbeda-beda. Dalam etika berbahasa, ada norma-norma sosial dan sistem budaya yang berlaku dalam masyarakat. Etika berbahasa antara lain mengatur hal-hal berikut. a. Apa yang harus kita katakan kepada seseorang dalam waktu dan keadaan tertentu?b. Ragam bahasa apa yang paling sesuai kita gunakan?c. Kapan dan bagaimana kita bergantian berbicara serta menyela pembicaraan orang lain?d. Kapan kita harus diam?e. Bagaimana kualitas suara dan sikap kita selama berbicara? Kesantuan dalam berkomunikasi berkaitan dengan tiga unsur, yaitu. a. Tindak lokusi berupa ujaran yang dihasilkan oleh seseorang penutur. Hal ini tampak pada pilihan kata atau struktur kalimatnya.b. Tindak ilokusi berupa maksud yang terdapat dalam ujaran. Suatu maksud dapat disampaikan dalam pilihan kata ataupun struktur kalimat yang tidak sama. c. Tindak perlokusi berupa efek yang ditimbulkan oleh ujaran. Aspek-aspek kesantunan berbahasa dapat dilihat dari jenis kalimat dan strukturnya. Berbahasa santun sangat penting dalam rangka tercapainya tujuan komunikasi atau interaksi sosial. Untuk itu, beragam cara dapat dilakukan, di antaranya dengan memperhatikan skala atau tingkat kesantunan berupa skala untung rugi dan skala pilihan.

Materi Berdasarkan Prinsip Prinsip-prinsip kesantunan (maksim) terbagi menjadi empat, yaitu. a. Maksim kualitas Maksim ini menuntut percakapan untuk mengatakan hal yang sebenarnya. b. Maksim kuantitas Maksim ini menuntut penutur untuk memberikan kontribusi yang secukupnya kepada mitra tuturnya. c. Maksim relevansi Maksim ini menuntut peserta percakapan untuk memberikan kontribusi yang relevan dengan situasi pembicaraan. d. Maksim cara Maksim ini menuntut setiap peserta percakapan harus berbicara langsung dan lugas serta tidak berlebihan.

F. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah:1. Diskusi2. Tanya Jawab3. Penugasan

G. Media, Alat, Sumber Pembelajaran 1. Sumber belajar: buku bahasa Indonesia kelas XII, Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya untuk SMA/MA kelas XII, Engkos Kosasih, Erlangga, PT. Gelora Aksara Pratama, Jakarta. 20152. Buku-buku penunjang yang relevan3. Media massa cetak/ elektronik4. Alat: LCD, slide power point, lembar soal dan lembar observasi, lembar instrumen tugas

H. Karakter Kebangsaan1. Kesantunan, yaitu penutur dapat menerapkan kesantunan berbahasa dalam berinteraksi sosial. 2. Toleransi, yaitu menghargai perbedaan tata cara, adat, atau kebiasaan setiap penutur yang dapat memengaruhi kesantunan berbahasa.

I. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan IKEGI-ATANURAIAN KEGIATANALOKASI WAKTU

Kegiatan GuruKegiatan Siswa

PENDAHULUAN Guru menyapa selanjutnya, mengkondisikan kelas, memeriksa kehadiran siswa dan kesiapan siswa belajar termasuk kebersihan ruang belajar

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan proses pembelajaran secara singkat

Guru menjelaskan secara garis besar materi pembelajaran yang akan dikaji, tujuan pembelajaran, rambu-rambu pembelajaran dan metode penilaian yang akan terapkan Guru menginformasikan sumber belajar berupa; buku, ensiklopedia, artikel koran dan sumber belajar lainnya

Memberikan motivasi tentang pentingnya kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial

Guru menggali pengetahuan siswa dengan mengajukan pertanyaan tentang mengapa kesantunan berbahasa sangat diperlukan dalam interaksi sosial Siswa mendengarkan, menjawab sapaan, semua siswa bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas, dan mewujudkan lingkungan kelas yang bersih dan rapi. Dan melanjutkan berdoa untuk memulai pelajaran, agar diberi kelancaran oleh Tuhan YME. Siswa menyimak dan menanyakan jika ada penjelasan yang tidak dimengerti

Siswa menyimak penjelasan guru tentang materi pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan untuk hal-hal yang belum jelas

Siswa menyiapkan buku sumber dan sumber belajar lainnya untuk mencapai penguasaan kompetensi religius, sosial, pengetahuan dan keterampilan

Siswa menyimak motivasi yang disampaikan guru untuk menghantarkan pemahaman kepada materi pembelajaran

Siswa menjawab pretes dengan jujur untuk mengkaji materi pembelajaran 15 menit

INTI Guru mengarahkan siswa untuk mengamati literatur tentang pentingnya kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial

Guru memfasilitasi siswa melakukan tanya-jawab (berdiskusi) sehubungan dengan topik tersebut

Guru memfasilitasi siswa agar menggali informasi dan mencatat mengenai pentingnya kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial

Guru menugaskan siswa untuk membuat laporan, dan melaporkan hasil pengamatan (eksplorasi)

Guru memberikan umpan balik berdasarkan hasil pemaparan siswaSiswa mengamati literatur tentang pentingnya kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial

Siswa menanyakan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang hal-hal yang berhubungan dengan isi bacaan

Siswa mencoba untuk mengeksplorasi dengan cara mencatat dan mengidentifikasi pentingnya kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial (mengasosiasi)

Siswa mengomunikasikan dengan cara memaparkan hasil pengamatan dan eksplorasi tentang pentingnya kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial

60 menit

PENUTUP Memberikan penguatan pada konsep-konsep esensial yang meliputi semua materi pentingnya kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial

Mengajukan beberapa pertanyaan singkat untuk menguji pemahaman siswa tentang konsep-konsep yang dipelajari dan perilaku apa saja yang harus dijalankan siswa sehubungan dengan pencapaian kompetensi dalam materi pembelajaran tersebut. Guru memberikan kesimpulan dan evaluasi pembelajaran Memberikan pekerjaan rumah individu

Menanyakan nilai-nilai karakter bangsa apa saja yang didapat dari pelajaran hari ini. Menyimak penguatan konsep yang disampaikan guru, dan mencatatnya di buku catatan harian

Menjawab secara cepat pertanyaan guru berkaitan dengan konsep-konsep penting yang telah dipahami dalam kegiatan pembelajaran ini (postes)

Siswa menyimak evaluasi dan kesimpulan yang dijelaskan guru Mendengarkan dan mencatat pekerjaan rumah yang akan dikaji pada kegiatan pembelajaran yang akan datang. Secara jujur siswa menyampaika