RKS PJU 2012

download RKS PJU 2012

of 36

  • date post

    24-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    5.606
  • download

    179

Embed Size (px)

Transcript of RKS PJU 2012

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) RUANG LINGKUP PEKERJAAN Ruang lingkup pekerjaan adalah bahwa Pemerintah Selatan ingin mewujudkan sarana Penerangan Jalan Umum di sepanjang jalan dan tiang SUTR/TM PLN dengan tinggi minimal 7 meter dari permukaan jalan dengan pencahayaan diarahkan ke as lebar jalan. Hal ini dimaksudkan selain memenuhi kebutuhan pencahayaan dan kerataan penyebaran cahaya, juga untuk menghindari potensi terjadinya sundulan mobil-mobil pengangkut barang yang tinggi nya diatas rata-rata. Agar tercapai efisiensi sekaligus tetap memberikan pelayanan yang maksimal terhadap transportasi jalan umum, timer akan dipasang dan diset dengan waktu penyalaan mulai pukul 18.00-06.00. PERSYARATAN UMUM 1. Penyedia jasa mempunyai pengalaman dalam bidang pelaksanaan pekerjaan pemasangan jaringan dan Instalasi Lampu Penerangan Umum (PJU). 2 . Penyedia jasa harus melampirkan katalog atau brosur komponen-komponen yang ditawarkan. 3. Penyedia jasa wajib melampirkan jadwal atau waktu pelaksanaan pekerjaan dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan paling lama sesuai dengan LDP. 4. Melampirkan spesifikasi Teknis dan Gambar, meliputi: Macam/jenis kapasitas dan jumlah peralatan yang diperlukan kualifikasi dan jumlah personil yang diperlukan; syarat material/bahan; gambar-gambar kerja; Kriteria kinerja produk yang diinginkan. 5. Melampirkan daftar kuantitas dan harga Rencana Anggaran Biaya (RAB).. 6. Bilamana diperlukan, Panitia Pengadaan atau Kuasa Pengguna Anggaran berlaku untuk memeriksa menunjukkan contoh barang tertentu yang ditawarkan oleh peserta atas biaya penyedia barang/jasa yang bersangkutan. PERSYARATAN KHUSUS 1. LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) Lampu penerangan jalan umum terdiri atas rumah lampu, gawai pengendali (ballast, kapasitor, dan ignitor) serta bola lampu. Keseluruhan rumah lampu, gawai pengendali dan bola lampu yang ditawarkan harus berasal dari satu kesatuan suatu merek yang sama. Daya lampu dan sistim kendali pada lampu penerangan jalan umum ini adalah menggunakan jenis lampu Sodium tekanan tinggi 150 Watt yang dilengkapi gawai pengendali yang dikontrol dari boks panel dengan timer untuk pengatur periode waktu operasi tertentu sesuai yang dikehendaki oleh pemakai. Sistim ini berfungsi untuk penghematan energi dan memperpanjang umur bola lampu. A. ARMATURE TIPE A Lingkup spesifikas ini terbatas pada armatur lampu penerangan jalan umum. Spesifikasi lampu, ballast, kapasitor, dan ignitor diuraikan terpisah.

1

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

A.I. HOUSING (RUMAH LAMPU) - Rumah larnpu harus didisain dan dibentuk sedemikian rupa sehingga mampu melayani kebutuhan. Secara prinsip rumah lampu harus didisain sehingga memudahkan perawatan dan penggantian lampu cover, control gear, reflector, dan lamp holder, tanpa menggunakan peralatan khusus. - Rumah lampu harus diproses sedemikian rupa sehingga tingkat kehalusan dan kemerataan bagian luar dan dalam sama. Konstruksinya harus menahan getaran dalam penggunaan kondisi normal. - Rumah lampu berfungsi untuk melindungi dan meletakkan refleklor serta fitting lampu. Kedudukan fitting lampu terhadap reflektor harus mampu diatur (adjustable) disesuaikan dengan kebutuhan kerataan cahaya terhadap dengan jalan. - Penggantian lampu dan komponen dapat dilakukan dari atas dengan membuka penutup housing. Pada saat pembukaan ruang komponen dan lampu, komponen seperti ballast, kapasitor, dan ignitor harus dalam posisi terkunci kuat, didudukkan dalam plat datar dan tidak menimbulkan resiko benda jatuh pada saat perbaikan atau pemeliharaan. - Penggantian lampu harus mampu dilakukan tanpa melepas reflektor, sehingga ruang optik dapat terjaga kebersihannya. Bola lampu harus mampu ditarik keluar dari ruang optik dan penggantiannya dapat dilakukan di luar ruang optik.

A.2. REFLEKTOR Rancangan refleklor harus mampu mendukung sistim optik. Reflektor harus berdiri sendiri secara utuh (one piece), bukan memanfaatkan dinding dalam housing sebagai bidang pemantul. Bahan reflektor terbuat dari lembar aluminium kemurnian tinggi dianodizing (high purity anodized aluminum), posisi reflector dipasang sedemikian sehingga dapat mengontrol sinar lampu yang akan direfleksikan sesuai daya lampu yang dipasangkan. Reflektor harus mempunyai ketahanan terhadap lingkungan korosif minimal untuk 5 (lima) tahun. Ruang reflector harus mempunyai ventilasi (breating hole) dengan filter glass woll, yang berfungsi menyerap uap air, menjamin tidak masuk debu serta terjaminnya kontrol kelembaban udara dalam ruang optik. A.3. GASKET Gasket harus tahan terhadap iklim tropis dan tetap berada pada posisinya pada saat pengerjaan dan perawatan. Material yang dipakai dari bahan silikon atau bahan lain yang tahan panas dan elastis. Homogenitas temparatur terkontrol dengan baik. A.4. PENUTUP KACA ( GLASS COVER) Terbuat dari bahan safety glass bening dicetak halus dan kokoh. Tingkat transparansi bening (tahan terhadap ultra violet). Safety glass dapat terpecah dan akan hancur dalam butiran kecil (Tempered Glass) sehingga tidak berbahaya. Peletakan glass cover terhadap housing luminer harus dilapisi dengan gasket silikon yang mengeliiingi sepanjang bidang sentuh antara gasket terhadap housing luminer. Cover mampu melindungi luminair dan memudahkan penggantian cover apabila pecah.

2

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

A.5. PLAT DUDUKAN KOMPONEN (GEAR TRAY) Plat dudukan komponen dari bahan besi yang digalvanis atau bahan lain yang tahan karat, Plat dudukan beserta elektrikal dapat dilepas dari body housing untuk keperluan perawatan. A.6. PENGKAWATAN DALAM DAN PENYAMBUNGAN ANTAR KOMPONEN Pengkawatan dalam sebagai penghubung rangkaian antar komponen harus menggunakan kabel dengan diameter memadai, terbuat dari tembaga. Warna kabel pengenal L, N, dan G harus jelas dan dibedakan serta tahan panas. Sambungan harus menggunakan terminal block tahan panas. Terminal kabel utama (main input) menuju ke pengkawatan dalam dan menuju ke lampu harus menggunakan model plug and loose sehingga penyambungan dan pemutusan saat pemeliharaan tanpa menggunakan alat (tool less). A.7. LAMPHOLDER AND CASING Lampholder model E40. Bahan luar lampholder harus terbuat dari keramik. Bidang ulir terbuat dari tembaga lapis nikel atau stainless steel. Lampholder diletakkan dalam casing lampholder yang terbuat dari bahan plastik tahan panas yang dapat disesuaikan posisinya terhadap reflector (adjustable). Antara lampholder dengan casing dudukannya harus diberi pembatas berupa plat asbes tahan panas sebagai bahan insulasi dan peredam getar. Casing lampholder harus mempunyai lubang untuk evaporasi panas dari lampu ke luar lamp compartmen. Lubang evaporai panas dtersebut harus dilengkapi filter nylon atau carbon. B. BOLA LAMPU (LAMP) B.l. UMUM Jenis-jenis lampu yang digunakan pada armature lampu penerangan jalan adalah Jenis Lampu Pelepas Gas yaitu Lampu Sodium Tekanan Tinggi berbentuk Tabung (High Pressure Sodium Tube/HPS-T). Daya yang digunakana dalah 150 W. Sistem tegangan listrik adalah 220 Volt 50Hz. Faktor daya listrik pada rangkaian listrik armature lampu pada waktu penyalaan minimal 0.85 (Cos phi : 0.85) sedangkan frekuensi harmonic ketiga yang ditimbulkan tidak boleh melebihi 2l%. Spesifikasi jenis lampu Sodium Tekanan Tinggi (High Pressure Sodium Discharge Lamps) a) Jenis lampu Sodium bekerja secara emisi elektron dengan media pengantar gas sodium. Cahaya yang dihasilkana dalah kuning keemasan, dengan temperatur warna 2000 Kelvin. b) Efikasi lumen lampu sodium sekurang-kurangnya l10 lumen/watt c) Umur lampu rata-rata (Average Rated Lifetime) minimal adalah 32.000 jam. B.2. KONSTRUKSI l. Lampu (SON- T) berbentuk tubular (tabung bening) 2. Tabung discharge terbuat dari bahan "sintered polyrystaline alumina" 3. Jenis fitting E40 4. Sistem komponen listrik: Ballast, kapasitor, dan ignitor harus dipasang di dalam armature (integral). 5. Dimensi bola lampu sedemikian rupa sehingga bila dipasangkan pada armatur tidak menyentuh dinding dalam reflektor. B.2. SPESIFIKASI TEKNIS - Posisi penyalaan (burning position) dalam segala posisi (universal). - Warna cahaya sekitar 2000o K3

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

C. BALLAST C.I. UMUM 1. Ballast sebagai komponen penting pada sistem penyalaan lampu pelepas gas (gas discharge) berfungsi untuk membatasi arus melalui lampu yang dilayani. 2. Jenis ballast yang digunakan adalah electromagnetic ballast induktif (inductive ballast) yang berfungsi sebagai pembatas arus. 3. Konstruksi harus sedemikian hingga dapat terkunci pada dudukan komponen dan mudah dirakit/proses penyambungan. 4. Pada tiap ballast harus diengkapi dengan marking petunjuk wiring, merk, model, arus nominal. 5. Dilengkapi dengan perlindungan terhadap panas (heat) berlebih yang dapat mencegah terbakarnya sirkuit.

D. KAPASITOR D.I. UMUM a) Digunakan pada sistem tegangan maksimal 400 V b) Bahan pembungkus terbuat dari aluminium atau plastik. c) Frekuensi nominal 50Hz batas toleransi nominal +/- l0% d) Besar dan jumlah kapasitansi kapasitor tidak ditentukan sepanjang dapat menghasilkan cos-phi minimal 0.85 dalam suatu rangkaian listrik luminer. E. IGNITOR E.I. UMUM a) Digunakan pada sistem tegangan 220 V - 50 Hz dengan toleransi tegangan +/- l0% untuk keperluan lampu pelepas gas seperti Sodium, tegangan pulsa awal antara 2.8 5 KV. b) Fungsi ignitor adalah sebagai super posisi dari satu atau lebih tegangan pulsa yang diberikan pada suatu lampu dengan tegangan beban nol sebelum lampu tersebut bekerja/menyala. c) Untuk lampu dengan katode dingin maka penyalaannya (ignitor) setelah tegangan pulsa terjadi. Untuk lampu dengan katoda panas bila lampu telah menyala dan kemudian tiba-tiba kehilangan daya listrik maka lampu akan padam, selanjutnya percepatan penyalaan (ignitor) akan terjadi setelah lampu menjadi dingin. Contoh: lampu sodium tekanan tinggi memerlukan waktu setelah +/- 5 menit. d) Elemen pensakelan (switching elements) m