Ringkasan Materi PAI

download Ringkasan Materi PAI

of 51

  • date post

    30-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    170
  • download

    3

Embed Size (px)

description

Ringkasan Materi PAI

Transcript of Ringkasan Materi PAI

TUGAS AKHIR SEMESTERRingkasan Materi Perkuliahan Pendidikan Agama Islam

Disusun oleh: Putri Kurnia Sari (11510134019) 2/C

Program Studi Teknik Sipil D3Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan PerencanaanFakultas TeknikUNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya yang telah dilimpahkan-Nya sehingga makalah ilmu Bahan Bangunan dapat diselesaikan.Tentunya dalam penyusunan laporan ni banyak pihak yang membantu kami, untuk itu kami mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada:1. Bapak Dr. Marzuki, M.Ag selaku dosen mata kuliah Pendidikan Agama Islam2. Orangtua kami yang telah membesarkan dan mendidik kami.3. Teman teman teman teman jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).4. Serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.Pada akhirnya kami menyadari bahwa makalah Bahan Bangunan yang telah disusun ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami sebagai penyusun mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan yang lebih sempurna di masa yang akan datang. Semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.

Yogyakarta, 14 juni 2012

Penulis

Daftar Isi

Halaman Judul....................................................................................................................1Kata Pengantar2Daftar Isi.3RingkasanPertemuan 1: Manusia ...4Pertemuan 2: Agama .9Pertemuan 3: Islam ...13Pertemuan 4: Sumber Ajaran agama Islam ..19 Pertemuan 5: Krangka dasar gama Islam ..24Pertemuan 6: Pengertian akhlah, Etika, dan Moral ....28Pertemuan 7 Ruang Lingkup Akhlak .31Pertemuan 8: Pendidikan Islam ..34Pertemuan 9: Politik Islam dan Masyarakat Madani .37Pertemuan 10: Kerukunan antar Umat Beragama ..40Pertemuan 11: Gender dan Pernikahan Dalam Islam .43Pertemuan 12: Fundamentalisme Islam dan Kebudayaan Islam..46

MANUSIA

MANUSIASesungguhnya manusia merupakan makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lainya, seperti Malaikat, Jin, Iblis, hewan, tumbuhan yang telah Allah SWT ciptakan. Manusia dianugerahi akal, perasaan dan kehendak oleh Allah SWT sehingga manusia dapat membedakan hal yang baik dan hal yang buruk. Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang penting dan dapat dipandang dari berbagai segi. Dalam ilmu eksak, manusia adalah kumpulan-kumpulan dari partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia. Dalam ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan, tidak dapat berdiri sendiri. Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan unsur- unsur membangun manusi:1. Manusia terdiri 4 dari unsur yang saling terkait yaitu: a. Jasad : badan manusia yang nampak dari luar, dapat diraba. b. Hayat : mengandung unsur hidup, ditandai dengan gerak. c. Ruh : daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan. d. Nafas : kesadaran tentang diri sendiri. 2. Manusia terdiri 3 dari unsur yang saling terkait yaitu: a. Id : struktur kepribadian yang tidak nampak, berhubungan dengan lingkungan luar diri tetapi terkait dengan struktur lain. b. Ego : ego sadar akan tuntunan lingkungan luar dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingtual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima. c. Superego : berkembang secara internal di dalam diri individu.

. HAKEKAT MANUSIAa. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi.b. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi akal, perasaan, kehendak yang terdapat dalam jiwa manusia.c. Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi anatomi, fisilogi. Sebagai makhluk budayawi, manusia dapat dilihat dari segi kemasyarakatan, kekerabatan.d. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena mampu bekerja dan berkarya. Manusia dianugerahi akal, pikiran dan kehendak. Oleh karena itu, manusia memiliki harkat dan martabat. Dengan akal, pikiran dan kehendak yang dimiliki manusia, manusia dapat bekerja dan berkarya menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupannya dan orang lain.

Al-Quran menegaskan kualitas dan nilai manusia dengan menggunakan tiga macam istilah yang satu sama lain saling berhubungan, yaknial-insaan,an-naas,al-basyar, danbanii Aadam. Manusia disebutal-insaankarena dia sering menjadi pelupa sehingga diperlukan teguran dan peringatan. Sedangkan kataan-naas(terambil dari kataan-nawsyang berarti gerak; dan ada juga yang berpendapat bahwa ia berasal dari kataunaasyang berarti nampak)digunakan untuk menunjukkan sekelompok manusiabaik dalam arti jenis manusia atau sekelompok tertentu dari manusia.Manusia disebutal-basyar, karena dia cenderung perasa dan emosional sehingga perlu disabarkan dan didamaikan. Manusia disebut sebagaibanii Aadamkarena dia menunjukkan pada asal-usul yang bermula dari nabi Adam as sehingga dia bisa tahu dan sadar akan jati dirinya. Misalnya, dari mana dia berasal, untuk apa dia hidup, dan ke mana ia akan kembali.Penggunaan istilahbanii Aadammenunjukkan bahwa manusia bukanlah merupakan hasil evolusi dari makhlukanthropus(sejenis kera). Hal ini diperkuat lagi dengan panggilan kepada Adam dalam al-Quran oleh Allah dengan hurufnidaa(Yaa Adam!). Demikian juga penggunaan kata ganti yang menunjukkan kepada Nabi Adam, Allah selalu menggunakan kata tunggal (anta)dan bukan jamak (antum) sebagaimana terdapat dalam surah al-Baqarah ayat 35.Manusia dalam pandangan al-Quran bukanlah makhlukanthropomorfismeyaitu makhluk penjasadan Tuhan, atau mengubah Tuhan menjadi manusia. Al-Quran menggambarkan manusia sebagai makhluktheomorfisyang memiliki sesuatu yang agung di dalam dirinya. Disamping itu manusia dianugerahi akal yang memungkinkan dia dapat membedakan nilai baik dan buruk, sehingga membawa dia pada sebuah kualitas tertinggi sebagai manusia takwa.Al-Quran memandang manusia sebagaimana fitrahnya yang suci dan mulia, bukan sebagai manusia yang kotor dan penuh dosa. Peristiwa yang menimpa Nabi Adam sebagai cikal bakal manusia,yang melakukan dosa dengan melanggar larangan Tuhan, mengakibatkan Adam dan istrinya diturunkan dari sorga, tidak bisa dijadikan argumen bahwa manusia pada hakikatnya adalah pembawa dosa turunan. Al-Quran justru memuliakan manusia sebagai makhluk surgawi yang sedang dalam perjalanan menuju suatu kehidupan spiritual yang suci dan abadi di negeri akhirat, meski dia harus melewati rintangan dan cobaan dengan beban dosa saat melakukan kesalahan di dalam hidupnya di dunia ini. Bahkan manusia diisyaratkan sebagai makhluk spiritual yang sifat aslinya adalah berpembawaan baik (positif,haniif).Karena itu, kualitas, hakikat, fitrah, kesejatian manusia adalah baik, benar, dan indah. Tidak ada makhluk di dunia ini yang memiliki kualitas dan kesejatian semulia itu . Sungguhpun demikian, harus diakui bahwa kualitas dan hakikat baik benar dan indah itu selalu mengisyaratkan dilema-dilema dalam proses pencapaiannya. Artinya, hal tersebut mengisyaratkan sebuah proses perjuangan yang amat berat untuk bisa menyandang predikat seagung itu. Sebab didalam hidup manusia selalu dihadapkan pada dua tantangan moral yang saling mengalahkan satu sama lain. Karena itu, kualitas sebaliknya yaitu buruk, salah, dan jelek selalu menjadi batu sandungan bagi manusia untuk meraih prestasi sebagai manusia berkualitasmutaqqindi atas.Gambaran al-Quran tentang kualitas dan hakikat manusia di atas megingatkan kita pada teorisuperegoyang dikemukakan oleh sigmund Freud, seorang ahli psikoanalisa kenamaan yang pendapatnya banyak dijadika rujukan tatkala orang berbicara tentang kualitas jiwa manusia.Menurut Freud,superegoselalu mendampingiego. Jikaegoyang mempunyai berbagai tenaga pendorong yang sangat kuat dan vital (libido bitalis), sehingga penyaluran doronganego(nafsu lawwamah/nafsu buruk) tidak mudah menempuh jalan melaluisuperego(nafsu muthmainnah/nafsu baik). Karenasuperego(nafsumuthmainnah) berfungsi sebagai badan sensor atau pengendaliegomanusia.Sebaliknya,superegopun sewaktu-waktu bisa memberikan justifikasi terhadapegomanakala instink, intuisi, dan intelegensi ditambah dengan petunjuk wahyu bagi orang beragamabekerja secara matang dan integral. Artinyasuperegobisa memberikan pembenaran padaegomanakalaegobekerja ke arah yang positif.Egoyang liar dan tak terkendali adalahegoyang negatif, ego yang merusak kualitas dan hakikat manusia itu sendiri.Sebagai kesimpulan dapatlah diterangkan bahwa kualitas manusia berada diantaranaluridannurani. Dalam rentetan seperti itulah manusia berperilaku, baik perilaku yang positif maupun yang negatif. Fungsi intelegensi dapat menaikkan manusia ke tingkat yang lebih tinggi. Namun intelegensi saja tidaklah cukup melainkan harus diikuti dengan nurani yang tajam dan bersih. Nurani (mata batin, akal budi) dipahami sebagaisuperego,sebagiconscienceatau sebagai nafsumuthmainnah(dorongan yang positif). Prof. Dr. Fuad Hasan mengatakan bahwa bagi manusia bukan sekedarto live(bagaimana memiliki) danto survive(bagaimana bertahan), melainkan jugato exist(bagaimana keberadaannya). Untuk itu, maka manusia memerlukan pembekalan yang kualitatif dan kuantitatif yang lebih baik daripada hewan.

Manusia bisa berkulitas kalau ia memiliki kebebasan untuk berbuat dan kehendak. Tetapi kebebasan disini bukanlah melepaskan diri dari kendali rohani dan akal sehat, melainkan upaya kualitatif untuk mengekspresikan totalitas kediriannya, sambil berjuang keras untuk menenangkan diri sendiri atas dorongan naluriah yang negatif dan destruktif. Jadi kebebasan yang dimaks