RKS Konstruksi PJU Raya Kendalsari

download RKS Konstruksi PJU Raya Kendalsari

of 71

  • date post

    18-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    366
  • download

    39

Embed Size (px)

description

RKS PJU

Transcript of RKS Konstruksi PJU Raya Kendalsari

  • PEMERINTAH KOTA SURABAYA

    UNIT LAYANAN PENGADAAN (PROCUREMENT UNIT)

    DOKUMEN PENGADAAN

    PAKET PEKERJAAN : Pemasangan PJU a). Jl. Raya Kendalsari (kebun bibit wonorejo), Jl. Kendalsari I b).

    Jl. Wonorejo Selatan V, VI, VII

    Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi Tahun Anggaran 2013

  • 1

    DAFTAR ISI DAFTAR ISI 1 BAB I UMUM 2 BAB II INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG 3 BAB III DATA LELANG (DL) 20 BAB IV DATA KUALIFIKASI (DK) 23 BAB V BENTUK DOKUMEN PENAWARAN 26 BAB VI TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI 30 BAB VII SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) 32 BAB VIII SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) 51 BAB IX SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR 53

  • 2

    BAB I UMUM

    A.

    Dokumen Pengadaan ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah.

    B.

    Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian, istilah dan singkatan sebagai berikut : - Pekerjaan

    Konstruksi : Seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi

    bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya; - HPS : Harga Perkiraan Sendiri; - HEA : Harga Evaluasi Akhir; - Kemitraan /

    Kerja Sama Operasi (KSO)

    : Kerja sama usaha antar penyedia yang masing-masing pihak mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis;

    - DL : Data Lelang; - DK : Data Kualifikasi; - Pokja ULP : Kelompok Kerja ULP yang berfungsi untuk melaksanakan Pengadaan

    Barang / Jasa; - PPK : Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang bertanggung jawab atas

    pelaksanaan pekerjaan; - SPPBJ : Surat Penunjukan Penyedia Barang / Jasa; - SPMK : Surat Perintah Mulai Kerja; - TKDN : Tingkat Komponen Dalam Negeri; - LPSE : adalah Layanan Pengadaan Secara Elektronik yang menyediakan sarana

    dan prasarana penunjang pelaksanaan eProcurement serta memantau kelengkapan persyaratan dokumen pemilihan penyedia barang / jasa dari Unit Layanan Pengadaan (Procurement Unit) ke Portal LPSE yang berfungsi sebagai administrator sistem;

    - Aplikasi SPSE : Aplikasi perangkat lunak Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) berbasis web yang terpasang di server LPSE yang dapat diakses melalui website LPSE;

    - Sistem Gugur : Merupakan evaluasi penilaian penawaran dengan cara memeriksa dan membandingkan Dokumen Penawaran terhadap pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dengan urutan proses evaluasi dimulai dari penilaian persyaratan administrasi, persyaratan teknis, dan kewajaran harga, serta persyaratan kualifikasi dan pembuktian kualifikasi. Terhadap peserta yang tidak lulus penilaian pada setiap tahapan dinyatakan gugur.

    C.

    Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam DL.

    D. Pelelangan Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha atau kemitraan / KSO.

  • 3

    BAB II INSTRUKSI KEPADA PESERTA

    A. UMUM

    1. Lingkup Pekerjaan

    1.1. Pokja ULP mengumumkan kepada para peserta untuk menyampaikan penawaran atas paket pekerjaan konstruksi sebagaimana tercantum dalam DL.

    1.2. Nama paket dan lingkup pekerjaan sebagaimana tercantum dalam DL.

    1.3. Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana tercantum dalam DL, berdasarkan syarat umum dan syarat khusus kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan harga sesuai kontrak.

    2. Sumber Dana

    Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam DL.

    3. Peserta Pelelangan Umum

    3.1. Pelelangan Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha atau kemitraan / KSO antar badan usaha yang memenuhi kualifikasi, dan memiliki SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) dan / atau SIUJK (Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi) yang masih berlaku pada saat batas akhir pemasukan penawaran sampai dengan pembuktian kualifikasi.

    3.2. Penandatanganan kontrak dapat dilaksanakan apabila SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) dan / atau SIUJK (Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi) pemenang lelang masih berlaku.

    3.3. Dalam hal peserta akan atau sedang melakukan kemitraan / KSO, baik dengan perusahaan nasional maupun asing maka peserta harus memiliki Perjanjian Kemitraan / Kerja Sama Operasi yang memuat persentase kemitraan / KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan / KSO tersebut.

    3.4. Untuk nilai pekerjaan dibawah Rp. 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) maka kemitraan / KSO harus diwakili oleh perusahaan nasional.

    3.5. Peserta kemitraan / KSO wajib membuat dan menandatangani perjanjian kemitraan / KSO sesuai dengan contoh format SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN / KERJA SAMA OPERASI (KSO) yang dibuat oleh LKPP dan menjadi lampiran dari Dokumen Pengadaan ini.

    3.6. Selama proses pelelangan peserta kemitraan / KSO dilarang untuk mengubah Perjanjian Kemitraan / Kerja Sama Operasi

    4. Larangan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan

    4.1. Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini berkewajiban untuk mematuhi etika pengadaan dengan tidak melakukan tindakan sebagai berikut: a. Berusaha mempengaruhi anggota Pokja ULP dalam bentuk dan

    cara apapun, untuk memenuhi keinginan peserta yang bertentangan dengan Dokumen Pengadaan, dan / atau peraturan perundang-undangan;

    b. Melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk mengatur hasil Pelelangan Umum, sehingga mengurangi / menghambat / memperkecil / meniadakan persaingan yang sehat dan / atau merugikan pihak lain;

    c. Membuat dan / atau menyampaikan dokumen dan / atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan ini.

    4.2. Peserta yang menurut penilaian Pokja ULP terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4.1 dikenakan sanksi sebagai berikut : a. Sanksi administratif, seperti digugurkan dari proses Pelelangan

    Umum atau pembatalan penetapan pemenang; b. Sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam;

  • 4

    c. Jaminan Penawaran dicairkan dan disetorkan ke Kas Negara/Daerah sebagaimana tercantum dalam LDP;

    d. Gugatan secara perdata; dan / atau e. Pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang.

    4.3. Pengenaan sanksi dilaporkan oleh Pokja ULP kepada PA / KPA.

    5. Larangan Pertentangan Kepentingan

    5.1. Para pihak dalam melaksanakan tugas, fungsi dan perannya, menghindari dan mencegah pertentangan kepentingan para pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    5.2. Pertentangan kepentingan sebagaimana dimaksud pada angka 5.1 antara lain meliputi: a. dalam suatu badan usaha, anggota direksi atau dewan komisaris

    merangkap sebagai anggota direksi atau dewan komisaris pada badan usaha lainnya yang menjadi peserta pada Pelelangan yang sama;

    b. dalam Pekerjaan Konstruksi, konsultan perencana/ pengawas bertindak sebagai pelaksana Pekerjaan Konstruksi yang direncanakannya/diawasinya, kecuali dalam pelaksanaan Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi;

    c. konsultan manajemen konstruksi berperan sebagai Konsultan Perencana dan/atau Konsultan Pengawas;

    d. pengurus koperasi pegawai dalam suatu K/L/D/I atau anak perusahaan pada BUMN/BUMD yang mengikuti Pengadaan dan bersaing dengan perusahaan lainnya, merangkap sebagai anggota Pokja ULP atau pejabat yang berwenang menetapkan pemenang Pelelangan;

    e. PPK dan/atau anggota Pokja ULP, baik langsung maupun tidak langsung mengendalikan atau menjalankan perusahaan peserta;

    f. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama yaitu lebih dari 50% (lima puluh perseratus) pemegang saham dan/atau salah satu pengurusnya sama.

    5.3. Pegawai K / L / D / I dilarang menjadi peserta kecuali cuti diluar tanggungan K / L / D / I.

    5.4. Peserta (penyedia barang / jasa) yang menurut penilaian Pokja ULP terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5.2 dan 5.3 dikenakan sanksi sesuai dengan pasal 4.2.

    6. Pendayagunaan Produksi Dalam Negeri [Apabila diperlukan]

    6.1. Peserta berkewajiban untuk menyampaikan penawaran yang mengutamakan material/bahan produksi dalam negeri dan tenaga kerja Indonesia serta Pekerjaan Konstruksi yang dilaksanakan di Indonesia.

    6.2. Dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dimungkinkan menggunakan bahan baku, tenaga ahli, dan perangkat lunak yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) dengan ketentuan : a. Pemilahan atau pembagian komponen harus benar-benar

    mencerminkan bagian atau komponen yang telah dapat diproduksi didalam negeri dan bagian atau komponen yang masih harus diimpor;

    b. Komponen berupa bahan baku belum diproduksi di dalam negeri dan / atau spesifikasi teknis bahan baku yang diproduksi di dalam negeri belum memenuhi persyaratan;

    c. Pekerjaan pemasangan, pabrikasi, pengujian dan lainnya sedapat mungkin dilakukan di dalam negeri;

    d. Semaksimal mungkin menggunakan jasa pelayanan yang ada di dalam negeri, seperti jasa asuransi, angkutan, ekspedisi, perbankan, dan pemeliharaan;

    e. Penggunaan tenaga ahli asing dilakukan semata-mata untuk mencukupi kebutuhan jenis keahlian yang belum dapat diperoleh di Indonesia, disusun berdasarkan keperluan yang nyata, dan diusahakan secara terencana untuk semaksimal mungkin terjadinya alih pengalaman / keahlian dari tenaga ahli asing

  • 5

    tersebut ke tenaga Indonesia; dan f. Peserta diwajibkan membuat daftar barang yang diimpor yang

    dilengkapi dengan spesifikasi teknis, jumlah dan harga yang dilampirkan pada Dokumen Penawaran.

    6.3. Pengadaa