Retensio Urine

download Retensio Urine

of 27

  • date post

    17-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    16
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Semoga bermanfaat

Transcript of Retensio Urine

Retensio Urine

Retensio UrinePembimbing:dr. Gatot Sugiharto, Sp.BPresentator:Fathul Yasin

DefinisiRetensi Urin adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengeluarkan urin yang terkumpul di dalam buli-buli hingga kapasitas maksimal buli-buli terlampaui.

Anatomi Saluran Kemih Alat-alat kemih terdiri dari : ginjal, pelvis renalis (pielum), ureter, buli-buli (vesika urinaria), dan uretra.

Dinding alat-alat saluran kemih mempunyai lapisan otot yang mampu menghasilkan gerakan peristaltik.

GinjalGinjal menghasilkan air seni dengan membuang air dan berbagai bahan metabolik yang berbahaya yang mayoritas dihasilkan oleh alat-alat lain

Pelvis Renalis (Pielum) Mengumpulkan air seni yang datang dari apeks papilla. Mengecil menjadi ureter yang dilalui air seni dalam porsi-porsi kecil sampai ke dalam kandung kemih. Kapasitas rata-rata 3-8 ml.

Ureter Berbentuk seperti pipa yang sedikit memipih, berdiameter 4-7 mm. Kedua ureter menembus dinding kandung kemih pada fundusnya, terpisah dalam jarak antara 4-5 cm, miring dari arah lateral, dari belakang atas ke medial depan bawah.Ureter berjalan sepanjang 2 cm di dalam kandung kemih dan berakhir pada suatu celah sempit (ostium ureter).

Kandung kemih (Buli-buli)Pada dasar buli-buli, kedua muara ureter dan meatus uretra internum membentuk suatu segitiga yang disebut trigonum buli-buli. Kapasitas maksimal (volume) untuk orang dewasa + 350-450 ml; kapasitas buli-buli pada anak menurut Koff :Kapasitas buli-buli = [ Umur (tahun) + 2] x 30 ml

Penampang frontal melalui kandung kemh priaPandangan umum alat-alat urogenital wanita

UretraUretra merupakan tabung yang menyalurkan urin keluar dari buli-buli melalui proses miksi. Secara anatomis, uretra dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : uretra posterior dan uretra anterior. Uretra diperlengkapi dengan sfingter uretra interna yang terletak pada perbatasan buli-buli dan uretra, serta sfingter uretra eksterna yang terletak pada perbatasan uretra anterior dan uretra posterior.

UretraPanjang uretra wanita + 3-5 cm dengan diameter 8 mm, berada di bawah simfisis pubis dan bermuara di sebelah anterior vagina. + 1/3 medial uretra terdapat sfingter uretra eksterna yang terdiri atas otot bergaris. Tonus otot sfingter uretra eksterna dan tonus otot Levator ani berfungsi mempertahankan agar urin tetap berada di dalam buli-buli pada saat perasaan ingin miksi. Miksi terjadi bila tekanan intra vesika melebihi tekanan intrauretra akibat kontraksi otot detrusor, dan relaksasi sfingter uretra eksterna.

UretraPanjang uretra pria dewasa + 23-25 cm. Uretra posterior pria terdiri atas uretra pars prostatika yaitu bagian uretra yang dilingkupi oleh kelenjar prostat, dan uretra pars membranasea.

Proses dasar pembentukan urin

Pada saat darah mengalir melalui glomerulus terjadi filtrasi plasma bebas protein menembus kapiler glomerulus kedalam kapsul bowman. Proses ini yang dikenal sebagai filtrasi glomerulus, yang merupakan langkah pertama dalam pembentukan urin.Pada saat filtrat mengalir melalui tubulus zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh dikembalikan ke plasma kapiler peritubulus. Perpindahan yang bersifat selektif dari bagian dalam tubulus (lumen tubulus) kedalam darah ini disebut sebagai reabsorpsi tubulus. Proses ginjal ketiga, sekresi tubulus, yang mengacu pada perpindahan selektif zat-zat dari darah kapiler peritubulus kedalam lumen tubulus, merupakan rute kedua bagi zat dari darah untuk masuk kedalam tubulus ginjal. Cara pertama zat berpindah dari plasma kedalam lumen tubulus adalah melalui filtrasi glomerulus namun, hanya sekitar 20% dari plasma yang mengalir melalui kapiler glomerulus disaring kedalam kapsul bowman; 80% sisanya terus mengalir melalui arteriol eferen kedalam kapiler peritubulus

Jalur Pembentukan UrinArteri RenalisArteriol aferenGlomerulusArteriol eferenKapiler peritubulusVenulaKapsul bowmanTubulus proksimalAnsa henle desendesTubulus KolingentesCalix minorCalix mayorUreterVesica UrinariaUrethraKeluar tubuhPelvis GinjalVena RenalisAnsa henle asendensTubulus distal

EtiologiKelemahan otot detrusor :Kelainan medulla spinalis.Kelainan saraf perifer.Inkoordinasi antara Detrusor-Uretra :Cedera kauda ekuina.

Hambatan / obstruksi uretra :Batu uretra.Klep uretra.Striktura uretra.Stenosis meatus uretra.Tumor uretra.Fimosis.Parafimosis.Gumpalan darah.Hiperplasia prostat.Karsinoma prostat.Sklerosis leher buli-buli.

Menurut lokasi, penyebab retensi urin : Supravesikal :Kerusakan terjadi pada pusat miksi di Medula Spinalis setinggi Th12-L1; kerusakan saraf simpatis dan parasimpatis, baik sebagian atau seluruhnya.

Vesikal :Berupa kelemahan otot detrusor karena lama teregang, atoni pada pasien DM atau penyakit neurologis.

Infravesikal (distal kandung kemih) :Berupa pembesaran prostat (kanker, prostatitis), tumor pada leher vesika, fimosis, stenosis meatus uretra, tumor penis, striktur uretra, trauma uretra, batu uretra, sklerosis leher kandung kemih (bladder neck sclerosis).

KlasifikasiAkut, yaitu : penderita secara tiba-tiba tidak dapat miksi, buli-buli penuh disertai rasa sakit yang hebat di daerah suprapubik dan hasrat ingin miksi yang hebat disertai mengejan, seringkali urin belum menetes atau sedikit-sedikit; dapat pula terjadi secara Kronis, yaitu penderita secara perlahan-lahan dan dalam waktu yang lama tidak dapat miksi, merasakan nyeri di daerah suprapubik hanya sedikit / tidak ada sama sekali walaupun buli-buli penuh. Retensi urin dapat terjadi sebagian, yaitu penderita masih bisa mengeluarkan urin, tetapi terdapat sisa kencing yang cukup banyak di kandung kemih ; Pada retensi urin total, penderita sama sekali tidak dapat mengeluarkan urin.

DiagnosisGambaran KlinisRasa tidak nyaman hingga rasa nyeri yang hebat pada perut bagian bawah hingga daerah genital.Tumor pada perut bagian bawah.Tidak dapat kencing.Kadang-kadang urin keluar sedikit-sedikit, sering, tanpa disadari, tanpa bisa ditahan (inkontinensi paradoksa).

Pemeriksaan colok dubur

Pemeriksaan Penunjang Foto polos abdomen menunjukkan bayangan buli-buli penuh, mungkin terlihat bayangan batu opak pada uretra atau pada buli-buli.Uretrografi akan tampak adanya striktur uretra.Pemeriksaan darah rutin : Hb, leukosit, LED, Trombosit.Pemeriksaan Faal Ginjal : kreatinin, ureum, klirens kreatinin.Pemeriksaan urinalisa : warna, berat jenis, pH.

Penatalaksanaan

PrognosisPrognosis pada penderita dengan retensi urin akut akan bonam jika retensi urin ditangani secara cepat.

Terima kasih