Roadmap Keramik

download Roadmap Keramik

of 34

  • date post

    12-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    170
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Roadmap Keramik

ROADMAP INDUSTRI KERAMIK

DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN JAKARTA, 2009

I. PENDAHULUAN

1.1. Ruang Lingkup Industri keramik Keramik adalah berbagai produk industri kimia yang dihasilkan dari pengolahan tambang seperti clay, feldspar, pasir silika dan kaolin melalui tahapan pembakaran dengan suhu tinggi. Industri keramik yaang terdiri dari ubin (tile), saniter, perangkat rumah tangga (tableware), genteng telah memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan

kebutuhan domestik, perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam seperti lembpung, feldspar dan pasir silika yang tersebar di berbagai daerah, industri keramik terus tumbuh baik dalam kapasitas maupun tipe dan desain produk yang semakin berdaya saing tinggi. Kondisi ini dapat terlihat pertumbuhan rata rata sekitar 6% dan perolehan devisa yang mencapai US$ 220 juta pada tahun 2008 ataau meningkat dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar US$ 212 juta serta penyerapan tenaga kerja lebih dari 200.000 orang. Saat ini kapasitas kapasitas industri keramik tile mencapai 327 juta m2, keramik saniter 4,6 juta pcs dan keramik tableware 268 juta pcs, sehingga untuk keramik telah menempatkan Indonesia sebagai

produsen keramik terbesar dunia setelah China, Italy, Spanyol, Turki dan Brazil. Industri keramik meliputi industri bahan baku, industri bahan penolong dan industri bahan setengah jadi serta produk keramik seperti tile, saniter dan tableware dan alat laboratorium meliputi KBLI 26201 s/d 26209 atau HS 6901 s/d 6914. Keramik adalah berbagai produk industri kimia yang dihasilkan dari pengolahan bahan tambang seperti kaolin, feldspar, pasir silika dan tanah liat (clay) melalui tahapan pembakaran dengan suhu tinggi (sekitar 1.300 oC). Adapun karakteristik industri keramik meliputi : Padat energi 1

Padat karya Penggunaan bahan baku tambang yang tidak dapat diperbaharui.

1.2. Pengelompokan Industri Keramik 1.2.1. Kelompok Industri Hulu Meliputi Industri bahan baku keramik seperti tanah liat, kaolin, feldspar, pasir kuarsa, zirkon Bahan Baku dan Sumber Deposit Bahan Baku Bahan baku dan penolong yang masih di impor sebagian besar dari China seperti feldspar, glazur / fritz, China Stone dan zat pewarna (pigmen). Sedangkan sumber deposit bahan baku tersebut banyak terdapat di Indonesia tetapi belum diolah seperti tabel berikut Sumber Deposit Bahan Baku Jenis Bahan Lokasi Pengaribuan, Sumut Lampung Banjar Negara, Jabar Tulung Agung Lampung Monterado, Kalbar Bangka Belitung Pacitan, Jatim Cadangan 400 ribu ton 12,5 juta m3 642 ribu ton 40 ribu ton 10 juta ton 250 ribu ton 7 juta ton 6 juta ton 5 juta m3

Feldspar

Clay Kaolin Toseki

1.2.2. Kelompok Industri Antara Meliputi bahan baku body keramik, bahan pewarna, frits dan glasir

1.2.3. Kelompok Industri Hilir Meliputi industri barang jadi keramik seperti perlengkapan rumah tangga dari porselin, bahan bangunan dari porselin, alat laboratorium dan alat listrik/teknik dari porselin, barang untuk keperluan

2

laboratorium kimia dan kesehatan dari porselin serta barang-barang lainnya dari porselin.

Pengelompokan Produk Keramik No 1. 2. Keramik ubin/ tile : Ubin lantai, ubin perapian atau ubin dinding Keramik Saniter : Bak cuci, wastafel, alas baskom cuci, bak mandi, bidet, bejana kloset, tangki air pembilasan, tempat kencing dan perlengkapan saniter semacam itu dari keramik, dari porselen atau tanah lempung China 3. Keramik table ware : Perangkat makan, perangkat dapur, perlengkapan rumah tangga lainnya. Uraian

Keramik termasuk dalam katagori thermoset yaitu suatu benda yang setelah mengalami pemanasan dan pendinginan kembali tidak dapat berubah lagi kebentuk asalnya. Berdasarkan fungsi dan strukturnya produk keramik dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis yaitu keramik konvensional dan keramik maju.

1.2.1. Keramik Konvensional Keramik konvensional menggunakan bahan bahan alam fas amorf (dengan atau tanpa diolah. Keramik konvensional dapat dibagi dalam 2 (dua) golongan maing masing : Industri keramik berat terdiri dari refraktori, mortar, abrasive dan industri semen

3

Industri keramik halus yang terdiri dari industri gerabah/keramik hias, porselen lantai dan dinding (ltile), saniter, tableware dan isolator listrik.

1.2.2. Keramik Maju Keramik maju dikenal juga advanced ceramics menggunakan bahan baku artifikal murni yang memepunayi fasa kristalin. Beberapa jenis industri keramik maju anatara lain : Zirkonia dan silikon, seperti untuk kebutuhan otomotif (blok mesin, gear, mata pisau dan gunting Barium titanat untuk industri elektronika (kapasitor dan gunting) Keramik nitrid oksida (zirkon nitride, magnesium nitride, cilikon karbida) digunakan untuk high technologi, cutting tools, komponen mesin, alat ekstraksi dan pengolahan logam Fiber optic di industri telekomunikasi, penerangan, gedung pencakar langit dan tenaga surya

1.3.

Kecenderungan Global Industri Keramik Hingga saat ini pemasaran industri keramik selain untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri juga telah diekspor ke berbagai negara seperti Asia, Amerika, Eropa (produk keramik tile dan saniter) dan keramik tableware ke negara-negara Amerika Serikat, Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Latin. Walupun Indonesia telah

1.3.1. Kecenderungan Yang Telah TerjadiSetellah mengalami krisis ekonomi sejak tahun 1997 Sejak tahun 2006, industri keramik mengalami pertumbuhan yang cukup baik dilihat dari utilisasi kapasitas maupun .perolehan devisa karena daya beli masyarakat telah membaik bahkan keramik bukan lagi termasuki barang mewah akan tetapi karena terkatt dengan kesehatan, maka keramik khususnya tile sudah merupakan kebutuhan masyarakat mulai dari tingkat bawah, menengah dan atas.

4

Permasalahan yang dihadapi oleh Industri Keramik, antara lain: Sering terganggunya pasokan energi listrik yang menyebabkan utilitas dan kualitas rendah; Masih tingginya kandungan impor bahan baku karena belum adanya pabrik pemurnian dan homogenisasi bahan baku seperti feldspar dan clay (tanah liat); Masih adanya gangguan keramik impor yang murah khususnya dari RRC; Masih terbatasnya Sumber Daya Manusia yang terlatih dan terdidik.

1.3.2. Kecenderungan Yang Akan Terjadi Krisis finansial yang melanda dunia sejak pertengahan tahun 2008 secara tidaka langsung akan berdampak pada sektor industri keramik nasional dan permintaan dalam nebegri ikut menurun sejalan dengan daya beli masyarakat yang lemah. Dalam kondisi perekonomian yang demikian maka produksi keramik yang berlebihan terutama dari China akan mencari pasar alternatif termasuk Indonesia sebagai pasar potensial mengingat pasar keramik dunia yang semaik terbatas, hal ini mengakibatkan industri keramik nasional menjadi tertekan dan seharusnya peluang pasar domestik yang menjadi andalan menjadi tertekan, oleh karena itu dalam periode krisis tersebut diperkirakan permintaan pasar keramik dalam negeri maupun ekspor diperkirakan akan turun sekitar 30% dari tahun sebelumnya.

Bahan Baku : Industri bahan baku akan berkembang di daerah potensial tidak mengekspor atau menjual dalam bentuk bahan tambang namun telah diproses menjadi bahan baku yang kemurniannnya lebih tinggi dalam bentuk siap untuk dipakai atu diformulasikan dengan bahan baku lainnya, yang selama ini industri keramik membeli dan diolah/diproses di pabrik.

Industri Antara : 5

Industri antara akan berkembang secara sinergi terhadap daerah-daerah yang potensial mempunyai keanekaragaman bahan baku untuk

mengembangkan industri dalam bentuk bahan-bahan homogen maupun untuk formulasi suatu bahan campuran untuk berbagai bahan untuk jenis industri keramik seperti body, bahan glasir dan bahan pewarna serta pengembangan material science atau nano teknologi pada unsur-unsur tertentu seperti bahan baku zirkon atau unsur silika, alumina.

Industri Hilir : Akan berkembang desain-desain produk industri keramik tile, saniter, tableware maupun jenis-jenis keramik untuk aneka industri seperti komponen otomotif, peralatan kesehatan, isolator dan industri lainnya yang berbasis nano teknologi.

1.3.3. Analisis Terhadap Kecenderungan Yang Telah dan Akan Terjadi Dalam Perkembangan Industri Keramik Prospek pengembangan keramik ubin dalam beberapa tahun kedepan (jangka panjang) masih cukup potensial untuk dikembangkan

mengingat populasi penduduk Indonesia yanbg cukup besar dan konsumsi keramik perkapiata yang masih rendah sekitar 1 m2, sedangkan negara negara Asean lainnya sudah diatas 2 m2. Selain itu pembangunan perumahan maupun property yang diperkirakan terus berkembang akan membuka peluang pasar yang cukup baik. Industri keramik nasional memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan produsen keramik negara lain yaitu tersedianya deposit tambang bahan baku keramik yang cukup besar yang tersebar diberbagai daerah seperti ball clay, feldspar dan zircon di Kalimantan Barat maupun energi gas sebagai bahan bakar proses produksi. Ini merupakan suatu keuntungan bagi industri keramik dalam upaya meningkatkan daya saing produk keramik ubin. Untuk menghadapi persaingan pasar global yang semakin ketat, industri keramik perlu melakukan peningkatan efisiensi menlaui inovasi 6

dan teknologi yang hemat energi gas dan mengembangkan desain untuk menghasilkan produk produk keramik berkualitas..

1.4.

Permasalahan Yang Dihadapi Industri Keramik Permasalahan yang dihadapi oleh industri keramik antara lain : Membanjirnya keramik impor khusussnya dari China, meskipun pemerintah telah menerapkan beberapa kebijakan dalam menahan lajunya impor keramik. Pasokan gas alam yang digunakan sebagai bahan bakar keramik belum mendapat jaminan untuk jangka panjang dan pasokan gas untuk industri keramik di Sumatera Utara hingga saai ini masih labil.